Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Antrian Pajang Dan Atusias Warga Masih Mewarnai Oprasi Pasar MiGor

Antrian Pajang Dan Atusias Warga Masih Mewarnai Oprasi Pasar MiGor

Written By BBG Publizer on Sabtu, 05 Maret 2022 | 00.36


Ngawi,OposisiNews.Co.Id -
Masih mahal dan langkanya migor ( minyak goreng ) dipasaran ,  Dinas Perdagangan perindustrian dan tenaga kerja kabupaten Ngawi kembali melaksanakan operasi pasar Minyak Goreng di beberapa tempat.

Kali kedua Disperindag  kembali menggelar operasi MiGor di pasar besar Ngawi, terlihat antusias warga Ngawi masih memenuhi antrian yang di mulai sekitar pukul 7.30,WIB sementara informasi pelaksanaanya akan di mulai pukul 8.30.WIB ,  Jum'at ( 04/03/2022 ).

Ir.Yusuf Rosyadi MSi kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan tenaga kerja kabupaten Ngawi saat ditemui awak Media Oposisi News menyampaikan , bahwa hari ini kita kembali ke pasar besar Ngawi dengan target 1200 kg diperuntukkan 600 orang dengan rincian 230 orang pedagang gorengan serta masakan yang ada di pasar besar Ngawi  sedangkan sisanya 370 orang untuk masyarakat umum dengan ketentuan setiap orang mendapatkan jatah 2 liter dengan harga Rp 14.000 dengan syarat menunjukkan KTP sebagai bentuk bukti bahwa mereka berpenduduk Ngawi,prinsipnya untuk kejelasan identitas saja.

" Sama-sama kita ketahui bahwa seberapa penting minyak goreng dipasaran belum stabil harganya dan masih langka ,sementara perintah dari kementerian Perdagangan bahwa kita diminta untuk, yang pertama melakukan stabilisasi harga, Kedua memantau ketersediaan barang ", terang Yusuf Rosadi.

" Untuk stabilisasi harga dapat kita lakukan antara lain instrumennya adalah melakukan operasi pasar ,diharapkan operasi pasar ini memberikan efek kepada masyarakat luas bahwa harga minyak goreng itu sudah Rp 14.000 untuk minyak goreng yang premium, kemudian yang ke dua kita juga melakukan monitoring serta evaluasi kepada pertokoan dan kios,merapikan tata niaga yang artinya dari produsen ke distributor kemudian ke kios atau toko kemudian ke konsumen,ini tata niaga harga harus sudah sesuai,artinya dari distributor itu tidak boleh menjual lebih dari Rp 13.000 kemudian kios ini tidak boleh menjual lebih dari Rp 14.000 dan ini akan kita pantau dilapangan, sementara disejumlah toko modern atau swalayan sudah sesuai harapan ,artinya sudah satu harga Rp 14.000 ", imbuhnya.

Dari pantauan awak media di lokasi kegiatan operasi pasar , Disperindag Kab.Ngawi didampingi oleh pihak kepolisian untuk menjaga keamanan dan protokol kesehatan.

" Untuk giat hari ini , kita ( Disperindag ) bekerja sama dengan beberapa distributor seperti kemarin , melibatkan  PT GAGAS , PT BULOG dan PT PENGUIN dan rencana minggu depan melibatkan PT Subur , PPI dan Alasada ", pungkasnya. ( Yd )

Reporter.Yudi K 

Editor.Bam PW



Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon

CHANAL YOUTUBE

OPOSISI RECENT POST

    Oposisi Arsip