Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » SD Negri Batah Barat 1 Mendadak Viral Terkait Program Indonesia Pintar Yang Menjadi Misteri

SD Negri Batah Barat 1 Mendadak Viral Terkait Program Indonesia Pintar Yang Menjadi Misteri

Written By indraneri4 on Sabtu, 22 Januari 2022 | 00.53



Bangkalan.OposisiNews.Co.Id - Beberapa Orang tua siswa keluhkan dan mempertanya kan penyaluran program PIP Di SD Negeri  Betah Barat 1. pasalnya Orang tua murid merasa ada yang aneh terkait program PIP (Program Indonesia Pintar) tersebut seperti yang di ungkapkan salah seorang Orang tua siswa yang enggan namanya dipublikasikan . jum'at (21/01/22). 

Saat di mintai keterangan oleh awak berita OposisiNews , ia mengatakan , " Selama sekolah di SDN Bantah Barat 1 anaknya belum pernah menerima bantuan pendidikan . Hanya tabungannya baru-baru ini di beriakan oleh pihak sekolah itupun dipesankan untuk tidak menceritakan kepada orang tua siswa yang lain ".

Belum lama ini ia juga mengaku kalau pihak sekolah mengumpul kan wali murid dan mengatakan kalau dana PIP selama ini di pergunakan untuk perbaikan gedung / fasilitas sekolah yang rusak. 

"Saya nggak pernah menerima bantuan itu ( PIP.red ) , Waktu dikumpulkan baru baru ini kepala sekolah meminta uang itu untuk dikembalikan guna perbaikan fasilitas sekolah" terangnya. 

Atas kejadian itu banyak pihak orang tua siswa menyayangkan tindakan main serobot sekolah dan berharap ada yang bertanggung jawab diranah hukum akan tindakan korupsi yang dilakukan pihak sekolah ( SDN Bantah Barat 1 .red ) 

" Saya sangat menyayangkan dan setuju kalau hal ini dilaporkan kepada polisi biar ada efek jera atau kalau perlu ke Kejaksaan dan Oubusmen Jawa Timur " imbuh nya". 

Sementara itu Yuli sapaan-nya, selaku Plt kepala sekolah SDN Betah Barat 1 menjelas kan, bantuan selama ini di berikan langsung kepada orang tua siswa dan  sudah di sosialisasikan. 

Dia bersikukuh tetep menyalurkan, Masalah pernyataan warga yang di peruntukkan untuk perbaiki sekolah pihaknya membantah,Ia menjelaskan pencairan di lakukan di bank BRI Kwanyar. 

" Sekolah banyak yang rusak pak, nggak sempat kalau uang PIP dibuat pembangunan sekolah nggak cukup. "Jelas nya saat di hubungi melalui via call APK Whatsaap". 

Ia menambahkan, menurutnya pencairan di lakukan oleh orang tua siswa dengan membawa anaknya serta membawa surat pengantar dari pihak sekolah,imbuh nya. 

Saat mencoba awak berita OposisiNews mengkonfirmasikan dengan  Korwil pendidikan kwanyar di kantornya, K.Korwil ( Holis ) tidak ada di tempat bahkan coba dihubungi melalui telepon selulernya K.Korwil tidak berkenan mengangkat dan menjawab konfirmasi awak media .  

Permasalahan itu ketahui oleh Rohim ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia ( LSM GMBI ) Wilter Madura. Pihaknya Akan menyikapi nya dengan serius permasalahan yang telah mencoreng dunia pendidikan itu dan akan selalu mendampingi orang tua siswa. 

Menurutnya untuk mengungkap permasalahan ini pihaknya ( LSM GMBI ) akan membawa masalah ini ke jalur hukum pasalnya orang tua siswa siap melaporkan. 

 "Akan saya kawal masalah ini dan akan kami instruksikan kepada pengurus LSM GMBI Bangkalan untuk mendampingi. Karena orang tua siswa siap melaporkan. Dengan pelapor dan bukti yang ada saya rasa itu sudah cukup. Biar APH nanti yang mengembangkan". 

Lanjut Rohim adanya permasalahan seperti ini iya menekankan kepada seluruh anggota nya di madura khususnya di kabupaten Bangkalan untuk mengawal sampai tuntas sehingga ada efek jera kepada para pencuri uang negara apalagi sudah jelas pernyataan wali murid kalau Anjungan Tunai Mandiri (ATM) nya nggak di bagikan menurutnya itu semua sudah bentuk kecurangan dan patut di pertanyakan Pungkasnya. 

Sampai berita ini naik online Kepala Bidang (Kabid) SD serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan belum Berhasil dikonfirmasi. (AIW)

Reporter: A.Indra Wijaya 

Editor.Bambang PW



Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon

CHANAL YOUTUBE

OPOSISI RECENT POST

    Oposisi Arsip