Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Sandera Siswa Muluskan Iuran Komite

Sandera Siswa Muluskan Iuran Komite

Written By BBG Publizer on Kamis, 03 Juni 2021 | 20.38



' Ujian Akhir Tahun SMAN 2 Ngawi Tahun 2020 Diwarnai Aksi Bejat Oknum Sekolah Dan Komite '

Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Dimomen awal tatap muka yang dibarengi Ujian Akhir Tahun / akhir semester 2020-2021 , SMAN 2 Ngawi hembuskan aura tidak sedap adanya dugaan penyadraan dan kriminalisasi pada siswa - siswinya yang dilakukan secara konspirasi dengan melibatkan Kepala Sekolah , Komite dan Petugas Akhir Tahun ' PAT'.

Ujian akhir tahun yang dilakukan secara CBT  di SMAN 2 Ngawi diduga dimanfaatkan pihak sekolah dan Komite untuk melakukan penyanderaan siswa - siswinya guna menekan orang tua siswa ( wali murid ) untuk melakukan pembayaran iuran komite dengan cara ala teroris . 

Pihak PAT sekolah melakukan pemblokiran soal computerisasi siswa yang buntutnya siswa yang belum melunasi / membayar Komite digiring ke bagian Tata Usaha untuk membuat dan menandatangani surat perjanjian yang diduga sudah disekenariokan.

Atas insiden itu banyak orang tua siswa yang resah dan tidak percaya menitipkan anaknya menempuh pendidikan di SMAN 2 Ngawi yang Notabene sebagai salah satu sekolah unggulan dan rujukan pendidikan umum Atas di Kabupaten Ngawi yang telah menelorkan banyak prestasi di kacah lokal dan nasional.

Seperti yang dituturkan BB orang tua siswa X IPS  , " Saya ngak bisa berucap hal itu terjadi di SMAN 2 , sebelum dilaksanakan ujian akhir saya sudah melakukan kontak via wa pada wali murid XIPS berinisial J , dia katan untuk siswa yang belum lunas Komite tetap bisa mengikuti ujian , namun dalam realitasnya soal computerisasi anak saya diblokir ".


" Atas kejadian itu anak saya dan sejumlah siswa di giring petugas sekolah ke ruang tata usaha untuk membuat surat perjanjian siap melunasi segera iuran komite , baru siswa diberi pengantar menuju ruang server petugas ITE sekolah untuk membuka blokir soal . Sementara waktu ujian terus berjalan dampaknya siswa yang mengurus pemblokiran harus kehilangan waktu mengerjakan soal computer yang tersisa 45 menit dari waktu normal 90 menit . Dari kejadian ini sekolah khusunya SMAN 2 Ngawi lebih terorentasi mengkomersilkan pendidikan dari pada mengedepankan prestasi siswa siswinya ", imbuhnya.

Saat disinggung harapan orang tua siswa pada pihak sekolah BB mengatakan , " Harapan orang tua praktek penyanderaan siswa untuk memuluskan iuran komite tidak terjadi kedepannya , kasihan reputasi sekolah ( SMAN 2 ) akan hancur karena ulah oknum SMAN 2 dan Komitenya , atas kejadian ini sudah selayaknya Dindik Ngawi , Cabdin SMK dan SLTA memanggil Kepala Sekolah dan jika memang terbukti terjadinya kriminalisasi siswa seduh selayaknya aparat hukum ( Polri dan Kejaksaan Ngawi ) turun tangan ''.

Lain halnya yang disampaikan DD orang tua siswa X IPA pada Berita OposisiNews mengatakan , " Benar , aksi pemblokiran Soal siswa dilakukan oleh penyelenggaran ujian Akhir Tahun SMAN 2 sebagai sangsi siswa-siswi yang belum melunasi atau membayar komite . Minimal siswa harus membayar Rp 600 ribu dari bajet komite Rp 3,5 juta untuk siswa bisa membuka blokir soal ".

" Memang rasanya tidak pantas dilakukan sekolah sekelas SMAN 2 tapi kenyataan pait itu sudah terjadi , seharusnya pihak sekolah minimal memanggil atau memberi surat edara pada orang tua jangan bertindak Bar-Bar , jika ada orang tua siswa merasa keberatan atau melaporkan sebagai temuan hukum itu saya anggap wajar karena kejadian itu meninggalkan psyko pada anak apalagi saat mengikuti Ujian Akhir Tahun ", ujarnya.

Carut marut di SMAN 2 Ngawi diduga sudah terjadi cukup lama dan Pemkab Ngawi , Dindik ,Cabdin dan Aparatur Hukum di Kabupaten Ngawi seperti tutup mata akan kejadian demi kejadian ' Premanisme ' yang dilakukan pihak sekolah dan Komite SMAN 2 . 

Hal itu terungkap oleh orang tua siswa kelas XI berinisial YY yang kebetulan pejabat ASN di Pemkab Ngawi ," Kejadian seperti itu ( pemblokiran ) pada siswa pernah juga saya alami saat anak saya masih duduk di kelas X motifnya sama Iuran Komite harus Dilunasi " , terang YY.

" Kalau hal ini terjadi lagi ,sangat saya sayangkan jika Dindik Ngawi , Cabdin yang membawahi SMK / SLTA dan Pejabat Ngawi ( Bupati dan DPRD ) tidak tahu rasanya lucu dan aneh ", imbuhnya.

Pada berita OposisiNews , J wali kelas X IPS SMAN 2 Ngawi melalui WA nya mengatakan , " Saya hanya sebatas pengawas PAT ". Sementara MS ketua Komite SMAN 2 Ngawi yang dihubungi via telpon selulernya enggan memberikan tanggapan atas kejadian itu  .( Red )

Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon

OPOSISI RECENT POST

    Oposisi Arsip