Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Oknum Guru SDN Sukorame 5 Di Duga Nekat Menjual Belikan LKS Pada Siswa Melalui Pesan Singkat WatsApp Grub Wali Murid

Oknum Guru SDN Sukorame 5 Di Duga Nekat Menjual Belikan LKS Pada Siswa Melalui Pesan Singkat WatsApp Grub Wali Murid

Written By BBG Publizer on Selasa, 12 Januari 2021 | 20.53


Kediri , OposisiNews.Co.Id -
Diduga tergiur oleh untung jual beli LKS , seorang oknum guru kelas VI SDN Sukorame 5 yang beralamat di jalan Veteran no 25 Kecamatan Mojoroto Kabupaten Kediri , melalui pesan singkat via WhatsApp nekat menjual belikan 8 LKS @ Rp 8.000 dengan total Rp 64.000 pada orang tua siswa kelas VI bersamaan saat pembagian raport siswa pada hari Selasa , 12/01/2021 pukul 09.30 Wib - 11.00 Wib.

Pada pesan singkatnya melalui WhatsApp oknum guru berinisial IST mencatut nama Koprasi Siswa sebagai penyedia buku LKS dan menginformasikan pengembalian buku tema yang belum dikembalikan siswa pada wali murid. Dari kronologi kejadian diperkirakan aksi nekat IST tidak dilakukan sendiri.

Dari keterangan Wali Murid yang enggan namanya di publikasikan berita OposisiNews karena dikwatirkan bakal membuat sulit putranya dikemudian hari mengatakan , " Selain membayar 8 LKS saya diminta untuk memfoto copy Lembar Jawaban Komputer ( LJK ) sejumlah 10 lembar dengan kertas tebal ".

Dengan terungkapnya kejadian di SDN Sukorame 5 diduga juga terjadi di sekolah dasar di Kabupaten Kediri , kebetulan hanya SDN Sukorame 5 yang telah terbukti melakukan jual beli LKS . Praktik itu merupakan bagian mal administrasi, sebuah pelanggaran administrasi dan patut dikenai sanksi bagi pelakunya karena secara Syah dan terbukti melakukan pungli.

Lebih miris larangan menjual belikan buku LKS ,seragam oleh pihak sekolah , komite jelas diatur dalam  Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolahan dan Penyelenggaraan Pendidikan, terutama pasal 181a. Sudah secara jelas tertulis mengenai larangan itu.

Pendidik dan tenaga kependidikan, baik persorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, seragam sekolah, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.

Berdasarkan pasal itu sudah jelas .  guru,karyawan maupun komite sekolah tidak boleh menjual buku-buku maupun seragam di sekolah , seperti yang disampaikan Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Timur, Agus Widiyarta pada awak media ( Faktual news.red )

Hal pelarangan itu diperjelas dalam Pasal 12a, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah.

Di pasal itu tertulis, Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di sekolah dan juga berlaku bagi koperasi yang ada di lingkungan sekolah .

Kecuali, jika koperasi itu memang dikelolah secara independen atau tanpa ada keterlibatan guru, karyawan hingga para komite sekolah. Itupun, juga harus disertakan keterangan bahwa siswa tidak diwajibkan untuk membeli. ( ISK. Red*** )

Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK edisi I Tahun 2021

Icon

OPOSISI RECENT POST

    Oposisi Arsip