Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Ketua IPK Kediri Angkat Bicara , Soal Tragedi Tambang Pasir Ilegal

Ketua IPK Kediri Angkat Bicara , Soal Tragedi Tambang Pasir Ilegal

Written By BBG Publizer on Sabtu, 23 Januari 2021 | 12.36


Kediri , OposisiNews.Co.Id -
Gerah dengan beroprasinya tambang pasir ilegal di desa Sukoanyar Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri yang telah menelan korban jiwa IH ( 33 th ) drifer truk muatan hasil tambang ( pasir ) tewas tergelincir dan tenggelam bersama truknya masuk ke dasar sungai Brantas , Kamis 21/01/2021.

Pada berita OposisiNews , Tomy Ari Wibowo . Ketua Ikatan Pemuda Kediri ' IPK' mengatakan , " Terkaid tambang pasir ilegal di desa Sukoanyar dan meninggalnya salah satu pekerja ( drifer truk ) harus tuntas , tambang pasir harus ditutup karena diduga ilegal serta meninggalnya driver yang tenggelam bersama truknya harus didalami penyebabnya ".

" Selain dua poin itu , satu poin tidak boleh diabaikan karena sangat urgen yaitu perusakan alam / lingkungan di bantaran sungai Brantas , Poin ini sangat penting karena menyangkut kelangsungan hidup masyarakat sekitar lokasi dan hilir Brantas . Akibat penebangan ilegal itu banyak menimbulkan masalah sosial seperti longsor dan dangkalnya sumber air tanah , semua aktor intelektualnya harus mempertanggung jawabkan perbuatannya ", imbuhnya.

Tomy juga menyampaikan , " Jika proses hukumnya lemah , adanya main mata dalam penyikapan kasus ini , IPK bersama masyarakat akan lakukan demo ke Pemkab Kediri ".

Lain halnya yang disampaikan Warno ( nama samaran ) warga sekitar tambang , " Tebang itu selain untuk penambangan pasir juga tempat berkumpulnya preman-preman disinyalir orang-orangnya pengelola tambang untuk pesta miras dan itu hampir setiap hari , bahkan miras itu disuplai oleh pengelola tambang yang diketahui juga sebagai penjual / penyedia miras berinisial RD yang tinggal di Desa Santren ,Kediri Kota ".

Mulyani SE . Kepala.Desa Sukoanyar mengungkapkan , " Terkaid tambang ilegal itu pihak pemerintah desa secara lesan dan tulisan sudah menegor / melarang aktifitas tambang itu , sayang teguran itu tidak pernah diindahkan oleh RD Pasir warga Pandean Kediri Kota ( pengelola tambang ) , semua lagi-lagi disebabkan salah satu warga ( pemilik lahan ) memberi ijin dengan alasan untuk bisa ikut bekerja ".

" Namun dengan kejadian meninggalnya salah seorang dari pekerja tambang dengan tegas pihak desa akan menutup lokasi itu , untuk sementara desa akan lakukan kordinasi dengan pihak yang berwenang ( kecamatan dan Polri ) ", tutup kades Sukoanyar . ( ISK / Rf )

Reporter . Iskak / Rifai 

Editor.Bambang PW



Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon

OPOSISI RECENT POST

    Oposisi Arsip