Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Digeruduk Warga , Ngaini Alias Bedon Pemilik Tambang Pasir Tantang Warga Berkelahi

Digeruduk Warga , Ngaini Alias Bedon Pemilik Tambang Pasir Tantang Warga Berkelahi

Written By BBG Publizer on Kamis, 28 Januari 2021 | 08.55


Kediri,OposisiNews.Co.Id -
Puncak kemarahan warga akan tatap beroprasinya aktifitas tambang pasir , 5 warga dusun yang terimbas dari kegiatan exspedisi tambang bentangkan bener disejumlah titik jalur kendaraan berat tambang ( truk ) bertuliskan “Truk Pasir Dilarang Lewat Ds. Manggis Ngancar Kediri”. Kamis 28/01/2021

Akibat pemasangan bener oleh warga 5 dusun membuat ciut nyali para sopir truk untuk mengambil / mengangkut hasil tambang ( pasir ) , memaksa beberapa sopir untuk menepi memarkir truknya dan tidak sedikit yang memilih berbalik arah . 

Preseden meninggalnya salah satu sopir truk tambang yang tergelincir dan tenggelam dialiran sungai Brantas serta terkuaknya status usaha penambangan yang disinyalir tidak berijin ( bodong ) , atas kejadian diatas memicu kekesalan warga yang lama terpendam , sangat terganggu dari aktifitas tambang karena berdampak polusi udara , jalan rusak ( berlobang ) dan rawan terjadi kecelakaan . 

Kekecewaan warga semakin memuncak ketika pihak pemilik tambang pasir , Ngaini alias Badun mengindahkan untuk menemui dan memberikan kejelasan terkait ijin penambangan pasir dan kopensasi jalan desa / lingkungan yang selama ini  menjadi akses jalan truk pasir .

Dari pantauan awak berita OposisiNews di lapangan , aksi spontan warga dilima  Dusun di Ds. Manggis meliputi Dusun Manggis, Ngunut, Mangunrejo, Sumberurip dan Sumberejo sepakat menghadang dan melarang lalu lalang Dump truk untuk melintas di jalan pemukiman warga. 

" Lalu lalang dump truck  membuat jalanan jadi rusak  dan diduga penambang pasir tersebut tidak  mengantongi legalitas ijin penambangan yang jelas, pemilik tambang tersebut bernama Ngaini atau yang sering dipanggil Bedun warga Blitar " , ungkap salah satu warga yang mengikuti aksi penghadangan truk pada berita OposisiNews. Rabu 27/01/2021 malam pukul 21.00WIB

Korlap aksi Suyatno warga Ds. Manggis saat di wawancara awak media mengatakan “Aksi warga hari ini berharap bisa bertatap muka dan meminta kejelasan terkait ijin resmi penambangan dokumen UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup) pihak penambang pasir, warga yang terdampak dari kendaran/truk pasir yang melewati dusun mereka selama ini hanya memberikan kompensasi yang tidak sesuai dengan apa yang diterima dari pihak penambang pasir,” Katanya.

Dari keterangan, warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya  bahwa selama ini mereka tidak tahu siapa pemilik usaha galian ini, hanya membaca dipapan, bertuliskan pemberitahuan ijin lokasi usaha atas nama Ngaini.

 “Kami tidak tahu siapa pemilik tambang tersebut, kabarnya dari Blitar. Hanya melihat papan atas nama Ngaini. Kemarin awal ada bantuan sembako, namun tiga bulan ini sudah tidak ada,” jelasnya

Usaha galian ini berjalan lancar dan warga dulu merasakan kompensasinya. Namun setelah macetnya bantuan serta jalan yang makin rusak, maka warga memberanikan diri menggelar aksi. “Bila pemilik tambang  enak, masyarakat selalu diberi kompensasi setiap bulan. Namun dengan munculnya pertambangan baru ini atas nama Ngaini, kami tidak mendapatkan kopensasi,” terangnya.

Tragis dan Sangat nekat , selang beberapa saat Ngaini alias Bedun datang dengan berteriak-teriak membubarkan kerumunan aksi dan menyuruh menyopot banner yang menghadang jalan truk pasir. bahkan Ngaini alias Badur melontarkan kata-kata ajakan warga duel dengannya. 

"Ayo kalo berani satu-satu pencak dengan saya, jangan jadi pengecut, siapa yang menyuruh kalian, kalian pasti dibayar, siapa provokatornya, saya tahu orangnya yang membayar kalian, suruh keluar kalau berani temuai saya,” Teriak Bedun ditengah kerumunan aksi warga.

Bedun juga berteriak dengan menyinggung nama Kades Manggis. ADA APA DIBELAKANG INI ? 

 “Saya sudah bantu bangun masjid, buat jalan, menyumbang 15jt buat wayang, dan ada 6 orang penambang yang membayar ke tim panitia dari perangkat Desa Manggis bentuk kopensasi atau kas desa masing-masing sebesar Rp16.700.000,- setiap bulannya " , ungkap Ngaini.

"Saya dulu juga beri atensi atau dana untuk membantu Operasional Polisi ke Polda Jatim, ijin saya juga resmi kenapa dilarang menambang,” demikian teriakan yang diucapkan Bedun sapaan akrab Ngaini.  (rf)

Reporter. Rifai 

Editor.Bambang PW


Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon

OPOSISI RECENT POST

    Oposisi Arsip