Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Pj Bupati Hudiyono dampingi Menaker Ida Fauziah Kunjungan ke BLK Sidoarjo

Pj Bupati Hudiyono dampingi Menaker Ida Fauziah Kunjungan ke BLK Sidoarjo

Written By BBG Publizer on Jumat, 06 November 2020 | 20.53


Sidoarjo.OposisiNews.co.id -
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah Jumat mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) di Tulangan, Sidoarjo. Kunjungan dilanjutkan ke rumah dua warga penerima program Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Desa Grinting Kecamatan Tulangan Jumat 6/11/2020.

Dalam kunjungannya di BLK, Ida Fauziah dan PJ Bupati Hudiyono melihat langsung peserta pelatihan pra kerja. Mulai dari latihan menjahit, teknologi informatika, teknik permesinan hingga tenaga administrasi akuntansi keuangan.

Meningkatkan SDM melalui program pelatihan yang didampingi tenaga ahli. Menekan angka pengangguran dan mengentaskan kemiskinan melalui direktorat jenderal bina penta Kemenaker. Selain mendapat ilmu, peserta pelatihan juga mendapatkan modal usaha.

"Mayoritas peserta pelatihan kerja yang terdaftar di BLK Tulangan adalah warga Sidoarjo, Mojokerto dan Gresik dan sebagian dari daerah lain", kata Iman Agung Kepala BLK Sidoarjo.

Menteri Ida Fauziah menyampaikan data pengangguran 9,7 juta orang, jumlah ini lebih banyak disebabkan karena pandemi covid-19. Sebelumnya, bulan februari angka pengangguran masih di angka 6,9 juta.

"Keberadaan BLK ini sangat membantu sekali mengurangi angka pengangguran, apalagi di tengah pandemi covid-19 banyak terjadi PHK. Di sini peserta dilatih ketrampilan sehingga setelah lepas dari BLK mereka sudah punya keahlian. Pemkab Sidoarjo sudah kerjasama dengan BLK Tulangan untuk mengirim peserta dengan menggunakan biaya APBD Sidoarjo", ujar Pj Bupati Hudiyono. (Bag)

Home » » Cak Hud Bersihkan Ikon Kota Sidoarjo, Monumen Jayandaru Alun-Alun

Cak Hud Bersihkan Ikon Kota Sidoarjo, Monumen Jayandaru Alun-Alun


Sidoarjo, OposisiNews.co.id - 
Monumen Jayandaru yang berada di Alun-Alun menjadi ikon kota Sidoarjo. Monumen Jayandaru yang dibangun tahun 2017 itu sempat viral karena adanya beberapa patung petani dan nelayan. Selain itu, Jayandaru menjadi ikonik kota delta karena di puncak monumen ada patung lambang Sidoarjo, Udang dan Bandeng.

Sejak awal dibangun, Jayandaru belum pernah dibersihkan dengan disemprot sampai atas. Banyak debu yang menempel bahkan cukup tebal. Pembersihannya pun akhirnya tidak bisa langsung, perlu beberapa kali di semprot air dengan tekanan tinggi.

Termasuk area halaman Jayandaru yang nampak terlihat lama sekali belum pernah dibersihkan. Debu cukup tebal menempel ditembok dan lantai.

Pj Bupati Hudiyono yang biasa dipanggil Cak Hud bersama DLHK dibantu oleh masyarakat menyemprot menggunakan mobil tangki air dan menggosok tembok sekeliling monumen hingga bersih. Termasuk tanaman yang tumbuh di pucuk monumen ikut dibersihkan.

" Ini perubahan luar biasa ya, ini kami bertiga ada kepala DLHK dan Kabidnya, ikut turun dan ternyata kalau kita hadir langsung cepat bersih. Dan masyarakat disini ikut membantu kerja bhkati. Tadi endapan kotoran cukup tebal, dan sekarang sudah kelihatan bersih", kata Cak Hud. Di Alun-alun Sidoarjo.jum'at, 6/11/2020.

Cak Hud menilai kinerja bagian kebersihan dilapangan kurang optimal. Kotoran debu hampir setengah senti menter.

"Ini artinya ada kinerja teman-teman kebersihan dilapangan kurang optimal, maka tadi sudah saya sentuh hatinya, saya ajak kerja ikhlas dan kerja bersama-sama. Kita ajak masyarakat bersama-sama peduli menjaga kebersihan ikon kota Sidoarjo", ujar Cak Hud.

Dengan merawat dan menjaga Alun-alun serta  kebersihan monumen Jayandaru, Cak Hud yakin banyak masyarakat yang ikut senang dan pengunjung alun-alun merasa nyaman.

Kegiatan bersih-bersih lewat program Jogo Taman Delta dilakukan rutin oleh Cak Hud tiap hari Jum'at. Cak Hud juga berharap kebiasaan ini diikuti sampai tingkat kecamatan dan desa/keluaran dengan melibatkan masyarkat.

"Ini menjadi role model ya, apakah ada pengaruhnya ketiga pimpinan turun. Sepeti ini tadi kita turun langsung jadi langsung bersih. Nanti di setiap kecamatan sampai kepala desa kita harapkan seperti itu. Se intensif mungkin se sering mungkin bahwa ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat, memang ada masyarakat yang kurang peduli, nah ini tugas kita, kita tidak akan diam, terus  memberikan pengertian dan pemahaman, bahwa ini kemanfaatannya untuk kita bersama", pungkas Cak Hud. (Bag)

Home » » Pelanggar Prokes di Sidoarjo Menurun, Sidoarjo Menuju Zona Kuning

Pelanggar Prokes di Sidoarjo Menurun, Sidoarjo Menuju Zona Kuning


Sidoarjo.OposisiNews.co.id - 
Sebanyak 1.056 warga Sidoarjo menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di tennis indoor kompleks GOR Sidoarjo, Mereka terjaring razia yustisi prokes yang digelar tim gabungan di seluruh kecamatan di Sidoarjo.kamis, 5/11/2020.

Kasatpol PP Sidoarjo Widyantoro Basuki mengatakan, jumlah 1.056 pelanggar tersebut merupakan hasil razia selama dua minggu karena pada jadwal sidang pada Hari Kamis lalu ditiadakan karena libur bersama.

“Kalau dirata-rata jumlahnya menurun. Sebelumnya dalam seminggu ada 800 orang pelanggar. Kali ini hanya 500 an pelanggar. Namun meskipun demikian, kami tidak mengendorkan  razia yustisi prokes. Tujuan razia bukan hanya jumlahnya, namun meningkatkan kesadaran warga untuk mematuhi prokes untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19,” terang Wiwid, sapaan Widyantoro basuki.

Wiwid menambahkan, kali ini denda yag harus dibayar pelanggar Rp 100 ribu. “Besaran denda merupakan wewenang mutlak hakim. Dana yang terkumpul kemudian dimasukkan ke kas daerah Sidoarjo,” imbuh Wiwid.

Sementara itu, PJ Bupati Sidoarjo  Hudiyono menerangkan, bukan hanya warga yang tidak memakai masker yang ditindak,namun ada juga pemilik usaha makanan yang tidak menyediakan tempat untuk mencuci tangan. 

“Saat ini, Sidoarjo menuju Zona kuning. Kurang sedikit lagi. Kurang 0,1. Beberapa daerah seperti Waru yang pernah menjadi kluster penyebaran, saat ini sudah berhasil menjadi zona hijau. Kami berharap disiplin masyarakat terus meningkat agar Sidoarjo bisa meraih zona hijau,” tutur Hudiyono. 

Cak Hud, sapaan akrab Hudiyono menambahkan, di era kehidupan baru seperti saat ini, disiplin mematuhi prokes  merupakan hal mutlak. “Sebelum ditemukan vaksin covid-19, vaksin terhebat saat  ini ya mematuhi prokes seperti rajin memakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan,” terang Cak Hud.

Cah Hud berharap, kegiatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa segera bangkit, namun harus taat prokes.(Bag)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon