Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » DINSOS BOJONEGORO CAIRKAN BANSOS DARI KEMENTERIAN

DINSOS BOJONEGORO CAIRKAN BANSOS DARI KEMENTERIAN

Written By BBG Publizer on Sabtu, 17 Oktober 2020 | 17.17

Bojonegoro.  OposisiNews.Co.Id - Selama merebaknya Pandemi Covid 10 yang telah berjalan  setengah tahun lebih telah mempengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat  dari berbagai sektor termasuk terhadap perekonomian dan sosial dalam masyarakat berdampak meningkatnya jumlah pengangguran akibat pengurangan / pemutusan  pekerjaan .

Untuk menanggulangi masalah krusial jumlah pengangguran yang meningkat dampak Covid 19 ,Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro  telah melakukan langkah preventif dan antisipatif dengan melakukan percepatan dalam pendataan bagi warga yang terdampak  termasuk juga mendata dari bermacam macam sektor seperti yang diusulkan dari Kementerian Pertanian,Kementerian Ekonomi dan Kementerian Tenaga kerja.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro  Arwan pada awak media Berita.OposisiNews  menyampaikan  Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro telah mencairkan puluhan program jenis bantuan Sosial  terkecuali dari BLT yang dicairkan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Permendes PDTT), Jum'at 16/10/2020.

Program bantuan yang   direalisasikan oleh Dinas Sosial kabupaten Bojonegoro selain beberapa program bantuan regular dan Non regular.  Menurut Kadinas Sosial Bojonegoro Pencairan Bansos selain lewat Kartu Pra kerja juga diperuntukkan ke beberapa  Anggota Kelompok Tani.

  “Pencairan Bansos untuk Petani di bojonegoro  sebelumnya datanya diusulkan oleh dinas Pertanian bojonegoro kepada Dinsos Bojonegoro” Jelas Kadinas Sosial Kabupaten Bojonegoro.

Kadinas Sosial Bojonegoro . Arwan  lebih lanjut menyampaikan bahwa Dalam memaksimalkan  Penyerapan anggaran untuk menanggulang  dampak covid 19  dibutuhkan kecepatan dalam pendataan dalam mempersiapkan  Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)  sehingga  tidak tertinggal dengan jadwal pencairan Bansos dari Pemerintah Pusat.

”Lancarnya Pencairan Bansos di bojonegoro sebelumnya kami melakukan Proses pendataan yang cepat “Ucap Arwan. 

Keseriusan Pemerintah Pusat  Dalam menanggulangi dampak covid ini terbukti dengan  telah mempersiapkan Anggaran hampir 700 Trilyunan  dan menerbitkan  Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri  sebagai dasar Pemberian bantuan dari beberapa sektor  bantuan .

Pemberian  sembako dan Bantuan Sosial Tunai hal tersebut sesuai dengan  Keputusan Mensos No.54 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Bantuan Sosial Sembako dan Bantuan sosial Tunai Dalam Penanganan Dampak COVID-19 ,untuk Pembebasan Biaya listrik hal tersebut sesuai dengan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Selain itu Pemerintah Pusat juga memberikan bantuan Masyarakat  yang terkena PHK akibat Covid sesuai dengan  Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Arwan menegaskan ," Untuk Petani di Wilayah Bojonegoro lewat Usulan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Per April 2020 Anggota Kelompok Mendapatkan BST yang besaran bantuan  600 Ribu ".(DWI/IPUNG)

Home » » Polresta Sidoarjo Ungkap Dua Kasus Cabul

Polresta Sidoarjo Ungkap Dua Kasus Cabul

Sidoarjo , OposisiNews.co.id - Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil membekuk dua pelaku kasus pencabulan anak di bawah umur dengan modus operadi berbeda , Jumat (16/10/2020).

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha mengatakan tersangka adalah Moh Khodar (53) warga Menganti Gresik dan tersangka Kalvin Kristianto (18) warga Kec. Waru Kab. Sidoarjo.

Dalam dua kasus pencabulan modus pelaku memaksa korban untuk minum minuman keras, dan setelah itu tersangka mengajak korban pergi ke bangunan kosong yang tidak jauh dari tempat minum miras tersebut hingga terjadilah pencabulan. 

Lalu kasus yang masih sama dengan pencabulan,modus tersangka memberi korban sebuah sikep (jimat) berupa cambuk kecil yang terbuat dari tembaga. Sambil berkata bahwa jimat tersebut sebagai penjaga korban dan didalam jimat tersebut ada penunggunya (makhluk halus) lalu korban disuruh menyimpan dan membawanya kemanapun korban pergi, kemudian korban merasakan pusing dan terjadilah pencabulan.

“ Penangkapan terhadap tersangka dilakukan tak lama setelah adanya laporan dari pihak keluarga korban,” kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha.

Dengan begitu atas perbuatannya pelaku Tindak pidana Persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 dan atau Pasal 82 UURI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp. 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).khatanya ( Bag )

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon