Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Masyarakat Sidoarjo Deklarasi Damai Tolak Anarkisme dalam Demo

Masyarakat Sidoarjo Deklarasi Damai Tolak Anarkisme dalam Demo

Written By BBG Publizer on Jumat, 16 Oktober 2020 | 16.48


Sidoarjo, OposisiNews.co.id -
Menyikapi terjadinya aksi anarkis pada demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) beberapa hari ini di sejumlah wilayah Tanah Air, mengundang keprihatinan bagi seluruh elemen masyarakat Sidoarjo dengan melakukan deklarasi damai.

Deklarasi damai menolak dan mengecam aksi unjuk rasa, yang diikuti berbagai ormas, tokoh lintas agama (FKUB), mahasiswa, pelajar dan seluruh elemen masyarakat Sidoarjo tersebut berlangsung di Mapolresta Sidoarjo, Jumat 16/10/2020.

Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sidoarjo Idam Kholid menjelaskan deklarasi seperti ini sangat penting karena selama ini semua unjuk rasa yang menolak UU omnibus law yang sudah disahkan oleh DPR RI itu disertai dengan aksi anarki.

"Untuk antisipasi kejadian serupa, maka semua FKUB dan elemen masyarakat di Sidoarjo menggelar deklarasi damai menolak dan mengecam aksi anarkis saat ada unjuk rasa," kata Idam Kholid.

Ia menambahkan penyampaian aspirasi masyarakat itu ada aturannya. Tidak bisa menyampaikan aspirasi dengan anarkisme, karena anarkisme bagian dari residu demokrasi. “Kami menolak cara-cara penyampaian aspirasi dengan cara anarkisme, karena pasti ada penunggang gelap dalam anarkisme," tambahnya.

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengatakan untuk mengantisipasi kegiatan untuk rasa yang berujung anarkisme, pihaknya akan melibatkan elemen masyarakat dalam pengawasan saat ada kegiatan unjuk rasa.

"Tugas mereka mengawasi apabila ada pengunjuk rasa atau penumpang gelap dalam unjuk rasa tersebut. Untuk segera menangkap selanjutnya diserahkan ke pihak polisi untuk dilakukan penindakan," pungkas Kombes Pol. Sumardji.(Bag)

Home » » Pj. Bupati Sidoarjo Dispendukcapil Kepadatan Pemohon Minta Hari Sabtu dan Minggu Layanan Dibuka

Pj. Bupati Sidoarjo Dispendukcapil Kepadatan Pemohon Minta Hari Sabtu dan Minggu Layanan Dibuka


Sidoarjo,OposisiNews.co.id -
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil disidak Pj. Bupati Sidoarjo, Hudiyono usai menerima keluhan dari warga melalui radio. Pj. Bupati Hudiyono langsung menuju kantor Dispendukcapil melihat langsung pelayanan dikantor itu. Kamis, 15/10/2020.

“Saya dalam perjalanan dari Sidoarjo Barat, di mobil dengar radio ada warga menyampaikan keluhan terkait pendaftaran online di Dispendukcapil. Saya langsung ke sini untuk melihat langsung,” ujar Hudiyono di sela sidaknya. 

Di lokasi, Pj Bupati sempat melihat langsung beberapa antrean yang ada. Termasuk berbincang dengan warga yang sedang melakukan proses pengurusan administrasi kependudukan di sana. 

Dikantor dispendukcapil memang terlihat terjadi kepadatan pemohon, Hudiyono kemudian memanggil Reddy Kusuma, Kepala Dispendukcapil untuk meminta penjelasan.

Dari penjelasan Reddy , penyebab padatnya pemohon karena layanan di Mal Pelayanan Publik ditutup sejak adanya pademi dan jumlah petugas layanan diloket terbatas, Ia juga menyampaikan kalau berencana membuka kembali layanan di MPP yang berada di jalan lingkar timur.

“Sejak adanya pademi covid layanan di MPP ditutup, pelayanan jadi terfokus disini. Kemudian program jemput bola juga dihentikan, karena resisten penularan covid. Per september MPP sudah dibuka tapi hanya layanan PTSP. Kami sudah koordinasi dengan pengelola MPP, sekarang sedang di setting antrian online nya”, ujar Reddy.

Agar tidak terjadi kepadatan lagi, Hudiyono minta pelayanan dibuka pada hari sabtu dan minggu agar masyarakat bisa mengurus surat meski hari libur. 

“Untuk sementara bulan oktober ini layanan ditambah hari sabtu, di bulan november sampai desember kita buka sabtu dan minggu mulai pukul 09.00 – 13.00 wib”, tambah Reddy.

“Sedang mengurus surat kematian pak. Tidak banyak kok, tadi antrean cuma sekitar 5 – 7 orang. Pagi tadi saya daftar online juga mudah, kemudian datang ke sini untuk mengambil formulir,” ujar Joko Yanuar, warga Pondok Jati saat berbincang dengan Hudiyono.

Hal serupa juga diceritakan beberapa pemohon lain. Hanya saja, suasana di kantor dispenduk memang nampak penuh karena banyaknya pemohon. Tempat layanan tidak sebanding dengan volume warga yang melakukan pengurusan.

Sejatinya, layanan kependudukan sudah dipecah dengan dibukanya Mal Pelayanan Publik. Namun sejak pandemi layanan itu ditutup. Sehingga wajar jika volume di dispendukcapil kembali membludak.

“MPP sudah tidak digunakan lagi untuk tempat isolasi, jadi dalam waktu dekat sudah bisa kita fungsikan kembali membuka layanan. Tentu semua harus tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Hari sabtu dan minggu saya minta layanan dispendukcapil dibuka dan penerapan protokol kesehatan harus dijaga” urai Pj Bupati. 

Untuk memudahkan pelayanan dan mendekatkan layanan, Pemkab Sidoarjo juga sudah membuka MPP Mini di Kecamatan Sukodono. Setelah ini, ada dua MPP Mini baru lagi di Sidoarjo Utara, Barat, dan Selatan. (Bag).

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon