Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Hudiyono Pj. Bupati Sidoarjo Sosok Pekerja Keras yang Peduli Pendidikan

Hudiyono Pj. Bupati Sidoarjo Sosok Pekerja Keras yang Peduli Pendidikan

Written By BBG Publizer on Kamis, 01 Oktober 2020 | 20.50


Sidoarjo, OposisiNews.co.id - 
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya melantik Hudiyono sebagai Pj. Bupati Sidoarjo. Hudiyono mengawali karir sebagai PNS mulai dari bawah, tahun 1985 diterima CPNS dengan golongan II/a sebagai staf di kanwil depdikbud propinsi Jawa Timur dengan gaji setiap bulan Rp. 21.200. 

Setelah mengabdi selama 35 tahun dan sudah kenyang pengalaman di birokrasi pria kelahiran Surabaya ini dipercaya Gubernur Khofifah menjadi Pj. Bupati Sidoarjo menggantikan Plh. Bupati Sidoarjo Achmad Zaini.

Alumni Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini selain dikenal pekerja keras juga peduli dengan pendidikan. Tidak puas dengan gelar Sarjana, Hudiyono melanjutkan sekolah ke Universitas Gadjah Mada Jogjakarta mengambil jurusan psikologi dan berhasil meraih gelar Master.

Masa kerja Hudiyono lebih banyak konsentrasi di dunia pendidikan. Lebih dari 30 tahun malang melintang mengurusi pendidikan di Jawa Timur. Meski usia tidak muda lagi, tahun 2016 Hudiyono melanjutkan sekolah S3 di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dan berhasil meraih gelar doktor ilmu administrasi fakultas ilmu sosial dan politik.

Sebelum dilantik Gubernur Khofifah jabatan terakhir Hudiyono adalah Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi Jawa Timur merangkap Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya Khofifah menunjuk Sekda Kabupaten Sidoarjo Achmad Zaini sebagai pelaksana harian Bupati Sidoarjo menggantikan Nur Ahmad Syaifuddin Plt. Bupati Sidoarjo yang meninggal dunia karena sakit.

Hudiyono diambil sumpah dan dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berdasarkan surat keputusan No. 131.35-3067 Tahun 2020 Tanggal 29 September 2020 tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Sidoarjo Prov. Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis 1/10/2020.

Dibalik keberhasilan seorang suami ada sosok seorang istri yang dengan setia dan sabar mendampingi. Sosok itu adalah Hj. Muzayiningsih Hudiyono yang ikut dilantik sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo menggantikan Ida Nur Ahmad Syaifuddin. Muzayiningsih dilantik oleh Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak.

Dalam arahannya Khofifah meminta kepada PJ. Bupati Sidoarjo segera lari kencang menyelesaikan tugas-tugas melakukan finalisasi proses pembahasan PAPBD 2020 sekaligus RAPBD 2021. Selain menyelesaikan anggaran, Khofifah juga minta Pj. Bupati fokus pada penanganan Covid-19.

“Saya minta kepada PJ. Bupati Sidoarjo berlari kencang untuk merampungkan finalisasi RAPD koordinasi dengan Sekda Kabupaten Sidoarjo segera dilakukan dan dimatangkan membahas seluruh PAPBD dan RAPBD”, kata Khofifah.

Pada kesempatan yang sama Khofifah menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras pemerintah kabupaten Sidoarjo dalam upaya menurunkan angka penyebaran Covid-19. Adanya operasi yustisi yang dilakukan jajaran forkopimda pemkab Sidoarjo yang berhasil menurunkan tren penyebaran Covid-19 dengan signifikan.

Pj. Bupati Hudiyono setelah lepas dari Gedung Grahadi langsung melakukan jumpa pers dengan insan pers di Pendopo Delta Wibawa. Dalam jumpa pers Hudiyono mengatakan siap melakukan tugas yang diberikan Gubernur Jawa Timur diantaranya penanganan Covid-19.

“Setelah ini kita akan rapat paripurna dengan DPRD Sidoarjo, nanti akan kita sampaikan masukan-masukan sesuai dengan arahan Ibu Gubernur terkait penanganan Covid-19. Nanti kita akan lakukan pergerakan masif di daerah-daerah  untuk menekan penyebaran Covid-19”,ujar Hudiyono. (Bag)

Home » » Pembangunan TMMD Sudah Mencapai 60 Persen

Pembangunan TMMD Sudah Mencapai 60 Persen


SIDOARJO,OposisiNews.co.id- 
Pelaksanaan program TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) di Desa Kedung Kembar Kecamatan Prambon ditinjau langsung oleh Wairjenad Mayjen TNI Suko Pranoto, Jenderal bintang dua tersebut ingin melihat langsung sejauh mana pelaksanaan proyek pembangunan yang sedang dikerjakan. Kunjungannya tersebut juga sebagai bentuk Pengawasan dan Evaluasi/Wasev program TMMD yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Kamis1/10/2020.

Mayjen TNI Suko Pranoto mengatakan TMMD  di laksanakan di 43 kabupaten kota di Indonesia. Pelaksanaanya di lakukan pada desa terpencil. Menurutnya sejatinya TMMD merupakan kegiatan gotong royong. Kegiatan untuk membangun kebersamaan. Semua elemen terlibat didalamnya. Baik dari TNI, Polri maupun masyarakat. 

Mayjen TNI Suko Pranoto juga memerintahkan kepada Dandim 0816 Sidoarjo untuk menjaga moril anggotanya. Selain itu dirinya juga meminta kepada angggota yang terlibat didalam TMMD untuk menjaga kesehatan. Dengan begitu pelaksanaan TMMD nantinya dapat berjalan lancar.

"Gizinya juga di cek loh ya, anak-anak makannya, suplemennya, vitaminnya, supaya mereka tidak ada hambatan dalam bekerja,"pintanya.

Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. M. Iswan Nusi mengatakan proyek pembangunan yang dilaksanakan dalam TMMD yang ke 109 tahun 2020 ini sudah mencapai 60 persen. Diharapkan pada penutupan tanggal 21 Oktober nanti sudah tuntas pengerjaan pembangunannya. Untuk itu dirinya akan terus memacu dan mendorong anggotanya agar terwujud. Satgas TMMD akan dimaksimalkannya. Bahkan kalau perlu pengerjaan pembangunannya dilakukan sampai malam.

"Kita harapkan pada saat penutupan tanggal 21 Oktober nanti sudah mencapai 100 persen, dan itu akan kita pacu dan dorong terus dengan tatap mempedomani protokol kesehatan,"ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Fredik Suharto yang hadir mengatakan program TMMD sejalan dengan konsep pemberdayaan masyarakat. 

Pemberdayaan masyarakat lewat program seperti ini menurutnya harus dilestarikan. Agar partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan diwilayahnya dapat terus terjaga. Sinergitas dan kolaborasi semacam ini menurutnya juga patut dipertahankan. Antara Pemkab Sidoarjo bersama TNI bersama-sama bersinergi dalam pelaksanaan program pembangunan.

Menurutnya juga konsep program TMMD seperti ini masih unggul terhadap proyek pembangunan yang dilakukan oleh OPD terkait. Pasalnya dirinya melihat bersatunya suatu program disatu tempat lebih efektif dan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Bag)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon