Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Sidoarjo Terima Bantuan Ventilator

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Sidoarjo Terima Bantuan Ventilator

Written By BBG Publizer on Rabu, 16 September 2020 | 22.16

Sidoarjo.OposisiNews.co.id - 10 rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Kabupaten Sidoarjo mendapatkan bantuan ventilator dari Provinsi Jawa Timur. Jumlah bantuan yang diberikan seluruhnya sebanyak 15 ventilator. Rinciannya RS. Siti Hajar mendapatkan 2 ventilator,  RS. Mitra Keluarga Waru 2 ventilator, RS. Siti Khotijah 3 ventilator, RS Anwar Medika 2 ventilator, RS Citra Medika 1 ventilator, RS. Pusdik Bhayangkara Porong 1 ventilator, RS. Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan 1 ventilator, RS. Arofah Anwar Medika 1 ventilator, RS Al Islam Haji Muhammad Mawardi 1 ventilator dan RS. Rahman Rahim 1 ventilator.

Bantuan ventilator tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawangsa di pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Selain ventilator, Gubernur wanita pertama kali di Jawa Timur tersebut juga meyerahkan bantuan 16.000 masker kepada koordinator kabupaten Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Tagana. Selain itu juga diserahkan  Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dan BUMDes.Rabu, 16/9/2020.

Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa mengatakan ventilator tersebut merupakan bantuan dari  USAID melalui Kementerian Kesehatan. Totalnya ada 210 ventilator yang didapat Jawa Timur. Ventilator-ventilator itu akan dibagikan kepada rumah sakit rujukan Covid-19 yang membutuhkan dan yang telah mengajukan bantuan alat tersebut. Bantuan akan diserahkan secara bertahap.

"Sekarang kita bagi untuk Kabupaten Sidoarjo, kabupaten kota Mojokerto serta kabupaten kota Pasuruan,"ucapnya.

Gubernur mengatakan jumlah bantuan yang diberikan antar rumah sakit tidak sama. Tergantung kebutuhan rumah sakit yang disesuaikan dengan tempat ICU nya maupun SDM nya. Semisal jumlah dokter spesialis maupun tenaga operasional alat tersebut.

Plh. Bupati Sidoarjo Drs. Achmad Zaini MM mengatakan bantuan tersebut akan sangat bermanfaat bagi tingkat kesembuhan pasien Covid-19. Oleh karenanya dirinya mengucapkan terimakasih atas bantuan ventilator tersebut. Dikatakannya upaya menekan penyebaran Covid-19 terus dilakukan Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19. Pelanggar protokol kesehatan Covid-19 akan dikenakan sanksi denda Rp. 150 ribu bagi masyarakat yang tidak memakai masker. Apabila tidak sanggup membayar diganti dengan kurungan penjara selama tiga hari. Sanksi yang lebih berat diberikan kepada pengelola tempat usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Dendanya bisa sampai Rp. 100 juta. Atau bahkan pencabutan izin usaha.

“Mudah-mudahan dengan operasi yustisi itu menimbulkan kedisiplinan yang tinggi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19,”ucapnya. (Bag)
Home » » Tim Covid Hunter Sidoarjo Bakal Menindak Pelanggar Protokol Kesehatan

Tim Covid Hunter Sidoarjo Bakal Menindak Pelanggar Protokol Kesehatan

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Awas jangan coba-coba tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, jika tidak ingin ditindak tim Covid Hunter Sidoarjo, gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP.

Tim Covid Hunter ini bergerak mobile ke sasaran warga yang tidak patuh protokol kesehatan seperti tidak pakai masker, maupun tempat-tempat keramaian seperti cafe, warkop, restauran, mall dan pasar. Yang terkadang masih ditemui tidak tersedianya tempat cuci tangan, Serta tidak menerapkan physical distancing.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji pada acara launching tim Mobile Covid Hunter,  mengatakan pelanggar Protokol kesehatan akan dikenai tindak pidana ringan atau penilangan oleh tim ini, untuk kemudian dijadwalkan persidangannya pada Pengadilan Negeri setiap hari Rabu atau Jumat.Rabu, 16/9/2020.

Dasar penindakan ini tak lain sesuai dalam  Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2020. Terkait Penerapan sanksi tegas bagi pelanggar  protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sehingga dapat menggugah kesadaran dan rasa jera bagi warga, akan pentingnya disiplin protokol kesehatan.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji berharap dengan kerja masif yang dilakukan Pemkab Sidoarjo, TNI, Polri, dan Satpol PP ditambah lagi adanya tim Mobile Covid Hunter Sidoarjo, dapat segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Ia juga menilai dari pelaksanaan Operasi Yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan, dari hari pertama sampai sekarang telah berhasil memberikan efek jera kepada masyarakat. Di jalan raya kita lihat mulai jarang ada orang yang tak bermasker. Artinya dihadapkan pada sanksi denda bila dibandingkan sanksi sosial, ada efek jera bagi warga.

“Karenanya marilah kita saatnya terus disiplin mematuhi peraturan protokol kesehatan ini, demi keselamatan kita bersama dari bahaya Covid-19,” imbuhnya.(Bag).

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon