Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » OPERASI YUSTISI PENGGUNAAN MASKER OLEH POLRI TNI SERTA INSTANSI TERKAIT DI OBVIT KAB. NGAWI

OPERASI YUSTISI PENGGUNAAN MASKER OLEH POLRI TNI SERTA INSTANSI TERKAIT DI OBVIT KAB. NGAWI

Written By BBG Publizer on Selasa, 15 September 2020 | 18.25

Ngawi ,OposisiNews.Co.Id - Mendasar Telegram Kapolda Jatim nomor : ST/1584/IX/Ops.2/2020 tanggal 11 September 2020 tentang pelaksanaan Ops Yustisi dengan Instansi terkait dan Sprin Kapolres Ngawi nomor Sprin/1054/IX/Ops.2/2020 tanggal 14 September 2020.

Giat Ops Yustisi pengunaan masker / tertib bermasker dilaksanakan  pada hari Selasa, 15 September 2020 mulai pukul 09.00 WIB s.d pukul 10.30 WIB di depan Pasar Beran Ngawi dilaksanakan oleh Personel Polres Ngawi, TNI (Kodim 0805 Ngawi) dan Satpol PP Kab. Ngawi.

AKBP DICKY ARIO YUSTISIANTO, S.I.K., S.H .Kapolres Ngawi dan Dandim 0805 Ngawi pimpin langsung OPS Yustisi didampingi Kabagops Polres Ngawi dan Kasat Pol PP Kab. Ngawi dengan melibatkan personil sbb :Polres Ngawi   : 37 Personil , Kodim 0805 Ngaw : 10 Personil ,Sat Pol PP Polres Ngaw : 15 Personil ,Pengadilan  : 3 Personil dan Kejaksaa Negri Ngawi: 3 Personil.
Hasil giat Ops Yustisi sbb :

1. Dilaksanakan penindakan dan sidang ditempat serta denda administratif di depan Pasar Beran terhadap pengendara R2, R4 dan pengunjung pasar sebanyak 36 orang dikarenakan tidak memakai masker;
2. Denda per orang yaitu Rp. 10.000 dengan Jumlah total Denda Rp. 360.000;
3. Pelanggar memahami bahwa penggunaan masker adalah kewajiban pada masa pandemi Covid-19, tidak akan mengulangi kembali  dan mematuhi protokol kesehatan penanganan covid-19.
 ( Red ** )
Editor .Bambang PW
Home » » Tidak Patuhi Protokol Kesehatan, Pengelola dan Pengunjung Cafe Kelabakan Kena Denda

Tidak Patuhi Protokol Kesehatan, Pengelola dan Pengunjung Cafe Kelabakan Kena Denda

SIDOARJO,OposisiNews.co.id - Sejumlah personel gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP menyisir cafe, warung kopi, restauran serta pengendara yang ada di wilayah Kota Sidoarjo, Senin malam. Kegiatan ini dalam rangka Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Inpres nomor 6 tahun 2020.senen 14/9/2020.

Operasi Yustisi dimulai pukul 8 malam hingga tengah malam dengan sasaran cafe, warung kopi, restauran dan pengendara di wilayah Kota Sidoarjo dipimpin langsung Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Mohammad Iswan Nusi serta diikuti Jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menjelaskan, Operasi Yustisi dengan sasaran cafe, warung kopi, restauran dan pengendara yang tidak patuh menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak menyediakan tempat cuci tangan, pengelola maupun pengunjung yang tak bermasker dan tidak menerapkan physical distancing akan masif dilakukan setiap hari. Penindakan tegas ini dilakukan agar masyarakat jera tak melanggar protokol kesehatan.

"Ya ini upaya tegas untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Makanya jangan lupa patuhi protokol kesehatan, sediakan tempat cuci tangan, jangan lupa mengenakan masker, jangan sampai tidak jaga jarak," jelas Kombes Pol. Sumardji.

Para pengelola kafe di pusat kota yang melanggar protokol kesehatan tersebut menjalani sidang di tempat dan harus membayar denda. Nilai denda bervariasi paling sedikit Rp 500 ribu, Rp 1 juta, hingga Rp 5 juta.

Kafe yang tidak menerapkan protokol kesehatan tersebut di antaranya tidak menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, tidak menjaga physical distancing ataupun peringatan bagi pengunjung agar menggunakan masker. Kebanyakan pelanggaran adalah tidak menjaga physical distancing yaitu tidak memberi tanda silang atau tanda larangan duduk di sejumlah kursi.

Selain pengelola kafe, sejumlah pengunjung kafe dan pengendara juga ada yang di sidang di tempat karena mereka kedapatan tak mengenakan masker. Pengunjung yang tidak disiplin protokol kesehatann ini didenda minimal Rp 150 ribu dan maksimal Rp 500 ribu tergantung jenis pelanggarannya.

Plh. Bupati Sidoarjo Achmad Zaini menegaskan jika penegakan protokol kesehatan ini akan dilakukan secara terus-menerus dengan jadwal yang mendadak. Maka dia berharap pengelola kafe maupun masyarakat tidak menganggap remeh disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Kami minta masyarakat menjaga disiplin dengan menerapkan protokol kesehatan. Untuk pemilik kafe yang kedapatan melanggar protokol kesehatan juga diberikan hukuman sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2020," kata Achmad Zaini.

Perda tersebut adalah perubahan Perda Provinsi Jatim Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Dalam pasal 27 C perda tersebut, pelanggar perorangan dikenai denda maksimal Rp 500 ribu, sementara untuk perusahaan maksimal Rp 100 juta.khatanya, ( Bag)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon