Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Masifkan Patuh Protokol Kesehatan, Terapkan Check Point Di Kawasan Tertib Bermasker

Masifkan Patuh Protokol Kesehatan, Terapkan Check Point Di Kawasan Tertib Bermasker

Written By BBG Publizer on Senin, 07 September 2020 | 23.26

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Sebagai Implementasi pelaksanaan Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin, serta penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Polresta Sidoarjo bersama TNI dan Satpol PP kembali melakukan razia penggunaan masker.

Meskipun seringkali diberikan sanksi sosial kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, di Kabupaten Sidoarjo rasa jera masih juga minim di tengah masyarakat. Saat razia di beberapa titik di wilayah Sidoarjo kota, petugas gabungan mendapati 32 orang pelanggar protokol kesehatan karena tidak memakai masker.senen 7/9/2020.

“Puluhan orang tersebut terjaring di titik check point kawasan tertib bermasker, yakni di Jalan Raya Cemengkalang Sidoarjo, Jalan Raya Jenggolo Sidoarjo, dan Jalan Diponegoro Sidoarjo,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Melalui keberadaan posko check point kawasan tertib bermasker, sebagai langkah masif sosialisasi dan implementasi Inpres nomor 6 tahun 2020. Serta petugas gabungan di Sidoarjo dapat memonitor apabila ada warga atau pengendara yang tidak patuh pada protokol kesehatan.

Kepada para pelanggar, petugas gabungan langsung memberikan sanksi sosial dibawa ke Mako Polresta Sidoarjo atau Polsek jajaran untuk melakukan hormat bendera, atau berupa sanksi sosial lainnya sambil mengenakan rompi berwarna oranye bertuliskan pelanggar protokol kesehatan.

Diharapakan melalui upaya masif razia protokol kesehatan yang dilakukan petugas gabungan, masyarakat Sidoarjo dapat menyadari dan membantu pemerintah mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah selalu menggunakan masker.( Bag )
Home » » Gubernur Jatim Edukasi Masyarakat Sidoarjo Pentingnya Memakai Masker

Gubernur Jatim Edukasi Masyarakat Sidoarjo Pentingnya Memakai Masker

SIDOARJO.OposisiNews.co.id -  Sosialisasi penggunaan masker kepada masyarakat Jawa Timur dilakukan Gubenur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa melalui gowes bersama. Seperti yang dilakukannya di Kabupaten Sidoarjo Minggu 6/9/2020.

Gubernur wanita tersebut mengajak Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dan beberapa pejabatnya berkeliling Sidoarjo. Start gowes dimulai dari pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Rombongan gubernur Jatim didampingi Plh. Bupati Sidoarjo H. Ahmad Zaini serta Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman dan Kapolresta Sidoarjo Kombespol  Sumardji. Titik pertama pembagian masker dilakukan di Alun-alun Sidoarjo. Tidak hanya masker yang diberikan, Hj. Khofifah juga memberikan beberapa paket bantuan Sembako kepada masyarakat. Seperti kepada penjual air mineral maupuan tukang becak. Setelah itu rombongan gowes menuju pasar Larangan Sidoarjo. Hal yang sama dilakukan ditempat itu. Dengan menyampaikan pesan untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, Hj. Khofifah dengan semangat memberikan masker dan beberapa paket bantuan kepada masyarakat Sidoarjo.

Gubernur Jatim Hj. Khofifah mengatakan melalui kegiatan seperti ini dirinya ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk selalu memakai masker. Masyarakat diharapkan teredukasi akan pentingnya  menggunakan masker disaat kondisi seperti ini. Dikatakannya penyebaran Covid-19 masih menjadi ancaman. Untuk itu menjaga protokol kesehatan wajib dilakukan. Salah satunya dengan memakai masker.

"Terimakasih Pak Sekda yang juga Plh. bupati Sidoarjo dan pak Kapolres pak Dandim yang bersama-sama terus mengajak masyarakat agar semua pihak, semua level, semua lini tetap menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan,"ucapnya.

Gubernur Jatim Hj. Khofifah juga mengatakan kegiatan kali ini dilakukannya bersama ikatan alumni penyintas Covid-19 Jawa Timur. Mereka merupakan mantan pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Dengan mengajak mereka gowes bersama, dirinya ingin menyakinkan masyarakat bahwa seseorang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tidak akan dapat menularkan virus itu.

"Mereka yang sudah dinyatakan negatif, sudah dinyatakan sembuh dari penyakit Covid itu mereka sudah memiliki kekebalan,"ucapnya.

Dirinya melihat masih ada stigma buruk terhadap mantan pasien Covid-19. Masyarakat masih memiliki ketakutan penularan Covid-19 oleh mantan pasien korona. Padahal itu tidak benar. Bahkan dikatakannya seseorang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 telah memiliki kekebalan virus tersebut.

"Saya mohon kepada kita semua untuk tidak menstigma mereka, jadi diantara teman-teman penyintas ini masih mendapatkan stigma dari lingkungan mereka bertempat tinggal dan lingkungan mereka bekerja,"ujarnya. (Bag)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon