Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » 54 Orang Pelanggar Protokol Kesehatan Doa Bersama di Makam Korban Covid-19

54 Orang Pelanggar Protokol Kesehatan Doa Bersama di Makam Korban Covid-19

Written By BBG Publizer on Sabtu, 05 September 2020 | 13.56

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Sejumlah 54 orang pelanggar protokol kesehatan di Sidoarjo,Jumat  malam, duduk bersimpuh satu orang menghadap satu makam korban Covid-19 di Delta Praloyo. Sambil mengenakan rompi oranye bertuliskan pelanggar protokol kesehatan, secara bersamaan mereka membacakan tahlil dan doa bersama.jumat ,4/9/2020.

Para pelanggar yang terjaring razia personel gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP harus menerima sanksi sosial akibat tidak memakai masker saat berada di luar rumah. Harapannya usai menjalani sanksi sosial sebagaimana tercantum dalam Inpres nomor 6 tahun 2020, masyarakat yang melanggar dapat sadar serta turut mengedukasi orang lain, betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Di lokasi Makam Delta Praloyo, Kapolresta Sidoarjo merasa prihatin dengan masih kurangnya kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan. “Sebelumnya kami sering berikan macam-macam sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan ternyata juga tidak jera, dan kami tidak akan lelah mengedukasi masyarakat agar sadar pentingnya mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Lalu apa yang harus kita lakukan supaya masyarakat menyadari arti pentingnya penerapan protokol kesehatan, khususnya disiplin memakai masker. Kombes Pol Sumardji mengatakan, kali ini masyarakat yang terjaring razia tidak memakai masker diberi sanksi sosial berupa berdoa di tempat makam khusus korban Covid-19.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat adanya sanksi berdoa di Makam Covid-19, adalah sebagai pesan moral kepada lainnya yang belum mentaati protokol kesehatan. Betapa pentingnya jaga jarak maupun memakai masker, supaya korban covid-19 tidak bertambah lagi.

Sementara itu, Andi, salah satu pelanggar yang ikut berdoa di makam mengaku takut saat berada di makam khusus pasien Covid-19. "Saya merasa kapok dan akan mentaati protokol kesehatan yang sudah dihimbau oleh pemerintah," ungkapnya.(Bag)
Home » » Pemkab Tulungagung Gelar Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas

Pemkab Tulungagung Gelar Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas

Add. Bupati Tulungagung Bersama Forkopimda Saat Mengikuti Prosesi Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas
Tulungagung.OposisiNews.co.id-Jamasan Pusaka kabupaten Tulungagung yaitu Tombak Kanjeng Kyai Upas kembali digelar pada tahun 2020.

Acara siraman/jamasan Tombak Kyai Upas ini dilaksanakan pada tanggal 16 bulan suro, yang pada penanggalan Jawa tahun ini jatuh pada hari  jum’at pon. (04/09/2020).

 Dalam prosesi siraman yang digelar dengan menggunakan berbagai macam sesaji serta diiringi Gending Monggang, acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., dan Anggota Forkopimda  serta pimpinan OPD  lingkup Pemkab Tulungagung.

Menurut Ketua panitia kegiatan, Drs. Bambang Ermawan, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, tujuan di laksanakan acara tersebut untuk mengembangkan nilai-nilai tradisi budaya para leluhur yang adiluhung.

"Melestarikan kekayaan tradisi budaya di kabupaten sebagaimana yang tertuang dalam pokok pikiran kebudayaan daerah, serta mewujudkan program nasional yaitu memajukan kebudayaan," paparnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., mengatakan bahwa, prosesi Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas pada tahun ini dilaksanakan dalam masa Pandemi covid 19.

"Untuk itu anjuran protokol kesehatan hendaknya selalu kita patuhi,"ucapnya.

Selanjutnya Bupati mengajak kepada seluruh undangan yang hadir, supaya bersama berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Tulungagung tetap Kondusif, aman serta terhindar dari segala mara bahaya dan semakin sejahtera.

"Sekaligus ungkapan syukur atas anugrah Tuhan yang telah di berikan kepada kita," tuturnya.

Pada siraman kanjeng Kyai Upas ini selalu disertai dengan perlengkapan sesaji berupa Tirta Nawa yaitu  air dari sembilan mata air (Air Panguripan dari Goa Tritis, Air bilik tengah, Air buntut, Air tempuran, Air Gotehan, Air kelapa, Air Sumur, Air Deresan Randu dan Air deresan Pisang) serta mengikut sertakan Ayam Sapta atau tujuh macam ayam jantan yaitu Mas Kumambang, Rajegwesi, Ayam Cemani, ayam putih mulus, ayam walik, ayam tulak, dan ayam biasa.

Acara yang dilakukan rutin setiap tahun pada bulan Suro ini untuk membersihkan bilah tombaknya dengan panjang bilah kurang lebih 35 Cm, dengan ciri-ciri didalam bilah tombak bagian bawah ada tulisan hijaiyah/arab dari emas bertuliskan lafal Allah – Muhammad. ( Ag.P)

Pewarta : A.purnomo.

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon