Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Kembali satu Pasien Terdeteksi Positif Covid 19 Di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi Di Jemput Tim Gugus Tugas

Kembali satu Pasien Terdeteksi Positif Covid 19 Di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi Di Jemput Tim Gugus Tugas

Written By BBG Publizer on Senin, 03 Agustus 2020 | 21.45

Ngawi , OposisiNews.Co.Id - Kembali satu pasien diidentifikasi positif Covid 19 , berinisial BS ( 26 th ) warga desa / dusun Karanganyar RT 04 Re 01 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi dijemput tim gugus Covid 19 Ngawi.

Penjemputan pasien positif Covid 19 ( BS ) memdasar hasil Swab hari Senin ( 03/08/2020 ) dilakukan  pukul 18.30 WIB di rumahnya dihadiri : Polsek     :  2 org ,Posramil :  2 org ,Puskesmas : 3 org , Kecamatan : 2 org , Dinas kesehatan kab.Ngawi : 4 org dan Perangkat Desa Karanganyar : 1 org dengan penanggung jawab dr.Joko Yuwono ( Kepala Puskesmas Karanganyar ).

Mendasar rekam jejak BS ( pasien positif Covid 19 ) merupakan pekerja sebulan yang lalu baru pulang dari Sidoarjo karena bekerja. Yang bersangkutan Rapid tes mandiri di Rumah sakit Restu Ibu Sragen dan hasilnya *REAKTIF*.

Tanggal 23 Juli keluarga pasien sudah dilakukan Rapid tes di Puskesmas untuk hasil *NON REAKTIF* , Tanggal 24 Juli 2020 pasien di melaksanakan tes Swab di puskesmas Karanganyar, pukul 19.00 wib pasien melaksanakan Selamatan dalam rangka 7 bulan istrinya yang sedang mengandung dan dihadiri beberapa orang tetangganya.

Tanggal 03 Agustus 2020 hasil swab keluar dengan Hasil *POSITIF* ,Pukul 18.30 wib di laksanakan penjemputan dari dinas kesehatan Kab.Ngawi dan di dampingi dari pihak Polsek, Posramil dan petugas puskesmas karanganyar karena pihak keluarga tidak percaya bahwa sdr.BS positif Covid - 19.

Untuk keluarga pasien besok akan dilakukan tes swab dari petugas Puskesmas karanganyar. Selama berlangsungnya penjemputan pasien ( BS ) situasi kondusif dan berjalan tertip.

Guna meng-Antisipasi Kerawanan
Dilaksanakan Pengamanan terbuka / tertutup Polsek Karanganyar sebanyak 2 personil. ( BB, Red )

Home » » DPMD Ngawi Ber-Etikat Jembatani Pemilihan Ketua AKD Kabupaten , Tempuh Jalur Pilihan Langsung

DPMD Ngawi Ber-Etikat Jembatani Pemilihan Ketua AKD Kabupaten , Tempuh Jalur Pilihan Langsung

Ngawi, OposisiNews.Co.Id - Pemilihan Ketua Asosiasi Kepala Desa Se-Kabupaten Ngawi 2020- 2026 dikwatirkan oleh sebagian Kepala Desa di Kabupaten Ngawi hasil penunjukan elit politik yang syarat dimanfaatkan untuk memuluskan kepentingan partai .

Kekwatiran itu sempat menjadi kegudahan sebagian kepala desa , salah satunya di wilayah Kwadungan , inisial Pr akan rumor tidak sedap yang bakal mengancam eksistensi Kepala Desa kedepan .

" Semestinya Pemerintah Daerah , khususnya DPMD Ngawi hadir untuk menepis hal itu karena kerukunan dan kesolitan kepala desa sebagai panutan demokrasi ( Musyawarah ) ditingkat desa , jangan sampai hal ini menjadi bola liar ditengah masyarakat dan khususnya Kepala Desa Se-Kabupaten Ngawi dikwatirkan  berimbas pada pembangunan jangka pendek dan panjang desa " , Ujar Pr.

" DPMD semestinya cepat mengambil langkah memfasilitasi / menjebatani Kepala Desa untuk melakukan pemilihan langsung Ketua AKD Kabupaten , meskipun AKD sendiri merupakan Lembaga Non Profit di luar pemerintahan , sadar tidak sadar semua  anggota , pengurus dan ketua AKD terpilih notabene Kepala Desa yang secara hirarki merupakan binaan dan tanggung jawab DPMD dan Bupati ", harapnya.

" Dengan dipilihnya Ketua AKD secara musyawarah dan ditetapkan langsung secara aklamasi diharapkan memudahkan kepala desa dalam mengambil sikap , tindakan, langkah untuk kepentingan dan memperjuangkan Desa dan Pemkab Ngawi lebih efektif serta jauh dari tudingan negatif dari Politiksasi kepentingan birokrasi ", tambahnya. 


Pada beritaOposisiNews Kepala Dipemas & Desa Kabupaten Ngawi Kabul Tunggul Winarno menegaskan , " Untuk Ketua AKD Kabupaten sementara belum ada yang ditetapkan , sementara baru pengurus ( Ketua , Sekertaris , Bendahara ) ditiap kecamatan ". Senin ( 03/08/2020 )

" Mamang sebenarnya lebih cepat lebih baik , melalui musyawarah dengan menghadirkan tiap pengurus AKD dari 19 kecamatan Se-kabupaten Ngawi untuk mengadakan pemilihan dan ditetapkan Ketua AKD tingkat Kabupaten , hal ini akan kami kordinasikan dengan Bupati , Wakil Bupati dan Ketua DPRD Ngawi ", ujar Kabul

" Sementara untuk kapan ? , dimana ? dilaksanakan pemilihan Ketua AKD Kabupaten , semua kewenangan Bupati . DPMD hanya sebatas menjebatani dan mendukung jika hal itu akan segera dilakukan ", tegasnya ( BB ) 


Home » » Perlancar Arus Distribusi Barang ke Puspa Agro, Pemprov Jatim Akan Bangun Dua Jalan Tembus

Perlancar Arus Distribusi Barang ke Puspa Agro, Pemprov Jatim Akan Bangun Dua Jalan Tembus

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -  Akses jalan menuju Pasar Induk Modern Agrobis Puspa Agro Jemundo Taman akan ditambah.  Rencananya akan dibangun dua jalan tembus menuju Puspa Agro. Yakni akses jalan dari Kletek serta akan terhubung dengan tol Surabaya-Malang. Pembangunan akses jalan tembus tersebut untuk memperlancar arus distribusi barang ke Puspa Agro. Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur/Pemprov Jatim tengah mempersiapkan perencanaannya.

Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasinya. Kedatangan Gubernur wanita pertama kali di Jawa Timur tersebut
disambut Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH serta Dirut PT. Panca Wira Usaha Airlangga Satriagung. Hj. Khofifah datang bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim Gatot Sulistyo Hadi. Ia melihat langsung lokasi di kawasan Kletek dan kawasan Puspa Agro.minggu, 2/8/2020.

Gubernur Jatim Hj. Khofifah mengatakan Pemrov Jatim ingin memaksimalkan  keberadaan lahan Puspa Argo seluas 47 hektar. Salah satunya dengan pembangunan jalan tembus menuju Puspa Agro. Akses jalan pertama yang rencananya di bangun dari kawasan Kletek. Sedangkan akses jalan kedua dari  Puspa Argo ke tol. Dikatakannya sebagaian lahan yang akan digunakan akses jalan tembus sudah milik Puspa Agro. Sebagaian lagi TKD Desa Jemundo dan tanah perorangan.

"Jadi problem sementara ini antara lain akses jalan, maka disana tadi kita masuk Desa Kletek untuk menyambungkan akses jalan pertama lewat sana. Akses jalan kedua dari sini (Puspa Agro) untuk bisa masuk ke tol, didalam Perpres Nomor 80 ini masuk prioritas (Perpres Nomer 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Jatim),"ujarnya.

Gubernur katakan pembiayaan pembangunan akses jalan tersebut melalui pinjaman daerah dari Kementerian Keuangan R.I. Namun sebelumnya PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang mendapat mandat dari Kementerian Keuangan R.I akan melakukan assessment/penilaian dahulu.

"Bu Sri Mulyani sudah menyampaikan, tak tunggu Ganjar sama Khofifah kapan utang,"ucapnya.

Namun lanjut gubernur, Pemprov Jatim tidak semudah itu untuk menyampaikan pinjaman daerah. Lantaran pinjaman daerah tersebut harus benar-benar digunakan untuk sesuatu yang produktif. Perhitungan BEP (Break Even Point) harus dilakukan dengan cermat.

"Dari beberapa pertemuan-pertemuan saya minta Bina Marga Pak Gatot menyiapkan petanya kemudian Bu Yuyun waktu itu di Biro Pemerintahan saya minta koordinasi sertifikatnya dan seterusnya sehingga sekarang sudah saatnya akses jalan ini kita prioritaskan,"ujarnya.

Selanjutnya beber Gubernur, optimalisasi keberadaan Puspa Agro akan dilakukan. Format KPBU akan disiapkan untuk memaksimalkan pengelolaannya. Akan ada divisi-divisi atau unit usaha didalamnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim Gatot Sulistyo Hadi mengatakan pembangunan dua akses jalan tembus Puspa Agro Jemundo ditarget dua tahun selesai. Diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp. 900 miliar. Panjang jalan keseluruhannya yang dibangun sekitar 5 km.

"Dari tol jaraknya kesini (Puspa Agro) kurang lebih 1,5 km, tapi dari total semuanya termasuk interchanghe nya kami anggap 5 km, ini biayanya kurang lebih Rp. 900 milyar,"ucapnya.

Namun lanjut Gatot pelaksanaan pembangunannya akan dikonsultasikannya terlebih dahulu ke Kementerian PU R.I serta BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol). Pasalnya terkait jarak interchange sesuai PP 15 tahun 2015 yang mengharuskan 5 km.

"Lah ini dengan Waru Utama masih mungkin 2 kiloan, terlalu dekat, ini yang mau kita konsultasikan dengan BPJT, mudah-mudahan ini jadilah karena ini alternatif paling efisien,"ucapnya. (Bg)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon