Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Edukasi Gemar Membaca Di Kawasan Anak Tangguh

Edukasi Gemar Membaca Di Kawasan Anak Tangguh

Written By BBG Publizer on Rabu, 29 Juli 2020 | 19.49


Kapolres Tulungagung Saat Kunjungi Kawasan Anak Tanggug Desa Pager Sari

TULUNGAGUNG.OposisiNews.co.id-Salah satu rangkaian acara pada lounching Kampung Tangguh Semeru Spesifikasi Desa Pagersari, Kecamatan Kalidawir, adalah kunjungan Kapolres Tulungagung, ke Kawasan Anak Tangguh untuk membagikan paket buku dan alat tulis kepada anak-anak, serta meninjau langsung Mobil Pintar di Kawasan Anak Tangguh Desa Pager Sari, yang di fokuskan di RA/MI. Darussalamah.

Kapolres Tulungagung, AKBP. Eva Guna Pandia, S.I.K., M.H., M.M., melalui Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tulungagung, IPTU. Nenny Endah S, S.H., mengatakan, 
Kawasan Anak Tangguh merupakan pengembangan dari Kampung Tangguh Semeru guna mengedukasi anak-anak generasi emas sebagai calon generasi unggul untuk benar-benar menjadi generasi yang tangguh.

Lebih lanjut di sampaikan IPTU. Nenny bahwa, dalam masa pandemi covid-19, ruang gerak anak-anak dalam bermain dan belajar sangat di batasi oleh situasi dan keadaan. Oleh karena itu, Kawasan Anak Tangguh Desa Pagersari, Kecamatan Kalidawir yang di fokuskan di lokasi RA/MI. Darussalamah di sediakan arena bermain yang telah sesuai dengan protokol kesehatan, serta sarana baca yang di dukung sepenuhnya dari Polres Tulungagung melalui mobil pintar.

"Dengan telah di lounching mobil pintar dan juga motor pintar beberapa waktu lalu, akan dapat menyisir ke kawasan Kampung Tangguh yang ada di Kabupaten Tulungagung," ujarnya. 

Nenny juga mengatakan bahwa, semua yang terkait anak yang di programkan dari Satlantas Polres Tulungagung edukasinya untuk POLSANAK (Polisi Sahabat Anak), yang mana pada masa pandemi, semua anak di bawah umur yang terdampak covid-19, untuk di arahkan gemar membaca melalui Mobil Pintar.

"Dengan adanya Mobil Pintar dan Motor Pintar yang di dukung oleh guru-guru pembimbing yang juga tangguh luar biasa, tetap semangat memberikan edukasi belajar, walaupun di masa pandemi," ujarnya.

Melalui Kawasan Anak Tangguh yang di dukung Mobil Pintar dari Polres Tulungagung, diharapkan akan mampu mengembalikan anak-anak yang kemarin hobi android, untuk gemar membaca kembali. 

"Karena dengan gemar membaca akan mampu melihat jendela dunia," tuturnya.

Ia mengakui bahwa, untuk program pertama dari Mobil Pintar tersebut sementara belum di kembangkan sampai pada tingkat SD, SMP, maupun SMA. Program Mobil Pintar sementara masih dominan pada usia di bawah umur. 

"Setelah situasi pandemi sudah normal dan sudah efektif, akan disisir pada tingkat SMA maupun Perguruan Tinggi.
Untuk masa pandemi ini kita fokuskan untuk anak di bawah umur," ujarnya.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tulungagung yang juga pegiat POLSANAK (Polisi Sayang Anak) menambahkan bahwa, Mobil Pintar yang sudah di lounching untuk sementara ada dua unit yang stand by nya di kantor Satlantas Polres Tulungagung. Sedangkan untuk Motor pintar ada 10 unit.

"Yang satu dari Satlantas Polres Tulungagung, sedangkan yang 9 dari polsek jajaran yang tersebar dan sudah di.bawa ke Polsek masing-masing," ungkap Nenny.

Selain itu pihaknya juga akan terus melakukan evaluasi program Mobil Pintar dan juga Motor Pintar saat Kabupaten Tulungagung nanti sudah mencapai tahap zona hijau.

"Kita evaluasi. Kalau memang Mobil Pintar ini memberikan dampak yang bagus dan bermanfaat serta di harap kehadirannya oleh masyarakat, akan kita perbanyak. Akan kita tambah lagi volume jangkauan wilayahnya dari yang semula hanya ada di kawasan Kampung Tangguh, nanti sesuai dari permintaan masing-masing desa. Dan kami akan mengikuti program yang ada di desa tersebut," pungkas IPTU.Nenny.( AG )

Pewarta : A.purnomo

Home » » Angka Tingkat Penularan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo Turun

Angka Tingkat Penularan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo Turun

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Tim Advokasi dan Surveilans Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya mengungkapkan Rate of Transmission (Rt) atau angka tingkat penularan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo mengalami penurunan. Namun kondisi Covid-19 masih belum terkendali. Hal tersebut disampaikan Inisiator Tim Advokasi dan Surveilans  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya dr. Windhu Purnomo saat menemui Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH di pendopo Delta Wibawa, Rabu, 29/7/2020.

dr. Windhu mengungkapkan Rt Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo selama 6 hari berturut-turut turun sampai dibawah 1. Hari ini sudah mencapai 0,5. Hal tersebut masih harus diamati konsistensinya sampai 14 hari kedepan secara berturut-turut. Apakah tetap stabil atau tidak. Dari hasil kajiannya, peta epidemi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo sendiri masih sangat dinamis. Pada Minggu ini Kabupaten Sidoarjo naik kembali pada tingkat resiko tinggi (merah) penyebaran Covid-19. Meski sebelumnya selama satu minggu sempat turun berada pada resiko sedang (orange). 

“Secara umum di Kabupaten Sidoarjo wabah pandemi Covid-19 masih belum terkendali meskipun ada satu dua indikator epidemiologi yang memberi harapan,”ucapnya mengambil kesimpulan hasil kajiannya bersama timnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin berharap Rt Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo dapat tetap bertahan. Minimal 14 hari kedepan akan tetap sama. Dirinya mengatakan tingkat kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo juga mencapai 59 persen.  Sedangkan angka kematian 6 persen. Dengan keadaan seperti ini ucap Wabup, upaya pencegahan penularan Covid-19 akan terus dilakukan. Patroli tetap dilaksanakan. Begitu juga dengan keberadaan kampung tangguh akan terus digiatkan. Diperkuat bahkan kalau perlu diperluas. Dan yang terpenting protokol kesehatan diangkat tinggi-tinggi. 

Wabup juga meminta perayaan idul adha bisa dimanage dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Untuk itu dirinya berharap pelaksanaan sholat idul adha tidak difokuskan di masjid desa saja. Masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan mushola maupun lapangan. Tujuannya untuk memecah kerumunan masyarakat yang akan melaksanakan sholat idul adha. Begitu pula dengan pembagian daging kurban. Wabup meminta pembagian daging kurban dilakukan langsung oleh panitia kurban dengan datang langsung kerumah penerima.

“Untuk idul adha jangan menumpuk, mengumpul di masjid besar di desa, tetapi menggunakan mushola, surau, langgar, lapangan dan sebagainya sehinggga masyarakat tidak berkumpul disatu masjid, itu harapan saya dan protokol kesehatan harus tetap dijaga,”pintanya. 

Wabup juga meminta untuk sementara ini jamaah tidak melakukan jabat tangan usai melaksanakan solat idul adha.Takbir keliling juga diminta sementara tidak dilakukan. Cukup dilakukan di masjid atau musholah dengan tidak terlalu banyak orang. 

“Ini harus kita jaga jangan sampai RT kita nanti setelah idul adha justru akan naik maka akan mengulangi lagi, berat lagi kita, itu yang terpenting,”ucapnya. 

Terkait pelaksanaan Pilkades (pemilihan kepala desa), Pemkab Sidoarjo akan berusaha untuk melaksanakan bulan September tahun ini. Namun pelaksanaannya tidak tanggal 6 Sepetember seperti yang kemarin dijanjikan. Namun dirinya memastikan pelaksanaannya sebelum tanggal 20 September. Hal tersebut sesuai petunjuk Kapolresta Sidoarjo agar pelaksanaan Pilkades tidak diatas tanggal 20 September.

“Itu akan kami laksanakan,”ucapnya.

Namun Wabup meminta seluruh masyarakat maupun calon kades jangan hanya bisa meminta untuk segera dilaksanakan Pilkades. Namun semua diharapkan konsekuen untuk menerapkan protokol kesehatan saat pelaksanaan Pilkades dimasa pandemi Covid-19 saat ini. Dengan begitu perkembangan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo akan tetap landai.

“Kami juga ingin bantuan dari seluruh masyarakat, jangan menuntut segera-segera tetapi tidak melakukan apa-apa, inshaalloh Pilkadesnya akan kami laksanakan pada bulan September,”ujarnya. (Bg).
Home » » Jelang Idul Adha, Polisi Sidoarjo Sebar Himbauan Penyaluran Daging Kurban Door to Door

Jelang Idul Adha, Polisi Sidoarjo Sebar Himbauan Penyaluran Daging Kurban Door to Door

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19, di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo jelang Hari Raya Idul Adha tahun 2020 polisi memasang banner himbauan penyaluran daging kurban secara door to door.

Ada beberapa pesan tertulis dalam banner himbauan tersebut. Antara lain, tidak menyebar kupon pembagian daging kurban, tidak ada antrian orang yang mengambil daging kurban, salurkan daging kurban langsung ke rumah-rumah, patuhi protokol kesehatan untuk cegah penularan Covid-19.

Himbauan penyaluran daging kurban secara door to door disebarkan oleh Polresta Sidoarjo beserta jajarannya, agar dipatuhi panitia kurban dan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Seperti disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

“Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Dihimbau kepada panitia kurban saya minta mau bekerja ekstra keras dengan menyerahkan langsung daging kurban ke rumah-rumah warga. Jadi tidak ada lagi sistem pembagian kupon daging kurban kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Sumardji, Rabu 29/7/2020.

Sebab pembagian dengan sistem kupon sering kali mengundang massa banyak dan rawan terjadinya penularan Covid-19. Jika ini terjadi sangat disayangkan di tengah upaya Kabupaten Sidoarjo menuju zona hijau Covid-19.

Begitu pula, ia juga akan mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk membantu membagikan daging kurban, baik dari penyembelihan di Polres maupun Polsek jajaran. Polanya sama seperti pembagian sembako, jadi langsung door to door ke rumah warga yang berhak menerima.khatanya, ( Bg ).
Home » » Evaluasi Penerapan Protokol Kesehatan Di Era New Normal Untuk Sektor Pariwisata Di Kabupaten Ngawi

Evaluasi Penerapan Protokol Kesehatan Di Era New Normal Untuk Sektor Pariwisata Di Kabupaten Ngawi

 doc. drg.Endah Pratiwi AD,MM ( narasumber ) dan Totok Sugiharto Kabid Pariwisata Kabupaten Ngawi

Ngawi, OposisiNews.Co.Id - Memasuki tatanan baru ' New Normal ' Disparpora Kabupaten Ngawi menempati aula tinju sasana Soeryo Ngawi lakukan evaluasi penerapan protokol kesehatan untuk obyek wisata yang bergerak pada sektor wisata kolam renang. Selasa, 28/07/2020.

Acara dihadiri Totok Sugiharto Kepala Bidang Pariwisata, Para Pengusaha / Pengelola wisata kolam renang Se-Kabupaten Ngawi dengan Narasumber drg.Endah Pratiwi AD,MM Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi.
 
Dari data sementara, 29 obyek wisata yang ada di Ngawi baru 11 yang buka, untuk yang belum buka di karenakan obyek yang dijual adalah wisata kolam renang , sedangkan sampai saat ini dari Tim Gugus Tugas Covid 19 khusus kolam renang belum di perbolehkan untuk dibuka dengan alasan rentan sarana penularan virus melalui air kolam renang.

Dalam evaluasi yang terfasilitasi Disparpora Ngawi , para pengusaha/ pengelola obyek wisata kolam renang sempat mendesak Pemkab Ngawi untuk segera memberi ijin buka dengan alasan dan latar belakang tekanan segi sosial dan ekonomi pada pelaku dan pekerja wisata kolam renang.

Untuk mensikapi tekanan dari para pelaku/ pengusaha wisata Kolam Renang ,   narasumber dari Dinkes selaku Tim Gugus Tugas Covid 19 untuk memberikan rekomendasi boleh tidaknya kolam renang untuk dibuka.

drg.Endah Pratiwi AD,MM , Kabid P2P. , Narasumber menyampaikan kalau mendasar aturan sebenarnya bisa di buka dengan syarat pengelola mau bertanggung jawab atas penerapan protokol kesehatan sesuai dengan aturan , akan tetapi pengambil keputusan terakhir boleh tidaknya kolam renang utk dibuka tetap dari ketua Tim Gugus Tugas Covid 19 ( Bupati ).

Narasumber juga memaparkan 5 poin Protokol Kesehatan Di Kolam Renang , meliputi :
  
 1. Kolam mengunakan disinfektan - Dipastikan air kolam renang mengunakan Disinfektan dengan klorin 1-10 ppm atau bromin 3-8 ppm, sehingga pH air mencapai 7,2 sampai 8.
 
2. Area sekitar kolam renang rutin diinfeksitan.
 
3.Pengunjung isi formulir dan dibatasi - Pengunjung kolam renang harus mengisi formulir terkait penilaian diri resiko terhadap paparan Covid19 .Mereka yang termasuk dalam kelompok beresiko maka jangan dulu mengunakan kolam renang .

4. Bawa alat renang sendiri .- pengunjung harus membawa sendiri peralatan yang biasa digunakan seperti handuk dan alat bilas lainnya.
 
5.Pakai Masker - saat mengunjungi jangan lupa tetap memakai masker ,alat pelindung diri ini ( masker ) hanya dilepas saat berenang dan kembali dipakai setelahnya." Gunakan masker , sebelum dan setelah berenang ". ( BB) 
Home » » Lounching Kampung Tangguh Semeru Spesifik, Program Efektif Memutus Penyebaran Covid-19

Lounching Kampung Tangguh Semeru Spesifik, Program Efektif Memutus Penyebaran Covid-19

Kapolres Tulungagung, AKBP. Eva Guna Pandia, S.I.K., M.H., M.M., Saat Lounching Kampung Tangguh Semeru Spesifik Di Desa Pagersari

TULUNGAGUNG. OposisiNews.co.id-
Kolaborasi tiga pilar yang di dukung partisipasi masyarakat melalui Kampung Tangguh Semeru, merupakan program efektif dalam memutus penyebaran covid-19. Hal tersebut nampak saat di laksanakannya lounching Kampung Tangguh Semeru Spesifikasi di Desa Pagersari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Selasa, (28/07/2020).

Kampung Tangguh Semeru Spesifikasi yang di lounching Kapolres Tulungagung, AKBP. Eva Guna Pandia, S.I.K. M.H., M.M., turut di hadiri PJU Polres Tulungagung, Forkopimda, Forkopimca kalidawir, BPD, LPM, serta Kades se-Kecamatan Kalidawir dan masyarakat Desa Pagersari.

Kepala Desa Pagersari, Fudar Kusno, S.H., dalam sambutannya mengatakan bahwa program desa yang selama ini di jalankan, bersinergi dengan program ASTUTI (Agunge Sikap Tulung Tinulung) yang merupakan jargon Polres Tulungagung, sehingga Tiga Pilar di desa Pagersari bisa berjalan dengan baik. Bahkan di saat pandemi covid-19, Tiga Pilar ini mampu dan tetap exis bekerja sama dari awal sampai akhir. 

"Dari penetapan penerima bantuan, sampai pengambilan dana penerima, di kawal tiga pilar sampai saat ini," ucapnya.

Dalam laporannya, Fudar menyampaikan bahwa, Kampung Tangguh Semeru yang berkembang menjadi Kampung Tangguh Semeru Spesifikasi yang akan di pertahankan sampai berakhirnya masa pandemi covid-19. Menurut Fudar, hal tersebut telah sesuai dengan program pemerintah dalam memutus penyebaran covid-19.

"Seperti ketahanan kesehatan dan ketahanan pangan, kita manfaatkan semua potensi dari warga sebagai garda terdepan dalam menangani covid-19," tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa, pihaknya juga telah menerima kedatangan OJK dari provinsi Jawa Timur dan beberapa Kepala Dinas untuk membuktikan ketahanan pangan di desanya.Baik dari sektor pertanian, peternakan,perikanan air tawar,serta kesehatan dan juga anak-anak.

"Semua terprogram dengan baik," jela kades.

Sementara dalam sambutannya, Kapolres Tulungagung, AKBP. Eva Guna Pandia, S.I.K., M.H., M.M., menyampaikan bahwa, saat ini perkembangan penyebaran covid-19 di Tulungagung bisa di hambat, di mana untuk yang positif sebanyak 252, sembuh 239, meninggal 3, di rawat 5, di isolasi 2 orang.

"Ini semua bukan kita dapat dengan membalik telapak tangan. Ini semua berkat kolaborasi Tiga Pilar dan juga partisipasi dan kesadaran masyarakat yang sudah meningkat dalam mengikuti protokol kesehatan yang di anjurkan pemerintah," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres juga menyampaikan bahwa Kampung Tangguh Semeru Polres Tulungagung mendapat apresiasi dari Kapolda Jawa Timur, namun demikian hal tersebut bukan semata-mata yang mendapatkan Polres, tetapi Kabupaten Tulungagung. 

"Karena kolaborasi dan kepedulian Tiga Pilar dan juga masyarakat yang disiplin. Sehingga perkembangan penyebaran covid-19 bisa kita hambat," ujarnya.

Dengan prestasi yang telah di dapatkan tersebut, Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terlena, akan tetapi untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Kami mohon pak kades untuk mensosialisakan secara masif kepada warga untuk mengikuti protokol kesehatan, sehingga masyarakat yang beraktifitas bisa produktif. kita bisa sehat,selamat,baik diri sendiri maupun.keluarga," harapnya.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Kapolres menjelaskan bahwa, berkembangnya Kampung Tangguh Semeru menjadi Kampung Tangguh Semeru Spesifik di Desa Pagersari, karena adanya partisipasi seluruh masyarakat yang luar biasa.

Keterlibatan semua masyarakat dengan semangat ASTUTI (Agunge Sikap Tulung Tinulung) untuk mewujudkan Kabupaten Tulungagung Ayem Tentrem Mulyo Lan Tinoto kelihatan dari segi ketahanan kesehatan yang telah mematuhi protokolnya. Selain itu dari segi keamanan juga sudah bagus, serta dari segi ketahanan pangan sudah kuat sekali. 

"Ini akan menjadi percontohan selain Kampung Tangguh Semeru Desa Bolo Rejo," ucap Kapolres.

Dengan demikian, Ia berharap kepada Kades yang lain untuk tidak menambah Kampung Tangguh lagi, tetapi protokol kesehatan yang ada di Kampung Tangguh Semeru Spesifik di Desa Pagersari bisa di adopsi oleh desa-desa yang lain. ( Ag )

Pewarta A.purnomo.

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon