Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Pemdes Watualang Prioritaskan 10 Titik Pavingisasi Jalan Dusun , Dana Desa 2020

Pemdes Watualang Prioritaskan 10 Titik Pavingisasi Jalan Dusun , Dana Desa 2020

Written By BBG Publizer on Selasa, 21 Juli 2020 | 21.28

Papan Infografis APBDes Watualang 2020
Ngawi,OposisiNews.Co.Id -
Desa Watualang Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi merupakan salah satu desa penyangga Kabupaten Ngawi yang berjarak 3 Km dari titik Nol Kabupaten Ngawi.

Selain sebagai desa penyangga Kabupaten Ngawi keberadaan desa Watualang dalam perkembangannya tidak bisa dipandang sebelah mata karena banyak melahirkan cikal bakal ( asal usul ) tokoh Pejuang seperti Kyai Purnomo yang wafat dibunuh Belanda pasca kemerdekaan tahun 1945 sebagai bukti perjuangannya dibangunnya tugu bambu runcing di desa Watualang  ,Tokoh Agama seperti Kyai Haji Rosydi ketua Dewan Suro Kabupaten Ngawi  dan Tokoh Politik yang sudah tidak asing ditelinga masyarakat Ngawi yaitu Ir.Budi Sulistyono yang akrab disapa ' Bah Kung ' menjabat Wabup Ngawi 2 periode ( 10 th ) dan Bupati Ngawi 2 periode ( 10 th ) .

Sebagai desa Agraris keberadaan desa Watualang sangat sentral sebagai salah satu desa lumbung pangan di kabupaten Ngawi.

Desa Watualang sendiri mencangkup 6 dusun yaitu :   dusun Krajan Utara , dusun Krajan Selatan , dusun Gemarang Timur , dusunGemarang Barat dan dusun Bogoharjo.

Didukung oleh letak geografis desa yang dilintasi jalur Surabaya - Jakarta serta ditunjang adanya fasilitas umum seperti Terminal Type A ' Kertonegoro ' dan RS Swasta Atin berimpas positif pada kehidupan Sosial , ekonomi dan Pendidikan warga desa Watualang.

Sejak pemerintah menyalurkan Alokasi Dana Desa ( DD-ADD ) peningkatan di segala sektor pemdes Watualang semakin terlihat nyata dan bisa dirasakan oleh semua warga , bahkan dalam perjalananya dengan fasilitas yang ada banyak investor tertarik menjadi bagian dari desa Watualang.

Dengan merebaknya pedemik Virus Corona ( Covid 19 ) tidak dipungkiri  berimbas pada roda pemdes Watualang untuk merealisasikan program infrastruktur desa melalui sumber anggaran Dana Desa 2020 dan dibatalkannya dana hibah , Bantuan Keuangan pemkab Ngawi untuk proyek jalan poros antara desa Watualang - desa Grudo tahun ini ( 2020.red )

Dikeluarkannya Permendes dan disusul Perbup Ngawi yang merujuk pengalokasian anggaran desa ( DD ) guna Penanganan Penanggulangan Covid 19 dan Bantuan Langsung Tunai ( BLT-DD) pada warga terdampak berakibat 1 rencana kegiatan infrastruktur desa berupa Drainase di dusun Ngadirejo yang direncanakan dianggarkan DD sebesar Rp 17.115 juta dikensel ( dibatalkan ) dan 1 kegiatan infrastruktur berupa pavingisasi di dusun Bogoharjo mengalami pengurangan / pergeseran volume kegiatan dari rencana anggaran Rp 135 juta menyusut menjadi Rp 57 juta.

"Pergeseran/ pengurangan volume dan pembatalan kegiatan infrastruktur desa merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Desa Khusus ( Musdesus ) ", tutur Hidayati 
.Bendahara Desa Watualang.

" Mendasar Permendes dan Perbup Ngawi , pergeseran anggaran dimanfaatkan untuk Pencegahan dan Penangulangan Covid 19 dengan pemberian masker gratis pada warga desa , pengadaan tempat cuci tangan , sabun dan desainitezer dititik kumpulnya orang , penyemprotan Disinfektan ditiap lingkungan / dusun dan pemberian Bantuan Langsung Tunai ( BLT - DD ) pada 46 KK @ Rp 600 ribu/KK selama 3 bulan bagi warga  terdampak Covid 19 yang tidak terkafer oleh dana sosial lainnya ", terang Hidayati.

Sementara untuk kegiatan fisik / Infrastruktur yang tidak terimbas pergeseran anggaran tetap dikerjakan seperti rencana kerja desa Watualang dibawah Supriyanto , TPKD dan dibantu TPK dimasing-masing dusun dengan skema Padat Karya Tunai ( PKT ) dikerjakan oleh tenaga lokal.

Dari pantauan berita OposisiNews, 11 kegiatan infrastruktur desa 80 % telah selesai dikerjakan. berupa : Pavingisasi jalan dusun Bogoharjo RT 01,02 RW 01 nilai anggaran Rp 58.871.000 ( DD ) , Pavingisasi dusun Purworejo Rt 01,02 RW 01 anggaran Rp 63.745.000 ( DD ) , Pavingisasi dusun Ngadirejo RT 01 RW 05 anggaran Rp 86.603.000 ( DD ) , Pavingisasi jalan dusun Gemarang Barat RT 03 RW 07 anggaran Rp 67.527.000 ( DD ) , Pavingisasi jalan dusun Gemarang Timur RT 01 RW 09 ( gang Mantri ) anggaran Rp 44.497.000 ( DD ) , Pavingisasi Gemarang Timur RT 01 RW 09 ( barat SMPN 3 ) anggaran Rp 27.063.000 ( DD ) , Pavingisasi dusun Krajan Selatan RT 01 RW 14 anggaran Rp 78.490.000 ( DD ) , Pavingisasi dusun Krajan Selatan RT 02 RW 14 anggaran Rp 23.098.000 (DD) , Pavingisasi Krajan Utara RT 01 RW 16 anggaran Rp 19.772.000 ( DD ) , Pavingisasi dusun Krajan Utara RT 02 RW 17 anggaran Rp 28.842.000 ( DD ) dan Drainase dusun Ngrambang RT 02 RW 18 anggaran Rp 97.380.000 dengan total anggaran Dana Desa sebesar Rp 595.888.000.

" Untuk pengerjaan fisik desa di tengah pendemik Covid 19 yang sangat terdampak pada penyediaan material seperti batu kali dan pasir karena kegiatan penambangan dihentikan sementara, akibatnya pekerjaan sempat terhenti . terkaid tenaga kerja tidak begitu berpengaruh hanya waktu pekerjaan sedikit molor karena pengurangan pekerja ( tenaga kerja ) dampak penerapan protokoler kesehatan yang dianjurkan pemerintah ", tutup Supriyanto , TPKD Watualang .( BB.red )        
Home » » Angka Sembuh Positif Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo Terus Meningkat

Angka Sembuh Positif Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo Terus Meningkat

Sidoarjo, OposisiNews.co.id -
Tren kesembuhan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo terus meningkat. Tingkat kesembuhannya cukup tinggi. Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Achmad Syaifuddin SH mengungkapkan hari ini saja tingkat kesembuhannya mencapai 42 persen. Hal tersebut disampaikannya usai melaunching Kampung Tangguh melawan Covid-19 Desa Suko Kecamatan Sukodono yang dilakukan di Dusun Ketapang RW 02, Senin, 20/7/2020.

Wabup  H. Nur Achmad Syaifuddin optimis tingkat kesembuhan orang positif Covid-19 akan terus meningkat. Dirinya bersama semua pihak akan terus berupaya untuk meningkatkan jumlah kesembuhannya.

"Kami akan berjuang terus dan kami yakin itu akan bisa, kalau perlu sampai 60 persen lebih,"ujarnya.

Masih dikatakan Wabup bahwa dengan tingginya tingkat kesembuhan maka jumlah pasien Covid-19 yang dirawat akan semakin sedikit. Dirinya berharapan tingginya angka kesembuhan diiringi menurunnya angka positif Covid-19. Dengan begitu harapan menuju new normal akan segera terwujud.

"Kalau penyembuhannya besar sedangkan yang confirm baru jumlahnya sedikit maka ini adalah situasi yang kita nantikan, bukan hanya new normal tetapi mudah-mudahan nanti betul-betul normal yang sesuai harapan kita,"ucapnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji yang hadir juga mengatakan angka kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Di sepuluh hari terakhir jumlah kesembuhan Covid-19 di Jawa Timur didominasi oleh Kabupaten Sidoarjo.  Hal tersebut menurutnyamenjadi bukti bahwa keberadaan kampung tangguh benar-benar efektif menghadapi pandemi Covid-19.

"Artinya dengan jumlah kesembuhan yang cukup besar ini menandakan tanda-tanda menuju ke normal yang sebenarnya itu sudah didepan mata,"ucapnya.

Kombes Pol. Sumardji juga menyampaikan keberadaan kampung tangguh di Kabupaten Sidoarjo menjadi bahan penelitian dari beberapa lembaga penelitian resmi. Yang terbaru dari LIPI. Penelitian tersebut didasari oleh keberhasilan Kabupaten Sidoarjo membendung penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

"Yang terbaru LIPI dibawah komando Profesor Kiki meneliti Sidoarjo, hari ini sedang berjalan, kenapa, karena kampung tangguhnya itu benar-benar tangguh, dibuktikan sampai dengan saat ini tingkat kesembuhannya paling top, paling banyak, paling besar di Provinsi Jawa Timur,"ujarnya.

Camat Sukodono M. Mahmud mengatakan 7 desa dari 19 desa yang ada di Kecamatan Sukodono berkategori hijau dari Covid-19. Targetnya bulan depan akan bertambah  sampai 10 desa zona hijau. Dikatakannya di Kecamatan Sukodono terdapat 136 confirm Covid-19. Jumlah sembuh sudah mencapai 88 orang atau 64,7 persen. Sedangkan di Desa Suko sendiri terdapat 27 orang positif Covid-19. Untuk jumlah yang sembuh sudah mencapai 16 orang. 

Ketua RW 02 H. Abdul Majid menyampaikan awal mula terbentuk Kampung Tangguh Desa Suko yang berada di Dusun Ketapang RW 02. Dikatakannya terbentuknya kampung tangguh dikarenakan terdapat warga terpapar Covid-19 di wilayahnya. 
H. Abdul Majid yang juga merangkap sebagai ketua kampung tangguh RW 02 mengatakan bahwa sebenarnya kampung tangguh ditempatnya sudah dibentuk di saat PSBB pertama sampai ketiga.  Saat itu sudah dibentuk cek point. Cek suhu serta jam malam dan satu pintu masuk sudah diberlakukan ditempatnya. 

H. Abdul Majid mengatakan dalam kampung tangguh diwilayahnya terdapat ketangguhan pangan. Tangguh pangan disiapkannya lumbung pangan yang tersedia berbagai Sembako. Tangguh selanjutnya adalah tangguh keamanan. Cek point dan jam malam sudah diberlakukan. Tangguh lainnya adalah tangguh kesehatan. Tangguh kesehatan terdapat ruang isolasi. 

Sementara itu dalam launching tersebut diserahkan bantuan  25 paket Sembako dan 500 pcs masker oleh Wabup Sidoarjo yang akrab dipanggil Cak Nur tersebut. Usai acara, Wabup H. Nur Achmad Syaifuddin juga menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga pasien positif Covid-19. Dalam kesempatan tersebut dirinya menyerahkan Sembako kepada salah satu anggota keluarga. (Bg, Tok).
Home » » Launching Kampung Tangguh Semeru Desa Suko Kec.Sukodono Siap Cegah Covid-19

Launching Kampung Tangguh Semeru Desa Suko Kec.Sukodono Siap Cegah Covid-19

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -
Kampung Tangguh Semeru merupakan inovasi untuk mewujudkan agar warga di setiap desa bisa terhindar dari Virus corona atau Covid – 19.

Guna untuk mendukung kampung tangguh di wilayah hukum Kabupaten Sidoarjo, rombongan Plt. Bupati Sidoarjo beserta Forpimda Sidoarjo melaksanakan kunjungan serta meresmikan kampung tangguh Semeru Desa Suko Kec. Sukodono sekaligus menyerahkan bantuan berupa sembako dan masker dari Forpimda Sidoarjo secara simbolis kepada warga Desa . Senin 20/07/2020.

Bertepatan di Balai RW 02 Desa Suko Kec. Sukodono Perum Bumi Koperasi,  Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menyampaikan himbauan terkait patuhi protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 atau virus corona. "Kalau konsep ini dijalankan terus, maka situasi kamtibmas di wilayah Sidoarjo akan tetap aman, kondusif dan menjadi kecamatan zona hijau" Pesannya.

"Dengan adanya Kampung Tangguh diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Kab. Sidoarjo serta dapat menangani masalah dampak sosial pada masyarakat dan untuk pengurus Kampung Tangguh Semeru agar teliti serta cermat dalam menerima pendatang maupun warga yang sehabis bepergian dari wilayah pandemi Covid 19 untuk lebih ditingkatkan lagi,"Kata Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin di sela-sela sambutannya.

Dengan begitu Kampung Tangguh Semeru di Desa Suko Kec.Sukodono langsung dijalankan secara maksimal sehingga masyarakat dapat melihat betapa bermanfaat kampung tangguh semeru untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid 19.imbuhnya ( Bg).

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon