Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » DI VONIS 1,5 TAHUN YULIANTO(BOSTONG) MENCARI KEADILAN OBYEKTIFITAS HAKIM DI UJI DI TINGKAT BANDING DAN KASASI

DI VONIS 1,5 TAHUN YULIANTO(BOSTONG) MENCARI KEADILAN OBYEKTIFITAS HAKIM DI UJI DI TINGKAT BANDING DAN KASASI

Written By BBG Publizer on Kamis, 16 Juli 2020 | 20.54

Blora,OposisiNews.Co.Id-  Keputusan Vonis 1,5 tahun yang di jatuhkan oleh PN Blora pada terdakwa yulianto  menyisakan keprihatinan yang  mendalam serta rasa tidak puas

Terdakwa ( Yulianto ) merupakan Sosok Pengusaha sukses dibidang usaha Kayu dan Agen Pertamina Pendistribusian Gas LPG wilayah Blora sukses beralamat  di Keser Blora.

.”Vonis 1,5 tahun yang di putuskan dari  Pengadilan Negeri Blora tidak memenuhi unsur keadilan”Ucap Yulianto sesaat setelah Vonis di putuskan oleh PN Blora  pada 10 juni 2020  ,”Untuk itu saya akan mengajukan Upaya banding”Tegasnya.

Kasus ini berawal dari  Pelaporan yang dilakukan dua sopir truk LPG bernama Winarno dan Sriyono  suruhan Danik Berliana ( mantan istri Yulianto )  ke polres Blora atas Tuduhan dugaan Perkara tindak pidana mengambil barang milik orang lain secara melawan hak.

Danik berliana/Mantan istri yulianto merasa tidak terima dengan Perlakuan Mantan Suaminya Saat menghentikan  truck operasional Pendistribusian LPG 3 Kg ,Danik berliana berdalih bila truck yang menjadi miliknya telah dirampas oleh yulianto(Bostong), Dan akhirnya Danik berliana menyuruh Sopirnya winarno dan surono untuk membuat pelaporan ke Polres Blora.

Proses Panjang Sidang di Pengadilan Negeri Blora berlangsung dan akhirnya, Yulianto di Vonis 1,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Blora, namun pihak Yulianto Boston tidak terima dengan keputusan PN Blora , melalui kuasa hukumnya YL ( terdakwa ) akan melakukan banding .

Sungguh ironis kasus yang menjerat Yulianto justru aktor dibelakang pelaporan ke dua sopirnya tidak lain mantan istrinya ( DB ) yang telah dikaruniai 3 anak .

Upaya banding atas vonis hukum yang menjeratnya , Yulianto menunjuk  Farid Rudiantara SH ,Pengacara  Ketua LBH CEPU RAYA untuk mendampingi dalam proses Upaya Banding,

Saat mengelar Konperensi Pers di RM ”Javana” Blora , Farid Rudiantara Loyer terdakwa didepan awak media yang hadir mengatakan bahwa terdakwa Yulianto yang di Vonis 1,5 tahun oleh PN BLORA  pada juni 2020  tidak menerima Keputusan vonis tersebut dan akan melakukan Upaya banding. Rabu 15/07/2020.

Farid Rudiantara SH ( Loyer tersangka .YL ) seterusnya menjelaskan bahwa Kronologis Kasus ini terjadi saat Yulianto menghentikan 2 truck  No pol.K-1340-NE dan  No pol.K-1341-NE yang memuat Gas LPG 3 kg  , YL  memiliki hak untuk menghentikan Karena dia merasa ke dua truck tersebut masih status sewa sampai tahun 2021 menurut kesaksiannya pada Loyer-nya.

" Apalagi penghentian ke 2 truck yang dalam keadaan memuat gas elpiji 3 Kg  milik PT.ASMORO JATI SUBUR dan  merupakan pihak yang sah dan berwenang dalam Pengelolaan Agen Pertamina gas elpiji 3 kg tidak lain direkturnya adalah Yulianto" , imbuh Farid R.

Sesuai RUPS PT.ASMORO JATI SUBUR , menetapkan dan pengakuan Pemegang Saham dalam Pengelolaan Agen PERTAMINA Pendistribusian gas Elpiji 3 kg secara syah  masih  Yulianto sebagai DIREKTUR nya.

Dalam Perjalanan kasus ini , Pihak Pengacara terdakwa telah meminta pendapat dari Ahli hukum dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang , Dr.YUNANTO,S.H.Hum .Ahli tersebut  menyampaikan Legal Opinion bahwa dalam kasus TERDAPAT PERBEDAAN PENDAPAT MENGENAI HAK PENGUASAAN ATAU KEPEMILIKAN OBJEK PERKARA yang memunculkan ISSU HUKUM yaitu :

 1.Siapa pihak yang sah dan berwenang pemilik PT.ASMORO JATI SUBUR dalam pengelolaan distribusi gas elpiji 3 kg.
2.Apakah ke 2 truck NO POL K-1340-NE dan NO POL K-1341-NE  adalah milik Danik berliana atau penguasaan ke 2 truck tersebut sedang dialihkan ke pihak lain yakni PT.ASMORO JATI SUBUR.
3.Apakah Gas LPG yang di muat KE 2 truck adalah Milik PT.ASMORO JATI SUBUR dan 4.Apakah perbuatan yang dilakukan YULIANTO untuk menghentikan ke 2 truck yang sedang memuat GAS LPG 3 KG dari PT.ASMORO JATI SUBUR untuk didistribusikan tersebut merupakan perbuatan mengambil orang lain atau merupakan perbuatan yang masih dalam tanggung jawab dan kewenangan YULIANTO.

“Kita tunggu perkembangan kasus ini dalam upaya bandingnya”Pengacara Farid menutup Konferensi pers (DWI/IPUNG)
Home » » Apel Besar Tiga Pilar Kabupaten Tulungagung Dalam Menghadapi Adaptasi Kehidupan Baru (AKB)

Apel Besar Tiga Pilar Kabupaten Tulungagung Dalam Menghadapi Adaptasi Kehidupan Baru (AKB)

Add. Kapolres Tulungagung, AKBP. Eva Guna Pandia, Saat Pimpin Apel Bersama Bupati Maryoto Birowo Dan Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol.Inf. Wildan Bahtiar, S.I.P
Tulungagung.OposisiNews.co.id- Apel Besar Tiga Pilar Kabupaten Tulungagung dan Pemberian Reward serta Pembentukan Timsus Sosialisasi Cegah Covid – 19 dalam menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru di gelar di  Halaman GOR Lembupeteng Tulungagung. Rabu, (15/07/2020).

Apel Besar yang dipimpin Kapolres Tulungagung, AKBP. Eva Guna Pandia, yang di dampingi Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M.,Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Lekol.Inf. Wildan Bahtiar, S.I.P., turut di hadiri Sekda Kabupaten Tulungagung, Drs. Sukaji, M.Si, PJU Polres Tulungagung, Rektor IAIN, Direktur RSUD dr. Iskak, Ketua PMIi, Tagana, Kades Bolorejo, serta anggota Kodim dan anggota Polres Tulungagung.

Dalam Apel Besar Tiga Pilar Kabupaten Tulungagung, juga di laksanakan pemberian reward yang ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada 4 orang, pengalungan tanda pengenal kepada 50 orang Timsus Sosialisasi Cegah Covid – 19 yang diberikan secara simbolis kepada 3 orang serta pemberian bantuan pada warga masyarakat yang diwakili oleh anggota babinkamtibmas dan babinsa.

Dalam amanatnya, Kapolres Tulungagung, AKBP. Eva Guna Pandia, menyampaikan terimakasih  serta penghargaan yang setinggi - tingginya kepada para penerima penghargaan, karena atas dedikasinya yang telah berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan wabah virus Corona.

"Sehingga Kabupaten Tulungagung tingkat kesembuhan pasien Covid -19 paling tinggi prosentasinya diantara  kota/kabupaten di Provinsi Jawa Timur," ungkapnya.

Menurut Kapolres, Pemberian penghargaan ini merupakan wujud apresiasi pimpinan POLRI kepada siapapun yang telah bekerja dengan baik berdedikasi tinggi serta tulus ikhlas,

Kapolres Tulungagung,
 AKBP. Eva Guna Pandia,
 Berikan Penghargaan kepada
 Kepala Desa Bolorejo,
 I.Agustina Indrayani, BA
.
“pemberian penghargaan ini diharapkan akan menjadi motivasi kita semua untuk bekerja lebih baik lagi. Semua ini bisa terwujud karena adanya kerjasama /sinergitas antar Instansi Pemerintah Akademik serta peran aktif masyarakat “, terang Kapolres.
   
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo,M.M., ketika dikonfirmasi wartawan usai Apel mengatakan, dengan adanya Apel tiga pilar ini diharapkan bisa untuk memotivasi masyarakat dalam melakukan pemberantasan penyebaran virus covid -19. 

"Dengan harapan, akan semakin meningkatkan motivasi dan semangat untuk melakukan pemberantasan penyebaran covid-19 di Kabupaten Tulungagung. Ini semua bisa terwujud karena disiplin yang tinggi oleh seluruh warga masyarakat Tulungagung," pungkas Maryoto.
   
 Bupati Tulungagung,
  Berikan Penghargaan Kepada
 Rektor IAIN Tulungagung,
 Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag
Adapun yang memperoleh penghargaan adalah Rektor IAIN Tulungagung, Prof. Dr.Maftukhin, M.Ag, Direktur RSUD Dr. Iskak Kabupaten Tulungagung, dr. Supriyanto Darmoredjo, Sp. B finacs.,M. Kes, Kepala Desa Bolorejo Kecamatan Kauman Tulungagung, I. Agustina Indrayani , B.A. Serta Mohamad Afifudin (koordinator Biro Kajian Pengembangan Intelektual Reseach PMII Tulungagung beserta Tim). ( AP )

Pewarta : A.purnomo.

Home » » Dana Penguatan BUMDes Mulya Langgeng Waruk Tengah , Mangkir 1 Tahun

Dana Penguatan BUMDes Mulya Langgeng Waruk Tengah , Mangkir 1 Tahun

BUMDes ' Mulya Langgeng ' Desa Waruk Tengah Kecamatan Pangkur , Kabupaten Ngawi
Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Dampak pengagaran alokasi dana desa untuk penanganan pendemik Covid 19 dan sistem pengelolaan pendapatan asli desa menjadi Pos Mayor ( dana tidak terduga ) tidak profesional timbulkan banyak masalah di desa. berimbas , rencana kerja khususnya permodalan usaha BUMDes disebagian desa di Kabupaten Ngawi porak poranda.

Seperti kejadian di Pemdes Waruk Tengah Kec.Pangkur Kabupaten Ngawi yang terpantau berita OposisiNews. Di duga akibat penganggaran Covid 19 Pemdes Waruk Tengah memending penganggaran penguatan BUMDes yang semestinya telah cair dan teralokasikan pada tahun anggaran 2019.

Akibat kejadian itu Ketua BUMDes Mulya Langgeng Desa Waruk Tengah , Syamsul berseteru ( Miss Comunication ) dengan Pemdes Waruk Tengah . Yang dipimpin Mulyana ( Kepala Desa ).

" Pada awalnya tahun 2019 BUMDes mengajukan penguatan modal sebesar Rp 50 juta , oleh pihak desa ( kades ) penguatan modal disetujui Rp 25 juta dan Saya ( ketua Bumdes ) diperintahkan membuat dan menandatangani SPJ diatas meterai 6000 tahun itu ( 2019 ) , namun sampai TA 2020 dana Penguatan itu belum juga diterima Bumdes " , ujar Syamsul .Ketua BUMDes.

Menanggapi kejadian tersebut Mulyana .Kepala Desa Waruk Tengah melalui WhatsApp-nya pada berita OposisiNews menjelaskan ,   Bumdes itu anggaran 2019 pencairan anggaran desember akir sehubungan dengan maret 2020 kita belum punya talangan untuk covid maka kami pinjam. Kalo ini dari bendahara sudah penarikan di kembalikan mas browww

Menjawab alasan pemendingan pengutan modal BUMDes , Sularsa dengan senyum kecutnya mengatakan , Jika memang kejadianny seperti itu seharusnya pihak desa memberitahu BUMDes sehingga saya ( ketua Bumdes ) tidak membuat peryataan belum menerima dana penguatan Bumdes saat monitoring Kecamatan . Sampai sekarang belum direalisasikan/diterimakan pada BUMDes.

Terkaid kebenaran surat peryataan Ketua BUMDes Waruk Tengah , salah satu tim Monitoring membenarkan kejadian itu dan enggan memberikan komentar karena sudah bukan kewenangannya .

Bidang Usaha BUMDes
Tampak kosong dari bahan
Usaha , minim anggaran
Saat dikonfirmasi , Jaka Hastama . Camat Pangkur tidak membatah terjadinya kejadian itu , camat mengatakan ' Terkaid itu sudah ditangani Kepala Desa dan Dana sudah disiapkan . Sebenarnya kades ragu dengan penguatan modal Bumdes pasalnya usaha Bumdes Mulya Langgeng bergerak di bidang tanaman ( bunga ) , kepala desa kwatir dana itu tidak berkembang malah habis .

Soal disinggung , jika tidak percaya kenapa Kades menyuruh membuat SPJ Bumdes ? Ada etikat apa ? , Camat hanya diam ( BB )

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon