Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » 600 test PCR untuk Masyarakat Sidoarjo dari BNI Berbagi

600 test PCR untuk Masyarakat Sidoarjo dari BNI Berbagi

Written By BBG Publizer on Rabu, 24 Juni 2020 | 18.35

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu target program BNI berbagi Bersama Membangun Negeri. Tim BNI Berbagi menyerahkan bantuan 600 alat test Polymerase Chain Reaction (PCR) yang digunakan untuk swab test covid 19 untuk masyarakat Sidoarjo.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid 19 Kabupaten Sidoarjo yang menerima langsung bantuan tersebut, yang menyerahkan Pimpinan Bisnis Banking, Sumadi di Pendopo Delta Wibawa.Rabu, 24/6/2020.

“Bantuan dari BNI ini yang bekerjasama dengan gugus tugas se-Jawa Timur, hari ini penyerahannya ada di Kabupaten Sidoarjo, kami berterima kasih kepada BNI yang telah berkontribusi dan bersinergi dengan gugus tugas untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19,” jelas Nur Ahmad Syaifuddin, Wakil Bupati Sidoarjo yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Kabupaten Sidoarjo. 

Bantuan ini sangat bagus apalagi BNI juga sudah bekerja sama dengan rumah sakit. Jadi PCR dari BNI ini setelah swab dibawa BNI sendiri ke rumah sakit yang  sudah ada kerjasama dengan BNI, hasilnya diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

“Kami dari BNI untuk Provinsi ada bantuan untuk sumbangan swab sebanyak 2000 di beberapa Kabupaten/ kota, untuk sidoarjo ada 600 test PCR, kalau untuk seluruh Indonesia kami menyumbang 30.000 test PCR,” jelas Sumadi, Pimpinan Bisnis Banking BNI.

Dan sebelumnya kita juga ada bantuan untuk penanganan  covid ini senilai Rp 130, 2 milyar, selain itu dari serikat pekerja kita juga melakukan swadaya untuk bantuan covid,” sambungnya. (Bg)
Home » » Desa Sekaralas Tunda Permodalan BUMDes Imbas Covid 19

Desa Sekaralas Tunda Permodalan BUMDes Imbas Covid 19

Kantor desa Sekaralas Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi
Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Imbas pedemik Covid 19 menjadi topik hangat di semua pemberitaan mulai dari Media Cetak , Online , Elektronik , Media Sosial ' Mensos ' sampai pemerintah mencanangkan status baru TATANAN BARU ' New Normal '.

Masalah pelik dari permasalahan Ekonomi , Kesehatan , Pendidikan , Pembangunan infrastruktur semua tidak lepas dari dampak Covid 19 yang beimbas pada pergeseran sistem rencana kerja pemerintahan
mulai dari tingkat Pemintah Desa , Kabupaten , Propensi dan Pusat. Seperti halnya imbas yang terjadi di desa Sekaralas , kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi.

Sejak mewabahnya Covid 19 diwilayah budaya religi ' Kebo Ketan ' pemerintah  desa Sekaralas , Sihmanto ( Kepala desa ) dengan melibatkan semua elemen pemerintah dan tokoh masyarakat melakukan rembug bareng ' Musyawarah ' guna menentukan pilihan pergeseran anggaran desa ( DD ) untuk pencegahan , pemutusan mata rantai Covid 19 dan Bantuan Langsung Tunai ( BLT-DD ) sebagai langkah meminimalisir gejolak masyarakat dan rencana pembangunan infrastruktur desa tidak bergeser jauh dari APBDes Sekaralas 2020.

Sihmanto , kades sekaralas
" Hasil dari musyawarah perubahan dan pergeseran APBDes , untuk penanganan , pencegahan dan BLT-DD .rencana kerja desa megalami perubahan mulai dari pengurangan volume pekerjaan talud jalan protokol desa dan membatalkan permodalan BUMDes sebesar Rp 150 juta yang rencana akan kembali direncanakan ditahun anggaran desa tahun 2021 " , ujar Sihmanto.

" Upaya pemdes ditengah mewabahnya Covid 19 sesuai prosedural peng-anggaran dan protokoler kesehatan , pemdes telah mengalokasikan dana awal pencegahan dari sumber dana desa sebesar Rp 20 juta guna pembelian masker warga , pengadaan tempat cuci tangan dititik kumpul warga dan penyemprotan disinfektan di tiap lingkungan " , jelasnya.

" Terkaid Bantuan Langsung Tunai ( BLT-DD ) pemdes Sekaralas telah mengalokasikan anggaran Rp 90 juta untuk diterimakan pada 50 KK selama 3 bulan yang terdampak Covid dan belum terkafer dana sosial lainnya seperti PKH dan sejenisnya , untuk TPK penanganan Covid 19 pemdes menunjuk Mundit ( kasi perencanaan desa ) " , terang kades.

" Sementara untuk kegiatan Infrastruktur dan Padat Karya Tunai ( PKT ) yang direncanakan dilaksanakan di dusun watu rumpuk dengan besaran anggaran Rp 24.7 juta dari DD  Pemdes Sekaralas mempercayakan TPK pada Suparjo ( Kasi Kesejahteraan Desa ) ", imbuhnya.      

Dilokasi yang berbeda Suparjo ( TPK ) pada Berita OposisiNews mengatkan , " Mesti terjadi pergeseran anggaran secara signifikan tidak begitu terimbas pada rencana kegiatan infrastruktur desa sekaralas dan semua kegiatan bisa diselesaikan seperti rencana awal mesti harus menyisakan PR merampungkan Talud akibat pengurangan volume pekerjaan untuk Covid 19 ".

" Mendasar kesepakatan musyawarah , pengurangan volume akan kembali dianggarkan pada tahun depan ( 2021 ) karena hampir semua infrastruktur desa sekaralas rampung terkafer anggaran desa , hibah dan sumber anggaran lain , sebagai catatan selain dilaksanakannya PKT desa juga memproyeksikan semua kegiatan dilakukan dan dikerjakan oleh warga lokal " , tegas TPK ( Red ) 

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon