Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Berburu Hidup Sehat Ditengah Tekanan Pademik Covid 19 , Komunitas Gowes Mayang 1

Berburu Hidup Sehat Ditengah Tekanan Pademik Covid 19 , Komunitas Gowes Mayang 1

Written By BBG Publizer on Minggu, 21 Juni 2020 | 17.01

Komunitas Gowes Mayang 1 ( Ngali kaos merah )
Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Memasuki masa New Normal ( Tatanan Baru ) setelah rakyat memasuki tahap-tahap mencemaskan akan teror Covid 19 yang sampai sekarang telah merenggut ribuan nyawa melayang dan puluhan ribu rakyat terpapar positif dan sedang memasuki  masa-masa penyembuhan ( karantina ) di rumah sakit swasta dan pemerintah yang telah ditunjuk sebagai RS rujukan Covid 19.

Adanya Covid 19 secara tidak disadari telah memaksa masyarakat secara luas untuk merubah gaya hidupnya  mengejar ' Hidup Sehat ' dengan harapan meminimalisir terpapar Covid 19 , dengan kondisi itu bukan menjadi pemandangan baru ramainya masyarakat secara luas mulai dari anak-anak sampai dewasa memadati jalan-jalan protokol dan desa dihari-hari libur  untuk melakukan olah raga gowes ( bersepeda ).

Fenomena gowes selain sebagai ajang olah raga dan silaturohim tidak dipungkiri juga sarana adu gengsi tunggangan ( speda ) dan styel oleh club-club dan Komunitas gowes yang menjamur bak bunga cendawan . Puluhan sepeda dari segala merek yang merogoh kocek puluhan Jutaan rupiah samapai Ratusan Juta dengan styel pengayuhnya menjadi hal wajar disaat ini , bahkan tidak sedikit masyarakat kontra peradaban sehat yang mencibirkan kata ' Gowes itu hanya ajang pamer kaum berjuis tanpa melihat kondisi rakyat yang sekarang sengsara '.

Makan bareng di etape 1
Tampak Ngali ( Kaos merah )
Cibiran dan kalimat-kalimat sinis itu terbantahkan ketika melihat komunitas gowe Mayang 1 yang rutin melakukan kegiatan gowes tiap hari Minggu , Komunitas Gowes Mayang 1 yang dimotori Gunari ( oknum guru ) dan Susanto ( oknum polisi ).  " Secara finasial semua anggota gowes mampu bersaing dalam pengadaan tunggangan ( speda ) namun Komunitas Gowes Mayang 1 lebih mengutamakan refreshing , kesehatan dan kebersamaan ", ungkap Yoyok ( Oknum PN ) anggota komunitas.

Melepas lelah dan ft bareng
Di depan gabura desa Karang
Geneng Kec Pitu
" Jika komunitas dan club' gowes melongok anggota komunitas yang rata-rata berusia 50 tahun ke atas dan masih energik melakukan gowes dengan speda ontel ( MTB ) yang hampir semua mengalami reparasi karena usang , maka tidak ada lagi alasan dicibir ", imbuhnya.

Dari reportase awak media OposisiNews yang mencoba mengikuti gowes komunitas Mayang 1 pada hari Minggu 21/06/2020 , sempat terkesima dengan salah satu anggota komunitas yang diperkirakan berusia lebih 80 tahun dengan santainya mengowes spedanya naik turun rute gowes yang diperkirakan 40 km membelah hutan jati perhutani di wilayah kecamatan Pitu.

Ngali ( 82 th )
Pada berita OposisiNews , Ngali menuturkan " Selama ada acara/kegiatan gowes rutin tiap Minggu oleh warga Mayang 1 , saya aktif ikut bahkan waktu itu sempat puasa , Alhamdulillah tidak ada hal buruk pada saya , usia saya saat ini baru 82 tahun yang mana dulu saya adalah purna TNI AD Armed 12 tahun 1986 ".

" Secara pribadi saya sangat setuju dan mendukung adanya kegiatan gowes bareng ini banyak manfaatnya daripada mudarotnya , soal adu gengsi dan saling cibir itu hal lumprah , semua kita kembalikan pada person-nya " , tutupnya. ( Red )

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon