Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Dana Baznas Jatim Nyangkut Di Kades Banjarejo. 2.5%

Dana Baznas Jatim Nyangkut Di Kades Banjarejo. 2.5%

Written By BBG Publizer on Sabtu, 30 Mei 2020 | 19.46

Magetan, OposisiNews.co.id - Bantuan dana Bedah Rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 10 Juta per keluarga miskin yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Suprawoto Desember 2019, hingga kini belum dapat dinikmati sepenuhnya oleh beberapa penerimanya di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo.

Dari 10 kepala keluarga (KK) miskin yang berhak merasakan kucuran dana umat itu, menyisakan 3 keluarga yang belum menerima bantuan secara penuh guna bedah rumah.

Mendengar kabar itu, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Magetan segera turun ke lapangan guna mengecek pencairan dana umat sebesar Rp 100 juta dari orang Islam mampu se-Jawa Timur itu. "Kami sudah cek dan benar masih 3 keluarga yang belum menerima bantuan itu secara penuh" ujar Samadi Ketua III Baznas Kabupaten Magetan. Jumat (29/05)

Kds.Banjarjo , Magetan
Dari penelusuran Baznas Kabupaten Magetan, 3 KK itu baru diberikan sebesar Rp 2 juta baik berupa uang tunai atau telah diwujudkan material bangunan, sedangkan sisanya masih "nyangkut" di Kepala Desa Banjarejo dan belum diberikan kepada 3 keluarga miskin penerima bantuan dana umat itu.

"Kita sudah tegur kades berkali-kali (agar segera diberikan kepada penerima), tapi katanya uang itu masih dipakai salah satu perangkat desa." terang Samadi.

Ketika wartawan mengunjungi Kasmi, salah satu penerima manfaat dana umat yang belum diberikan sepenuhnya haknya, dia setali tiga uang dengan apa yang diungkapkan oleh Samadi itu, sejak dicairkan oleh Kepala Desa Banjarejo dirinya baru menerima sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan sedikit material bangunan yang belum dimanfaatkan untuk bedah rumah.

"Saya baru mendapat reng bambu 300 biji dan batu bata merah 500 buah, kalau saya tanyakan ya total sekitar Rp 1 juta", ujar warga RT 11 RW 02 itu. "Saya belum tahu kapan sisanya akan kami rasakan." imbuhnya menanggapi uangnya yang masih "nyangkut" di salah satu pejabat desa.

Perlu diketahui, di penghujung tahun 2019 lalu, Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur menyalurkan dana umat kepada 35 warga kurang mampu di Kabupaten Magetan, dengan rincian 10 orang mendapat bantuan bedah kamar dan 25 orang lainnya merasakan dana umat itu untuk bedah rumah. Bagi warga yang mendapat bantuan bedah kamar itu merasakan dana umat masing-masing sebesar Rp 5 juta dan untuk bedah rumah masing-masing Rp 10 juta. (red/mgt1)
Home » » Wakil Bupati Gelontor Dana Oprasional PSBB Tahap Tiga Tiap RW Tiga Juta Rupiah

Wakil Bupati Gelontor Dana Oprasional PSBB Tahap Tiga Tiap RW Tiga Juta Rupiah

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -  Sebanyak 2.073 RW dalam waktu dekat akan menerima dana operasional PSBB tahap ketiga sebesar tiga juta rupiah. Dana tersebut dimaksudkan untuk keperluan operasional PSBB di setiap RW sampai dengan masa PSBB ketiga berakhir tanggal 8 Juni 2020 mendatang.

Wakil Bupati Sidoarjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nur Ahmad Syaifuddin menyampaikan dalam waktu dekat dana tiga juta rupiah akan diterima ditiap RW. Saat ini masih belum bisa dilakukan  transfer karena masih dalam proses veriifikasi. Sabtu, 30/5/2020.

Wabup Nur Ahmad berharap dengan adanya dana operasional yang diberikan oleh Pemkab Sidoarjo melalui APBD tersebut bisa membantu kelancaran program salah satunya mendirikan Kampung Tangguh di tiap masing-masing desa dan RW.

“Akan kami transfer mungkin lewat kecamatan-kecamatan nanti akan membagikan ke setiap RW 3 juta rupiah, kalau kita hitung jumlah RW se Kabupaten Sidoarjo ada 2073. Itu akan kami berikan semuanya ya begitu pula dengan kebutuhan-kebutuhan yang lain mudah-mudahan dengan bantuan dari Pemda ini sedikit bisa meringankan”, ujar Cak Nur.

Cak Nur mendorong setip desa mendirikan kampung tangguh meski PSBB tahap ketiga telah berakhir. Selain dana dari APBD dan APBDes sumbangan masyarakat jadi swadaya yang bisa dioptimalkan.

“Dari sumbangan masyarakat jadi swadaya masyarakat ini juga harus kita pupuk agar siswa dan masyarakat ini berjalan dengan baik sehingga Desa mempunyai kemampuan bukan hanya sebagai posko relawan saja pada akhirnya nanti bisa membuat Kampung tangguh”, katanya.

Saat ini di Sidoarjo sudah ada 67 Kampung tanggu, beberapa kegiatan promotif bahkan sampai juga mengarah ke kuratif, dengan banyaknya kampung tangguh akan memberikan dampak sosial yang positif dan ini oleh Cak Nur nanti didorong untuk diikuti kampung lainnya juga.

“Kalau bisa desa-desa yang lain bahkan seluruhnya bisa membentuk Kampung tangguh jadi kita saling membantu”, pungkasnya. (Bg)
Home » » GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung Terima Bantuan Pinjaman Mobil Combat Covid-19 Dari BNPB Pusat

GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung Terima Bantuan Pinjaman Mobil Combat Covid-19 Dari BNPB Pusat

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Drs.Maryoto Birowo, M.M., Saat Menerima Bantuan Pinjaman Mobil Combat Covid-19. Di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso
Tulungagung .OposisiNews.co.id-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tulungagung menerima pinjaman mobil combat covid 19 dari BNPB Pusat. Kedatangan mobil PCR diterima oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Jum'at,(29/05/2020).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., mengatakan, Mobil ini akan digunakan untuk mengetes PCR covid -19 dengan tingkat keakuratan yang tinggi serta hanya membutuhkan waktu 40 menit saja hasilnya sudah diketahui terkonfirmasi positif atau tidaknya.

Maryoto juga menyampaikan rasa terima kasih kepada BNPB Pusat dan Gubernur Jawa Timur yang telah memfasilitasi dalam percepatan penanganan covid-19 di Kabupaten Tulungagung dengan meminjamkan mobile combat covid-19 ini kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Mobil Combat Covid-19
"Dengan adanya mobile combat covid 19 ini bisa untuk digunakan dalam melaksanakan tes PCR dengan target 200 orang dalam sehari," ungkapnya.

Lebih lanjut di sampaikan Maryoto bahwa, mobile combat covid 19 ini akan di fungsikan ke Rusunawa dan ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk melaksanakan tes PCR kepada yang terindikasi covid 19 dan hasil tracing tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tulungagung. ( AG.P )

Pewarta : A.purnomo

Home » » Efektif Tangani Penyebaran Covid-19, Kabaharkam Polri Kunjungi Kampung Tangguh Semeru Desa Waru

Efektif Tangani Penyebaran Covid-19, Kabaharkam Polri Kunjungi Kampung Tangguh Semeru Desa Waru

SIDOARJO,OposisiNews.co.id - Keberadaan Kampung Tangguh Semeru tidak hanya berperan penting guna menekan penyebaran Virus Covid-19, melainkan juga menguatkan masyarakat di wilayah pedesaan dalam hal pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi Virus Covid-19 saat ini.

Peran penting Kampung Tangguh Semeru di beberapa wilayah Jawa Timur, salah satunya di RW 12 Desa Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, mendapatkan apresiasi dari Kabaharkam Polri Komjen Pol. Agus Andrianto saat mengunjungi sejumlah Kampung Tangguh Semeru, Sabtu 30/5/2020.

“Ada lima Kampung Tangguh Semeru di Jawa Timur yang kami kunjungi. Apresiasi setinggi-tingginya, atas peran serta warga, perangkat desa, para relawan dan berbagai instansi yang terlibat. Bahwa terbukti keberadaan Kampung Tangguh ini mampu menguatkan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam hal ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Kabaharkam Polri Komjen Pol. Agus Andrianto di Kampung Tangguh Semeru Desa Waru, Sidoarjo.

Menurut Kabaharkam Polri, konsep Kampung Tangguh Semeru mencakup segala aspek ketahanan. Antara lain, membuat masyarakat kita tangguh kesehatan, SDM, keamanan, informasi, budaya dan tangguh logistik. Seperti disampaikan dari badan ketahanan pangan dunia FAO (Food and Agriculture Organization). Karena 108 lebih negara akan mengalami krisis ketahanan pangan akibat pandemi Covid-19.

“Semoga dengan adanya Kampung Tangguh Semeru inilah dapat menjadi role model bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia. Nanti juga akan kami sampaikan kepada Kapolri terkait konsep Kampung Tangguh Semeru yang begitu tepat dalam menghadapi pandemi Covid-19,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini pula, Kabaharkam Polri Komjen Pol. Agus Andrianto menyalurkan bantuan dari Kapolri kepada warga terdampak Covid-19 di RW 12 Desa Waru, Sidoarjo. Berupa 250 kilogram beras, 20 kardus mie instan, dan 60 liter minyak goreng.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menyampaikan di Kabupaten Sidoarjo akan ada sekitar 183 Kampung Tangguh Semeru, yang 67 merupakan Pilot Project yang nantinya dapat dijadikan contoh bagi desa lainnya. Khususnya desa yang ada di kecamatan zona merah.

Untuk keberadaan Kampung Tangguh Semeru di RW 12 Desa Waru, juga telah terbukti dampk positifnya guna memerangi Penyebaran Covid-19. Sehari sebelumnya, terdapat dua warga positif yang berhasil sembuh. Karenanya ia berharap masyarakat dapat patuh pada peraturan pemerintah, termasuk menggiatkan keberadaan kampung-kampung tangguh Semeru di Kabupaten Sidoarjo.

Menerima kunjungan kerja Kabaharkam Polri, Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengucapkan terima kasih atas perhatian Polri yang turut aktif bersama TNI, dan juga instansi terkait dalam menangkal penyebaran Covid-19. Termasuk melalui membuat adanya konsep Kampung Tangguh Semeru ini.( Bg )
Home » » Geliat Wira Usaha Dan Niaga Kembali Hidup , Pasca Konser Memorial Didi Kempot

Geliat Wira Usaha Dan Niaga Kembali Hidup , Pasca Konser Memorial Didi Kempot


Ngawi,OposisiNews.Co.ID - Pasca digelarnya konser  virtual galang donasi  Covid 19 di gedung serba guna  Eka Kapti Ngawi yang disiarkan Live oleh TV Swasta Nasional dan direli di 19 Kecamatan Se-Kabupaten Ngawi sempat membuat gaduh dan rasa pesimis warga akan bebas dari Covid 19 di Kabupaten Ngawi dalam situasi Zona merah..

Konser yang digelar berbasis digital dengan tajuk memorial alm.Didi Kempot , Maestro Campur Sari dan Bapak Donasi Covid 19 melibatkan sederetan artis dan seniman lokal dan nasional tanah air , seperti Ikif , Duo Sabun Colek , Sory , Arda , Deny Cak Nan dst sempat mengumpulkan pundi donasi Rp 132 juta.

Ide kreatif pengalangan Donasi yang digagas orang nomer satu di kabupaten Ngawi , Budi Sulistyono yang langsung melibatkan diri menjadi Host/pemandu acara banyak mendapat sindirinan , cemooh dan tudingan tidak konsisten pada kampanye-nya selama ini bahkan tidak sedikit yang menjadikan momen ini sebagai angin segar pelaku usaha dan kuliner di Ngawi .

" Dengan digelar dan diijinkan konser donasi oleh ketua Tim gugus Covid 19 Kab Ngawi yang melibatkan banyak orang , secara tidak langsung mengijinkan Wira usaha masyarakat , hajatan pernikahan dan acara-acara lain di kabupaten Ngawi tanpa adanya pembatasan sosial hanya bermodalkan mengikuti SOP Covid 19 ,  persewaan terop dan sound system yang saya geluti selama ini hampir kolep ", ujar Doni ( samaran ) pelaku usaha persewaan hajatan warga Gemarang.

Lain halnya yang diucapkan Sri ( samaran ) penjual kuliner ' nasi pecel ' asal desa Pitu , " Syukur jika pemerintah sudah mengijinkan orang kecil kembali beraktifitas semula , selama ini rakyat untuk cari makan yang halal rasanya seperti pencuri karena terus di kejar-kejar Sat Pol PP dan diancam bakal dipidana jika tidak menurut aturan Covid 19 "

Dari pantauan berita OposisiNews dilapangan , membenarkan para penjaja kuliner sudah banyak yang buka secara terang-terangan mesti masih mengenakan masker dan disediakannya air cuci tangan di depan tempat usahanya . Hanya di sayangkan di sejumlah titik akses jalan lingkungan yang sampai sekarang masih ditutup total yang menerapkan akses satu pintu di sejumlah desa yang tentunya akan menghambat pengembalian sektor ekonomi rakyat yang sempat terpuruk dampak pembatasan sosial .
( Red.bb )
Home » » Perangkat Desa Pogon Ketahuan Terima BST, Kepala Desa Arahkan Kembalikan Uang

Perangkat Desa Pogon Ketahuan Terima BST, Kepala Desa Arahkan Kembalikan Uang

Sikka, Oposisinews.co.id - Warga Desa Pogon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, menyoalkan penyaluran dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan oleh Kementerian Sosial RI kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Pada Jumat (29/5/2020), sejumlah warga Desa Pogon mendatangi Kantor Desa Pogon, guna meminta penjelasan Pemerintah Desa Pogon terkait pendataan penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST). Warga Desa Pogon menilai penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara sepihak dan tidak tepat sasaran, pasalnya beberapa nama perangkat desa dan anggota BPD terdaftar dalam data penerima bantuan tersebut.

"Kami sesalkan ini karena ada perangkat desa yang terima bantuan. Masyarakat juga masih membutuhkan bantuan. Ini pendataan model apa ini. Ini sudah keluar dari aturan. Kami berharap Pemerintah Desa bisa melihatnya kembali," ungkap seorang warga kepada Oposisinews yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Dihadapan masyarakat Pogon,  Pj.Kepala Desa Pogon, Videlis Sindel mengakui setelah dirinya menginventarisir data,  ternyata ada nama perangkat desanya yang terdaftar dalam data penerima manfaat, yakni Bendahara Desa Pogon, 2 orang Kaur Desa, Istri Ketua BPD dan 1 orang anggota BPD Desa Pogon. Namun, lanjut dia, yang sudah menerima hanya Bendahara Desa dan 1 orang Kaur Desa pogon pada tanggal 6 Mei yang lalu, sebesar Rp 600.000.

Memperhatikan dari sisi aturan serta meminimalisir terjadinya polimik yang berkelanjutan, Videlis Sindel memerintahkan kepada perangkatnya untuk mengembalikan uang BST tersebut, serta akan dilakukan verifikasi kembali data penerima manfaat itu.

"Saya sudah koordinasikan dengan camat Waigete dan diarahakan untuk dikembalikan uang BST sebesar Rp.600.000 tersebut,” tegas Videlis.

Situasi berangsur tenang, setelah dilakukan kesepakatan bersama antara Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Pogon, bahwa uang yang sudah terima Perangkat Desa Pogon akan dikembalikan dan disertakan dengan berita acara serah terima pengembalian uang. (EN)

Reporter : Ernensia
Home » » Terbukti, Kampung Tangguh Semeru Solusi Tekan Penyebaran Covid-19

Terbukti, Kampung Tangguh Semeru Solusi Tekan Penyebaran Covid-19

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Keberadaan Kampung Tangguh Semeru di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo, khususnya di kawasan zona merah terbukti efektif guna menekan penyebaran Covid-19. Bahkan di Kampung Tangguh Semeru RW 12, Desa Waru, Kabupaten Sidoarjo, terdapat dua warga terjangkit Covid-19 berhasil sembuh.

Seperti diutarakan Wagianto dan Yasminah warga setempat. Keduanya mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait yang terlibat dalam Kampung Tangguh Semeru di Desa Waru. Bersama warga setempat saling mendukung dan mendapatkan perhatian khusus. Sehingga mereka bisa sembuh.

“Saya berharap warga yang sedang menjalani perawatan ataupun isolasi untuk menurut dengan tim medis maupun peraturan pemerintah,” ujar Wagianto.

Sedangkan Yasminah, ia berterima kasih kepada pihak terkait yang telah mendukung kesembuhannya. Kalau kita menurut selama menjalani perawatan, maka akan bisa sembuh. "Pokok jangan stres, dan makan yang bergizi, minum vitamin serta hidup sehat, Insya Allah dapat segera sembuh," ucapnya.

Ditanya soal keberadaan Kampung Tangguh di desanya. Yasminah mengatakan sangat bermanfaat sekali di situasi pandemi covid-19. Jadi waktu dia menjalani perawatan, dia tidak memikirkan keluarga karena bahan makan serta asupan gizi sudah disediakan oleh desa, serta instansi terkait dalam hal ini TNI-Polri juga Pemkab Sidoarjo.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, saat mengunjungi Kampung Tangguh Semeru, mengapresiasi tentang keberadaan Kampung Tangguh Semeru di RW 12 Desa Waru ini sangat membantu masyarakat, baik yang menjalani isolasi mandiri di rumah maupun di rumah sakit. Karena yang sakit merasa tidak terbebani sebab kebutuhannya sudah dibantu oleh para relawan, perangkat desa dan seluruh komponen terkait. Bahkan semua satgas berjalan sesuai tupoksinya. Seperti satgas pangan, satgas kuratif, satgas keamanan, dan satgas lainnya.jumat , 29/5/2010.

“Jadi keberadaan Kampung Tangguh Semeru ini saya mengapresiasi. Karena terbukti menekan penyebaran Covid-19. Pasien yang terjangkit Covid-19 pun Alhamdulillah dapat sembuh,” tegas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Berikutnya, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengatakan akan ada sekitar 183 Kampung Tangguh Semeru di Kabupaten Sidoarjo, yang 67 merupakan Pilot Project yang nantinya dapat dijadikan contoh bagi desa lainnya. Khususnya desa yang ada di kecamatan zona merah.

Nantinya juga, Kampung Tangguh Semeru ini akan dilombakan, yang inti kriterianya adalah yang sehat jangan sampai sakit dan yang sakit jangan sampai meninggal dunia, dan harus sembuh.

"Untuk memenuhi kebutuhan di Kampung Tangguh ini yaitu bagi yang termasuk dalam satu wilayah ada pengusaha/pabrik atau orang yang mampu harus membantu keberadaan kampung tangguh atau memenuhi kebutuhan yang terdapat didalam kampung tangguh tersebut," tuturnya.

“Sehingga nantinya keberadaan Kampung Tangguh tersebut diharapkan akan lebih kuat dalam mendukung memutus mata rantai covid-19,” pungkas Kombes Pol. Sumardji.(Bg)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon