Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » 30 Relawan Covid 19 Sidoarjo dapat Kartu BPJS Ketenagakerjaan Gratis

30 Relawan Covid 19 Sidoarjo dapat Kartu BPJS Ketenagakerjaan Gratis

Written By BBG Publizer on Rabu, 27 Mei 2020 | 23.33

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenaga kerjaan Sidoarjo, Muhyidin SE, MM. memberikan kartu jaminan perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian gratis kepada relawan covid 19 di kabupaten sidoarjo, penyerahan bantuan ini diserahkan di Posko Informasi Covid-19 Kabupaten Sidoarjo yang berada di Pendopo Delta Wibawa, Rabu 27/5.

Muhyidin menjelaskan, jika perlindungan tersebut meliputi segala kecelakaan yang berhubungan dengan kegiatan relawan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. Contohnya, ketika terjadi kecelakaan saat berangkat bekerja (menjadi relawan), maka hal tersebut akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan selama 3 bulan secara gratis.

Pada tahap awal dari program ini dilakukan di tingkat pusat, dimana sudah diserahkan sebanyak 8000 kartu kepada relawan covid 19 secara nasional.

Dengan adanya program dari pusat ini kemudian kami menyisir lagi ke daerah dan ternyata di Kabupaten Sidoarjo banyak ditemukan relawan yang belum punya perlindungan sama sekali bila terjadi resiko kecelakaan, dsamping itu mereka juga beresiko terjangkit atau terjadi penularan bahkan sampai meninggal dunia, untuk itu kami berusaha berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dengan meminta data para relawan yang selanjutnya diproses hingga pada hari ini kami diserahkan secara simbolis, dan ini masih tahap awal dan selanjutnya terus kamu gali data-data relawan agar tujuan kami memberikan perlindungan kepada seluruh relawan dapat terwujud". Tambahnya

Wakil Bupati H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH sangat berterima kasih atas peran serta BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo dengan memberikan Kartu Jaminan Kesehatan bagi 30 orang petugas relawan covid 19 di Sidoarjo, dimana kegiatan ini merupakan himbauan dari pusat sampai ke bawah yaitu ke daerah, BPJS memberikan jaminan, berupa jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan dan jaminan kematian, selama 3 bulan kedepan, pihak BPJS akan menjamin bantuan kesehatan seperti jika terjadi kecelakaan BPJS akan mengcover sampai sembuh, dan apabila terjadi peristiwa yang menyebabkan meninggal dunia akan diberikan santunan sebesar 42 juta.

"Ini merupakan sumbangsih yang luar biasa karena merupakan kerjasama dan kolaborasi yang bagus yang bisa dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo dan hal ini bisa memberikan semangat yang lebih baik lagi untuk para relawan covid 19 karena relawanlah yang rentan terhadap kecelakaan dan rentan terhadap permasalahan karena mereka berhubungan langsung dengan masyarakat terdampak, sehingga meraka harus dilindungi dengan memberikan jaminan kecelakaan, sakit dan juga kematian. (Bg).
Home » » Mantan Narapidana Kembali Berbuat Ulah

Mantan Narapidana Kembali Berbuat Ulah

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -  Petrus Salam Passy(54 th) mantan narapidana asimilasi asal Surabaya, kembali berbuat kriminal dengan melakukan aksi Jatanras ( penjabretan dengan kekerasan )

Kejadian penjabretan dialami  Indrawati (34th) warga asal Kecamatan Sumberjambe Jember yang diungkap oleh Kapolsek Sedati AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa, awal kejadian pada tanggal 15 Mei 2020 lalu, bermula saat korban bermaksud akan kembali ke tempat kost nya di Desa Pabean Kecamatan Sedati usai dari Pasar Wisata di Desa Pabean pada pukul 06.30 Wib dengan menggunakan sepeda pancal.Rabu, 27/5/2020.

"Dari arah belakang, tiba-tiba korban disalib oleh pelaku, dan tidak lama kemudian pelaku lalu balik arah dan mendekati korban (situasi sepi) dan secara tiba-tiba pelaku lalu menarik paksa  kalung milik korban mengakibatkan  korban terjatuh dan sepontan berteriak minta tolong," terang Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, berdasarkan keterangan saksi SP dan TH, lantaran kalungnya dijambret, korban berteriak dan didengar oleh warga sekitar, namun pelaku sempat kabur. Tapi belum jauh, sepeda pelaku menabrak kayu bambu dan kayu bangunan yang ada dipinggir jalan hingga terjatuh dan akan masuk parit.

"Pada saat pelaku akan berusaha kabur lagi, tiba-tiba banyak warga yang berdatangan dan langsung mengamankan pelaku berikut dengan barang bukti," ujarnya.

Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Sedati bersama Barang Bukti(BB) antara lain satu buah kalung emas dan liontin emas bentuk kupu-kupu milik korban serta satu buah sepeda motor pelaku Honda Scoopy warna merah hitam No. Pol. W-6502-AX untuk dilakukan proses penyelidikan.( Bg ).
Home » » Ambulance Ditahan 1 Jam, Kades Hikong "ItuTidak Benar"

Ambulance Ditahan 1 Jam, Kades Hikong "ItuTidak Benar"

Sikka, Oposisinews.co.id- Aksi pemblokiran jalan negara pada Sabtu, 23/05/2020, di Desa Hikong, yang dilakukan oleh Kepala Desa Hikong, Agustinus Adeodatus dan warganya berujung kematian seorang bayi, kini menjadi sorotan publik.

Dikabarkan, meninggalnya bayi tersebut disebabkan karena mobil ambulance yang membawa pasien rujukan asal Flores Timur yang hendak partus menuju RSUD Maumere ikut tertahan selama 1 jam di wilayah perbatasan tepatnya di Desa Hikong, sehingga bayi di dalam kandungan ibu itu meninggal sebelum masuk ruang UGD RSUD TC Hillers Maumere.

Kepala Desa Hikong, Agustinus Adeodatus, saat dikonfirmasi awak media OposisiNews, Senin (25/05/2020), membenarkan adanya aksi pemblokiran jalan tersebut, namun kata dia, pihaknya tidak berniat menghalangi mobil ambulance, tetapi pihaknya malah membongkar penghalang jalan serta melakukan pengaturan kendaraan yang lagi antri agar mobil ambulance dapat diberi kesempatan untuk lewat.

"Informasi ambulance ditahan satu jam itu tidak benar. Karena mobil ambulance itu berada paling belakang dari antrian panjang itu, sehingga butuh waktu 15 menit untuk bisa lewat, karena saat itu kami harus atur mobil antri agar ambulance diberikan jalan untuk lewat," bantah Kades Adeo.

Adeo menjelaskan, aksi pemblokiran jalan tersebut merupakan akibat dari kekesalan dirinya bersama warganya terhadap perlakuan Satgas Covid pada posko Kabupaten Flores Timur di Boru yang menolak masyarakat Desa Hikong yang hendak masuk ke Boru karena dianggap sebagai pembawa virus corona.

"Petugas Covid di Boru sudah membuat pengecualian. Warga saya tidak diijinkan masuk karena dianggap sebagai pembawa virus corona. Saya pun mengalami langsung perlakuan ini. Saat saya mau mengambil uang di ATM BRI di Boru, saya tidak diijinkan lewat karena tidak mengantongi surat keterangan rapid test.

Hal inilah yang menyebabkan kami melakukan aksi tersebut. Sekaligus membantu agar orang Flores Timur tidak terkena virus. Pemblokiran ini juga ada pengecualian, Mobil ambulance lewat terus. Tindakan itu tidak berniat melakukan penggalangan terhadap mobil ambulance," ujar Kades Adeo.

Kades Adeo juga menyampaikan permohonan maaf serta duka cita yang mendalam atas meninggalnya bayi tersebut.

"Saya atas nama pribadi dan pelaku perjalanan pada waktu itu menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya dan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya bayi itu," ungkapnya.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Verdinando Lepe, S.Sos, saat ditemui Oposisinews, Senin (25/5/2020) mengatakan ketika ambulance yang membawa ibu hamil itu tiba, sedang terjadi antrian panjang dan saat itu, Ia bersama petugas Dishub sedang berada di lokasi tersebut.

Dikatakannya, setelah mendapat informasi ada pasien darurat di dalam ambulance tersebut, Ia segera bergegas memerintahkan warga membuka penghalang jalan untuk dilalui ambulance, karena menurutnya kewajiban mendahulukan kendaraan ambulance sudah diatur dalam aturan Internasional maupun dalam undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan jalan raya.

Selain itu, merujuk pada PP Nomor 21 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Perhubungan No 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi, jelas Verdinando, terdapat beberapa moda transportasi yang mendapatkan pengecualian dari pelarangan ini, yakni kendaraan keamanan negara, ambulance dan logistik.

"Menurut aturan, ambulance tidak bisa dihalangi sehingga saya perintahkan agar penghalang jalan dibuka agar ambulance bisa lewat. Dalam waktu sekitar 15 menit, portal berhasil dibuka. Jadi mobil ambulance tertahan sekitar 15 menit," kata Verdinando. (EN)

Reporter : Ernensia
Home » » Bupati Tulungagung Serahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap II

Bupati Tulungagung Serahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap II

Bupati Tulungagung, Saat memberikan BLT secara simbolis
Tulungagung .OposisiNews.co.id-Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II kepada masyarakat Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir.Rabu,(27/05/2020)

Dalam Sambutannya, Bupati mengatakan bahwa, pemerintah sangat perhatian kepada masyarakat, terhadap dampak yang ditimbulkan virus corona.

"Dengan BLT dari dana desa yang telah diberikan kepada masyarakat sebesar 600 ribu rupiah , diharapkan dapat digunakan dengan bijak," ucapnya..

Lebih lanjut Bupati meminta, agar dalam menghadapi virus Corona tidak usah resah, tetapi tetap mematuhi himbauan pemerintah, tidak perlu berjabat tangan, tetap menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan pakai masker.

"Corona sangat rentan terhadap orang tua maka harus hati hati," tuturnya.

Dalam kesempatannya, Maryoto juga mengucapkan selamat hari raya idul Fitri1441 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin.


Sementara, Kepala Desa Karangtalun, Drs. H. Agus Imam Wijayanto, M. Si mengatakan, pengusulan data terdampak covid-19 dalam BLT yang menggunakan Dana Desa (DD) di Desa Karangtalun sebanyak 97 KK.

"Untuk penjaringan para penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menggunakan dana desa di lakukan oleh para relawan, lalu di lakukan musyawah desa dan di validasi oleh kecamatan akhirnya terjaring 97 orang," ungkapnya.( AG.P )

Pewarta : A.purnomo/hms
Home » » Gugah Disiplin Warga Tangkal Covid-19, Kapolresta Sidoarjo Sebar Sarana Public Address ke Seluruh Desa

Gugah Disiplin Warga Tangkal Covid-19, Kapolresta Sidoarjo Sebar Sarana Public Address ke Seluruh Desa

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga penanganan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo, dititikberatkan pada peningkatan disiplin warga di tingkat desa. Melalui kesadaran warga untuk berperilaku disiplin diharapkan dapat segera memutus mata rantai Virus Corona yang saat ini sudah menembus angka 533 orang positif.

"Disiplin warga harus ditingkatkan. Seperti membiasakan hidup bersih, hidup sehat, serta menjaga physical distancing. Kita lihat di wilayah desa dan perkampungan yang harus kita edukasi guna kedisiplinan tersebut," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, saat memberangkatkan kendaraan public address di Mapolresta Sidoarjo, Rabu 27/5/2020.

Puluhan kendaraan public address milik Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Pemerintah Desa se-Kabupaten Sidoarjo, diberangkatkan Kapolresta Sidoarjo untuk disebar ke seluruh pelosok desa atau perkampungan.

Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat agar disiplin dalam mencegah penyebaran Virus Corona di wilayahnya. Edukasi public address ini berupa himbauan (woro-woro), berisi tentang bahaya penyebaran Covid-19 yang dapat ditangkal dengan membiasakan hidup bersih, sehat, menerapkan physical distancing, dan patuh pada peraturan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai Virus Corona.

Kombes Pol. Sumardji menambahkan dalam penerapan PSBB tahap tiga, desa menjadi ujung tombak. Tidak hanya perangkat desa dan warganya yang menjadi tumpuan, peran bhabinkamtibmas dan babinsa didukung sarana public address dimaksimalkan guna mempercepat pemutusan penyebaran Covid-19.

"Ada desa-desa di beberapa kecamatan zona merah yang menjadi perhatian khusus. Kedisiplinan warga juga akan diperketat, dan diterapkan secara arif dan bijaksana. Bahkan sanksi sosial pun tidak segan diberikan bagi warga yang sulit untuk diajak disiplin," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, selain memberangkat sarana public address ke seluruh desa. Kapolresta Sidoarjo juga menyalurkan bantuan sosial dari pemerintah kepada warga Kabupaten Sidoarjo terdampak Covid-19

Bantuan sosial berupa 200 kilogram beras dan 5 liter cairan hand sanitizer, 200 masker, 50 sarung tangan untuk 18 wilayah Polsek jajaran Polresta Sidoarjo.( Bg )
Home » » Pemdes Bangunrejo Lor , Rampungkan Pavingisasi Jalan Dusun Ngrandu Ditengah Pandemi Covid19

Pemdes Bangunrejo Lor , Rampungkan Pavingisasi Jalan Dusun Ngrandu Ditengah Pandemi Covid19

Aktifitas pemerintah desa Bangunrejo Lor ditengah pademik virus Corona tetap berjalan wajar
Ngawi , OposisiNews.Co.Id - Pembangunan infrastruktur desa ditengah pendemik virus Corona sempat menjadi polemik pada  rencana pembangunan yang sudah masuk dalam RPJMDes dan terkonfirmasi besaran anggaran desa dalam APBDes 2020.

Tardi , Kades Bangunrejo
Lor , kec.Pitu
Terjadinya pergeseran besaran Anggaran Dana Desa dampak anggaran tidak terduga yang diperuntukkan untuk penanggulangan , pencegahan dan Bantuan Langsung Tunai warga terdampak Covid19 dari sumber Anggaran Dana Desa sebesar 5 % awal dari pagu Anggaran Dana Desa 2020 diterimakan bertahap selama 3 bulan ( April , Mei , Juni ) @ Rp 600.000/penerima 'KK ' mendasar SE Bupati Ngawi.
Mesti terjadinya pergeseran anggaran tidak menjadikan pemerintah desa vakum dalam pembangunan desa yang telah direncanakan , seperti desa Bangunrejo Lor Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi . " Untuk tahap pertama Dana Desa ( DD ) TPK desa ( Yayak ) sudah merampungkan kegiatan fisik berupa paving dusun Ngrandu, tetap dalam skema PKT oleh warga sekitar kegiatan " , Ujar Tardi Kades Bangunrejo Lor. 

Transparasi APBDes
Bangunrejo Lor 2020
Sesuai APBDes Bangunrejo Lor 2020 , Pemerintah desa merencanakan 6 kegiatan fisik desa dengan besaran anggaran , berupa :    Pavingisasi jalaun dusun Ngrandu RT 01-03 RW 01 Rp 397.148.000 , Pavingisasi jalan dusun NgilonRt 03 Re 03 Rp 93.098.000 , Pavingisasi jalan dusun Ngasem RT 017 RW 005 Rp 95.905.000 , TPT dusun Cengklik RT 005 Re 002 Rp 42.550.000 , TPT dusun Grogol RT 003 RW 004  Rp 61.672.000 dan Drainase Dusun Ngasem RT 017 RW 005 Rp 47.021.000 yang dibiayai dari sumber anggaran Dana Desa ( DD ).

" Dengan kejadian saat ini , adanya wabah Corona , Pemerintah Desa terpaksa dan diharuskan menganggarkan dana penanggulangan wabah Rp 20 juta ( penyemprotan , masker ) dan Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) pada 21 warga terdampak Corona yang belum terkafer oleh dana bantuan sosial lain seperti PKH  sebesar Rp 37.800 yang diambilkan dari pagu Dana Desa 2020 Rp 798.450.00", terang Tardi.

" Dari kejadian wabah corona ini desa memang harus legowo ( menerima ) kondisi yang tidak pernah kita inginkan dengan melakukan pergeseran anggaran pengurangan volume kegiatan pavingisasi di dusun Ngasem dan alhamdullillah warga dusun Ngasem bisa menerima kondisi ini " , imbuhnya.

" Selain menfokuskan pada perubahan pergeseran anggaran Dana Desa ( DD ) , pembangunan fisik , desa juga menfokuskan pada pemutusan mata rantai penyebaran Covid 19 di wilayah desa Bangunrejo Lor dengan melakukan penyemprotan Desinfeksitan 2 kali / Minggu ditiap-tiap dusun dan pembagian masker sejak awal merebaknya virus pada semua warga desa ", tutup Kepala Desa Bangunrejo Lor . ( Rf-Adv )   

Home » » Kapolda Jatim Kunjungi Kampung Tangguh di Sidoarjo, Optimis Maksimal Tekan Penyebaran Covid-19

Kapolda Jatim Kunjungi Kampung Tangguh di Sidoarjo, Optimis Maksimal Tekan Penyebaran Covid-19

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Guna memantapkan pelaksanaan “Kampung Tangguh” untuk memutus penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, Kapolda Jatim Irjen Pol. Mohammad Fadil Imran bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi kampung tangguh yang sudah terbentuk.

Kedua pimpinan TNI-Polri di Jatim tersebut mengunjungi Kampung Tangguh di Desa Waru dan Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Kedatangan rombongan disambut Plt. Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo dan Forkopimka Kecamatan Waru.selasa , 26/5/2020.

Kegiatan diawali dengan peninjauan Kampung Tangguh yang berada di Desa Waru dan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Kampung Tangguh di Desa Pepelegi. Dalam kunjungannya, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya sempat berdialog dengan perangkat desa setempat serta para relawan, dan tetap mengacu pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol. Mohammad Fadil Imran, tujuan dibentuknya Kampung Tangguh di Jawa Timur, sebagai ujung tombak dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 secara terukur dan maksimal.

“Sebab itu, RT dan RW berperan aktif ikut serta dalam percepatan penanganan Covid-19. Langkah ini diharapkan sangat efektif. Masyarakat mempunyai kemampuan, sikap disiplin dan kemandirian untuk menyelesaikan permasalahan yang ada diwilayahnya. Yang tentunya tetap bersama Forkopimda maupun Forkopimka setempat dalam penanganan Covid-19 ini,” jelas Kapolda Jatim Irjen Pol. Mohammad Fadil Imran.

Kapolda Jatim bersama Pangdam V Brawijaya juga mengapresiasi peran serta warga dalam penerapan SOP di posko check point dan posko kampung tangguh di desanya. Seperti dilengkapinya camera CCTV yang terpasang di sudut-sudut jalan desa guna memonitor bila ada warga berkerumun atau keluar rumah, tersedianya sentra pangan beserta gudang penyimpanannya, ruang isolasi warga, serta tersedianya beberapa public addres hingga ambulance.

“Dengan adanya pelaksanaan kampung tangguh diharapkan perangkat desa dan warga dapat membantu percepatan upaya memutus mata rantai Covid-19. Kami juga menghimbau supaya protokol kesehatan juga secara disiplin diterapkan oleh warga,” pesan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah.

Sementara dengan mulai berjalannya Kampung Tangguh dalam PSBB tahap tiga di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji optimis penyebaran Covid-19 dapat segera teratasi. Menurutnya, kunci dari keberhasilan kampung tangguh sebagai ujung tombak memutus mata rantai Covid-19 adalah kedisiplinan dari masyarakat juga. “Dengan pola masyarakat yang harus disiplin, dibantu TNI-Polri beserta perangkat desa maka pelaksanaan PSBB tahap tiga yang menitikberatkan di wilayah desa dan perkampungan dapat berjalan efektif,” tegasnya.(Bg)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon