Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Plt Bupati Apresiasi Warga Desa Ploso Yang Urunan Beli Sembako Untuk Keluarga Miskin Terdampak Covid-19

Plt Bupati Apresiasi Warga Desa Ploso Yang Urunan Beli Sembako Untuk Keluarga Miskin Terdampak Covid-19

Written By BBG Publizer on Jumat, 15 Mei 2020 | 13.48

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Kepedulian warga desa Ploso kecamatan Krembung terhadap kelurga miskin yang terdampak pandemi Covid-19 patut ditiru. Sebanyak 130 Kepala Keluarga (KK) di desa Ploso mendapat bantuan sembako yang berasal dari uluran tangan dana pribadi para tetangganya. Selain dari urunan warga, dana tersebut juga berasal dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ploso.di Balai Desa Ploso, Krembung.jumat , 15/5/2020.

Wakil Bupati Sidoarjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Nur Ahmad Syaifuddin mengapresiasi langkah warga desa Ploso yang sudah peduli kepada sesama warga kurang mampu.

“Kami merasa bangga, merasa senang karena ada pembagian bantuan yang diambilkan dari donatur urunan dari warga desa sendiri, serta hasil dari usaha di Bumdes  yang ada di desa Ploso. Ini bagus sekali karena di tingkat Desa sendiri sudah sampai berupaya untuk berpikir secara keras mencari bantuan untuk membantu kepada sesamanya yang ada di warga desa ini”, ujar Cak Nur panggilan akrab Wabup Sidoarjo.

Cak Nur juga memberikan apresiasi kepada Bumdes desa Ploso yang sudah peduli dan memberikan manfaat kepada keluarga kurang mampu. Kedatangan Cak Nur sekaligus memberikan bantuan 50 paket sembako yang diserahkan kepada Kepala Desa Ploso untuk dibagikan kepada warganya.

“Kita juga bisa melihat bahwasanya bumdes ini memberikan manfaat yang luar biasa salah satunya adalah memberikan sembako, juga oleh karena itu saya datang di sini saya merasa bangga saya memberikan apresiasi positif bukan karena jumlahnya tetapi niat baik dan usaha yang mulia ini diberikan balasan yang baik, mudahan ini nanti bisa menjadi motivasi yang baik dan menjadi contoh untuk daerah-daerah lain untuk membantu”, tambahnya. (Bg)
Home » » Peduli Dampak Covid-19, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sidoarjo Bagikan Sembako Serta Masker

Peduli Dampak Covid-19, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sidoarjo Bagikan Sembako Serta Masker

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Kepedulian Polri terhadap dampak pandemi Virus Corona (Covid-19) yang dialami masyarakat terus berjalan. Melalui pembagian paket sembako dan masker bagi warga terdampak di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Pembagian bantuan sosial dan masker melibatkan bhabinkamtibmas dan babinsa tersebut, berlangsung pagi, diberangkatkan oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji di Mapolresta Sidoarjo.jumat , 15/5/2020.

Paket sembako dan masker akan dibagikan oleh petugas Babinsa dan Babinkamtibmas ke rumah-rumah warga yang sebelumnya sudah didata secara valid. Proses distribusi secara door to door itu diharapkan bisa lebih efektif. Mengena dan tepat sasaran. Karena tujuan pendistribusian sembako ini adalah membantu warga kurang mampu di tengah pandemi covid-19 di Kabupaten Sidoarjo.

“Dengan pola ini, harapannya bantuan bisa tepat sasaran. Sengaja dikerahkan Babinsa dan Babinkamtibmas, karena bantuan sembako ini hasil sinergitas TNI, Polri, dan para stake holder lain di Sidoarjo,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Ia juga berharap agar Polresta Sidoarjo dan jajaran bekerja ekstra guna menekan laju penyebaran Virus Corona, hingga ke pelosok-pelosok desa.

Pada kesempatan pembagian bantuan sosial dan masker kali ini, rincian bantuan yang dibagikan antara lain, paket sembako ke masyarakat terdampak Covid-19 sebanyak 349 paket sembako melalui bhabinkamtibmas, dan 465 paket sembako bagi personel Kodim 0816 Sidoarjo melalui Babinsa. Kemudian bansos masker ke tiap desa sejumlah 250 Masker per desa disebar ke 349 desa se-Kabupaten Sidoarjo.(Bg).
Home » » PEMKAB BLORA MULAI KUCURKAN BST JUMAT 15 MEI 2020

PEMKAB BLORA MULAI KUCURKAN BST JUMAT 15 MEI 2020

Blora,OposisiNews.Co.Id-Bagi warga masyarakat blora yang masuk dalam katagori Keluarga  Penerima bantuan sosial tunai ( BST )  terdampak Pandemi Covid 19  bernafas lega ,pasalnya Pemerintah Kabupaten Blora akan segera menyalurkan bantuan terhitung  Jumat (15/5/2020 ).

Hal ini diungkapkan Bupati Djoko Nugroho ketika memimpin rapat lintas sektoral bersama Forkopimda dan seluruh OPD tentang percepatan pengananan Covid-19, Kamis siang (14/5/2020), di ruang pertemuan Setda Blora.

Bupati Djoko Nugroho mengatakan bantuan sosial di Kabupaten Blora teranggarkan dari berbagai sumber , mulai dari BPNT paket Sembako melalui E-Warung senilai Rp 200 ribu / KK ( Non-Tunai ) , BST melalui Kemensos yang didistribusikan melalui Kantor Pos sebesar Rp 600 ribu/ KK ( Bantuan Tunai ) diperuntukan bagi warga terdampak Covid19 dan Bansos Gubernur ( Pemprop ) , untuk Bansos Pemprop masih dalam tahap pendataan.

“ Untuk BST yang teranggarkan dari APBD Kabupaten Blora 2020 rencana akan mulai dicairkan besuk dengan estimasi diberikan selama 3 bulan berturut ( Mei,Juni , Juli ) dengan besaran @ Rp 600 ribu / bulan untuk tiap-tiap KK penerima manfaat BST ", kata Bupati Blora.

 "Penerima BST  merupakan data terbaru yang kita peroleh dari para Lurah/Kades, jumlahnya ada 14 ribuan KK yang akan menerima. Bertahap mulai tanggal 15 Mei besok,” ucap Bupati.

Selanjutnya ada lagi BLT Dana Desa yang dianggarkan oleh masing-masing desa. Untuk BLT Dana Desa ini menurut Bupati akan menyasar sekitar 28 ribu KK di 271 Desa se Kabupaten Blora.“BLT Dana Desa ini juga akan disalurkan bertahap mulai besok. Besarannya sama Rp 600 ribu per KK selama 3 bulan. Anggarannya tidak melalui kas Kabupaten Blora, namun dicairkan langsung oleh KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) Purwodadi ke rekening desa masing-masing, untuk selanjutnya diberikan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat),” tambah Bupati.

Dari semua bantuan ini, menurut Bupati jika dijumlah dari data penerima bantuan Presiden, bantuan Kemensos, bantuan Pemkab dan BLT Dana Desa, jumlah penerimanya mencapai sekitar 150 ribu KK.“150 ribu KK Penerima Bansos ini belum termasuk data penerima bansos dari Pak Gubernur yang belum tahu kapan cairnya. Padahal jumlah KK di Kabupaten Blora seluruhnya 350 ribuan, sehingga hampir separuhnya akan dapat bantuan,” tegas Bupati.

Bupati menekankan agar data Kades/Lurah yang dijadikan dasar penyaluran bansos Pemkab dan BLT Dana Desa merupakan data sesuai kondisi lapangan sehingga bisa tepat sasaran, tidak seperti BST Kemensos yang menuai banyak polemik karena menggunakan data dari BPS.Begitu juga jika ada keluarga yang menerima bantuan dari bansos Pemkab dan BLT Dana Desa, maka Bupati meminta agar bansos Pemkab nya yang dicoret. Sehingga bisa dialihkan untuk orang lain yang belum  itu, Sektercover.

Sementara Komang Gede Irawadi, SE, M.Si , Sekda Blora menerangkan bahwa penyaluran bansos yang bersumber dari APBD Kabupaten besok akan dimulai di 6 Kecamatan yang memiliki Kelurahan terlebih dahulu, yakni Blora Kota, Cepu, Randublatung, Jepon, Ngawen dan Kunduran.

"Sedangkan untuk bantuan BLT Dana Desa besok akan mulai dicairkan bertahap juga. Yang siap ada 91 desa di Kecamatan Kradenan, Cepu, Jiken, Jepon, Sambong dan Todanan,” ungkap Sekda.

Dalam rapat tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama atau MoU tentang percepatan penanganan Covid-19 antara Pemkab Blora dengan jajaran TNI Polri, yang dilakukan oleh Bupati Djoko Nugroho, Dandim 0721/Blora Letkol. Inf. Ali Mahmudi, SE, dan Kapolres AKBP Ferry Irawan, S.I.K, disaksikan jajaran Forkopimda (Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan Kajari).

Salah satu poin yang diatur dalam MoU tersebut adalah kerjasama pengawasan penyaluran bantuan sosial. Bupati Djoko Nugroho menyerahkan dokumen data penerima bantuan sosial kepada Dandim dan Kapolres agar seluruh Babinsa dan Bhabinkamtibmas bisa ikut melakukan pengawasan pencairan bansos hingga tingkat desa. (Dwi/IPUNG).
Home » » Ngeri! Sanksi Sosial Pelanggar PSBB Tahap Dua di Sidoarjo Ikut Bantu Pemakaman Covid-19

Ngeri! Sanksi Sosial Pelanggar PSBB Tahap Dua di Sidoarjo Ikut Bantu Pemakaman Covid-19

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Berdasarkan keputusan  Gubernur Jawa Timur No. 188/219/KPTS/013/2020 dan peraturan Bupati Sidoarjo No. 36 Tahun 2020 tentang perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua Kabupaten Sidoarjo berlaku mulai tanggal 12 Mei – 25 Mei 2020. Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin menyampaikan bahwa PSBB tahap kedua ini lebih ketat lagi dibanding tahap pertama.di Pendopo Delta Wibawa.kamis , 14/5/2020.

“Penerapan PSBB tahap kedua lebih ketat lagi dibanding PSBB tahap pertama. Seluruh tempat ibadah dipastikan harus menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah sanksi akan diterapkan, mulai dari sanksi administratif hingga sanksi kerja sosial sudah disiapkan bagi para pelanggar”, kata Nur Ahmad Syaifuddin yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Melihat hasil evaluasi PSBB tahap pertama masih banyak pelanggaran yang ditemukan. Mulai dari pelanggaran jam malam hingga penerapan protokol kesehatan di tempat publik seperti pasar dan tempat ibadah.

Temuan pelanggaran yang paling banyak adalah pelanggaran jam malam. Pada PSBB tahap kedua ini Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sidoarjo sudah menyiapkan sejumlah sanksi, mulai dari sanksi administratif hingga sanksi pidana. Dimana sanksi ini belum dilakukan pada PSBB tahap pertama.

Sanksi administratif bagi pelanggar jam malam akan dilakukan pengamanan KTP atau kendaraan, jika masih melanggar lagi maka akan disanksi sosial dengan membersihkan tempat ibadah, makam, membantu di dapur umum, jaga check point termasuk akan dijadikan relawan di desa. Sanksi sosial lain yang jadi alternatif yakni pelanggar PSBB membantu proses pemakaman prosedur Covid-19.

"PSBB tahap kedua ini sanksinya lebih tegas dari PSBB sebelumnya. Mulai sanksi teguran administratif hingga pemberlakuan sanksi kerja sosial, seperti membersihkan tempat ibadah, ikut masak di dapur umur dan ikut menjaga ceck point dan bisa juga ikut membantu proses pemakaman korban Covid-19", ujar Kepala Bagian Operasional Polresta Sidoarjo Kompol. Mujito

Pelanggaran lain seperti tidak memakai masker juga akan disanksi dengan pengamanan KTP atau kendaraannya. Sedangkan pelanggaran kategori usaha mulai dari sanksi teguran hingga pencabutan izin usaha.

Polresta Sidoarjo juga akan menerapkan sanksi pidana bagi para pelanggar PSBB tahap kedua ini jika diperlukan. Pemberlakukan sanksi pidana akan jadi opsi terakhir.

Data yang dihimpun Gugus Tugas jumlah masjid di Sidoarjo ada 1.186 masjid dan jumlah mushola ada 4.854 mushola. Jumlah tempat ibadah lain seperti gereja ada 40 lokasi, tempat ibadah Pura ada 11 lokasi dan Klenteng ada 2 lokasi.

Gugus Tugas akan memastikan penerapan protokol kesehatan di seluruh tempat ibadah dan pasar berjalan sesuai prosedur Covid- 19 dengan meminta laporan dari gugus tugas yang ada di desa/kelurahan.

Gugus Tugas setiap malam mulai pukul 21.00 wib – 04.00 wib akan melakukan sweeping atau razia di seluruh wilayah kabupaten Sidoarjo. Warga yang keluar rumah dengan tujuan keluar desa harus menunjukkan surat keterangan dari RT/RW kepada petugas yang berjaga di ceck point.

"Kami memfokuskan ke desa/kelurahan, oleh karena itu kami memberikan kewenangan ke tingkat desa RT/RW,  sebelumnya di posko sudah dilakukan pengecekan untuk memfilter orang luar yang masuk kampung dan sekarang kita lakukan memfilter orang kampung yang keluar lewat surat keterangan dari RT/RW). (Bg).
Home » » Kapolresta Sidoarjo Bersama Dandim Blusukan ke Pelosok Desa Tekan Penyebaran Covid-19

Kapolresta Sidoarjo Bersama Dandim Blusukan ke Pelosok Desa Tekan Penyebaran Covid-19

Add .Kapolres Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji bersama Dandim 0816 Sidoarjo Letkol. Inf. M. Iswan Nusi dan Rombongan menuju ke Desa Pucukan, Gebang, Sidoarjo.
Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Agar pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua berjalan efektif, guna menekan angka penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten Sidoarjo, sosialisasi akan hal tersebut terus dilakukan elemen tiga pilar, TNI, Polri dan perangkat desa.

Tidak hanya di wilayah perkotaan, sosialisasi dari Polresta Sidoarjo bersama Kodim 0816 Sidoarjo dan instansi terkait akan penerapan PSBB tahap dua guna memutus mata rantai Covid-19, dilakukan di desa terpencil.kamis , 14/5/2020.

Dengan mengendarai kendaraan roda dua, dipimpin langsung Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji bersama Dandim 0816 Sidoarjo Letkol. Inf. M. Iswan Nusi. Rombongan menuju ke Desa Pucukan, Gebang, Sidoarjo.

Berkesempatan bertemu warga pesisir di lokasi, Kapolresta Sidoarjo bersama Dandim 0816 mensosialisasikan hidup bersih, hidup sehat dan menerapkan kawasan physical distancing sebagai langkah mencegah penularan Virus Corona. Selain itu, juga dijelaskan tentang perbedaan PSBB tahap satu dan tahap dua saat ini.

“Warga yang keluar rumah karena ada urusan pekerjaan atau kepentingan lain, harus seijin RT/RW setempat serta membawa bukti surat keterangan dari RT/RW. Jika melewati pos check point dna diperiksa petugas menyalahi peraturan dalam PSBB tahap dua, maka akan dikenai sanksi sosial,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji kepada warga Desa Pucukan.

Sanksi sosial dalam PSBB tahap dua di Kabupaten Sidoarjo, contohnya adalah pelanggar akan menjadi relawan Covid-19, membantu di dapur umum, membersihkan tempat ibadah, membersihkan fasum, ikut membersihkan makam, hingga ikut membantu memakamkan jenazah Covid-19, dan sanksi sosial lainnya.

Sementara itu, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. M. Iswan Nusi pada kesempatan ini menghimbau, semua perangkat desa hingga pengurus RT/RW ikut terlibat secara masif guna memutus mata rantai Covid-19 di wilayahnya. “Mari kuatkan kebersamaan dan sinergitas bersama warga juga, agar pelaksanaan PSBB tahap dua dan upaya menekan penyebaran Covid-19 dapat berjalan maksimal,” pesannya.(Bg)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon