Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sidoarjo Terima Bantuan dari Alfamart dan Alfamidi

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sidoarjo Terima Bantuan dari Alfamart dan Alfamidi

Written By BBG Publizer on Selasa, 12 Mei 2020 | 19.58

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Masih dalam upaya memutus matarantai penyebaran covid 19 Alfamart dan Alfamidi menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang terdampak dengan memberikan bantuan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Sidoarjo, di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo.selasa 12/5/2020.

Bantuan diterima langsung oleh Ketua  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo yang juga Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH dari Staf Alfamart yang berlokasi di Jln. Alun-alun No.1 Sidoarjo Bantuan itu berupa Beras dalam kemasan 5 kg 78 pcs, Hand Sanitizer 250 ml 36 pcs, APD Medis Cover All 25 pcs, Face Shield medis 25 pcs dan masker Alfamart sejumlah 1000 pcs.

Selain bantuan dari Alfamart pada kesempatan ini wakil Bupati juga menerima bantuan dari Alfamidi Pasuruan berupa 100 paket sembako yang berisi beras, minyak, gula, mie instan dan teh yang diberikan oleh pegawai Alfamidi.

Wabup H. Nur Ahmad Syaifuddin menyambut baik wujud dari kepedulian Alfamart dan Alfamidi karena  merupakan wujud kepedulian bersama dalam mengatasi masalah yang terjadi pada saat ini. Hal ini bisa dilihat bahwa bantuan yang diberikan adalah wujud kepedulian dari konsumen Alfamart dan Alfamidi. (bg)
Home » » Bantuan APD dan Masker Dari Anggota Dewan untuk Polresta Sidoarjo Tangani Covid-19

Bantuan APD dan Masker Dari Anggota Dewan untuk Polresta Sidoarjo Tangani Covid-19

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Anggota Polresta Sidoarjo dan jajaran dalam penanganan wabah Virus Corona (Covid-19) tentu sangat beresiko. Karenanya faktor keselamatan guna menunjang pekerjaan di tengah pandemi Covid-19 harus diperhatikan.

Seperti dilakukan salah satu anggota DPRD Jatim Adam Rusdi,  menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) sejumlah 13 set, dan 1.000 masker kepada Polresta Sidoarjo dan jajaran yang diterima Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.selasa , 12/5/2020.

“Bantuan ini dari saya dan Pak Adies Kadir dari DPR RI, sebagai wujud kepedulian kami akan pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PSBB yang saat ini memasuki tahap dua di Kabupaten Sidoarjo,” ungkap Adam Rusdi.

Ia juga berharap dengan disalurkannya APD dan masker tersebut, dapat bermanfaat serta menunjang kerja anggota TNI, Polri maupun para relawan di Kabupaten Sidoarjo dalam penanganan Virus Corona.

Sementara Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengapresiasi bantuan dari anggota dewan kepada pihaknya. kebutuhan APD dan masker sangat tinggi, hal ini berdasar terus meningkatnya angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. Dari evaluasi PSBB tahap pertama, kesadaran masyarakat yang masih kurang menjadi salah satu faktor meningkatnya angka penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

“Terima kasih, bantuan APD dan masker ini begitu bermanfaat untuk menunjang anggota dan para relawan di lapangan dalam penanganan Virus Corona,” tambahnya.(bg)
Home » » Bantuan Sosial Tunai Di Kucurkan Kepada 22.215 KPM Di Kabupaten Tulungagung

Bantuan Sosial Tunai Di Kucurkan Kepada 22.215 KPM Di Kabupaten Tulungagung

Add .Bupati  Tulungagungsaat memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) secara simbolis kepada salah satu KPM (Keluarga Penerima Manfaat)
Tulungagung,OposisiNew.co.id- Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) 600 ribu rupiah dari Kementerian Sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdampak covid-19 di Kabupaten Tulungagung resmi di lounching Bupati Maryoto Birowo di Kantor Pos Tulungagung.

Bupati Tulungagung lounching
 penyaluran  Bantuan Sosial Tunai
 (BST) di Kantor Pos Tulungagung
"Bantuan Sosial Tunai (BST) yang di salurkan oleh KEMENSOS melalui kantor Pos yang ada di Kabupaten Tulungagung sejumlah 22.215 KPM yang penyalurannya selama 3 bulan yakni bulan April, Mei,dan.Juni," ucap Maryoto kepada awak media.Selasa, (12/05/2020).

Maryoto juga menyampaikan bahwa, berbagai bantuan sosial sudah di kucurkan kepada warga masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat miskin khususnya yang terdampak covid-19 di Kabupaten Tulungagung.

"Dari berbagai program bantuan sosial telah di kucurkan, dari BAZNAS, dari Pemda, dari PKK, dari GOW, dari kelompok pengusaha,serta bantuan-bantuan sosial dari masyarakat lainnya," ungkapnya.

Dalam paparannya, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menjelaskan, jumlah kuota penerima bantuan yang ada di pedesaan memang lebih sedikit di banding dengan perkotaan. Hal tersebut di karenakan di desa ada alokasi Dana Desa yang jumlahnya cukup besar yang salah satu fungsinya di gunakan untuk bantuan sosial terkait dampak covid-19, sedangkan Alokasi Dana Kelurahan (ADK) pada masing- masing kelurahan relatif sedikit.

" Rasio nya itu sudah kami perhitungkan," jelasnya.

Terkait dengan kriteria penerima bantuan sosial tersebut, Maryoto menandaskan bahwa, penerima bantuan sosial tersebut benar-benar mereka yang tidak mampu, belum tertangani oleh bantuan-bantuan yang lain, baik itu PKH, BLT, BPNT, dan bantuan lainnya.

Ia mengakui, dari jumlah data yang ada, kadang kala masih ada yang belum ter cover.

" Maka dari itu APBD akan menjadi penyapu ranjau terhadap kekurangannya," tandas Maryoto.

Antrean Keluarga Penerima Manfaat
 (KPM) di Halaman
 Kantor Pos Tulungagung
Dalam kesempatannya, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, memberikan apresiasinya kepada pihak kantor pos yang telah bersedia membantu menyampaikan penyaluran Bantuan Sosial Tunai dari KEMENSOS kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak covid-19 di Kabupaten Tulungagung.

"Kita sampaikan terimakasih kepada pihak kantor pos, yang telah bersedia membantu menyampaikan penyaluran bantuan ini, sehingga warga masyarakat yang terdampak covid-19 juga ikut memperoleh kesempatan dalam memenuhi kebutuhannya," pungkasnya.

Sementara, Kepala Kantor Pos Tulungagung, Yanuar Pribadi Utomo, mengatakan, terkait dengan penyaluran Bantuan Sosial Tunai saat ini di perkirakan akan selesai dalam waktu 10 hari, dan untuk kantor pos di kecamatan pihaknya sudah mensosialisasikan dengan pihak kecamatan masing-masing.

"Kita jadwalkan sampai 10 hari karena sebagai bentuk antisipasi biar tidak terjadi penumpukan antrean dan tetap jaga jarak (phisycal distanching). Bagi penerima bantuan cukup bawa e-ktp dan KK untuk kita cocok kan dengan data penerima," terangnya.( AG.P )

Reporter : A.purnomo.
Editor.Bambang PW

Home » » SUARA RAKYAT,BLT DARI DANA DESA

SUARA RAKYAT,BLT DARI DANA DESA

Oleh. Budi Hantara
OposisiNews.Co.Id-Dampak pandemi Corona bagai rantai panjang yang sulit diputus. Berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah, lembaga sosial dan masyarakat. Namun persoalan demi persoalan terus bermunculan. Usaha dan niat baik untuk mengatasi dampak pandemi Corona mengalami banyak kendala.

Kebijakan pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Corona merupakan langkah yang baik. Demi kepentingan yang mendesak maka perubahan anggaran pun dilakukan. Mulai pusat sampai tingkat desa terjadi perubahaan penggunaan anggaran.

Dana besar digelontorkan untuk membantu meringankan beban rakyat yang terdampak pandemi Corona. Rakyat menyambut gembira kebijakan tersebut. Mereka berharap akan menerima bantuan tersebut. Namun ketika harapan mereka meleset, rasa kecewa dan pupus harapan tak bisa disembunyikan. Gejolak pun tak bisa dihindari.

Berbagai kritik bermunculan sebagai reaksi keras atas bantuan yang dianggap tidak tepat sasaran.  Sikap antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terkesan saling menyalahkan membuat situasi semakin tidak kondusif. Seharusnya antara pusat dan daerah bersinergi dengan baik. Tidak perlu saling lempar kesalahan dan adu argumentasi. Tidak perlu menyalahkan data karena data merupakan hasil rekayasa manusia.

Selama ini setiap ada persoalan yang terkait dengan "data" selalu "data" yang menjadi kambing hitam. Menjelang pemilu ribut karena data calon pemilih yang dianggap tidak valid. Pembagian sembako ribut karena data calon penerima bantuan dianggap tidak tepat.

Sebaiknya kita semua berpikir positif dan menghargai setiap usaha dan niat baik dari semua pihak. Bila selama ini "data" yang dianggap menjadi sumber persoalan, seharusnya pihak kompeten melakukan langkah verifikasi dan refisi  perbarui datanya sehingga menjadi valid. Semua akan mudah karena didukung teknologi canggih yang tentunya dibarengi dengan SDM mumpuni serta mentalitas pengolah data perlu mendapatkan pengawasan guna meminimalisir ' Permainan Data '.

Terkait dengan dana bantuan untuk rakyat, sebenarnya bukan baru pertama kali ini dilakukan dan selalu menimbulkan kritik karena ada yang tidak tepat sasaran. Sekarang ketika pemerintah mengucurkan dana tambahan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Corona persoalan "data" dianggap menimbulkan masalah lagi.

Seharusnya pemerintah (dinas sosial) memiliki data update secara periodik sebagai bekal  meminimalisir terjadinya konflik dibawah. Data komposisi penduduk berdasarkan tingkat penggasilan bisa digunakan untuk membuat pemetaan yang layak menerima bantuan secara berkala harus di lakukan evalusi secara cermat.

Misalnya penerima bantuan yang sudah meninggal segera dihapus sehingga tidak menimbulkan masalah. Data jangan dikerjakan secara mendadak pada saat mau digunakan supaya lebih akurat. Sesuatu yang dikerjakan secara terburu-buru biasanya kurang memuaskan.

Untuk menghindari persoalan data yang terus berulang, sebaiknya segera dilakukan update data mulai dari tingkat RT. RT tentunya lebih memahami kondisi masyarakat di lingkungannya. Bila sudah dilakukan perbaikan data dari tingkat bawah masih terjadi masalah berarti sumber daya manusianya yang harus diperbaiki. Karena valid tidaknya data ditentukan oleh manusia. Kwalitas sumber daya manusia sangat menentukan.

Semoga gejolak yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat segera teratasi. Kita semua harus berjiwa besar dan belajar dari kesalahan. Orang yang berjiwa besar tak perlu malu mengakui kesalahan. Memperbaiki segala kekurangan demi kepentingan masyarakat adalah tindakan yang bijaksana. **

Ngawi, 12 Mei 2020

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon