Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Desa Bangunrejo , Gelar Musyawarah Khusus Desa Penanganan Covid 19

Desa Bangunrejo , Gelar Musyawarah Khusus Desa Penanganan Covid 19

Written By BBG Publizer on Senin, 11 Mei 2020 | 20.46

Dari kiri A.Sujarwanto, S.IP (Kasi PMD Kecamatan
Sumanto, SH.MM (Kasi Pelayanan Umum) , Sutrisno ( Kds Bangunrejo ,Padi Ketua BPD Bangunrejo dan Sri Kayati SE ( Pendamping desa )
Ngawi,OposisiNews.Co.Id- . Jum'at 8/05/2020 , pukul 09.00 Wib-12.00 Wib Pemdes Bangunrejo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi gelar Musyawarah Desa khusus bertempat di pendopo desa.

Musyawarah khusus dalam menetukan kegiatan desa dimasa merabaknya edemik virus Corona, mengagedakan dan membahas dua sikap desa Bangunrejo mendasar SE Bupati Ngawi yaitu :

1. Musyawarah Desa Khusus Penetepan Calon Penerima BLT Dana Desa yang sebelumya diusulkan oleh Tim (Perangkat, Relawan Covid 19).Untuk Pemdes Bangunrejo menetapkan Penerima BLT Sejumlah 25 KK diterimakan 3x ( 3 bulan ) dengan Anggaran Rp. 45.000.000,-

2. Musrenbangdes Khusus Penetepan RKP Des dan Rancangan PAPBDes, dimana ada kegiatan yang dikurangi atau mengurangi Volume untuk BLT Dana Desa diperuntukan Pencegahan Dan Penanggulangan Covid 19.

Pada berita OposisiNews . Sutrisno Kepala Desa Bangunrejo menjelaskan , Musyawarah khusus ini merupakan hal urgen karena menyangkut Dana Desa , Pembangunan Desa dan Penangulangan wabah Covid 19 di wilayah desa Bangunrejo dan tentunya mengacu SE Bupati terkaid prosentase penganggaran BLT Desa yang diambil dari Pos Dana Desa dengan asumsi 5% dari dana desa , secara kondisional bisa menambah namun harus sesuai data valid dilapangan .

Kenapa Pemdes Bangunrejo tidak mengacu Permen terkaid pengagaran BLT dari Pos DD berkisar 25-30% maksimal ?

" Terkaid penetapan prosentase penggaran BLT dari Pos DD , mendasar musyawarah khusus .Pemdes Bangunrejo lebih condong ke SE Bupati selaku penanggung jawab wilayah ( Kabupaten ) , sebenarnya memang harus berpijak pada aturan diatasnya ( Permendes ) namun saya yakin semua sudah dikaji oleh Pemkab langkah terbaik , sebagai pemerintah dibawah Pemkab maka Pemerintah desa mengikuti ", Ujarnya.

Apa yang sudah dilakukan secara Riel Pemdes Bangunrejo dalam penanganan dan pemutusan mata rantai edemik virus Corona ?

" Sejak awal merebaknya virus Corona di tanah air , pemdes Bangunrejo sudah menyiapkan kiat-kiat ( langkah ) yang akan dilakukan pemerintah desa dalam menyelamatkan / meminimalisir warga dari paparan virus , perlu digaris bawahi warga desa Bangunrejo banyak yang mengantungkan hidupnya di luar desa Bangunrejo , hingga saat ini data warga yang sudah masuk data kedatangan warga dari luar daerah kurang lebih 242 jiwa ", Ungkap Sutrisno.

Persiapan penyemprotan
Desinfektan dilingkungan
oleh masing-masing dusun
" Untuk memutus mata rantai atau kekwatiran keselamatan warga baik yang menetap dan pendatang akan virus Corona , pihak desa sejak awal sudah mengagendakan penyemprotan desinfeksitan dititik-titik kumpulnya orang yang sekarang menjadi agenda penyemprotan tiap Minggu dilingkungan , membentuk satgas Covid 19 desa ditiap-tiap dusun dengan melibatkan ( Perangkat desa , BPD , RT/RW dan Karang Taruna ) , menyiapkan ruangan isolasi di kantor desa dan konsisten memberikan sosialisasi / himbauan pada warga tentang bahayanya Corona serta langkah antisipasi warga dengan penerapan pola hidup bersih ( cuci tangan ) tiap habis melakukan aktifitas diluar rumah , Stay at Home ( Diam di Rumah ) , Physakal dan Sosial Distencing seperti yang dianjurkan pemerintah ", jelas Kades Bangunrejo.

Croscek suhu tubuh
pada warga yang melakukan
Isolasi mandiri oleh Tim
Satgas Covid 19 ds Bangunrejo
" Tidak hanya sebatas anjuran saja , pemerintah desa bersama 3 pilar aktif  melakukan pemantauan terhadap warga yang pulang dari rantau, terutama warga yang berstatus ODR berasal dari daerah zona merah Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri , pemdes bersama 3 pilar rutin melakukan croscek suhu tubuh dan memantau perkembangan kesehatan warga yang sedang melakukan isolasi mandiri selama 14 hari , alhasil semua warga desa Bangunrejo yang telah selesai melakukan isolasi mandiri hasinya Negatif ", imbuh Sutrisno mengakhiri perbincanganya .( Red.Adv )
Home » » Bupati Tulungagung Lepas Tim Pendistribusian Fitrah 10 Ribu Paket Sembako

Bupati Tulungagung Lepas Tim Pendistribusian Fitrah 10 Ribu Paket Sembako

Bupati Tulungagung berangkatkan armada BAZNAS pendistribusian 10 ribu paket sembako,Senin 11/05/2020
Tulungagung .OposisiNews.Co.Id- Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo, M.M.,berangkatkan tim pendistribusian beras fitrah dan paket sembako di bulan Ramadhan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan warga akibat dampak virus corona yang di laksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Senin, (11/5/2020).

Sebanyak 10 ribu paket sembako yang per paketnya berisi 5 kg beras,1kg gula,5 bungkus mie  instan, minyak goreng 1 liter, dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tulungagung, langsung disalurkan ke 271 desa dan kelurahan se-Kabupaten Tulungagung, yang rata-rata Per desa akan menerima 30 paket sembako.

Penyerahan secara simbolis diberikan kepada dua orang yakni Eko Wahyudi dari Desa Pelem , Kecamatan Campurdarat dan Sobirin dari Desa Sanan,Kecamatan Pakel, yang turut di hadiri Forkopimda dan Kemenag Tulungagung.

Bupati didampingi ketua
BAZNAS Tulungagung
"Bantuan ini sebagai wujud, pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19," ucap Bupati saat di wawancarai awak media.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, juga menyampaikan bahwa, Pandemi Covid-19 telah berdampak luas pada masyarakat. Tidak hanya dari aspek kesehatan masyarakat, tetapi dari aspek ekonomi dan sosial.

"Oleh karena itu protokol kesehatan harus kita patuhi yaitu menjaga jarak atau Phisycal Distancing, serta pola hidup dan makan sehat, Olah raga, dan tetap  jaga terus imunitas tubuh.” terangnya.

Dalam kesempatannya, Ketua Baznas Kabupaten Tulungagung, Muhammad Fathurro’uf, mengatakan bahwa, pendistribusian bantuan tersebut di targetkan akan selesai dalam waktu 5 hari. Ia juga mengajak Kepada para donatur untuk tetap membayarkan zakatnya ke BAZNAS Tulungagung sebelum hari raya yang selanjutnya akan disalurkan kepada fakir miskin dan duafa.

“Selain ada penyaluran untuk anak yatim piatu dalam bentuk uang tunai, sekarang kita berikan dalam bentuk sembako. Pada para penerima bantuan diharapkan tetap berada di rumah karena petugas BAZNAS akan mengantarkanya,” pungkasnya.( AG.P )

Pewarta : A.purnomo.
Home » » Wabup Berharap Pihak Swasta Lakukan Rapid Tes Mandiri Covid-19

Wabup Berharap Pihak Swasta Lakukan Rapid Tes Mandiri Covid-19

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Wakil Bupati Sidoarjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH berharap pihak-pihak swasta lakukan rapid tes mandiri Covid-19. Seperti halnya yang dilakukan Rumah Sakit Mitra Keluarga Waru di halaman parkir Swalayan Giant Waru, Harapan tersebut diutarakan Wabup H. Nur Ahmad Syaifuddin usai melihat langsung rapid tes yang dilakukan rumah sakit tersebut. Tampak Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji ikut menyaksikan rapid tes tersebut.senin , 11/5/2020.

Bahkan Wabup terkesan dengan teknis pelaksanaan rapid tes yang dilakukan Rumah Sakit Mitra Keluarga Waru. Pasalnya dilakukan diatas kendaraan atau drive thru. Masyarakat tidak perlu turun dari kendaraan untuk mendapatkan layanan rapid tes. Rumah sakit tersebut mengganggandeng aplikasi layanan kesehatan halodoc untuk melakukan rapid tes. Bagi masyarakat yang ingin rapid tes dapat mendaftarkan diri di aplikasi tersebut.

Wabup H. Nur Ahmad Syaifuddin memberikan apresiasi yang besar terhadap pelaksanaan rapid tes mandiri Covid-19  seperti ini. Pasalnya akan sangat membantu Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mencegah penyebaran Covid-19. Menurutnya semakin banyak masyarakat yang di rapid tes maka akan semakin baik. Karena hal itu sebagai langkah antisipasi sejak dini penyebaran Covid-19.

“Ini bagus, inovasi yang baik, rapid tes tanpa turun dari kendaraan, mudah-mudahan pihak-pihak lain bisa mengadakan kegiatan seperti ini,”harapnya.

Oleh karena itu Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur tersebut berharap kegiatan rapid tes dapat dilakukan sebanyak-banyaknya. Rapid tes dilakukan kepada semua masyarakat. Bahkan dirinya berharap pelaksanaan rapid tes dapat tersebar di beberapa titik. Pemkab Sidoarjo sendiri juga telah menganggarkan 20 ribu alat rapid tes.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Drg. Syaf Satriawarman yang ikut mendampingi Wabup H. Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan swap tes Covid-19 akan dilakukan bila terdapat hasil reaktif pada rapid tes kali ini. Swap tes Covid-19 dilakukan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga. Selanjutnya hasil swap tes Covid-19 tersebut akan dilaporkan ke instansinya. Setelah diketahui hasil swap tes positif Covid-19 maka Dinas Kesehatan Sidoarjo akan melakukan tracing kepada keluarga positif korona maupun tetangganya.

“Kalau yang wilayah Sidoarjo kita tindak lanjuti dengan melakukan tracing, melakukan rapid ulang dikeluarganya atau tetangga disekitarnya,”ujarnya.

Drg. Syaf Satriawarman mengatakan seseorang dengan hasil reaktif pada rapid tes nya akan dilakukan isolasi. Namun isolasi tidak harus dilakukan di rumah sakit. Isolasi mandiri dapat dilakukan apabila kondisi orang tersebut tidak menunjukkan gejala  Covid-19. Namun apabila ada keluhan serta terdapat komorbid atau penyakit penyerta maka akan di isolasi di Ruang Isolasi Khusus (RIK) rumah sakit.

“Alangkah baiknya kalau kami bisa mencari dulu sebelum menjadi pasien (Covid-19),”ucapnya.

Dr. Dian mengatakan pihaknya tidak membatasi masyarakat yang ingin melakukan rapid tes. Bahkan kalau bisa sebanyak mungkin. Apalagi kegiatan rapid tes kali ini mendapat dukungan dari Pemkab Sidoarjo. Dirinya juga mengatakan rapid tes seperti ini juga pernah dilakukan Minggu lalu di halaman Koni Jatim. Saat itu animonya sangat baik. Hampir 2 ribu orang yang melakukan rapid tes di tempat tersebut. Oleh karena itu pihaknya berkeinginan yang sama di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Sidoarjo serta Kapolresta Sidoarjo mempersilakan diri untuk dilakukan rapid tes. Hasilnya negatif Covid-19. (Bg)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon