Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Desa Kuniran , Wujudkan Pembangunan Infrastruktur Berkwalitas

Desa Kuniran , Wujudkan Pembangunan Infrastruktur Berkwalitas

Written By BBG Publizer on Minggu, 10 Mei 2020 | 16.44

Pengecoran jalan dusun Krajan , desa Kuniran Kecaman Sine Kab Ngawi
Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Tahap pertama kucuran Dana Desa 2020 sebesar 40% , Pemdes Kuniran kecamatan Sine Kabupaten Ngawi laksanakan program infrastruktur desa yang sudah terencana dalam RPJMDes Kuniran salah satunya Rabat jalan ( cor beton ) di lingkungan disusun Krajan RT 01 RW 02 ( Gelang ) dengan volume pekerjaan 135 M vol.33.75M yang teranggarkan melalui Dana Desa sebesar Rp49.570.000

Dengan pengecoran beton didusun Krajan diharapkan jangka panjang pemerintah desa Kuniran tidak direpotkan dengan perawatan jalan lingkungan .

Papan transparasi
Anggaran DD
Pada berita OposisiNews , Kades Kuniran,Joko Sukendro mengatakan ,"Pilihan rabat cor merupakan kesempatan warga di Forum Musdes desa dengan asumsi tidak perlu perawatan yang rumit seperti aspal dan pavingisasi ''.


" Selain simpel, aman dan Nyaman rabat cor beton dengan melibatkan pihak ketiga ' Java Mix ' lebih efektif dalam pengerjaan tanpa harus menghilangkan padat karya dan tidak kalah sensitif dengan mengadeng pihak ke tiga , transparasi anggaran pembangunan pada masyarakat dan publik bisa terpantau dengan jelas . Tidak ada dusta diantara Pemdes dan Masyarakat " , terang kades Kuniran.

Dari pantauan awak media , mesti disituasi merebaknya wabah virus Corona terlihat puluhan warga dusun Krajan dengan tetap mengenakan masker terlibat dalam kegiatan pengecoran jalan dibawah arahan tim teknis dari Java Mix .

Pelaksanaan Padat
 Karya warga 
" Untuk menghilangkan padat karya mesti disituasi darurat kesehatan sekarang ini pihak desa tidak berani karena tidak ada aturan yang mengijinkan tanpa padat karya , ini menjadi pesan yang diwanti-wanti ( diperhatikan ) oleh Kepala desa pada TPK " , Ucap Sudiharto, Ketua TPK desa Kuniran.

" Hanya kondisi padat karya tidak seperti pada tahun sebelum adanya wabah Corona ,tahun ini terjadi pengurangan tenaga di lokasi kegiatan bahkan TPK Desa menerapkan sip pekerja sebagai upaya pelaksanaan Sosial dan Physical Distencing ", imbuhnya. ( Ptk,ADV Kuniran ) 

Home » » Dua Kecamatan Jadi Evaluasi Merah dalam PSBB Kabupaten Sidoarjo Tahap Pertama

Dua Kecamatan Jadi Evaluasi Merah dalam PSBB Kabupaten Sidoarjo Tahap Pertama

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Di penghujung pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap pertama di Kabupaten Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menilai adanya dua kecamatan yang berbanding terbalik dengan Kecamatan Sidoarjo Kota.

"Dari evaluasi PSBB tahap pertama Kecamatan Waru dan Kecamatan Taman, adalah paling susah mentaati peraturan PSBB," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Minggu 10/5/2020.

Alasan yang dikemukannya, dikarenakan lokasi kedua kecamatan tersebut sebagai wilayah perbatasan Sidoarjo-Surabaya. Juga kesadaran masyarakat akan pentingnya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang masih kurang.

"Inilah tugas kita di PSBB selanjutnya, peraturan harus diperjelas, sanksi harus tegas, petugas dan relawan harus kompak, dan masyarakatnya juga harus segera menyadari," tegasnya.

Sementara itu, angka konfirmasi positif di Kecamatan Sidoarjo Kota dapat ditekan berkat kerja sama petugas gabungan dan relawan dari masing-masing wilayah. Diharapkan, pada periode PSBB tahap kedua ini petugas dan masyarakat bisa bekerja sama untuk mengendalikan Covid-19.

Serta menurut Kapolresta Sidoarjo, sebagai contoh di wilayah Sidoarjo Kota dengan penerapan PSBB yang diperketat dan tegas terbukti berhasil, dengan turunnya angka Covid-19 di wilayah tersebut.

Hal ini berbanding terbalik dengan Kecamatan Waru dan Kecamatan Taman. Saat ini Kecamatan Waru peringkat pertama, yakni jumlah positif Covid-19 berdasarkan hasil swab sebanyak 40 orang. Lalu PDP mencapai angka di atas 100 lebih. Disusul peringkat kedua adalah Kecamatan Taman 22 orang positif Covid-19. Kemudian peringkat ketiga adalah wilayah Sidoarjo Kota.

"Sebab itu, dari hasil dan upaya yang sudah kita jalankan di PSBB tahap pertama, akan kita evaluasi termasuk adanya sanksi-sanksi yang lebih dipertegas lagi di dalam Pergub maupun Perbup," imbuhnya.

Sebelumnya, Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin berharap, pelaksanaan tahap kedua PSBB mulai 12 Mei 2020 sampai 25 Mei 2020 berjalan lebih efektif sehingga tidak perlu diperpanjang lagi kedepannya.

"Saya sendiri mengakui, indikator keberhasilan PSBB di Sidoarjo memang belum tercapai. Karenanya nanti akan kita bahas evaluasi dan bahas bersama, serta kami himbau kepada masyarakat juga ikut sadar betapa pentingnya mentaati peraturan PSBB ini," pungkasnya.(bg).

Reporter.Subagyo SH
Editor.Bambang PW

Home » » PSBB Sidoarjo di Perpanjang Sampai 25 Mei 2020

PSBB Sidoarjo di Perpanjang Sampai 25 Mei 2020

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama dengan tiga kepala daerah  Surabaya, Sidoarjo dan Gresik sepakat perpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 25 Mei 2020 mendatang.

Rapat tertutup yang berlangsung sekitar 2 jam dipimpin Gubernur Khofifah. Usai rapat Khofifah menyampaikan alasan PSBB Surabaya Raya diperpanjang karena penyebaran pandemi Covid-19 di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) masih tinggi.

Pertimbangan lainnya karena virus Covid-19 bisa bertahan di dalam tubuh lebih dari 14 hari.

"Sekitar 70 persen virus bisa bertahan lebih dari 14 hari. Ini berdasarkan kajian dari ahli yang disampaikan pada saat rapat evaluasi PSBB tadi", kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Sabtu 9/5/2020.

Khofifah juga menjelaskan hasil evaluasi PSBB di tahap pertama masih banyak warga yang melanggar.

Pada penerapan PSBB tahap kedua mulai tanggal 12 - 25 Mei 2020 ,Pemprof Jatim akan pemberian sanksi serta diberlakukan lebih ketat dan tegas pelaksanaan PSPB ke dua 

Pelanggar PSBB akan dikenakan  sanksi salah satunya pemblokiran mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) dan SKCK selama 6 bulan bagi warga Surabaya Raya yang mengindahkan PSPB ke dua serta saksi lain. 

Sementara itu, pemerintah kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan sejumlah langkah yang berkaitan dengan pemberian bantuan kepada keluarga kurang mampu.

Data yang disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin jumlah Kepala Keluarga (KK) di kabupaten Sidoarjo ada 639 ribu KK dan yang akan mendapatkan bantuan ada 450 ribu KK.

"Jadi kalau kita hitung sekitar 68 persen atau 450 ribu KK se Kabupaten Sidoarjo yang mendapat bantuan,  hanya saja pendistribusiannya tidak bersamaan atau bertahap, jadi mohon bersabar", ujarnya.

Data terakhir hari Jum'at tanggal (8/5/2020) perkembangan Covid-19 di Sidoarjo jumlah yang terkonfirmasi positif mencapai 152 orang. Jumlah PDP 214 orang dan jumlah ODP 836 0rang.(Bg).

Reporter.Subagyo SH
Editor.Bambang PW

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon