Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Magetan Tambah 2 Lagi, Terconfirmasi Positif Covid-19

Magetan Tambah 2 Lagi, Terconfirmasi Positif Covid-19

Written By BBG Publizer on Minggu, 03 Mei 2020 | 20.43

Magetan,OposisiNews.Co.Id - Malam ini (3/05/2020) Kabupaten Magetan kembali dapat tambahan 2 terconfirmasi positif covid-19. Kedua orang yang terpapar covid19 masih berhubungan erat dengan claster pesantren terbesar di Magetan.
Pasien 47 Mut ( 30 th ) laki laki asal kec Plaosan dan Pasien 48 Aros ( 16 th ) Laki laki warga kec Bendo

Keduanya merupakan hasil tracing terhadap pelajar ponpes terbesar di Magetan.  Yang telah dipulangkan dari pondok di w├»layah magetan.

Dari tambahan 2 terconfirm positip ini gugus tugas langsung melaksanakan lockdown/PSBB ala magetan.
Seperti yang telah dilakukan sebelumnya

Tim gugus tugas direncanakan besok langsung melakukan tracking yang kontak erat dan berinteraksi langsung dengan yang terconfirm positip. Melaksanakan physical distanching / penutupan jalan dan pembatasan - pembatasan lain di area pasien 47 dan 48 tersebut selain  melakukan penyemprotan disinfektan dan penanganan masyarakat terdampak.

Tidak bosannya Tim Gugus Tugas Covid19 Kab.Magetan memberikan himbauan protap pemutusan mata rantai penyebaran virus Corona untuk selalu berperilaku hidup sehat, sesering mungkin cuci tangan dengan sabun di air mengalir, tetap tinggal di rumah, bekerja belajar dan beribadah tetap di rumah.
Selalu bermasker bila terpaksa keluar rumah. Belum menunjukan hasil yang maksimal terbukti masih adanya pasien terconfirmasi Covid19 baru.

"Lakukan phsycal distancing , Sosial Distencing dan Stay At Home . Selalu jaga jarak aman hindari kerumunan dan jangan kucilkan penderita covid-19 beserta keluarganya. Inilah saatnya untuk saling menguatkan bukan saling menyalahkan. Mari kita bergerak bersama memutus mata rantai covid-19'',tegas Ketua Gugus Tugas Covid19 Magetan  (US)

Reporter Umar S
Sumber Data.Kominfo Magetan
Editor.Bambang PW

Home » » Masih Banyak Pelanggar PSBB, Polisi Sidoarjo Mulai Lakukan Tindakan Hingga Rapid Test

Masih Banyak Pelanggar PSBB, Polisi Sidoarjo Mulai Lakukan Tindakan Hingga Rapid Test

Warga yang terjaring melanggar aturan PSBB di wilayah Sidoarjo , lakukan pemeriksaan kesehatan di atas mobil terbuka Polresta Sidoarjo
Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Memasuki hari kelima pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Sidoarjo, Polisi mulai lakukan penindakan dan penerapan sanksi kepada para pelanggar.sabtu, 2/5/2020.

Seperti terlihat di perbatasan wilayah hukum Kabupaten Sidoarjo dengan Kota Surabaya, para petugas gabungan tak segan segan menghentikan kendaraan roda dua maupun roda empat yang masih tidak patuh dengan aturan PSBB.

Salah satunya yang masih diabaikan oleh masyarakat, adalah adanya jam malam yang berlaku mulai pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Rata-rata pelanggar aturan jam malam tersebut, adalah pengendara usia muda.

"Mereka saat ditanya petugas tidak dapat menjelaskan alasan dan tujuan keluar malam. Selain itu mereka juga mengabaikan physical distancing yakni berboncengan tidak dalam satu keluarga, serta ada yang masih tidak bermasker," jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Minggu 3/5 dini hari.

Selanjutnya sesuai ketentuan pasal 10 Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 21 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar, para pelanggar di berikan sanksi teguran tertulis dan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan undang-undang karantina.

"Sasaran operasi jam malam PSBB kami tidak hanya terhadap para pengendara kendaraan bermotor saja. Namun juga, personel gabungan disebar menyisir warung kopi, cafe dan tempat-tempat yang masih ada kerumunan massa," lanjut Kombes Pol. Sumardji.

Tindakan represif petugas gabungan dalam pelaksanaan PSBB, juga dilakukan pengecekan kondisi tubuh pengendara. Mulai dari pengukuran suhu tubuh menggunakan thermo gun, pemeriksaan kesehatan, hingga terhadap para pelanggar jam malam dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk dilakukan rapid test Covid-19. Untuk mengetahui ada tidaknya di antara mereka yang terjangkit Virus Corona (Covid-19) atau tidak.

Terkait hasil rapid test, sekitar 65 orang yang terjaring karena melanggar jam malam PSBB pada Minggu 3/5 dini hari, Paurkes Polresta Sidoarjo Ipda Rukwandi menyampaikan, bahwa hasil rapid test mereka adalah negatif dari Covid-19.(bg)
Home » » Polresta Sidoarjo Terus Gencarkan Larangan Balap Liar

Polresta Sidoarjo Terus Gencarkan Larangan Balap Liar

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Masih banyak ditemui aksi balap liar di tengah wabah Covid-19, seolah tidak membuat rasa takut bagi pemuda-pemuda di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo untuk saling adu kecepatan motor mereka.

Di setiap ada kesempatan, ada lintasan jalan raya lengang. Menjadi pilihan mereka untuk melakukan balap liar. Tentu ini membuat resah masyarakat sekitar. Karena sangat membahayakan keselamatan pengendara dan masyarakat di sekitaran lokasi.

Polisi pun tidak tinggal diam terkait maraknya balap liar di Kabupaten Sidoarjo. Bahkan pertengahan April 2020 lalu, sekitar 200 motor dan 300 lebih ABG terjaring Polresta Sidoarjo karena terlibat dalam aksi balap liar.

"Niat baik dari pemerintah yang meliburkan sekolah berkaitan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19), disalahgunakan oleh para pelajar untuk melakukan aktivitas yang tidak terpuji dan memprihatinkan kondisi seperti ini," jelasnya.

Sebab itu, sebagai warning (peringatan) kepada para anak-anak muda tersebut supaya tidak kembali melakukan aksi balap liar. Polresta Sidoarjo juga melakukan patroli, serta menyebar berbagai spanduk himbauan kamtibmas terkait larangan dilakukannya balap liar.

"Semoga dari berbagai upaya yang sudah kita lakukan, mereka dapat sadar dan tidak kembali melakukan balap liar di wilayah Kabupaten Sidoarjo," pungkas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.(bg)
Home » » Tahap I DD , Pemerintah Desa Cantel Rampungkan Proyek Infratruktur Dusun Ngrowo

Tahap I DD , Pemerintah Desa Cantel Rampungkan Proyek Infratruktur Dusun Ngrowo



Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Parlan , Kades Cantel Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi targetkan semua proyek infrastruktur desa bisa kelar di periode kepemimpinan yang ke tiga ( periode terakhir ).

" Dengan adanya Alokasi Dana Desa dan Dana Desa tidak ada alasan pemdes untuk tidak bisa merampungkan rencana pembangunan desa ( infrastruktur - Non Infrastruktur ) yang telah tersekedul melalui RPJMDes sesuai prioritas pembangunan desa jangka pendek dan jangka panjang ", ungkap Parlan.

" Hanya pada tahun ini saja ditengah wabah Corona yang mendunia sedikit banyak terimbas pada semua sektor termasuk dipemerintah desa dalam penganggaran dana desa dampak aturan-aturan dari pemerintah yang sifatnya darurat mulai dari pemangkasan anggaran , perubahan anggaran sampai berimbas pada pengerjaan proyek karena tidak hanya mengacu pada skema Padat Karya Tunai ( PKT ) namun juga harus mematuhi protab kesehatan yang dicanangkan pemerintah akir-akir ini seperti Phsykal Distencing dan Sosial Distencing ", Ujar kades.

" Untuk sementara di pencairan 40 persen Dana Desa tahap pertama , pemerintah desa dibawah kendali TPK  telah merampungkan kegiatan infrastruktur di dusun Ngrowo berupa Talud + Drainase anggaran Rp 337.899 ( DD ),Rigit Beton anggaran Rp 113.624 ( DD )  dan Plat gorong-gorong anggaran Rp 67.459 ( DD ) ketiga kegiatan dipusatkan di RT 04 RW 02 " , imbuhnya.

Pada berita OposisiNews dilokasi kegiatan Priyono. TPK desa Cantel mengatakan , Sebagai kelengkapan lembaga pemerintah desa dan sebagai TPK kegiatan infrastruktur desa, saya hanya sebatas melaksanakan sebaik mungkin apa yang diamanahkan warga melalui kesepakatan musyawarah desa yang telah terkonsep pada APBDes Cantel 2020 . Pada intinya semua kegiatan infrastruktur desa sudah melalui proses Musdus , Musdes dan Muscam yang pada prinsipnya murupakan kehendak , harapan warga bukan pemerintah desa semata .

" Alhamdullilah ketiga kegiatan di dusun Ngrowo bisa diselesaikan seperti harapan dan waktu mesti dalam kondisi kesehatan , perekonomian warga yang mengkwatirkan dampak wabah Corona , disisi lain dengan dikerjakan masyarakat secara tidak langsung bisa sedikit meringankan beban hidup / ekonomi warga ", terang TPK ( RF )

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon