Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Kakorlantas Pantau Ops Ketupat Semeru dan Pos Check Point PSBB di Sidoarjo

Kakorlantas Pantau Ops Ketupat Semeru dan Pos Check Point PSBB di Sidoarjo

Written By BBG Publizer on Sabtu, 02 Mei 2020 | 21.51

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Guna mengetahui langsung pelaksanaan Ops Ketupat Semeru 2020, dan pos check point PSBB penanggulangan Covid-19, Kakorlantas Polri mengecek pos di Polantas Waru, Sidoarjo.Sabtu ,2/5/2020.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Istiono, di Pos Check Point P1 Waru Sidoarjo mengatakan, dalam kunjungan kerjanya kali ini, pihaknya ingin mengecek dan memastikan jalannya Ops Ketupat Semeru 2020.

“Operasi Ketupat tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Karena pelaksanaannya di tengah pandemi Virus Corona. Jadi ada beberapa poin aturan yang menitikberatkan pada upaya pencegahan penyebaran virus tersebut,” ujar Irjen Pol. Istiono.

Misalnya, warga dari luar daerah diminta untuk menunda tujuan perjalanan mudiknya. Apabila di perbatasan Sidoarjo, saat di pos check point ditemukan pengendara dari luar kota, maka harus diminta untuk balik agar tidak masuk ke wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Karena, ada beberap SOP yang harus dipahami dan dilaksanakan lebih banyak, maka Kakorlantas berharap para personel Polri yang bertugas di Pos Check Point untuk menguatkan sinergitas bersama petugas dari instansi lainnya.

“Upaya memutus mata rantai Covid-19 harus kompak dilakukan semua pihak. Karenanya maksimalkan dalam pelaksanaan PSBB ini. Perhatikan aturan-aturan yang dibolehkan dan yang dilarang sesuai Pergub maupun Perbup dalam PSBB penanganan Covid-19,” pesannya.

Sementara itu, terkait situasi kamtibmas dalam pelaksanaan PSBB di Kabupaten Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengatakan hingga saat ini berjalan aman dan kondusif. Ia juga menghimbau kepada semua masyarakat, khususnya para pengendara untuk tetap mematuhi semua peraturan dalam PSBB.(BG).
Home » » Cak Nur Blusukan Beri Santunan Pada Nenek Hidup Sebatang Kara

Cak Nur Blusukan Beri Santunan Pada Nenek Hidup Sebatang Kara

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Nenek berinisial Mesti ( 80 th ) hidup seorang diri yang menempati rumah sangat sederhana di RT 06 Rw 02 desa Gampang , Kecamatan Prambon menggantungkan hidupnya dari uluran tangan dan belas kasihan para tetangganya. Sempat terdengar dan menjadi perhatian orang nomor 2 di Kabupaten Sidoarjo.

Untuk sampai ke rumah  Mesti, Cak Nur sapaan akrab wakil Bupati Sidoarjo harus berjalan kaki sejauh 300 meter dari jalan raya.

Kedatangan Cak Nur untuk memastikan laporan yang diterimanya kalau ada seorang warga desa Gampang yang tinggal sendirian dan tak memiliki anak. Hanya ada sanak keluarga jauh. Selain itu, kehadiran Cak Nur sekaligus memberi santunan uang tunai dan sembako. Sabtu, 2/5/2020.

Cak Nur juga minta kepada petugas Puskesmas Prambon untuk membersihkan badan, terutama kukunya yang panjang sudah lama tidak pernah dibersihkan.

Kondisi Mesti nampak memprihatinkan, selain kondisi rumahnya yang tak terurus, pendengarannya pun sudah memburuk dan agak kesulitan jika diajak bicara. Tak selayaknya dengan kondisi seperti Mesti harus tinggal seorang diri di rumah tanpa ada yang merawatnya.

"Sebenarnya Ibu Mesti ini masih punya keluarga, ada yang di Sukodono ada yang tinggal dekat sini. Saya berharap pihak perangkat desa bermusyawarah dengan pihak keluarga agar ada yang merawatnya", ujar Cak Nur.

Bila memang tidak ada yang merawat perangkat desa dan keluarga bisa koordinasi dengan dinas Sosial untuk ditindak lanjuti dengan mengirim Bu Mesti ke Liponsos (Lingkungan pondok sosial) milik pemkab Sidoarjo yang berada di Jl. Sekolahan, Cangkring, Sidokare, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

"Saya harap pihak desa dan keluarga segera musyawarah dan koordinasi dengan dinas Sosial supaya Ibu Mesti mendapatkan perawatan yang layak di Liponsos", urai Cak Nur.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 dan juga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Wabup Cak Nur menegaskan jangan sampai ada warga Sidoarjo yang tidak bisa makan.

"Jika petugas gugus tugas penanganan Covid-19 menemui ada warga yang tidak bisa makan karena kesulitan ekonomi maka segera dilaporkan ke dinas Sosial untuk ditindak lanjuti", pungkas Cak Nur. (Bg).
Home » » PENDIDIKAN MEMBENTUK MANUSIA MANDIRI

PENDIDIKAN MEMBENTUK MANUSIA MANDIRI


Oleh: Budi Hantara

OposisiNews.Co.Id-Pendidikan mengemban misi yang luhur, yaitu “Memanusiakan manusia untuk menjadi manusia mandiri dan bermartabat”. Sejarah telah membuktikan bahwa kebodohan menyebabkan bangsa Indonesia hidup terjajah dan kehilangan martabat sebagai manusia mandiri. Pada masa penjajahan, pendidikan hanya bisa dinikmati oleh golongan tertentu. Golongan terpelajar yang merupakan motor penggerak perjuangan di Indonesia masih sangat terbatas.

Bertepatan dengan Peringatan Hari Pendidikan pada hari ini, Sabtu 2 Mei 2020 marilah kita tengok sejarah pendidikan di Indonesia. Dengan memahami makna sejarahnya maka kita akan  bisa mengambil nilai-nilai positip yang bermanfaat bagi kehidupan. Para pejuang kita menyadari bahwa pendidikanlah yang mampu mengangkat harga diri bangsa dan menanamkan jiwa nasionalisme untuk melawan penjajah.

Pada abad 20 muncullah tiga tokoh pendidikan yang membuka jalan bagi lahirnya pendidikan di Indonesia. Mereka  adalah M. Syafei tokoh INS (Indinesiche Nederlands School), Suwardi Suryaningrat tokoh Taman Siswa dan K.H. Dahlan pelopor pendidikan Muhammadiyah.

Suwardi Suryaningrat atau yang kita kenal dengan Ki Hajar Dewantara dipandang memiliki pengaruh yang paling besar bagi pendidikan nasional. Ki Hajar Dewantara sebagai Pahlawan Pendidikan Nasional, maka sebaiknya kita memahami pendidikan Taman Siswa. Hal ini dipandang perlu karena Ki Hajar Dewantara sangat identik dengan Taman Siswa. Ibarat manusia maka Ki Hajar Dewantara adalah rohnya dan Taman Siswa adalah raganya.

Teladan Ki Hajar Dewantara

Pendidikan Taman Siswa yang berdiri 1922, pada awalnya dikenal dengan nama “Natinonal Onderwedjs Institut Taman Siswa”. Lembaga yang didirikan Ki Hajar Dewantara ini terkenal dengan sebutan Pendidikan Nasional dengan Sistem Among. Sesanti “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani” kiranya perlu lebih dikobarkan lagi demi keberhasilan pendidikan masa kini.

Pendidikan yang berhasil bukan sekadar mampu melahirkan kecerdasan intelektual, tapi juga harus mampu membentuk kepribdian mandiri. Upaya menanamkan pendidikan karakter saat ini sangatlah tepat dalam rangka membentuk jiwa mandiri. Para guru memiliki tanggung jawab yang besar dan sangat menentukan berhasil tidaknya misi pendidikan.

Dalam mengajar termuat juga bahwa guru berusaha untuk memandirikan siswa. Kemandirian siswa merupakan hasil sebuah proses. Mengajar yang baik akan memberi pengalaman yang membangkitkan bermacam-macam sifat, sikap dan kesanggupan yang konstruktif.

Proses belajar yang baik memberi pengaruh yang baik pada perkembangan pribadi siswa. Siswa belajar berpikir kritis dan kreatif, belajar bekerja sama memecahkan masalah dan sebagainya. Untuk melahirkan generasi cerdas dan berkepribadian mandiri diperlukan figur teladan. Maka seorang guru idealnya harus mampu menjadi teladan bagi siswanya. Pola pikir dan pola tindak guru harus menjadi teladan. Seorang guru juga harus mampu menjadi motivator bagi keberhasilan para siswanya.

Guru ibaratnya seorang aktor yang serba bisa. Para guru adalah sutradara dan sekaligus aktor. Mulai menyusun rencana pembelajaran (sebagai sutradara), melaksanakan kegiatan belajar mengajar (sebagai aktor), guru menjadi pusat perhatian para siswa. Para guru memerankan tanggung jawabnya dengan ikhlas (tanpa pamrih). Keteladanan Ki Hajar Dewantara yang “Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe”  semoga menjadi inspirasi bagi para guru dalam rangka mewujudkan misi pendidikan. Ki Hajar Dewantara telah berjuang tanpa pamrih untuk mengentaskan bangsa Indonesia dari lembah kebodohan dan mengembalikan harga diri bangsa yang dirampas penjajah. Kini tongkat perjuangan melawan kebodohan untuk melahirkan generasi cerdas dan mandiri diserahkan pada para guru.

Jiwa besar Ki Hajar Dewatara memang pantas menjadi teladan. Dalam perjuangan, beliau tampil di depan sebagai pendekar yang gagah berani. Inilah wujud nyata dari sesanti Ing Ngarsa Sung Tulada yang ditunjukkan kepada kita. Pola pikir dan pola tindak sebagai seorang figur sangat jelas dan harus kita teladani. Demi kemajuan bangsanya Ki Hajar Dewantara berani menghadapi resiko yang berat dari penjajah Belanda. Keberaniannya ditunjukkan dengan penolakannya terhadap Undang-Undang Pengajaran swasta tanggal 13-9-1932 yang dikeluarkan pemerintah Belanda. Undang-undang tersebut tidak menguntungkan bagi pendidikan swasta sebab isinya demikian;

 “Untuk mendirikan sekolah swasta guru-gurunya harus dari pemerintah dan bahan pengajarannya sama dengan sekolah negeri.”

Kita harus memahami bahwa pemerintah pada saat itu adalah penjajah Belanda. Jika diatur pemerintah penjajah Belanda maka perjuangan melalui pendidikan tidak mungkin bisa dilakukan. Maka nilai-nilai nasionalisme yang ditanamkan melalui pendidikan akan dimatikan oleh pemerintah penjajah. Oleh sebab itu Ki Hajar Dewantara memprotes dan akhirnya Undang-Undang Pengajaran tersebut dicabut.

Di samping menolak Undang-Undang Pengajaran, Ki Hajar Dewantara juga menolak tanggal 31 Agustus sebagai hari libur sekolah yang ditetapkan pemerintah Belanda. Ki Hajar Dewantara tahu bahwa tanggal 31 Agustus merupakan hari ulang tahun ratu Belanda. Penolakan didasarkan pada pertimbangan psikologis dan rasa nasionalisme. Jika kita ikut merayakan hari ulang tahun ratu Belanda yang notabene penjajah, maka harga diri kita akan semkin diinjak-injak dan secara tidak langsung kita mengakui pemerintah penjajah. Maka Ki Hajar Dewantara tetap mengajak murid-murid Taman Siswa masuk. Tindakan Ki Hajar Dewantara memberi gambaran yang jelas bahwa kecerdasan dan sikap kritis merupakan senjata yang ampuh untuk menghadapi segala bentuk penindasan. Sikap kritis yang ditunjukkan Ki Hajar Dewantara tidak sekadar berani menentang. Kritis yang didasari dengan alasan dan tujuan yang jelas, yaitu menolak segala bentuk penindasan. Penindasan di era modern tentunya tidak sama dengan penjajahan zaman dulu. Namun kecerdasan dan sikap kritis sebagai manusia mandiri tetap menjadi senjata utama.

Pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat, terutama bila dilihat secara kuantitas. Berbagai lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal tumbuh bagai cendawan di musim hujan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan meningkat. Namun bila dilihat secara kualitas masih memprihatinkan. Kenyataan menunjukkan bahwa daya saing bangsa Indonesia berada pada urutan bawah. Kita tidak menyangkal bahwa daya saing bangsa banyak dipengaruhi oleh kualitas pendidikan. Oleh karena itu seharusnya kita segera bangkit untuk membenahi pendidikan yang disinyalir kurang berkualitas.

Budaya mencari kambing hitam tak pantas dilakukan untuk mengurai benang kusut dalam dunia pendidikan kita. Orang tua, Masyarakat dan Pemerintah harus memiliki visi dan misi yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pendidikan jangan dijadikan ajang bisnis atau dipolitisir. Semua pihak harus kembali pada tujuan pendidikan, yaitu;

- Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan ketrampilan.
- Mempertinggi budi pekerti.
- Memperkuat kepribadian, mempertebal semangat kebangsan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diri sendiri (mandiri) serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Jika semua pihak bisa belajar dari keteladanan Ki Hajar Dewantara maka kualitas pendidikan kita niscaya akan semakin baik. Hal itu sesuai dengan pasal 4 Sisdiknas, yaitu

 “Pendidikan diselenggarakan sebagai proses pemberdayaan dan pembudayaan dengan memberikan keteladanan, membangun kemauan, mengembangkan kreativitas peserta didik.”

 Pendidikan dan pembelajaran akan efektif apabila komunitas yang mendidik lebih dahulu menunjukkan keteladanan dan budaya pola pikir positif serta cerdas emosional spiritual. Dengan demikian para peserta didik yang telah dibekali IQ, EQ dan SQ, tinggal memodel para guru dan orang tuanya yang sekaligus merupakan habitat terbaiknya. (Amir Faisal dan Zulfanah, Menyiapkan Anak Jadi Juara, halaman 100).

Orang tua, Masyarakat dan Pemerintah harus bekerjasama dan mengambil peran sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Orang tua dan masyarakat hanya  jangan menuntut agar anaknya mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Mereka harus menjadi motivator bagi keberhasilan pendidikan. Pemerintah yang memiliki kewenangan membuat kebijakan demi kemajuan pendidikan di Indonesia biarkan bekerja secara profesional.**

Catatan:
Penulis adalah pelaku dan pemerhati pendidikan.

Home » » BUPATI BLORA SEMANGATI PETUGAS MEDIS MENANGANI PASIEN COVID 19

BUPATI BLORA SEMANGATI PETUGAS MEDIS MENANGANI PASIEN COVID 19

Bupati Blora , Djoko Nugroho beri dukungan moral pada tenaga medis penanganan covid-19
Blora,OposisiNews.Co.Id- Bupati  Blora Djoko Nugroho turun langsung ke tiap Puskesmas untuk menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan madu untuk suplemen kesehatan pada tenaga medis didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan tim Posko GTPP Covid-19.

Kokok sapaan akrab Bupati Blora mengharapkan agar petugas medis selain mengantisipasi dan menangani covid 19 yang pandemic juga perlu memperhatikan adanya stunting ,Demam berdarah dan Ibu hamil.Selain itu orang nomer satu di Blora sempat memberi semangat dan motivasi kepada para tenaga medis yang sedang gigih menangangi wabah Corona, Rabu (29/4/2020).

Agenda kunjungan Bupati tersekedul di 7 lokasi yaitu:  Puskesmas Kunduran, Puskesmas Sonokidul, Puskesmas Doplang, Puskesmas Randulawang, Puskesmas, Randublatung, Puskesmas Menden dan Puskesmas Kutukan.

Dengan didampingi Asisten Administrasi dr. Henny Indriyanti, M.Kes, dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, Bupati meminta agar para tenaga medis terus semangat bekerja, melayani pasien sepenuh hati, dan selalu menjaga kesehatan.

Bupati menjelaskan, saat ini Blora sudah ada 13 postif rapid-test. Oleh karena itu diminta perawat harus tetap dalam kondisi sehat. Dijadwalkan Senin , pasien yang rapid positif akan dirujuk ke RSU Blora untuk isolasi khusus.

" Jangan sampai ada kasus penolakan pasien . Petugas kesehatan juga harus di rapid test untuk memastikan dirinya sehat,” tegas Bupati.

Selain fokus Covid-19, Bupati juga menekankan agar petugas kesehatan tidak lupa dengan kasus stunting, ibu hamil dan DBD yang harus terus ditangani bersama.Kepada Forkopimcam yang turut hadir penyerahan APD , Bupati berpesan agar Camat dan jajarannya bisa memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak berkerumun dan sementara beribadah cukup di rumah saja.

“Tolong Camat untuk mengantisipasi dan mengimbau warga pelaksanaan solat tarawih sementara dilaksanakan dirumah dan tetap konsisten jaga jarak ( Social Distencing , Psyko Distencing ) minimalisir adanya kerumunan massa. Perawat harus juga harus mampu menjadi contoh untuk warga di sekitarnya. Ibadah di rumah saja,” ajak Bupati.

Pada awak media Plt Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengagarkan pembelian dan pemesanan 4500 alat rapid-test dan baru terealisasi ( terkirim )  100 buah.

“Kita ( Dinkes.red ) berupaya apa yang sudah teranggarkan bisa secepatnya terealisasi sesuai kebutuhan , karena seluruh daerah juga membutuhkan, maka pengiriman kekurangan alat rapid-test tidak bisa secepat yang kita harapkan,” ujar Lilik Hernanto.

Sementara APD berupa baju tenaga medis yang disalurkan kali ini sejumlah 250 pcs. Dengan rincian Puskesmas Kunduran 40 pcs, Puskesmas Sonokidul 30 pcs, Puskesmas Doplang 40 pcs, Puskesmas Randulawang 30 pcs, Puskesmas Randublatung 40 pcs, Puskesmas Menden 40 pcs dan Puskesmas Kutukan 30 pcs. (DWI).

Home » » Kapolresta Sidoarjo Cek Pelaksanaan PSBB Hari Ke Empat

Kapolresta Sidoarjo Cek Pelaksanaan PSBB Hari Ke Empat

 Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji melakukan pengecekan di pos check point PSBB Covid-19.jumat 1/5/2029.
Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Guna memastikan efektifitas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari ke empat di Sidoarjo,  Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji melakukan pengecekan di sejumlah pos check point PSBB penanggulangan Covid-19.jumat 1/5/2029.

Di lokasi pos Check Point  Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Sumardji turut melakukan pemeriksaan terhadap pengendara roda dua yang berboncengan, dan kendaraan roda empat bernopol dari luar wilayah Kabupaten Sidoarjo.

“Masih ada pengendara roda dua dan roda empat yang mengabaikan peraturan PSBB, sebagaimana tertera dalam Perbup 32 tahun 2020. Karenanya di hari ke empat ini, kami lakukan teguran kepada mereka. Ada juga yang datang dari Pasuruan dengan alasan kurang jelas, harus kami minta untuk kembali pulang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Sidoarjo kembali menghimbau kepada masyarakat agar turut mematuhi peraturan PSBB. Demi mempercepat memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Termasuk pada saat malam hari, jangan ada yang keluyuran dan memasuki wilayah Kabupaten Sidoarjo sebelum pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 04.00 WIB karena diberlakukan jam malam dalam PSBB di Kabupaten Sidoarjo.

Sementara bagi petugas gabungan yang berada di pos check point PSBB, ia juga kembali menyampaikan tentang mekanisme SOP pengecekan atau pemeriksaan para pengendara. Termasuk juga penerapan protokol kesehatan terhadap pencegahan Covid-19 di setiap pos check point.

“Berbagai himbauan kepada masyarakat terkait PSBB, akan kami gencarkan baik melalui pengeras suara, baliho, selebaran dan bentuk lainnya,” pungkasnya.(bg)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon