Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » PT. Pusaka Land Gandeng Forkopimka dan IJM Bagikan Paket Sembako , Peduli Covid 19

PT. Pusaka Land Gandeng Forkopimka dan IJM Bagikan Paket Sembako , Peduli Covid 19

Written By BBG Publizer on Jumat, 01 Mei 2020 | 19.35

Magetan, OposisiNews.co.id - Aksi sosial ditengah merebaknya edemik wabah virus Corona ( covid 19 ) semakin tidak terbendung dan semakin memposisikan kepedulian semua lini dan unsur di NKRI tidak terbantahkan.

Hal itu terbukti hampir merata di semua daerah di NKRI untuk melakukan giat / gerakan sosial pada sesama mulai dari pembagian masker , cek kesehatan dan bagi sembako secara Gratis yang diprakarsai lembaga Pemerintah , Non Pemerintah dan Individu ( Pribadi )

Bedit Nana Sambodo direktur PT. Pusaka Land Graha.(Perumahan Ngariboyo)  dengan mengusung tema ' Satu Rasa Satu Saudara ' bersama Forkopimka Ngariboyo dan mengadeng pelaku media yang tergabung di Ikatan Jurnalis Magetan lakukan giat sosial ' Peduli warga Terdampak Covid 19 ' dengan pembagian 300 masker dan paket sembako pada masyarakat desa Ngariboyo dan Balengondo Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan , pembagian sembako dan masker dilaksanakan di halaman Perumahan Pusaka Land Graha .Jum'at 01/05/2020.

Direktur Perumahan Pusaka Land mengatakan bahwa pembagian sembako dan masker merupakan wujud keperdulian kami ( PT. Pusaka Land.red ) dalam membantu warga masyarakat yang secara langsung dan tidak langsung terdampak pembatasan Sosial Distencing , Psykal Distencing yang diterapkan oleh Pemerintah akibat merebaknya virus Corona khususnya di wilayah Magetan dan NKRI pada umumnya.

" Kami memberikan ini bukan kami berlebih,atau mencari sensasi. Namun karena kami perduli sesama, akibat merebaknya  Covid 19. Dan hal ini menjadi tanggung jawab kita semua, semoga dengan pemberian paket sembako dan masker bisa meringankan beban dan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak" ujar Bedit Nana Sambodo.

Dikesempatan yang sama camat Ngariboyo Arif ,perwakilan forkopimca Ngariboyo mengucapkan banyak terimakasih pada PT. Pusaka Land Graha Ngariboyo yang telah perduli pada masyarakat,khususnya di wilayah kecamatan Ngariboyo.

" Saya mewakili forkopimca Ngariboyo, pemerintah desa Ngariboyo dan Balegondo mengucapkan terima kasih kepada PT .Pusaka Land Graha Ngariboyo yang telah peduli dengan masyarakat, semoga dengan bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi warga masyarakat yang menerima," kata Camat Ngariboyo. US.

Home » » Kebakaran Gudang Pupuk dan BBM milik Kusnun Mengakibatkan kerugian Rp 65 juta

Kebakaran Gudang Pupuk dan BBM milik Kusnun Mengakibatkan kerugian Rp 65 juta

Magetan, Oposisi.co.id - Jago merah luluh lantakan  gudang pupuk dan BBM milik Kasnun ( 65th ) warga desa ngelang , RT03/RW 01 .Kec. Kartoharjo.Kabupaten Magetan , Jumat 01/05/2020

Dari keterangan saksi kejadian, Dila (30th) warga   rt 05 rw 02 desa ngelang kecamatan kartoharjo dan  Sasang ( 35 th) warga rt 01 rw 01 desa ngelang kecamatan kartoharjo    karyawan gudang pupuk mengatakan, kejadian berawal dari konsleting listrik dari mesin Sanyo di ruang gudang pupuk ,percikan api konsleting menyambar ke drom minyak mudah terbakar.(BBM)

Melihat kejadian itu  Dila dan Sasang bergegas untuk memadamkan kobaran api dengan alat seadanya karena kobaran api terlalu besar keduanya berteriak mencari bantuan.

Pukul 09.15 wib perangkat desa ngelang dan warga sekitar berupaya membantu memadamkan jago merah yang semakin menggila sambil menunggu pemadam kebakaran ( PMK ) pemda magetan.

Pukul 10.45 wib .Dua mobil pemadam kebakaran ( PMK ) milik pemda magetan tiba di lokasi kebakaran desa ngelang selanjutnya berusaha memadamkan api. pukul 11.30 wib api dapat di padamkan oleh tim damkar pemda magetan .

Pukul 12.10 wib ,POM TNI dan Polri langsung mengadakan investigasi dan pengumpulan data penyebab kebakaran gudang milik kusnun dengan memasang garis polisi ( Police Line )

Akibat amukan sang Jago merah itu ditafsir  , Kasmun mengalami kerugian materi kurang lebih Rp 65 jut ) dengan.perinciam.

1. Atap gudang bagian atas terbakar.
2. Pupuk +- sekitar 6 ton
3. BBM sekiat 5 ton.( US )
Home » » Abaikan Instruksi Presiden, SMS Finance Tarik Truk Leasing yang Sedang Bekerja

Abaikan Instruksi Presiden, SMS Finance Tarik Truk Leasing yang Sedang Bekerja

Semarang,OposisiNews.Co.Id - Rupanya instruksi Persiden RI, Joko Widodo, dan Kapolri Idham Azis terkait pelarangan penagihan paksa terhadap kendaraan leasing oleh pihak lembaga keuangan tidak digubris sama sekali oleh perusahaan leasing SMS Finance yang berkantor di Jl. Imam Bonjol No. 180 CD, Semarang, Jawa Tengah. Bahkan instruksi dari Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pun terkait hal yang sama hanya dianggap angin lalu oleh para oknum dari pihak SMS Finance itu.

Dari informasi lapangan diketahui bahwa para debt collector perusahaan leasing SMS Finance telah mengambil paksa sebuah unit mobil truk dengan cara menghentikan unit truk yang bermuatan pasir tersebut di jalan. Mereka menghadang unit sasaran menggunakan mobil berwarna silver dengan beberapa orang di dalamnya. Ikut juga bersama mobil silver itu, beberapa motor yang turut menghentikan truk tersebut. Peristiwa ini terjadi pada jam 20: 00 wib (jam 8 malam – red), Selasa, 21 April 2020.

Karena takut, supir dan istrinya menurut saja saat mereka diarahkan ke kantor yang katanya adalah cabang SMS Finance yang berada di Jogyakarta. Saat dibawah ke kantor itu, sopir dan istrinya tidak begitu paham tujuan dan lokasinya karena kondisi malam hari. Pintu kantor itu sudah tutup dan tidak ada seorangpun di dalamnya. Para oknum penarik unit truk itu hanya memberi tiga lembar surat yang isinya tentang BSTK saja, tanpa disertai surat putusan dari pengadilan. Hanya surat penarikan unit kendaraan saja.

Saat ditemui di kantornya, Lutfi, yang bertanggung jawab atas keluarnya BSTK (Berita Serah Terima Kendaraan) membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penarikan unit Toyota Dyna Nopol H 1805 AE di daerah Tempel, Sleman, Jogjakarta yang dikendarai Sarmadi (55), warga Kayon, RT 006 RW 001, Kelurahan Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Unit tersebut ditarik oleh sekelompok debt collector, mitra kerja PT. SMS Finance. Saat ditanyakan siapa saja yang menarik kendaraan truk tersebut, Lutfi tidak mau menyebutkan siapa mereka yang bertindak melawan instruksi Presiden, Kapolri, OJK, dan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Di tempat terpisah saat supir, Sarmadi, yang ditemui awak media ini, mengatakan bahwa benar telah terjadi penarikan unit kendaraan yang digunakannya saat malam itu. “Ya mas, saya dengan istri dicegat oleh orang yang tidak saya kenal di jalan Tempel, Sleman, Jogya. Mereka menghadang truk saya yang malam itu sedang mengangkut pasir, dengan mobil mereka yang berwarna silver. Karena sudah malam saya tidak tau persis nomor mobil mereka mas. Karna saya kaget dan takut mereka orang banyak mas. Mereka bilang kalau mobil saya terlambat (bayar),” tutur Sarmadi.

Sarmadi juga mengakui bahwa dia terlambat melakukan pembayaran cicilan unit kendaraan tersebut. “Memang saya mengakui bahwa mobil saya ada keterlambatan semenjak saya operasi mata 4 bulan yang lalu, karena saya tidak boleh beraktivitas dahulu oleh dokternya mas,” imbuh Sarmadi.

Akibat operasi matanya itu, sambung Sarmadi, ia terkendala mencari penghasilan untuk membayarkan cicilan unitnya. Namun, kata dia lagi, di hari naas penarikan kendaraan itu, sorenya ia bermaksud membayar cicilan.

“Hari itu, sudah mau bayar ke kantor tapi sudah kesorean mas. Ya, saya kemudian langsung ke lokasi mencari pasir karena ada orang yang pesen pasir sama saya mas. Malah dicegat di jalan. Truk saya dibawa sama pasir-pasirnya. Dan, saya hanya diberikan duit 300 ribu buat ongkos pulang dengan istri saya mas. Karena sudah malam, saya dan istri saya terlunta-lunta di Jogja mas,” tambah Sarmadi lagi.

Dari pengakuan Sarmadi, yang mengadalkan kehidupannya dengan menjual jasa pengangkutan barang, angsuran atas unit truk yang masih harus dilunasi hanya 8 kali angsuran alias 8 bulan dari 36 kali angsuran. Karena kendala keuangan akibat operasi kedua mata, kiri dan kanan secara bergantian, maka dirinya menunggak selama 4 bulan.

“Padahal angsuran saya tinggal 8 x mas, sebulannya Rp. 2.613.000,- (dua juta enam ratus tiga belas ribu rupiah). Sisa pokok semuanya sekitar 21 juta. Mau saya bayar, eh kok bisa menjadi 48 juta. Saya kaget mas, kok bisa banyak seperti itu. Saya sendiri tidak tau mas. Karena saya orang desa gak ngerti kenapa bisa banyak seperti itu. Sampai saat ini pun istri saya sih trauma kalau ingat kejadian itu mas,” urai Sarmadi dengan nada sedih.

Mengacu pada putusan MK Nomor 18/PPU-XVII/2019 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011,
jelas bahwa PT. Sinar Mitra Sepadan Finance (SMS Finance) Cabang Semarang telah melakukan perbuatan melanggar hukum. Berdasarkan ketentuan yang ada, yang berhak mengeksekusi barang jaminan (fidusia) kendaraan bermasalah adalah kepolisian atas keputusan pengadilan.

Untuk menindaklanjuti kasus ini, praktisi hukum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Dolfie Rompas, menyarankan kepada korban perampasan unit oleh pihak leasing agar melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. “Berdasarkan aturan dari MK dan Kapolri tersebut, jelas bahwa apa yang dilakukan pihak debt collector dari PT. Sinar Mitra Sepadan Finance tanpa didasarkan pada keputusan pengadilan, jelas itu murni perbuatan pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana pada pasal 368 KUHP junto pasal 365 KUHP,” tegas Rompas.

Untuk itu, kata praktisi hukum senior PPWI itu, pihaknya menganjurkan agar korban membuat laporan polisi atas kejadian perampasan unit truk Toyota Dyna miliknya tersebut. “Korban seharusnya melapor ke Polisi ya, laporkan oknum perusahaan leasing itu dengan dugaan perbuatan pidana perampasan, ancamannya 9 tahun itu,” pungkas Rompas. (ADI/Red)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon