Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo Terima Bantuan APD

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo Terima Bantuan APD

Written By BBG Publizer on Rabu, 29 April 2020 | 18.26

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Kepedulian pihak swasta dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo terus terlihat. Pagi tadi, PT. Young Tree Wonoayu menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo, Bantuan APD berupa masker dan pakaian hazmat diterima langsung oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH di Posko Informasi Covid-19 Kabupaten Sidoarjo yang berada di pendopo Delta Wibawa. PT. Young Tree Wonoayu memberikan bantuan 10.000 masker medis dan 30 pakaian hazmat yang disampaikan oleh General Manager PT. Young Tree Anita Hu bersama Middleman sekaligus HRD PT. Young Tree Edward Stefano.Tabu, 29/4/2029.
.
H. Nur Ahmad Syaifuddin yang juga wakil bupati Sidoarjo ucapkan terima kasih kepada pihak swasta yang ikut membantu percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo. Wabup salut dengan kepedulian yang ditunjukkan PT. Young Tree. Pasalnya perusahaan sepatu tersebut masih dapat menunjukkan kepeduliannya meski terkena imbas Covid-19.

“Saya ucapkan terimakasih, mudah-mudahan ini menjadi motivasi kita semua untuk saling bergotong royong untuk menyelesaikan masalah korona,”ucapnya.

H. Nur Ahmad Syaifuddin atau yang kerap dipanggil Cak Nur tersebut mengatakan penanganan wabah korona harus diselesaikan bersama. Solidaritas harus ditunjukkan. Seperti yang ditunjukkan PT. Young Tree kali ini. Dengan begitu pandemi Covid-19 dapat cepat terselesaikan.

“Korono ini apabila terus tidak terkendali maka imbasnya ada di ekonomi dan sebagainya,”ujarnya.

Cak Nur katakan  bantuan tersebut akan segera disalurkan ke rumah sakit yang ada melalui Dinas Kesehatan Sidoarjo. Dikatakannya kebutuhan APD sendiri masih sangat dibutuhkan. Pasalnya pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi selesainya.

“Kalau korono ini masih terus, masih banyak yang kita butuhkan (APD), mudah-mudahan wabah korona ini segera selesai sehingga kebutuhan APD tidak terlalu besar,”ujarnya.

Middleman sekaligus HRD PT. Young Tree Edward Stefano berharap apa yang dilakukan perusahaannya dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. Dirinya juga berharap pandemi Covid-19 akan segera berakhir. Dikatakannya wabah Covid-19 berimbas pada perusahaannya. Banyak order yang batal dikerjakan. Dampaknya sebagaian pekerja dirumahkan. Namun Edward katakan perusahaannya masih berupaya  untuk memperoleh order produksi. Salah satunya mengambil order dari perusahaan pusat dan luar negeri.

“Minta doanya juga agar penyakit ini semua bisa kelar dan order-order bisa kembali ke kami dan produksi kami sendiri bisa kembali berjalan dengan normal,”ucapnya. (Bg)
Home » » Pemdes Selopuro Diduga Beritekat Selingkuhi Dana Desa TA 2020 .II

Pemdes Selopuro Diduga Beritekat Selingkuhi Dana Desa TA 2020 .II

Ketebalan paving jalan poros dusun Jetak desa Selopuro Kecamatan Pitu Kab.Ngawi , acak ketebalan 6-8 cm

Pembangunan jalan poros antar dusun terapkan Paving 6-8 cetimeter
Ngawi.OposisiNews.Co.Id - Dampak pembangunan jalan poros antar dusun yang dikerjakan di RT 01,02,03 dusun Jetak desa Selopuro Kecamatan Pitu semakin rumit. Perselisihan antara warga dan TPK dan Pemerintah desa Selopuro tidak bisa terhindarkan.

Indikasi kurang dewasanya Ketua Pelaksana Kegiatan , BPD  dan Pemerintah desa Selopuro mensikapi dan menampung aspirasi warga akibat pembangunan jalan poros yang dimilai dikerjakan asal-asalan,permasalahan pembangunan jalan poros bakal berbuntut panjang bahkan dimungkinkan dibawa ke ranah hukum dampak kekecewaan warga dan arogansinya pelaksana kegiatan.

Bahkan salah satu warga dusun Jetak RT 01 berinisial AN ( 61th ) dan KetuaRt yang mencoba memberi masukan pada pekerja proyek justru mendapat perkataan kasar yang mengarah ancaman akan melempar paving pada siapa saja yang mengkritisi pekerjaan paving poros dusun yang sedang dikerjakaanya.

Saya sempat terpancing dengan perkataan MJ yang mengancam mau melempar paving ketua RT , untung Ketua RT membujuk untuk tidak menanggapi perkataan MJ , ucap AN.

Lain halnya yang di katakan salah satu warga dusun Jetak yang ikut terlibat pengerjaan jalan poros desa yang kontra dengan pelakasanaan proyek jalan poros dan berpesan namanya tidak dikorankan , "Untuk mengerjakan proyek jalan poros ini bagus rasanya sulit dan tidak mungkin bisa seperti yang diharapkan warga karena banyaknya paving yang ketebalannya tidak sama ada yang ketebalan 6 cintimeter yang semestinya semua paving mempunyai ketebalan 8 cetimeter akibatnya banyak paving yang putus" .

Akibat banyaknya kejanggalan dan tidak adanya transaparasi besaran anggaran dan sumber anggaran serta arogansi pekerja , Ketua RT 01 dan AN , beretikat menayakan pada BPD selaku mitra dan pengawas pemerintah desa mewakili warga desa ,terkaid  pekerjaan proyek desa yang dikerjalan asal-asalan dan tidak ada papan kegiatan dilokasi.

Pada Ketua RT dan saya AN , BPD dengan 2 anggotanya berjanji akan memfasilitasi warga dan akan menyuruh membongkar pekerjaan yang dikerjakan untuk di benahi ." BPD , TPK dan Pemdes Selopuro setali tiga uang , sampai sekarang pekerjaan belum dibenahi bahkan pekerjaan sampai sekarang masih dikerjakan dan terkesan semua mengabaikan saran dan usulan warga dusun Jetak untuk lebih baik " ,Ujar AN

Bahkan AN pada media OposisiNews sempat melontarkan gertakan ," Jika masukan warga tidak disikapi dan ditanggapi bijak oleh Pemdes dan TPK perkara ini akan saya laporkan ke jalur hukum , sebenarnya warga tidak mempunyai niatan buruk namun jika terpaksa , apa boleh buat ", imbuh AN.

Saat awak media OposisiNews mencoba menghubungi Kepala Desa melalui telpon selulernya karena Kepala desa berada diluar kota ( Madiun ) tidak merespon konfirmasi media. menurut informasi perangkat desa Selopuro ,Pak kades di Madiun menunggui anaknya melahirkan .

Paving ketebalan 6 cm
Terpasang diantara paving
Ketebalan 8 cm
Untung Budi selaku Tim teknis Kegiatan Infrastruktur Desa di Kecamatan Pitu saat dihubungi awak media OposisiNews terkaid pembangunan jalan poros dusun Jetak desa Selopuro yang dianggarkan dana desa (DD).TA 2002 sebesar RP 800 juta , melalui pesan Watshap-nya mengatakan, Untuk kontrol dari jenengan (OposisiNews.red) kemarin saya sudah minta ke TPK dibentuk tim tukang untuk perbaikan dan pembenahan.., masukan dari masyarakat kami Terima, kami ucapkan terimakasih . 28/04/2020

Terkait temuan warga adanya paving yang ketebalannya tidak sama 6-8 centimeter yang digunakan , Untung B melalui washap-nya mengatan Setahu saya hasil cek mboten wonten ( Tidak ada ) paving yang tebalnya 6 cm karena aturan-nya harus tebal 8 cm,kalau memang ada saya cek kembali, mungkin kecampur saat pengiriman .29/04/2002. ( Red )
Home » » Sidoarjo Sepi di Malam Hari Pertama PSBB

Sidoarjo Sepi di Malam Hari Pertama PSBB

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Pemberlakuan jam malam dalam rangka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Sidoarjo, mulai bergulir. Patroli gabungan melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP menyisir berbagai kawasan di Kota Delta.selasa, 28/4/2020.

Tepat pukul 9 malam, warkop, tempat makan, pertokoan, mall, SPBU, dan beberapa tempat fasilitas umum mulai tutup. Tidak ada kerumunan masa. Lalu lalang kendaraan bermotor juga lebih sepi daripada malam hari sebelumnya.

Rupanya, masyarakat telah mengetahui pemberlakuan jam malam mulai pukul 21.00 - 04.00 WIB selama masa PSBB, sebagaimana tertera dalam Perbup Sidoarjo Nomor 31 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan PSBB dalam penanganan wabah Covid-19.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, juga tampak turun langsung melakukan patroli guna mengecek jalannya jam malam di wilayahnya. “Saat ini mulai berlakunya jam malam masa PSBB, masyarakat kabupaten Sidoarjo dilarang melaksanakan aktivitas di luar saat malam hari kecuali kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan, aktivitas pemerintahan, TNI dan Polri, serta mobilitas pekerja industri dan barang,” ujarnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji disela giat patroli malam  mengatakan, selama satu kali 24 jam pelaksanaan PSBB, suasana di Sidoarjo tetap aman dan kondusif. “Evaluasinya hari pertama diberlakukannya PSBB, Alhamdulillah lancar,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi sampai 3 Mei 2020. Perlu ada beberapa perbaikan khususnya kesadaran dan kepatuhan pengendara yang harus ditingkatkan lagi.

“Pengendara khususnya, masih terlihat ada yang berboncengan yang tidak sesuai aturan PSBB dari Pergub dan Perbup. Roda empat juga begitu. Mestinya hanya mengangkut 50 persen penumpang dari kapasitas mobil,” terangnya.

“Tanggal 3 Mei nanti, setelah masa sosialisasi itu selesai semua harus taat aturan. Yang melanggar akan dikenai sanksi. Mulai teguran, tertulis hingga pencabutan ijin usaha bagi yang tidak taat peraturan PSBB ini,” tegasnya.(bg)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon