Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Peran Aktif Pengelola Tol KKDM dalam Mengantisipasi Penyebaran Covid-19

Peran Aktif Pengelola Tol KKDM dalam Mengantisipasi Penyebaran Covid-19

Written By BBG Publizer on Selasa, 21 April 2020 | 20.19

Jakarta,OposisiNews.Co.Id - Sebagai salah satu operator jalan tol, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) yang merupakan salah satu BUJT yang dimiliki oleh PT. Waskita Toll Road (“WTR”) secara langsung ikut aktif dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan jalan tol serta untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan.

Kegiatan simulasi penanganan terhadap pengguna jalan tol yang diduga terpapar Covid-19 ini melibatkan pihak Kepolisian dan dilaksanakan di KM +10.600 arah Bekasi ke Jakarta.

Simulasi ini dilakukan untuk memastikan tanggap darurat terhadap kemungkinan terjadinya kondisi pengguna jalan tol mengalami gejala sakit sehingga perlu dilakukan penanganan segera. Simulasi ini juga sebagai bentuk dukungan dan tindak lanjut dari upaya pemerintah dalam menangani virus Covid-19.

Direktur Teknik dan Operasi PT. KKDM, Ir Ayuda Prihantoro berharap, pelaksanaan simulasi ini dapat menjadi latihan penanganan bagi petugas jika terdapat pemakai jalan tol yang diduga terpapar Covid-19.

"Guna mendukung pelaksanaan simulasi ini, para peserta telah dilengkapi dengan pengetahuan tentang pedoman penanganan, kesiapan sarana dan Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker, sarung tangan, helm dan sepatu khusus, serta alat penyemprotan cairan disinfektan yang berjumlah 40 personil khusus dari pihak KKDM," jelas Yuda usai kegiatan simulasi, Selasa (21/04/2020) di Kantor KKDM.

Selain itu juga dirinya berharap, petugas tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari membaca aturan-aturan penanganan, namun bisa langsung mempraktekkan langkah-langkah serta penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) penanganan, sehingga mereka sudah paham ketika berhadapan pada situasi yang sebenarnya.

"Simulasi ini merupakan cara petugas berlatih jika menemukan keadaan tersebut. Pada penanganan pasien terduga Covid-19, selain keselamatan dan keamanan pengguna jalan, keselamatan petugas juga merupakan hal yang paling penting, jangan sampai kita justru malah membuat rantai penularan baru,” tegasnya.

Menurutnya, kesigapan petugas dan pemenuhan kelengkapan APD merupakan hal mendasar yang perlu dipersiapkan di tengah wabah Covid-19 yang saat ini sedang dihadapi. Dalam simulasi akan melibatkan petugas Mobile Customer Service dan Petugas Medis, serta petugas Patroli Jalan Raya (PJR).

"Pelaksanaan simulasi diawali dengan briefing petugas, penyampaian skenario simulasi, pelaksanaan tugas, penyelamatan pasien terduga Covid-19 ke rumah sakit rujukan, seperti rumah sakit Harum hingga berakhir pada aktivitas penyemprotan disinfektan untuk semua petugas dan kendaraan operasional terlibat. Hal ini dilakukan guna memastikan petugas dan kendaraan dalam keadaan steril dari Covid-19, sehingga dapat mengantisipasi penularan kepada petugas lainnya," jelas Yuda lagi.

KKDM juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mentaati himbauan pencegahan Covid-19 jika kondisi memaksa untuk keluar rumah, serta memonitor pembaharuan informasi lalu lintas di seputar tol salah satu melalui Variable Message Sign (VMS) dan juga himbauan melalu media banner/spanduk yang berbunyi "Jalan Tol Becakayu Sadar dan Siaga Memerangi Covid-19" yang berjumlah 5 titik yang tersebar di pintu masuk dan pintu keluar tol.

"Dalam kondisi seperti ini, biasanya pengguna jalan tol Becakayu dalam satu bisa mencapai 20.000 pengguna, namun di saat pandemi Covid-19, pengguna jalan tol Becakayu hanya mencapai 4.000 pengguna. Jadi hampir 80% berkurangnya," ungkapnya.

Sementara Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya (PMJ), Kompol Andi M Indra Waspada A. SH, SIK, MM, MSi menambahkan, kegiatan ini adalah salah satu dari program pihak kepolisian secara menyeluruh di ruas tol dalam kota yang diikuti oleh pengelola jalan tol.

"Berkaitan sejauh mana keterlibatan anggota PJR dalam proses penanganan ini yang berhubungan dengan keamanan di TKP. Kita menangani pertama ketika terjadi kecelakaan dan tentunya bekerjasama dengan pihak pengelola jalan tol, seperti KKDM," ujarnya.

Adapun pada kegiatan simulasi ini melibatkan 8 personil dari pihak PJR dari Induk Jaya 2 Tol Becakayu. Selanjutnya, untuk kegiatan simulasi ini tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan daripada petugas.

"Artinya kita terus secara continue akan melaksanakan kegiatan seperti ini dalam rangka situasi pandemi Covid-19. Jadi begitu ada kejadian, secara tidak ragu petugas bisa menangani sesuai protokol kesehatan Covid-19," ucapnya.

Lebih lanjut katanya, pada penanganan ini, semua petugas PJR dilengkapi dengan APD yang sesuai standar kesehatan Covid-19 dan untuk induk Becakayu, pihaknya menyiapkan 5 APD, yang digunakan pada saat kejadian terindikasi yang bersangkutan/korban terpapar virus Corona.

"Jadi seandainya ada informasi, korbannya ini luka berat atau meninggal dunia, maka secara otomatis anggota kami dari jajaran PJR sudah menggunakan APD. Namun untuk penanganan daripada korban, kita serahkan kepada petugas medis yang ada di pengelola jalan tol," tutupnya.

Dalam kesempatan ini pula, KKDM juga melakukan aksi sosialisasi kepada pengguna jalan tol agar mematuhi tertib dalam menjalankan aturan dari pemerintah. Sosialisasi tersebut dibarengi dengan seperti aksi pemberian masker secara gratis dan pengecekan suhu tubuh serta penyemprotan disinfektan pada kendaraan pengguna jalan tol.

"Aksi ini juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan mudik atau piknik pada saat Ramadhan dan Lebaran. Sosialisasi ini mendukung aksi Pemerintah untuk #tidakmudik dan #tidakpiknik pada Lebaran 2020 ini sebagai salah satu cara memutus mata rantai Virus Covid-19. Mari kita bersama-sama memutus mata rantai Virus Covid-19," tambah Yuda. (JNI/Red)
Home » » Kapolresta Sidoarjo , Ambil Langkah Tindakan Tegas untuk Para Pelaku Kriminal

Kapolresta Sidoarjo , Ambil Langkah Tindakan Tegas untuk Para Pelaku Kriminal

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Meski tingkat kriminalitas di wilayah Kabupaten Sidoarjo menurun, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menekankan kepada personelnya agar tetap menjaga kondusifitas kamtibmas dari berbagai macam gangguan, khususnya terkait ancaman kriminalitas.

"Di tengah pandemi Covid-19, saya perintahkan kepada para anggota agar selalu patroli wilayah guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Khususnya terkait bahaya kriminalitas, yang belakangan ini marak terjadi," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Selasa 21/4/2020.

Sebelumnya, sejumlah narapidana mendapatkan asimilasi terkait bahaya penyebaran Virus Corona. Aparat kepolisian akan menindak tegas para pelaku kriminal, termasuk para residivis apabila nekat beraksi kembali. Upaya yang diambil yaitu melakukan tindak tegas dan terukur.

"Jangan macam-macam melakukan kriminalitas di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Saya tegaskan ke anggota, jika ada tindak kriminal, segera ungkap dan tangkap pelakunya, termasuk bila ada residivis yang berulah kembali, bila melawan petugas jangan takut untuk melakukan tindakan tegas dan terukur," tegasnya.

Sumardji memerintahkan anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo beserta jajaran untuk melakukan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku kriminal tersebut.

Pihaknya mengaku dalam situasi seperti saat ini di tengah pandemi Covid-19, Kombes Pol. Sumardji memerintahkan seluruh anggota untuk selalu waspada. Serta menjalankan tugas sebagaimana prosedur yang ada. Dia optimistis, meski banyak narapidana bebas, polisi telah mengantongi data. “Kami akan terus memantau gerak-gerik mereka, jadi hati-hatilah kepada para pelaku kriminal, jangan coba-coba mengganggu situasi kamtibmas di wilayah kita,” ucapnya.( bg )
Home » » Cerpen Esai: Apa, Mengapa, Asal Mula - Genre Baru di Era Virus Corona?

Cerpen Esai: Apa, Mengapa, Asal Mula - Genre Baru di Era Virus Corona?

Oleh: Denny JA_

Jakarta - Satu era, tapi begitu banyak Bom Atom!

Inilah mungkin ekspresi yang tepat menggambarkan batin kolektif kita di era pandemik Virus Corona. Berkali-kali kita dikagetkan oleh berita. Di antara berita itu, ada yang mungkin baru sekali kita alami seumur hidup.

Sembahyang Jumat ditiadakan. Umroh distop. Bunyi adzan diubah. Bahkan mulai diperkenalkan lebaran online.

Ratusan meriam boleh dikerahkan. Ribuan teroris boleh disebar. Tapi mustahil ia bisa memaksa Umat Islam untuk tiga kali berturut-turut tidak sholat Jumat di Mesjid.

Tapi Virus Corona bisa memaksa itu.

Muncul pula dentuman lain. Dunia akan mengalami krisis paling buruk sejak perang dunia kedua. Ekonomi aneka negara tumbuh minus. PHK dimana-mana. Social distancing. Work From Home. Pembatasan Sosial Berskala Besar. Apa pula ini?

Belum selesai reda, terdengar pula letupan berbeda. Tiga ratus orang dikarantina di Mesjid. Mayat penderita Corona ditolak warga. Kantung plastik jenazah dibuka keluarga. Mayat penderita corona dipeluk, dicium. Seratus dokter wafat terpapar Virus Corona.

Wow! Terlalu banyak bom atom. Media berhasil merekam peristiwa itu sesuai dengan kaidah apa, siapa, dimana, mengapa, bagaimana?

Tapi bagaimana suara batin mereka yang menjadi korban? Bagaimana jeritan luka itu. Ini drama batin yang terlalu dalam untuk dilupakan. Namun jurnalisme biasa memang tidak dipersiapkan berimajinasi dengan dunia batin.

Kondisi inilah yang kemudian melahirkan cerpen (cerita pendek – red) esai. Kisah sebenarnya ini perlu direkam. Namun cerpen esai hadir khusus mengangkat dan menambahkan imajinasi sisi batin. Cerpen esai dengan sendirinya berbeda dengan jurnalisme biasa.

Sisi batin itu agar lebih menyentuh bolehlah didramatisasi. Tokoh, karakter dan tempat agar lebih mengejutkan bisa diubah. Suasana pendukung tak apa diimajinasikan.

Yang penting cerpen esai menyulap peristiwa sebenarnya untuk menghasilkan bacaan yang lebih menyentuh. Yang lebih mengajak merenung. Yang lebih menggugah. Yang lebih menggerakkan!

Sayapun bereksprimen menuliskan cerpen esai itu. Dalam waktu seminggu lahir enam cerpen esai. Begitu intensnya saya mendalami aneka bom atom peristiwa. Seolah inspirasi turun dari langit menggerakkan saya.

Lahirlah itu dramatisasi, kisah nyata yang difiksikan. Dalam cerpen berjudul: “Kak, Saya Di Karantina di Mesjid,” kisah itu berinduk dari berita 300 jemaah dikarantina di Mesjid Kebon Jeruk.

Cerpen esai saya menceritakan kisah Jemaah Tabligh yang membuat acara. Betapa tokohnya menyerukan: “Jangan takut berkumpul di Mesjid walau diserang Virus Corona. Jika gara-gara Virus Corona kita mati di mesjid, maka mesjid adalah sebaik-baiknya tempat untuk mati.”

Di banyak negara, Jemaah Tabligh ini menjadi medium penular. Disamping mereka tetap berkumpul, merekapun makan bersama dalam satu nampan besar. Penularan virus mudah sekali.

Mereka gencar diberitakan, dan kemudian diamankan, di India, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Filipina.

Semua fakta ini masuk dalam cerpen esai saya. Itu fakta yang sangat menarik.

Namun saya menghadirkan pula suasana batin yang tak ada di semua berita. Suasana batin itu adalah fiksi, imajinasi, dan karangan saya sendiri.

Dalam cerpen esai memang sudah dijelaskan kisah ini fiksi belaka.

Maka saya karang tokoh bernama Eko yang berada dalam mesjid itu. Saya ceritakan perjalanan batinnya hingga ia masuk ke dalam Jemaah Tabligh.

Ia awalnya seorang sekuler dan liberal belaka. Belahan jiwanya wafat. “Love of My Life”-nya tiada. Ia terguncang dalam kehidupan malam. Namun segera pula ia berbalik menjadi the true believer sebuah keyakinan.

Saya kisahkan pula kedekatannya dengan sang kakak. Dan betapa sang kakak yang dulu dianggap Eko superhero, di era pandemik ini tak berdaya.

Di tengah malam, putus asa sang kakak. Berharap tapi ia tanpa kuasa.

Pada cerpen esai itu berkumpulah fakta dan fiksi. Fakta itu dapat dilihat sumbernya di catatan kaki. Dalam cerpen esai fungsi catatan kaki sangat sentral sebagai pokok cerita.

Namun, tokoh, plot, percakapan dalam cerpen esai itu sepenuhnya fiksi. Dengan menghadirkan fiksi, penulis bebas berimajinasi seluas langit biru. Bebas pula pengarang menambahkan bumbu agar berita itu lebih menyentuh.

Pola yang sama saya ulangi dalam lima cerpen esai saya lainnya.

-000-

Sudah diduga, pola penulisan cerpen esai ini segera menarik penulis lainnya. Kini para penulis, cerpenis, penyair dari Aceh hingga Papua, juga negara tetangga bergerak. Bersama mereka ingin merekam suara batin era Virus Corona dalam cerpen esai.

Kumpulan cerpen esai mereka segera rampung dan dibukukan.

Seorang pembuat film bahkan siap memfilmkan kisah dalam cerpen esai itu.

Ada pula yang sedia membuat lomba cerpen esai di Asia Tenggara. Komunitas Citizen Jurnalism (PPWI – red) lebih cepat lagi. Mereka ingin membuat lomba merekam suka dan duka bulan Ramadhan di era Virus Corona. Mereka menginginkan lomba itu dituliskan dalam cerpen esai.

Muncullah kebutuhan yang lebih tinggi: Panduan Cerpen Esai. Apa itu cerpen esai? Apa bedanya dengan cerpen biasa? Apa yang harus ada dalam cerpen esai? Apa yang IN dan apa yang OUT? Mengapa kita memerlukan cerpen esai pula?

Karena enam cerpen esai sudah saya tulis, dan keenam itu ingin dijadikan rujukan, maka saya merumuskan lima ciri cerpen esai itu.

Pertama: cerpen esai adalah fiksi dari kisah nyata. Ibu kandungnya adalah peristiwa yang benar-benar terjadi. Ia bukan semata rekaan. Tapi peristiwa itu nyata, walau kemudian ia difiksikan.

Dengan sendirinya cerpen esai berbeda dengan jurnalisme yang tak boleh ada fiksi. Cerpen esai juga berbeda dengan cerpen biasa yang bisa menulis hayalan apa saja tanpa harus merujuk kisah nyata.

Cerpen esai, sebagaimana puisi esai, adalah gabungan fakta dan fiksi.

Kedua: dalam cerpen esai, fungsi catatan kaki sangat sentral. Tak ada catatan kaki maka tak ada cerpen esai.

Catatan kaki itu wakil dari kisah nyata yang akan difiksikan. Catatan kaki bukan hanya penambah informasi atau penjelas kata yang kabur. Catatan kaki itu ibu dari kisah cerpen esai.

Tentu tak semua catatan kaki cerpen esai seperti itu. Dalam beberapa catatan kaki, ada pula fungsi sebagai penambah informasi. Namun minimal ada satu catatan kaki di sana yang menjadi pokok cerita.

Ketiga: Cerpen Esai adalah gabungan cerpen dan esai. Ia cerpen yang bercita rasa esai. Juga esai yang bercita rasa cerpen.

Cerpen dalam arti, ia fiksi. Sedang esai di sini bukan esai dalam pengertian umum, tapi esai berjenis makalah akademik. Ia esai yang dituliskan berdasarkan riset. Sumber informasinya harus valid. Sumber informasi itu yang dijadikan catatan kaki.

Keempat: sama dengan cerpen biasa, panjang cerita ini sekitar 1000- 2500 kata, atau 6000- 10.000 karakter. Batasan ini longgar saja. Semata agar ia tak terlalu pendek untuk membuat drama. Dan tak perlu terlalu panjang pula karena yang ingin dikisahkan satu kesan saja.

Cerpen berbeda dengan novel.

Dalam satu cerpen esai, jika patokannya enam cerpen esai saya, hadir 5-10 catatan kaki.

Kelima: menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan komunikatif. Cerpen esai ini ingin ikut membawa sastra semakin dimengeri khalayak luas.

Ujar Albert Einstein, untuk tahu seberapa gagasanmu komunikatif, ceritakan gagasan itu ke anak SD. Lalu minta anak SD itu menceritakan gagasan itu ke temannya yang anak SD juga. Jika mereka mengerti, dirimu sudah menggunakan bahasa yang komunikatif.

Cerpen esai, sebagaimana puisi esai, juga mempunyai paham bahasa itu: semakin mudah dimengerti orang awam, Ia semakin baik. Semakin gelap dan rumit bahasanya, semakin ia gagal.

Inilah lima prinsip dalam satu kesatuan cara bertutur yang disebut cerpen esai.

Lalu apakah cerpen esai ini mahluk yang berbeda dari cerpen sebelumnya? Cerpen esai adalah bagian dari dunia cerpen. Sebagaimana Ikan Koi adalah bagian dari dunia ikan pada umumnya.

Namun cerpen esai memiliki karakternya sendiri, sebagaimana Ikan Koi juga memiliki karakternya sendiri. Apa karakter cerpen esai? Karakternya adalah gabungan lima ciri di atas dalam satu kesatuan.

Apakah cerpen esai ini berguna? Apakah cerpen esai ini genre baru? Apakah cerpen esai ini orisinal?

Menjawab hal itu saya serahkan sepenuhnya kepada perdebatan publik. Silahkan saja mereka bertekak-tekuk dengan teori, mengutip ini dan itu, dari malam sampai pagi.

Tentu saja inovasi sehebat apapun dalam sejarah tak ada yang sama sekali baru. Tak ada yang menciptakan apapun dari kekosongan.

Tapi lima prinsip di atas, dan diberi nama cerpen esai, lalu meluas digunakan puluhan penulis lain, menjadi format lomba, itu nampaknya baru.

Cerpen esai tak ada ambisi lain kecuali memberi pilhan tambahan cara bertutur.

Di era pandemik Virus Corona, cerpen esai mendapatkan momentum. Begitu banyak drama, begitu banyak kisah sebenarnya yang bisa difiksikan agar lebih menjadi bahan renungan.

Era pandemik virus corona akan dikenang karena banyak hal. Salah satunya, ia menjadi samudera inspirasi bagi begitu banyak cerpen esai.

Tahun 2012, saya menerbitkan buku puisi esai berjudul Atas Nama Cinta. Kini sudah terbit sekitar 100 buku puisi esai ditulis oleh ratusan penulis dari Aceh hingga Papua, dari Negara Asia Tenggara hingga Australia.

Tahun 2020, segera saya terbitkan kumpulan cerpen esai, berjudul kebalikannya: Atas Nama Derita. Melihat gelagat awal, cerpen esai agaknya juga akan menggeliat mengikuti “keponakannya”: puisi esai. (*)

April 2020
Home » » Pemdes Selopuro Diduga Beritekat Selingkuhi Dana Desa TA 2020

Pemdes Selopuro Diduga Beritekat Selingkuhi Dana Desa TA 2020

Lokasi kegiatan pavingisasi jalan antar dusun , desa Selopuro
Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Tidak ingin kembali kecurian pembangunan infrastruktur desa yang dikerjakan asal jadi , warga desa Selopuro , Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi protes keras akan pengerjaan paving jalan antar dusun yang dianggarkan Rp 800 juta dari sumber anggaran Dana Desa TA 2020.

Dasar pekerjaan LPA
Tanah merah
Bukan tanpa alasan , salah satu warga berinisial AN ( 61th ) pada awak media OposisiNews mengungkapkan , " Saya selaku warga desa Selopuro sangat kecewa dengan pembangunan paving jalan dusun yang dikerjakan pihak desa jauh dari harapan , mulai dari awal pengurukan dasar mengunakan tanah merah , pemasangan paving yang asal terpasang , banyak paving yang putus terpasang dan pekerjaan yang tidak rapi ".

Paving putus tetap
terpasang pada kegiatan
" Bahkan saya pernah memberi masukan pada pelaksana kegiatan tidak dihiraukan dan pak camat Pitu .Tony yang kebetulan rumahnya dilokasi kegiatan juga pernah menegur namun tidak dihiraukan oleh pelaksana kegiatan ," imbuh AN.

" Kekwatiran warga sebenarnya bukan tanpa alasan , warga tidak ingin kembali terulang pekerjaan paving yang dikerjakan asal jadi seperti di RT.01 RW IV menuju lokasi SDN Selopuro II yang sudah hancur , coba lihat sendiri . Mana proyek desa Selopuro khususnya paving yang bisa termanfaatkan cukup lama , hampir semua sudah hancur ," tegasnya.

Sunarno .Kepala Desa Selopuro ketika dihubungi melalui telpon selulernya terkesan menghindar dari tanggung jawab sebagai penanggung jawab penguna anggaran Dana Desa , " Coba hubungi TPK saja , saya masih repot mengurusi Corona ".

Mengetahui ada dugaan selingkuhi dana desa yang dilakukan pihak desa selopuro, hingga berita naik online pihak terkaid , TPK, Camat pitu dan DPMD Ngawi enggan memberikan klarifikasi.

Lain halnya yang dituturkan salah satu tokoh muda dan intelektual desa Selopuro ( AG 37th ) , " Hal ini memang sangat terlalu. wajar jika warga marah , kecewa . Sebenarnya sangat tidak etis ditengah mewabahnya virus Corona desa menfokuskan total anggaran desa pada infrastruktur yang ujung-ujungnya menimbulkan konflik di masyarakat. Seharusnya pihak desa berpikir lokasi desa yang berdampingan dengan wilayah Blora .Jateng dimana warganya banyak yang baru pulang dari LN ' Malasya ' yang rentan terpapar virus Corona semestinya sebagai desa tapal batas siaga dalam hal ini termasuk anggaran yang tidak sedikit " ( BB )
Home » , , » Waruk Tengah Lakukan Razia di Tengah Pandemi Corona

Waruk Tengah Lakukan Razia di Tengah Pandemi Corona

Untuk pencegahan penyebaran virus Corona, Pemerintah Desa Waruktengah melakukan razia mulai tanggal 20 April 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Langkah ini menjadi keprihatinan tersendiri atas makin meluasnya virus ysng mematikan ini. Pemerintah Desa telah membagikan masker bagi warganya dan mewajibkan untuk selalu menggunakan jika keluar rumah.


Dengan melibatkan elemen Pemerintahan Desa dan relawan, sekitar 3000 masker telah dibagikan. Desa Waruktengah yang dipimpin Mulyanto ini juga tegas pada pengguna jalan atau warga lain yang tidak menggunakan masker.

"Akan kita tolak melintas jika tidak mengenakan masker," tegas Kades.

Masyarakat hendaknya menyadari dan turut peduli atas kesehatannya, bahwa virus CoroNa ini telah merenggut nyawa ratusan hingga ribuan, lanjut Mulyanto. (pf)

Log Videos

Home » » WASPADAI DAMPAK SOSIAL WABAH COVID-19

WASPADAI DAMPAK SOSIAL WABAH COVID-19


Budi Hantara
OposisiNews.Co.Id-Pandemi virus Covid-19 yang melanda dunia menimbulkan dampak luar biasa. Lebih dari 200 negara menghadapi wabah virus Covid-19 yang berdampak luas pada berbagai bidang kehidupan. Pukulan di bidang ekonomi dan sosial sangat terasa. Masyarakat lapisan bawah menjerit karena beratnya beban kebutuhan dan terjebak oleh aturan kedaruratan. Gejolak sosial pun muncul sebagai dampak yang tak bisa dihindari.

Pada kesempatan ini secara singkat sebagai seorang pendidik saya membuat catatan tentang dampak sosial yang perlu diwaspadai dan semakin memprihatinkan. Fenomena sosial yang mengarah pada rusaknya pranata sosial bermunculan di mana-mana. Misalnya penutupan akses jalan ekonomi besar-besaran dan pemasangan banner dengan narasi yang tidak menyejukkan bertebaran sampai di pelosok-pelosok desa. Kesan angker dan arogan membuat masyarakat semakin resah. Semua terjadi karena kurangnya pemahaman di kalangan tertentu sehingga bertindak over serta berpotensi menjadi bola liar yang akan sulit terkendali. 

Di era informasi dan teknologi yang begitu pesat seperti sekarang, semestinya sosialisasi tentang sebuah program atau kebijakan harus dilakukan secara masif dan transparan sehingga publik benar-benar menjadi paham. Baik program lembaga swasta maupun program pemerintah perlu melakukan sosialisasi secara baik. Bila program tersebut ingin berhasil dan tidak menimbulkan dampak negatip, bisa menggandeng media massa sebagai saluran informasi untuk melakukan sosialisasi dan publikasi. Di sinilah pentingnya lembaga swasta atau pemerintah dan media informasi bersinergi demi suksesnya sebuah program.

Beberapa fenomena sosial yang cenderung negatip harus diwaspadai dan dicari solusinya. Tak perlu mencari kambing hitam atau saling menyalahkan. Di tengah situasi wabah yang meresahkan, sebaiknya semua pihak berpikir positip dan bersama-sama menghadapi persoalan bangsa. Semangat gotong royong yang merupakan akar budaya bangsa kita harus dikembangkan.

Perubahan sosial yang spontan dan sporadis tidak boleh diabaikan, munculnya berbagai kejahatan. Kondisi ekonomi yang buruk bisa ditunggangi oknum tertentu untuk melakukan kejahatan. Penjambretan di jalan dan perampokan cenderung meningkat. Untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan, masyarakat tidak boleh lengah. Sistem keamanan lingkungan harus digalakkan. Jangan sampai hanya fokus pada penanganan wabah virus Covid-19 sehingga keamanan terabaikan. Sikap waspada harus ditingkatkan karena kondisi sosial dan ekonomi yang buruk bisa memicu terjadinya gangguan keamanan. Mari bergandeng tangan menghadapi persoalan bangsa sebagai wujud nyata semangat kebangsaan kita.**


Ngawi, 20 April 2020

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon