Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Kapolresta Sidoarjo Pimpin Sertijab Empat Kapolsek dan Beri Reward Anggota Berprestasi

Kapolresta Sidoarjo Pimpin Sertijab Empat Kapolsek dan Beri Reward Anggota Berprestasi

Written By BBG Publizer on Senin, 20 April 2020 | 13.41

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Rotasi jabatan Kapolsek di lingkup Polresta Sidoarjo kembali bergulir. Kali ini yang berganti adalah Kapolsek Taman, Candi, Sedati dan Wonoayu.

Upacara serah terima jabatan (sertijab) ke empat kapolsek tersebut berlangsung di Mapolresta Sidoarjo yang dipimpin Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.Senen ,20/4/2020.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji berpesan agar para pejabat baru dapat segera beradaptasi pada tugas dan tanggung jawab di wilayahnya masing-masing. Guna memacu kinerjanya bersama anggota dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Tantangan tugas kita kedepan ini semakin berat. Selain upaya kita mempertahankan predikat zona integritas terkait pelayanan publik, saat ini kita berhadapan dengan wabah Virus Covid-19 yang jumlah penyebarannya terus berkembang,” pesannya.

Pergantian empat kapolsek di jajaran Polresta Sidoarjo tersebut. Antara lain, Kompol Himmawan Setiawan yang sebelumnya jabat sebagai Kapolsek Taman menduduki jabatan baru sebagai Wakapolres Blitar. Kapolsek Candi yang sebelumnya dijabat Kompol Fatahul Azmi kini digantikan oleh AKP Yulie Khrisna yang sebelumnya berdinas sebagai Kaurnarko Subbidnarkoba Bidlapfor Polda Jawa Timur.

Kemudian, AKP Inggal Widya Perdana mantan Kapolsek Sedati pindah tugas sebagai Kasilaka Subditgakkum Ditlantas Polda Jatim. Sedangkan AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa yang sebelumnya sebagai Kapolsek Wonoayu menggantikan AKP Inggal sebagai Kapolsek Sedati. Mantan Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Rohmawati Lailah dirotasi sebagai Kapolsek Wonoayu.

Bersamaan dengan upacara sertijab Kapolsek Taman, Candi, Sedati dan Wonoayu, pada kesempatan ini Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji memberikan penghargaan (reward) kepada anggotanya yang berprestasi dari Bagsumda, anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo dan Bhabinkamtibmas Polsek Taman.

“Pemberian reward kepada anggota berprestasi ini, semoga dapat memacu kinerja anggota lainnya untuk meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat,” tegasnya.(bg)
Home » » Kades Kepur Bersama Perangkat Desa Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Kades Kepur Bersama Perangkat Desa Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Muara Enim,OposisiNews.Co.Id- Mengatisipasi pencegahan dan penyebaran virus Corona  (Covid-19) Pemerintah Desa Kepur, Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim adakan giat penyemprotan  Desinfektan disejumlah tempat rawan berkumpulnya orang dan pelayanan publik ( umum ) di lingkup desa Kepur.

Berbagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona dilakukan pemdes Kepur mendasar protokol dan anjuran pemerintah seperti  mendirikan posko pantau dipintu keluar masuk desa, dengan dilengkapi peralatan medis ( Termogun ) oleh tenaga medis desa. Minggu .19/04/2020.

Kepala Desa Kepur Hasminudin langsung memimpin giat penyemprotan  bersama perangkat desa, bpd dan karang taruna  ditempat strategis yang terbagi dalam tiga kampung, mulai dari kampung satu sampai kampung tiga yang terdapat 6 rt.

Disela penyemprotan Hasminudin menjelaskan apa yang dilakukan saat ini sebagai tindak lanjut dari pembentukan gugus percepatan pencegahan covid-19, sesuai dengan petunjuk surat edaran Plt Bupati Muara Enim tentang kesehatan dalam pencegahan penanganan covid-19.

” Langkah penyemprotan ini sebagai bentuk tindakan, kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran corona virus, dengan sasaran tempat-tempat fasilitas umum, ibadah dan perumahan warga ", ucapnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat jika ada yang merasa sakit desertai demam dengan suhu 38 derajat, disertai batuk pilek untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kepada semua masyarakat jangan sungkan untuk memeriksakan diri agar cepat tertangani, juga kepada masyarakat untuk tidak melakukan pertemuan yang mengumpulkan banyak masa ( Social Distencing - Psykal Distencing ), hal tersebut mendasar maklumat kapolri”, terangnya.

“Saya berharap agar warga lebih bijak dalam menyikapi situasi saat ini, jaga selalu pola hidup sehat, langkah mencegah jelas lebih baik dari pada mengobati. Waspadai kalau ada berita hoak di medsos yang cendrung membikin keruh situasi, bila terjadi sesuatu segera laporkan ke pihak terkait ujar kades”

Senada dikatakan Ketua BPD Desa kepur, Heryudi berharap kepada seluruh warga agar selalu menjaga kebersihan jangan sampai wabah covid-19 ini masuk ke desa kita.

“Intinya kebersihan adalah kunci utama seperti cuci tangan dengan sabun setelah melakukan kegiatan di luar rumah dan memakai masker saat keluar rumah yang merupakan salah satunya meminimalisir terpapar covid-19 ", tutupnya.( PRN )

Reporter.Parlin
Editor.Bambang PW
Home » » Pemkab Sidoarjo Akan Terapkan PSBB Di Sebagaian Wilayah

Pemkab Sidoarjo Akan Terapkan PSBB Di Sebagaian Wilayah

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Sebagaian wilayah di Kabupaten Sidoarjo akan diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penerapannya masih menunggu surat persetujuan dari Kementerian Kesehatan R.I yang akan diajukan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo. Keputusan penerapan PSBB tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara gubernur Jawa Timur dengan tiga daerah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) membahas persiapan PSBB di Gedung Negara Grahadi Surabaya,Tiga daerah tersebut yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik yang wilayahnya masif penyebaran Covid-19.minggu, 19/4/2020.

Selain mengundang pimpinan daerah, gubernur Jawa Timur juga mengundang Kapolres maupun Dandim di tiga daerah tersebut. Seperti hadir Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH serta Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji dan Dandim 0816 Sidoarjo Mohamad Iswan Nusi hadir dalam Rakor tersebut.

Usai mengikuti Rakor tersebut Wabup H. Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo menjadi pertimbangan dipilihnya penerapan PSBB. Keadaan tersebut diperparah dengan tingkat kedisplinan masyarakat yang masih rendah untuk mengikuti aturan pemerintah dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

"Tren kenaikan ini (kasus Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo) cukup mengkhawatirkan, satu sisi kami memandang kenaikan ini cukup drastis, disatu sisi kami pandang tingkat kedisiplinan masyarakat (mengikuti aturan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19) sangat kurang sekali, oleh karena itu langkah yang baik untuk PSBB," ucapnya.

Wabup menyebutkan ada 14 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang akan diterapkan PSBB. Dirinya tidak merinci kecamatan mana saja yang akan diberlakukan PSBB. Hanya saja dirinya menyebutkan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo  14 kecamatan dipastikan akan diberlakukan PSBB. Dengan PSBB ini dirinya yakin akan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo.

"Dengan PSBB ini semua SOP (Standar Operasional Prosedur) akan efektif karena disitu ada sangsi,"ujarnya.

Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur tersebut mengatakan keputusan pemberlakuan PSBB merupakan keputusan yang baik meskipun berat. Menurutnya mengatasi dampak sosial yang timbul adalah yang berat. Untuk itu dirinya akan segera menghitung dan memetakan dampak sosial yang timbul sebelum pelaksanaan PSBB diterapkan Pemkab Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo juga telah melalukan langkah-langka kebijakan stimulus ekonomi. Seperti meringankan pajak dan membebaskan retribusi. Nilainya mencapai Rp. 400 milyar. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menyelesaikan masalah ekonomi ditengah pandemi Covid-19 kali ini.

"Ini keputusan yang baik tetapi juga keputusan yang sangat berat bagi kami. Kami akan mendata khususnya perusahaan-perusahaan yang ada karena ada kewenangan untuk kita untuk menilai mana perusahaan-perusahaan yang seharusnya bisa berhenti dan mana yang bisa bertahan, jadi yang justru paling berat bagi kita adalah bagaimana menangani dampak sosialnya, ekonominya,"ujarnya.

Masih dikatakan Cak Nur bahwa Pemkab Sidoarjo akan menambah dana penanganan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. Nantinya akan ada tambahan dana sekitar Rp. 84 milyar. Tambahan dana tersebut dipersiapkan untuk mendukung perekonomian warga terdampak Covid-19. Selain itu dana tersebut juga digunakan untuk kegiatan kuratif maupun untuk persiapan ruang observasi dan rumah singgah.

"Saat ini sudah ada Rp. 114 milyar dan kita tambah lagi dananya Rp. 84 milyar. Kita hitung lagi masih perlu apa tidak,"ucapnya.

Dalam Rakor kali ini juga mensepakati penerapan PSBB juga akan dilakukan Kota Surabaya dan  Kabupaten Gresik. Bahkan penerapan PSBB di Kota Surabaya dilakukan diseluruh wilayah. Sedangkan penerapan PSBB di Kabupaten Gresik sama seperti di Kabupaten Sidoarjo hanya sebagaian wilayahnya. ( bg )

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon