Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Pastikan Pencegahan Covid-19 di Terminal dan Stasiun Berjalan Maksimal

Pastikan Pencegahan Covid-19 di Terminal dan Stasiun Berjalan Maksimal

Written By BBG Publizer on Minggu, 12 April 2020 | 19.49

Sidoarjo,Oposisinews.co.id -Sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19) dari masyarakat di luar Kabupaten Sidoarjo yang melalui sarana transportasi bus maupun kereta api, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengecek Posko Mudik dan Pelayanan Covid-19 di Terminal Bus Bungurasih, Waru, dan Stasiun Kereta Api Sidoarjo.Sabtu, 11/4/2020.

Di Terminal Bus Bungurasih, Waru, Sidoarjo misalnya. Tampak di terminal kedatangan bus dari luar kota menurunkan penumpang. Sesampai di tempat penurunan, para penumpang harus melakukan proses sterilisasi antisipasi Covid-19.
Diantaranya dilakukan screening suhu tubuh, penyemprotan disinfektan di bilik antiseptik, mencuci tangan dengan sabun antiseptik.

Tahapan serupa sebagai pencegahan penyebaran Virus Corona juga didapati di Stasiun Kereta Api Sidoarjo dan Tanggulangin. Tidak hanya para petugas yang melakukan pengecekan dan sterilisasi terhadap para penumpang juga dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menjelaskan, bahwa kegiatan yang ada di Terminal Bus Purabaya di Bungurasih dan Stasiun Kereta Api Sidoarjo, merupakan kegiatan yang seharusnya dilakukan dan memang ini sudah berjalan sejak dua minggu lalu. Hanya memang masih butuh penyempurnaan terkait dengan situasi dan kondisi yang terjadi akhir-akhir ini.

Terlebih sebenarnya posko mudik dan pelayanan Covid-19 ini juga berguna untuk mengevaluasi dan memantau perkembangan situasi kondisi yang terkait dengan darurat Covid 19. Sehingga di posko ini kita bangun fasilitas yang dapat melengkapi sarana kesehatan.

 Posko ini lebih mengutamakan safety khususnya protokol kesehatan dalam hal penyelamatan dan pertolongan pertama. Di posko kesehatan anti Covid 19, juga disediakan 10 pcs Alat Pelindung Diri (APD) dan terdapat pula ruang isolasi beserta tim medisnya, yang disiagakan untuk menolong seseorang yang terpapar virus Covid 19 atau PDP, sehingga petugas yang melakukan pertolongan juga terselamatkan dari berbagai faktor resiko serta tidak perlu was-was lagi.

“Di dalam pelaksanaan sterilisasi penumpang di terminal maupun stasiun guna penyebaran Virus Corona, kami juga melibatkan instansi terkait. Harapannya upaya ini dapat berjalan maksimal, sehingga penyebaran virus corona dapat dengan cepat terdeteksi,” imbuhnya Kapolresta Sidoarjo.(bg)
Home » » Exs Penumpang KM.Lambelu Jalani Rapid Test, 3 Orang Di Indikasikan Positif Covid-19

Exs Penumpang KM.Lambelu Jalani Rapid Test, 3 Orang Di Indikasikan Positif Covid-19

SIKKA,OposisiNews.Co.Id-  Guna memperkuat pola pencegahan dini serta penanganan cepat, Pemerintah Kabupaten Sikka terus berupaya melakukan langkah-langkah konkrit dengan malakukan pemeriksaan cepat atau Rapid Test terhadap 170 exs penumpang KM.Lambelu yang dikarantina di gedung SCC (Sikka Convention Centre) dan Rujab Bupati Sikka di Kota Maumere, Sabtu, 11/4/2020.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Minggu,12/04/2020 pagi, mengatakan dari 173 exs penumpang KM Lambelu,  yang menjalani pemeriksaan sebanyak 170 orang sementara 3 bayi diantaranya tidak diikut sertakan dalam pemeriksaan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, 3 orang diantaranya dinyatakan positif secara Rapid test (diduga tersuspect corona virus), sedangkan 167 lainnya dinyatakan negatif.

"Tiga orang itu sekarang sudah berada di ruangan isolasi RSUD TC Hillers Maumere. Saat ini kondisi mereka dalam keadaan baik", kata Herlemus

Menindaklanjuti hasil rapid test dari ketiga orang tersebut, Herlemus mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah untuk penanganan selanjutnya sesuai prosedur penanganan protokol kesehatan yakni test swab atau test polymerase chain reaction (PCR).

"Ketiganya akan menjalani pemeriksaan swab dan sampelnya akan kami kirim ke  Laboratorium BKTL Surabaya" kata Herlemus.

Selain itu, terhadap 167 orang lainnya, Helermus mengatakan, akan melanjutkan masa karantinanya hingga menggenapi 2 pekan. Selama periode tersebut, tim percepatan penanganan terus memantau kondisi kesehatan para exs penumpang tersebut. Selanjutnya pada penghujung masa karantina, mereka akan kembali diperiksa guna memastikan kondisi kesehatan mereka. ( ER )

Reporter : Ernensia
Editor.Bambang PW

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon