Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Kapolresta Sidoarjo Cek Kesiapan Posko Relawan Pencegahan Covid-19 Tingkat Desa

Kapolresta Sidoarjo Cek Kesiapan Posko Relawan Pencegahan Covid-19 Tingkat Desa

Written By BBG Publizer on Sabtu, 11 April 2020 | 17.59

Sidoarjo,Oposisinews.co.id - Guna memantau setiap perkembangan penyebaran Virus Corona hingga ke pelosok desa, di wilayah Kabupaten Sidoarjo mulai, banyak berdiri Posko Relawan Pencegahan Covid-19 tingkat desa.

Tidak hanya memantau perkembangan Covid-19 di wilayahnya, petugas di posko ini yang terdiri dari perangkat desa, para relawan dan melibatkan bhabinkamtibmas serta bhabinsa, juga akan berperan aktif dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Corona.

Misalnya bila ada orang dari luar wilayah desa, harus diperiksa kondisi tubuh atau juga dilakukan proses sterilisasi. Kesiapan dan kesigapan pelayanan serta penanganan masyarakat, apabila ada yang terindikasi Covid-19. Dengan tersedianya ruang isolasi juga APD di tiap posko.

Selain itu, setiap Posko Relawan Pencegahan Covid-19 tingkat desa yang diketuai kepala desa masing-masing, diharapkan dapat dengan cepat memberikan informasi atau melakukan koordinasi dengan Forkopimka maupun Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, terkait setiap perkembangan kondisi warganya yang berhubungan dengan penyebaran Covid-19.

Selain itu, para kepala desa yang menjadi koordinator di setiap posko ini nanti. Diharapkan mengontrol apabila ada warga yang datang dari luar wilayahnya, atau ada pemudik yang datang ke tempatnya.

Karena sesuai protokol kesehatan bagi warga yang tetap mudik. Salah satunya harus melakukan konservasi atau isolasi diri secara mandiri. Di sinilah peran kepala desa agar turut membantu memantau proses konservasi atau isolasi mandiri yang dilakukan warganya.

Terkait mulai didirikannya Posko Relawan Pencegahan Covid-19 yang bertempat di Balai Desa, yakni sejumlah 349 desa se-Kabupaten Sidoarjo. Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menyambut antusias, dengan melakukan pengecekan langsung ke beberapa Posko Relawan Pencegahan Covid-19 tingkat desa pada Sabtu 11/4/2020.

Menurutnya, upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, harus dilakukan dan melibatkan semua lini. Mulai dari pusat sampai dengan tingkat desa. Melalui adanya posko ini diharapkan seluruh desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo dapat memaksimalkan penerapan physical distancing. Serta berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 lainnya bagi masyarakat. Seperti dilakukannya penyemprotan disinfektan, mengawasi warga di dalam desa dan yang datang dari luar desa.

"Dengan mulai berdirinya Posko Relawan Pencegahan Covid-19 tingkat desa. Para Kepala Desa beserta perangkatnya, juga ada relawan dan bhabinkamtibmas serta bhabinsa, diharapkan dapat segera bergerak ikut dengan segala upaya mempercepat putusnya mata rantai Covid-19. Warga di desanya harus diawasi, warga luar yang datang ke desanya juga harus dicek dan di steril," paparnya.

Bahkan, melalui pengecekan posko relawan pencegahan Covid-19 tingkat desa ini pula, Kapolresta Sidoarjo berharap dapat dengan cepat mengetahui kekurangan guna penanganan Covid-19 di tiap desa. Sehingga dapat dengan cepat dilakukan koordinasi atau tindak lanjut dari tim gugus tugas Covid-19 tingkat Kabupaten.( bg)
Home » » Ketum SPRI Himbau Wartawan Tidak Layani Pengamat Oportunis di Tengah Pandemi Covid-19

Ketum SPRI Himbau Wartawan Tidak Layani Pengamat Oportunis di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta,OposisiNews.Co.Id- Kegelisahan masyarakat di berbagai daerah akibat pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Segala daya upaya pemerintah dan masyarakat Indonesia melawan virus mematikan ini terus saja dilakukan lewat beragam cara. Semua pihak yang peduli dan merasa ikut bertanggung-jawab memerangi covid-19 makin masif bermunculan di mana-mana.

Dari artis, pengusaha, politisi, sampai warga biasa di tingkat Rukun Tetangga (RT)  terjun langsung ke lapangan menggalang dana dan menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para dokter dan petugas medis. Semua orang sibuk mencari cara memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 ini.

Di tengah upaya pemerintah dan masyarakat serius mengatasi masalah ini, ironisnya sejumlah pengamat dan elit politik justeru sibuk mencari-cari kesalahan pemerintah dengan pernyataannya yang malah menuai kontroversi. Simbol-simbol negara terus dikritik dan diserang habis-habisan oleh para politisi dan pengamat oportunis memanfaatkan situasi darurat ini untuk menyerang kewibawaan pemerintah.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia Hence Mandagi mengingatkan kepada seluruh wartawan dan media agar tidak ikut terseret kepentingan politik kelompok tertentu yang memanfaatkan media sebagai senjata untuk menyerang kewibawaan pemerintah di tengah kepanikan warga menghadapi wabah covid-19 ini.

"Peran pers sangat jelas sebagai alat kontrol sosial, jadi memberi ruang kritik tanpa solusi di tengah krisis seperti ini sama saja membiarkan pers menjadi alat para politikus dan pengamat oportunis untuk menyerang pemerintah," tegas Mandagi dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi, Sabtu (11/04/2020).

Di tengah krisis global ini, Mandagi mengatakan, pers harus mampu mengontrol isu di masyakarat agar pemerintah tidak diganggu konsentrasinya dengan isu lain yang kontra produktif.

"Kalau ada pengamat atau politisi yang mau mengkritik pemerintah silahkan dilayani tapi tanyakan dulu apa sumbangsih dia terhadap penanganan covid-19 ini, baru kemudian korek informasi dan solusi yang bisa membantu pemerintah mengatasi masalah," ujar Mandagi seraya mengingatkan agar wartawan tidak melakukan wawancara terhadap politisi atau pengamat yang hanya senang mengkritik tapi tidak mampu membuktikan bahwa dirinya mau membantu atau menyumbang sembako buat warga kurang mampu dan APD bagi para dokter dan petugas medis.

Mandagi yang juga menjabat Ketua Dewan Pers Indonesia hasil Kongres Pers Indonesia 2019, menambahkan, pers Indonesia harus lebih bijaksana, cermat, dan hati-hati dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan menyusul terbitnya telegram Kapolri terkait penghinaan terhadap presiden di tengah upaya mengatasi penyebaran virus Covid-19 bakal dipidana.

Menurutnya, agar tidak bersinggungan dengan isi telegram Kapolri tersebut, media dan wartawan harus lebih teliti dalam memilih nara sumber dan menyaring informasi.

"Kritik di tengah krisis sepertinya belum diperlukan warga, jadi media sebaiknya lebih fokus dan intens mengangkat informasi mengenai gerakan atau aksi sosial warga masyarakat yang sibuk menggalang dana bantuan sosial bagi pengadaan APD dan pembagian sembako, serta isu-isu positif lain yang dapat membangun optimisme warga dalam menghadapi bencana covid-19 ini," terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, warga saat ini sangat butuh informasi mengenai harga  dan ketersediaan stok sembako dan bumbu dapur di pasar-pasar tradisional dan modern, yang sangat jarang diliput media mainstream atau media besar. Selain itu faktor keamanan diri wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah ancaman virus covid-19 patut diperhatikan.

"Keamanan diri lebih penting dari apapun, agar jangan sampai terjadi sebuah berita seharga nyawa jika sudah terjangkit covid-19," imbuhnya.

Di akhir siaran persnya, Mandagi mengajak seluruh insan pers mengawasi ketat penyaluran bantuan yang berasal dari anggaran pemerintah baik pusat maupun daerah. Red***
Home » » Tidak Mudik Adalah Pilihan Bijak Cegah Penyebaran Covid-19

Tidak Mudik Adalah Pilihan Bijak Cegah Penyebaran Covid-19

Sidoarjo,Oposisinews.co.id - Di tengah wabah Virus Corona yang masih terus menghantui masyarakat di mana saja berada, dua pekan jelang Puasa Ramadhan berbagai himbauan tidak mudik ke kampung halaman terpampang di berbagai sudut wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Himbauan untuk tidak mudik ini merupakan seruan serentak di berbagai wilayah Tanah Air. Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Bahkan di beberapa akses masuk kota pun dilakukan pemeriksaan, asal dan tujuan para pengendara dari luar kota. Selain itu, di Kabupaten Sidoarjo, Polresta Sidoarjo juga telah mendirikan Posko Mudik dan Covid-19 dilengkapi dengan bilik sterilisasi, pengecekan suhu tubuh dan tim medis yang disiagakan.

Langkah ini sebagai antisipasi apabila masih ditemui adanya masyarakat dari luar kota yang datang ke Sidoarjo. "Mudik memang tradisi, namun di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kami minta kepada masyarakat dari luar Sidoarjo agar tidak mudik ke kampung halaman di Sidoarjo. Begitu pula sebaliknya," himbau Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Kombes Pol. Sumardji menambahkan, jika dengan mengurungkan niat mudik kampung halaman, berarti kita telah menyelamatkan orang tua, keluarga atau kerabat kita di kampung halaman. Karena kita tidak tahu virus corona ini dari mana asalnya. Sebab itu melalui tidak mudik adalah salah satu upaya kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Himbauan senada juga disampaikan Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin. Ia menyampaikan bahwa mudik sangat dinantikan kita semua. Akan tetapi saat ini kita sedang diuji wabah Covid-19. Penyebarannya dari mana pun tidak ada yang tahu.

"Sebab itu, mari tidak perlu mudik dulu. Masih banyak cara maupun kesempatan lain agar silaturahmi tetap terjalin. Sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19, Jika ada warga yang dari luar kota masuk ke wilayah kita pun  juga harus melakukan isolasi pribadi. Maka, mari bersama putus mata rantai Covid-19 dengan tidak mudik," lanjutnya.( bg )

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon