Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » KEBERADAAN KANDANG AYAM DI DUGA TIDAK BERIJIN RESAHKAN WARGA

KEBERADAAN KANDANG AYAM DI DUGA TIDAK BERIJIN RESAHKAN WARGA

Written By BBG Publizer on Kamis, 09 April 2020 | 18.35

Lokasi peternakan ayam petelur di duga bodong di desa Pule , Kecamatan Kamdat Kab Kediri , 9/04/2020
Kediri, OposisiNews.Co.Id - Keberadaan kandang ayam di desa pule kecamatan Kandat kabupaten Kediri dari hasil investigasi dari korespondensi warga sekitar lokasi perternakan ayam petelur diduga tidak mengkatongi ijin ( bodong ).

Pada OposisiNews , salah satu warga yang enggan namanya dikorankan merasa resah akan polusi udara ( bau tak sedap ) dan aktifitas peternakan yang tidak kenal waktu , Saya heran sejak berdiri kurang lebih 6 bulan pengelola / pengusaha peternakan ayam petelur belum pernah melakukan negosiasi ijin pada warga kanan kiri lokasi kandang , maka jangan salahkan warga sekitar jika berasubsi negatif .pasti dibelakang semua ini ada oknum pejabat minimal kepala desa terlibat ikut menikmati , Ujar warga.

Kades Pule,Sucipto , Babinsa
Dan Babinkamtibmas di ktr
Desa Pule
Dugaan warga akan terlibatnya kepala desa semakin terlihat , saat Kepala desa Pule , Sucipto yang kebetulan didampingi Babinsa dan Babinkamtibmas pada awak media mengatakan , " Kadang ayam tersebut milik Budi warga desa Ngreco Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri "

" Memang keberadaan usaha tersebut ( peternakan ayam petelur .red ) belum ijin ke desa ", imbuh kades Pule.

Selaku pemangku kebijakan desa Pule , Kenapa Kepala Desa tidak menindaklanjuti usaha tanpa ijin di desanya yang jelas-jelas diketahui secara detail pemiliknya dan menunggu pengaduan warga ? Ada indikasi apa ?

Bahkan dari pantau awak media OposisiNews dilokasi, kondisi warga sekitar kadang ayam sangat memprihatinkan bau menyengat selalu menteror warga sekitar peternakan ayam , seperti yang di alami pak Tejo ( nama samaran ) yang lokasi rumahnya berdampingan langsung dengan kandang ayam petelur .

" Selama ini saya belum pernah diajak bicara oleh pengelola / pengusaha peternakan ayam dan Pihak desa " , kata Tejo.

Surat keberatan yang
Ditandatangani 38 warga
Sekitar kandang ayam
" Bahkan 38 warga sekitar sudah menandatangani surat keberatan / protes kepada pihak berwenang per-tanggal 5 April 2020 namun sampai sekarang belum ada titik terang , baik itu dari pihak yang berwenang atau dari pemerintah desa Pule ", imbuhnya. ( WN )
Reporter.Wondo
Editor.Bambang PW

Home » » Jika Dana Desa Tidak Cair Segera, Senator Fachrul Razi: Sebaiknya Menteri Desa Diganti

Jika Dana Desa Tidak Cair Segera, Senator Fachrul Razi: Sebaiknya Menteri Desa Diganti

Jakarta.OposisiNews.Co.Id - Pimpinan Komite I DPD RI, H. Fachrul Razi, MIP yang menjabat Wakil Ketua Komite I DPD RI menjadi geram dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang hingga saat ini masih ambigu dalam mengambil sikap terkait pencairan Dana Desa. “Jika Dana Desa tidak cair segera, sebaiknya Menteri Desa diganti saja. Pak Menteri jangan kebanyakan selfie dan pencitraan di media saja,” tegas Senator asal Aceh ini di Jakarta Rabu, 8 April 2020.

Pimpinan Komite I ini menyayangkan jika Dana Desa tahap pertama sebesar 40 persen baru tersalurkan 32 persen dari pagu tahap pertama 40 persen. Artinya Dana Desa yang tersalurkan hingga saat ini baru 13 persen dari keseluruhan Dana Desa tahun 2020 sebesar Rp. 72 triliun.

Sementara menurut Senator Fachrul Razi, Dana Desa bisa digunakan untuk menanggulangi Covid-19. “Kita bisa gunakan, baik pencegahan maupun penanganan pandemi, bahkan untuk logistik, bantuan sosial dan bantuan mendesak lainnya, ini jelas Pemerintah kurang masif dan cepat,” jelasnya.

Senator Fachrul Razi mengatakan, dalam keadaan pencegahan Covid-19, desa memiliki peran yang sangat signifikan dalam melakukan pencegahan. “Semua orang pulang ke rumah, dan rakyat dihimbau tidak keluar rumah dan semuanya berada di dalam tanggung jawab desa. Sementara dana desa hingga pertengahan April ini tidak dapat digunakan untuk pencegahan Covid-19 karena belum disalurkan,” ujarnya.

Fachrul Razi mengatakan akibat pandemi Covid–19, yang merasakan susah dan menderita itu masyarakat di desa. Negara harus hadir di desa dalam menyelamatkan rakyatnya. “Rakyat di desa-desa menjerit karena mereka membutuhkan bantuan sembako, sementara Dana Desa yang seharusnya dapat digunakan namun tidak dicairkan oleh pemerintah hingga saat ini,” tegas Fachrul Razi.

Dana Desa dibutuhkan untuk direalokasi penggunaannya bagi penanganan dan pencegahan Covid-19 serta Padat Karya Tunai Desa (PKTD) sebagai upaya memperkuat daya beli. Tersendatnya penyaluran Dana Desa tahap pertama pada April 2020 ini sangat berbahaya karena kita berada dalam bencana, disaat di desa dibutuhkan untuk realokasi terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 serta dipergunakan untuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Pimpinan Komite I ini sejak awal sudah mengingatkan bahwa berkaitan Dana Desa, berikan hak desentralisasi desa dalam mengelolanya, jangan terlalu diikat dengan aturan-aturan yang menyebabkan Dana Desa itu akhirnya terlambat. Fachrul Razi juga menegaskan bahwa Peraturan Menteri Desa tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa harus ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati untuk mengatur hal-hal yang prioritas. Tetapi dengan pertimbangan kebijakan di daerah, banyak yang semakin menghambat penyaluran dan pemanfaatan Dana Desa.

Fachrul Razi meminta Mendagri lebih tegas terhadap Kepala Daerah. “Jika perlu tahan dana transfer ke daerah jika Bupati dan Walikota terlibat dalam penghambatan Dana Desa, kepala daerah yang belum menetapkan peraturan bupati atau peraturan walikota tentang tata cara pembagian dan penetapan rincian dana desa, silahkan Pak Menteri kasih hukuman adminstrasi hingga hukuman yang berat,” tambah Fachrul.

Hal itu, menurutnya, karena jika lalai sedikit, akan lebih berbahaya. "Itu akan sangat berbahaya dalam keadaan darurat seperti ini,” ujarnya.

Mendagri Tito Karnavian telah mengeluarkan kebijakan tegas dalam bentuk Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Pemerintahan Daerah. “Seharusnya dalam keadaan darurat seperti ini, Menteri Desa dapat mengeluarkan intruksi percepatan penyaluran Dana Desa lebih cepat dalam terkait aturan lainnya karena kondisi darurat,” tutup Fachrul. (FRZ/Red)
Home » » Polresta Sidoarjo dan Dua Kecamatan Terima Bantuan Disinfektan dari Tjiwi Kimia

Polresta Sidoarjo dan Dua Kecamatan Terima Bantuan Disinfektan dari Tjiwi Kimia

Sidoarjo,Oposisinews.co.id -Upaya pencegahan penyebarluasan Virus Corona (Covid-19) terus dilakukan berbagai pihak. Saling bersinergi dan gotong royong harus semakin gencar dilakukan dalam menjaga dan memproteksi wilayah dari ancaman virus tersebut.

Seperti dilakukan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk bersama Polresta Sidoarjo, Kecamatan Balongbendo dan Kecamatan Tarik.  penandatanganan MOU bantuan disinfektan dari pabrik kertas Tjiwi Kimia yang dipergunakan untuk penyemprotan di wilayah Kecamatan Balongbendo dan Kecamatan Tarik.Rabu , 8/4/2020.

Perwakilan dari PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia   Gijan Ongkoredjo menyampaikan, bahwa bantuan disinfektan ini dapat dipergunakan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19). Khususnya di wilayah Kecamatan Balongbendo dan Kecamatan Tarik.

Terkait pemberian bantuan disinfektan dari Tjiwi Kimia yang dapat digunakan dalam penanggulangan pencegahan Covid-19, menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji upaya ini merupakan ikhtiar bersama. Baik dari Forkopimka setempat, perusahaan, TNI, Polri dan masyarakat harus terlibat dan saling bekerjasama dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Selain penyemprotan disinfektan yang dilakukan secara rutin berkala. Upaya lain yang dapat dilakukan dalam mencegah penyebaran Virus Corona, menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji adalah mendukung himbauan pemerintah terkait physical distancing, tetap berada di rumah, memakai masker saat berada di luar, serta membiasakan hidup bersih dan pola hidup sehat.

“Terima kasih atas bantuan disinfektan ini, mari bersama-sama bergerak cepat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya Kapolresta Sidoarjo.(bg)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon