Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » DPRD Tulungagung Gelar Rapat Paripurna PAW Anggota Fraksi PKB

DPRD Tulungagung Gelar Rapat Paripurna PAW Anggota Fraksi PKB

Written By BBG Publizer on Rabu, 08 April 2020 | 19.22

Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, S.Sos., saat melakukan pengambilan Sumpah/Janji Anggota DPRD Hasil PAW
TULUNGAGUNG.OposisiNews.co.id - DPRD Tulungagung, melaksanakan rapat paripurna pengambilan sumpah/janji anggota DPRD Pengganti Antar Waktu (PAW) di Ruang Graha Wicaksana lantai II Kantor DPRD Tulungagung.Selasa, (31/03/2020).

Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, S.Sos, mengambil sumpah/janji anggota DPRD hasil PAW, Yuli Nadhifah Triswati, S.T., dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menggantikan almarhum H.M. Zaenudin, yang meninggal dunia akhir tahun lalu.

Usai acara pelantikan, Ketua DPRD Tulungagung, Marsono,S.Sos., mengatakan bahwa, Pengambilan sumpah/janji anggota DPRD Tulungagung oleh Yuli Nadhifah berdasar Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor : 171.407/274/011.2/2020, tentang Peresmian Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tulungagung.

Dalam SK tertanggal 17 Maret 2020 itu diputuskan meresmikan dengan hormat pengangkatan Yuli Nadhifah Triswati,S.T., sebagai pengganti antar waktu anggota DPRD Tulungagung masa jabatan 2019-2024.

Lebih lanjut di sampaikan Marsono bahwa, pelantikan anggota DPRD yang baru ditengah masa darurat penyebaran virus Covid-19 telah dilaksanakan seusai dengan SOP, yakni dengan melakukan physical distancing.

“Undangannya pun terbatas. Hanya maksimal 10 orang saja. Ini sesuai arahan dari Polres Tulungagung,” tuturnya.

Dalam paparannya, Marsono menjelaskan, dari kalangan DPRD Tulungagung yang hadir dalam rapat paripurna hanya Pimpinan Dewan, sedangkan dari Pemkab Tulungagung yang hadir  terbatas.

"Dari pemkab Tulungagung yang hadir hanya empat pejabat saja, yakni Sekda Tulungagung, Drs.  Sukaji, M.Si., dan tiga orang asisten sekda.

Sementara itu, Yuli Nadhifah Triswati S.T., usai di lantik menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya karena pelantikan sebagai anggota dewan berjalan lancar.

"Setelah dilantik saya akan mulai bekerja sebagai wakil rakyat. Selain itu saya juga akan turun ke dapil saya,” tandasnya.

Di tengah mencuatnya pandemi virus corona, selain tetap melakukan physical distancing, DPRD Tulungagung juga menyediakan tempat cuci tangan serta hand sanitizer, dan juga bilik sterilisasi yang menyeprotkan cairan disinfektan untuk para undangan yang hadir dalam rapat paripurna PAW anggota dewan yang baru, sebagai upaya penanggulangan penyebaran virus covid-19. ( Ag-P )

Reporter : A.purnomo/ hms.
Editor.Bambang PW
Home » » Tolak Asrama SMK ANCOP Jadi Tempat Karantina, Warga Kawalelo Blokir Jalan

Tolak Asrama SMK ANCOP Jadi Tempat Karantina, Warga Kawalelo Blokir Jalan

Warga Blokir jalan menuju asrama SMK Ancol Likutuden desa Kawalelo .Flores Timur
FLOTIM,OposisiNews.Co.Id- Warga Desa Kawalelo, Kecamatan Demonpagong, Kabupaten Flores Timur menyuarakan sikap penolakan mereka atas 22 penumpang KM Lambelu yang akan dikarantina di Asrama SMK ANCOP Likutuden, Desa Kawalelo.

Spanduk penolakan karantina
Dibetangkan ditengah jalan
Menuju lokasi karantina
Aksi penolakan tersebut ditandai dengan pemblokiran jalan menuju SMK ANCOP Likutuden oleh warga sejak Selasa, 7/4 malam dan dinyatakan dengan spanduk yang bertuliskan "Stop!! kami tolak, jangan tindas kami dengan jabatanmu" selain itu dipertegas lagi dengan surat penolakan warga yang ditujukan kepada Bupati Flores Timur.

Adapun alasan penolakan yang disampaikan seorang warga Desa Likutuden, Anton Sogen kepada media OposisiNews yakni ABK KM Lambelu terindikasi terjangkit Virus Corona sehingga diduga rentan terjangkit pada penumpang kapal tersebut selain itu tempat karantina tersebut merupakan sarana pendidikan.

Terkait penolakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Flores Timur terus melakukan upaya  untuk menyiapkan tempat karantina bagi penumpang tersebut.

"Mereka adalah warga Flores Timur, mereka adalah saudara kita. Pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk menangani" kata Bupati Anton kepada awak media yang meliput.

Untuk diketahui, mobil yang membawa para penumpang tersebut saat ini sedang dalam perjalanan dari Maumere menuju Kabupaten Flores Timur.

Informasi tetakhir yang dihimpun media OposisiNews, para penumpang akan di karantina di SD Super Semar Larantuka. (AL)
Reporter .Martin
Editor.Bambang PW
Home » » DAMPAK COVID-19, BILA TIDAK HATI-HATI BISA BLUNDER

DAMPAK COVID-19, BILA TIDAK HATI-HATI BISA BLUNDER

Oleh: Budi Hantara

OposisiNews.Co.Id- Pandemi Corona benar-benar mengguncang dunia. Bukan sekadar persoalan bidang kesehatan yang berantakan. Dampak sosial dan ekonomi sudah sangat mencekam. Tidak hanya golongan ekonomi lemah yang menjerit. Para pengusaha besar pun banyak yang terancam gulung tikar. Bila hal itu terjadi berarti akan banyak perusahaan yang mengurangi jumlah tenaga kerja. Maka jumlah  pengangguran akan semakin meningkat. Tentunya masih panjang rentetan persoalan yang akan terjadi.

Berbagai upaya memutus rantai penyebaran wabah Corona/Virus Covid-19 telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Namun akar masalahnya belum bisa diselesaikan. Berarti ancaman belum berakhir. Kecemasan mulai menghantui semua orang. Bila kecemasan menghantui kita akan memperburuk keadaan. Bisa mengurangi imunitas atau daya kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan salah mengambil keputusan yang berakibat fatal (blunder).

Semua pihak harus tetap tenang dan mengikuti protokol kesehatan serta berpikir positip. Keputusan apapun perlu dipikirkan secara matang supaya tidak menjadi blunder. Baik Pemerintah, Lembaga/Perusahasn Swasta dan Masyarakat secara pribadi harus hati-hati mengambil kebijakan supaya tidak blunder. Setiap kebijakan yang dibuat pasti bertujuan baik, tetapi harus disadari bahwa dalam pelaksanaannya bisa menimbulkan pro kontra. Terutama bila melanggar prinsip keadilan. Contoh kebijakan pemerintah menghapuskan tunjangan (THR dan atau Gaji ke 13) untuk ASN Golongan IV. Tujuannya bagus sebagai wujud solidaritas. Tetapi apakah tidak lebih adil bila berlaku untuk semua golongan. Bila dihapuskan dirasakan berat bisa dengan cara menggunakan model prosentase. Semua golongan dipotong sekian persen sehingga semua ASN ikut berpartisipasi menunjukkan solidaritas terhadap nasib saudara sebangsa dan setanah air. Solidaritas perlu dibangun secara adil dan menyeluruh. Jangan takut resiko karena semua bisa dikalkulasi.

Lembaga/Perusahaan Swasta dan Masyarakat secara pribadi juga harus hati-hati mengambil keputusan supaya tidak blunder. Banyak pertimbangan yang harus dipegang. Misalnya Perusahaan Swasta merumahkan atau mengurangi jumlah karyawan karena produktivitas menurun. Secara management, keputusan tersebut bisa dipahami, tetapi bagaimana dampaknya. Karyawan yang kehilangan pekerjaan akan mengalami masalah ekonomi dan sosial yang berat. Tidak hanya berhenti pada karyawan yang bersangkutan tetapi berdampak luas pada keluarga dan masyarakat secara luas. Mungkin lebih baik bila dilakukan pengurangan jam kerja. Karyawan masuk kerja secara bergilir. Hal ini sesuai anjuran untuk melakukan social distancing dan physical distancing.

Masyarakat secara pribadi juga harus bijaksana mengambil keputusan supaya ikut berperan mengatasi masalah bangsa. Jangan malah melakukan blunder sehingga menambah masalah. Misalnya karena menganggap bahwa pasien Covid-19 itu sumber penularan, kemudian mengambil tindakan untuk mengucilkan. Pasien perlu perhatian dan bantuan untuk sembuh. Bukan malah mengajak orang lain untuk mengucilkan. "Jauhi penyakitnya bukan orangnya". Rasa solidaritas sesama makhluk sosial justru harus dibangun. Jangan karena alasan takut tertular kemudian memprovokasi orang lain untuk menjauhi secara ekstrim. Bahkan sampai ada yang tega menolak untuk dimakamkan di pemakaman umum. Hal semacam ini bisa melukai hati keluarga pasien dan bertentangan dengan akar budaya bangsa. Semangat gotong royong jangan sampai memudar karena kecemasan yang berlebihan.

Semoga semua pihak selalu berpikir positip dan menyadari bahwa setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Di balik wabah Corona pasti juga ada hikmahnya. Misalnya manusia tidak lagi berperang dengan sesama manusia tetapi sekarang bersatu menghadapi virus Covid-19. Di berbagi tempat muncul kegiatan kemanusiaan yang terpuji. (**)
Contributor berita
Ngawi, 8 April 2020
Home » » Forum Komunikasi CSR Sidoarjo Bersama Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Sidoarjo Bagikan Hand Sanitizer

Forum Komunikasi CSR Sidoarjo Bersama Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Sidoarjo Bagikan Hand Sanitizer

Sidoarjo,Oposisinews.co.id - Forum Komunikasi CSR bersama Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Sidoarjo bagikan ratusan botol hand sanitizer kepada masyarakat, Rabu, 8/4/2020.

Botol-botol hand sanitizer kemasan 100 ml tersebut dibagikan kepada pengunjung warung yang berada di sisi Selatan Lapas Sidoarjo. Selain itu petugas juga membagikan kepada masyarakat yang melintas dijalan Teuku Umar Sidoarjo. Seperti yang terlihat seorang pengemudi online yang sengaja berhenti meminta hand sanitizer yang dibagikan. Tidak hanya membagikan saja, petugas juga mengajarkan bagaimana menggunakan hand sanitizer yang benar.

Koordinator Forum Komunikasi CSR Sidoarjo Hery Soesanto saat dihubungi melalui telepon mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Forum Komunikasi CSR Sidoarjo atas merebaknya wabah virus corona atau Covid-19. Dikatakannya Forum Komunikasi CSR Sidoarjo bersama Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Sidoarjo akan terus berupaya mencegah penyebaran virus tersebut.
Salah satu upayanya adalah dengan pembagian botol hand sanitizer seperti ini.

“Kegiatan ini sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 sekaligus mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan,”ujarnya.

Hery Soesanto yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sidoarjo tersebut mengatakan selain hand sanitizer, terdapat masker yang akan dibagikan meski jumlahnya tidak banyak. Untuk hand sanitizer Hery menyebutkan ada sekitar 1700 botol hand sanitizer yang akan dibagikan. Kemasannya botol 100 ml. Masyarakat dan tenaga kesehatan akan mendapatkannya. (Bg)
Home » » 27 Penumpang KM Lambelu Asal Flotim Akan Dikarantina di Likutuden

27 Penumpang KM Lambelu Asal Flotim Akan Dikarantina di Likutuden

KM Lambelu bersandar di Pelabuhan
Laut Lauren Saw Maumere membawa
27 penumpang , 2 diantaranya positif
Covid 19
FLOTIM,OposisiNews.Co.Id- Sebanyak 22 Penumpang KM Lambelu asal Flores Timur di Maumere akan dijemput oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur, selanjutnya akan dikarantina di Asrama SMK Ancop, Likutuden, Kecamatan Demonpagong , Flores Timur

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon,ST saat dikonfirmasi OposisiNews, Selasa, 7/4/2020,  mengatakan 27 orang penumpang tersebut akan dikarantina secara terpusat  pada tempat yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Flores Timur yaitu di Likutuden, Desa Kawalelo Kecamatan Demonpagong.  Langkah tersebut diambil guna memastikan kondisi para penumpang tersebut bebas ( negatif ) dari gejala COVID-19 sesuai prosedur penanganan yang ditetapkan pemerintah.

"Ini lebih kepada pertimbangan kemanusiaan. Kita tidak bisa menolak mereka. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah dan kita semua. Selama menjalani masa observasi, semua kebutuhan ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Flores Timur." kata Bupati Anton.

Informasi yang dihimpun OposisiNews, sebanyak 27 penumpang asal Flores Timur bersama sejumlah penumpang lainnya serta ABK KM Lambelu sebelumnya telah menjalankan pemeriksa kesehatan oleh Tim Protokol Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sikka di atas kapal pada perairan Teluk Maumere sebelum kapal diizinkan bersandar di Pelabuhan Laut Lauren Say Maumere.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid test ditemukan 1 orang pelayan cafe dan 2 Anak Buah Kapal terindikasi positif Corona. (AL)
Reporter.Martin
Editor.Bambang PW
Home » » PERATURAN KADES KARANGANYAR RAWAN KEGADUHAN

PERATURAN KADES KARANGANYAR RAWAN KEGADUHAN

Blora,OposisiNews.Co.Id- Pandemi Corona yang sekarang mewabah menjadikan kepanikan diberbagai lapisan  warga masyarakat,  tidak hanya kota  di desa pun juga mengalami kekwatiran dengan merebaknya pandemic virus corona , seperti yang terjadi di desa karanganyar, kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora  yang mengatisipasi dalam pencegahan covid 19 melakukan lock-down dengan memblokade jalan masuk ke kawasan desa karanganyar.

Seperti dan dirasakan awak media OposisiNews  Selasa 7/4/2020 saat berkunjung ke desa karanganyar, tanpa perkecualian semua orang  sebelum masuk di desa tersebut oleh beberapa pemuda diwajibkan lapor ke posko pencegahan covid 19 dan mencuci tangan serta mengisi buku tamu.

Bahkan tidak segan-segan penjaga posko menayakan perihal tamu / pengunjung yang hendak memasuki wilayah desa Karanganyar. “Mau perlu apa dan menemui siapa itu kalimat yang pasti ditanyakan oleh petugas posko ".

Awak media yang mencoba menunggu Kepala desa di kantor desa karena ada hal yang mesti diselesaikan kepala desa , awak media kembali didatangi petugas dari posko dan mengatakan ,“Bapak kembali dulu ke posko karena bapak termasuk tamu yang tidak dikenal dan sebaiknya nunggu di posko aja” Ucap salah satu Pemuda tersebut sambil menunjukan selembar Surat Himbauan dari kepala desa dan bentuknya berupa  Surat Pemberitahuan yang ditanda tangani oleh Kepala desa Karanganyar.

Dalam Surat Pemberitahuan Bernomor 05/29/IV/2020 dan tanggal ditanda tangani I April 2020  Yang isinya :Bahwa dalam rangka pencegahan pandemic virus corona (Covid - 19) Pemerintahan desa Karanganyar Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora  menyatakan MELARANG untuk MEMASUKI KAWASAN  DESA KARANGANYAR KECAMATAN BOGOREJO sampai batas waktu yang tidak ditentukan kepada:

1.Koperasi simpan pinjam dari luar desa
2.Bank harian/mingguan/bulanan/musiman dari luar desa
3.Debt collector
4.Penjual keliling dari luar desa
5.Sales dari luar desa
6.Tamu yang tidak dikenal

Pada saat yang sama di balai desa juga ada Babinsa dan babinkamtibmas desa Karanganyar  ,Awak media  menjelaskan bahwa  kemanapun Awak media dipayungi oleh UU no 40 tahun 1999 tentang Pers, jadi Apabila ada orang yang secara sengaja melawan hukum untuk menghalangi media melakukan pencarian berita bakal diancam pidana 2 tahun. Apalagi terkaid perkembangan virus Corona dan kesiapan serta penanganan pendatang dari wilayah ( Zona ) merah , media merupakan garda terdepan dalam penginformasi dan sosialisasi covid-19 ditengah masyarakat.

”Kami hanya mengikuti aturan desa  “Ucap babinsa desa karanganyar,tidak berhenti sampai disitu kami juga menanyakan ke desa lain wilayah kecamatan Bogorejo ,apa Camat Bogorejo juga sudah menghimbau sesuai dengan yang ada di isi surat Pemberitahuan Kades Karanganyar.

“Belum ada perintah dari Camat “Kata salah satu kades di desa wilayah Bogorejo ,semestinya Kades Karanganyar tidak membuat aturan sendiri dan perlu mengikuti  aturan/intruksi diatasnya seperti dari pihak kabupaten atau kecamatan ,  karena Penetapan suatu Peraturan Desa tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Sebagai sebuah produk hukum, Peraturan Desa tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi dan tidak boleh merugikan kepentingan umum , bahkan aturan Kepala Desa Karanganyar yang dinilai sepihak akan berpotensi  menimbulkan kegaduhan ditingkat masyarakat desa dan umum.

Dan bukan itu saja bahwa Aturan hukum berkait dengan Desa juga telah termaktub dalam UU No 5 tahun 2014 tentang Desa telah diatur dalam  Pasal 29 bahwa Kepala desa di larang: salah satunya ayat A,B C dan D yaitu :

a.merugikan kepentingan umum;
b.membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain, dan/atau golongan tertentu;
c.menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan/atau kewajibannya;
d.melakukan tindakan meresahkan sekelompok masyarakat Desa;


Dan dalam UU No 6 tahun 2014 Pasal 30 Ayat 1 bahwa Kepala Desa yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan dan/atau teguran tertulis. Serta Ayat 2 Dalam hal sangsi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat 1 apabila tidak dilaksanakan bisa dilakukan Pemberhentian sementara dan dapat dilanjutkan dengan Pemberhentian (DW.P)

Home » » Raja Maroko Memberi Pengampunan bagi 5.654 Tahanan

Raja Maroko Memberi Pengampunan bagi 5.654 Tahanan

Rabat.OposisiNews.Co.Id - Raja Maroko, YM Mohammed VI telah memberikan pengampunan kepada 5.654 tahanan dan memberi perintah untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan agar memperkuat perlindungan tahanan di penjara, khususnya terhadap penyebaran epidemi virus coronavirus. Demikian disampaikan kementerian kehakiman negara monarkhi itu, pada hari Minggu, 5 Maret 2020 di Rabat.

"Sebagai bagian dari perhatian yang diberikan oleh Yang Berdaulat kepada tahanan di lembaga pemasyarakatan dan rehabilitasi, Komandan Setia telah memberikan pengampunan untuk 5.654 tahanan," Kementerian mengungkapkan dalam release yang dikeluarkan hari Minggu itu.

Para tahanan yang diberikan pengampunan kerajaan dipilih berdasarkan kriteria pertimbangan kemanusiaan dan kriteria obyektif. Kriteria tersebut antara lain terkait dengan usia tahanan, kondisi kesehatan mereka, lamanya penahanan, serta perilaku yang baik dan disiplin yang telah mereka tunjukkan sepanjang penahanan mereka. Demikian kata sumber itu.

Mengingat keadaan luar biasa terkait dengan protokol darurat kesehatan, proses ini akan dilakukan secara bertahap.

Sesuai dengan instruksi Kerajaan, penerima (para tahanan – red) manfaat dari pengampunan yang diberikan Raja ini akan berada dalam pengawasan, melakukan tes medis, serta karantina yang diperlukan, di rumah mereka, untuk menjaga keamanan mereka.

“Yang Mulia Raja Mohammed VI juga memberi perintah untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memperkuat perlindungan para tahanan, khususnya terhadap penyebaran epidemi coronavirus,” kata Pejabat Kementerian itu. (Red*)

_Sumber: Press release Kedubes Maroko untuk Indonesia di Jakarta_
Home » » Maklumat Bersama, Menjawab Keresahan Ibadah Masyarakat ditengah Wabah Corona

Maklumat Bersama, Menjawab Keresahan Ibadah Masyarakat ditengah Wabah Corona

Sidoarjo,Oposisinews.co.id -Dampak Covid 19 semakin meluas, hampir semua wilayah di Indonesia merasakan dampaknya. Salah satunya dalam hal ibadah, yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Menyikapi kondisi ini, Pemkab Sidoarjo menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Ketua DPRD Sidoarjo, Forkopimda, Kementerian Agama, MUI Sidoarjo, Para Ulama dari NU, Muhammadiyah, dan LDII Sidoarjo, Dewan Masjid, Persekutuan Gereja – gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), Selasa 7/4/2020.

di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa.
Mengingat, kondisi saat ini beberapa masjid di wilayah Sidoarjo, yang telah meniadakan sholat jumat. Semoga musyawarah ini, pada akhirnya dapat menghasilkan keputusan bersama yang sesuai dengan kondisi saat ini dan bermanfaat bagi masyarakat Sidoarjo, “ jelas Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, yang akrab disapa Cak Nur.

Pada rakor ini ada 2 hal yang kita bahas, pertama bagaimana perkembangan virus corona di Kabupaten Sidoarjo saat ini dan kedua, berkenaan dengan masalah hukum islam. Dengan keadaan yang ada iktiyar dhohir ini yang perlu kita sepakati bersama.
Dan sebagai bahan keputusan maklumat bersama,  Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Syaf Satriawan, menyampaikan bahwa saat ini di Kabupaten Sidoarjo pasien positif yang diakui oleh provinsi 18 orang, 16 orang dirawat di rumah sakit, 2 orang meninggal dunia.

Pasien dengan Pengawasan (PDP)  ada 77 orang, dirawat di rumah sakit 21 orang, dirawat secara mandiri 17 orang, dinyatakan sehat atau sembuh 12 orang, yang lepas pantau 23 orang (tidak isolasi mandiri dan tidak dirawat di rumah sakit), yang meninggal ada 4 orang. Total yang meninggal dari pasien positif dan PDP 6 orang. Namun di pemakaman praloyo ada 8 orang yang dimakamkan 2 orang meninggal dari provinsi  (dari RSAL) yang informasinya adalah orang Sidoarjo, namun statusnya belum terdaftar di Dinkes Sidoarjo

Pasien ODP jumlahnya 277 orang. Dirawat 5 orang, isolasi mandiri 257, selesai masa pantau 15 orang. Ini kondisi ODP yang dilapangan belum melihat ODP yang berdatangan dari luar daerah.
Kondisi masyarakat sidoarjo terkait orang yang terkena covid 19 cenderung memproteksi diri, karena phobia yang tinggi, yang sakit sangat menderita, betul – betul tidak dikenal, kalau perlu diusir dari tempat tinggalnya.
Hal ini yang menggagalkan, proses pengeluaran, karena orang takut mengaku sakit. Pada akhirnya bebas berkeliaran, ini tambah bahaya karena akan semakin meningkatkan penyebaran virus corona,”jelasnya.

Menyikapi kondisi penyebaran tersebut, dari NU dan Muhammadiyah LDII, mengutarakan bahwa penyakit itu datangnya dari Allah SWT, bagaimanapun juga kita jangan menjauhkan diri dari Allah, harus semakin mendekatkan diri kepada-NYA. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Sedikit gambaran untuk umat Kristen melalui pusat sudah diberi himbauan melalui surat di gereja – gereja seluruh Indonesia. Saat ini ibadah digereja bisa diganti ibadah dirumah, secara online, WA grup, streaming dan youtube, “ jelas pendeta Maradona.
“Perlu dikatahui dan ini menjadi syok terapi, pengalaman gereja di Bandung  yang menyelenggarakan peribadatan, jamaahnya langsung 200 orang positif,” tambahnirnya.
Setelah melalui diskusi yang panjang, pada akhirnya tercapai kesepakatan berupa Maklumat Bersama Pelaksanaan Ibadah dalam Masa Penanganan Wabah Penyakit Covid, yang dirumuskan oleh Bagian Hukum Setdakab Sidoarjo.

Garis besar maklumat tersebut, adalah himbauan untuk tidak melaksanakan sholat jumat di masjid yang berlokasi di tepi jalan raya dengan jamaah yang heterogen. Masjid di wilayah pasien positif covid 19, dimana terlebih dahulu Gugus Tugas Kabupaten berkoordinasi dengan takmir masjid setempat. (Bg)
Home » » DPC PPWI Lampung Timur Serahkan Alat Penyemprotan Disinfiktan ke Desa Purworejo

DPC PPWI Lampung Timur Serahkan Alat Penyemprotan Disinfiktan ke Desa Purworejo

Lampung Timur.OposisiNews.Co.Id - Dalam rangka mencegah penyebaran Corona Virus (Covid-19) Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC-PPWI) Lampung Timur memberikan bantuan berupa alat semprot disinfiktan kepada Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Senin (06/04/2020).

Alat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PPWI Lampung Timur Muhammad Aini kepada Kepala Desa Purworejo, Jarkasi, di Kantor Desa Purworejo dan disaksikan oleh perangkat desa beserta anggota PPWI Lampung Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Aini selaku Ketua DPC PPWI Lampung Timur mengatakan harapannya semoga alat semprot disinfektan tersebut dapat bermanfaat bagi desa dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19. "Dalam rangka mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19, kami DPC PPWI Lampung Timur memberikan alat semprot disinfiktan kepada Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur. San semoga alat tersebut dapat berguna bagi masyarakat Desa Purworejo agar terhindar dan dapat memutus penyebaran Covid-19 ini," ucap Ketua PPWI Lampung Timur yang akrab disapa Aini itu.

Masih menurut Muhammad Aini, pihaknya berharap dengan adanya alat tersebut kita bisa bersama-sama memerangi wabah Covid-19 ini. “Dan juga kita selalu menjaga kesehatan masing-masing," harap Aini.

Kepada rekan-rekan jurnalis, tambah Aini, agar senantiasa bisa membuat berita yang factual. “Kroscek dulu kebenarannya, konfirmasikan kepada dinas terkait juga pada pada dokter yang menangi. Dan bila memang sudah positif baru kita unggah beritanya,” harap Aini.

Muhammad Aini juga berharap agar Pemerintah Daerah maupun Pusat bisa mengerti dengan adanya jurnalis sebagai pencari informasi agar bisa diberikan perlengkapan pelindung diri. “Karena kami bekerja di lapangan, perlu adanya dukungan dan juga peralatan,” pintanya.

Di tempat yang sama, Jarkasi selaku Kepala Desa Purworejo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PPWI. “Saya sangat berterimakasih kepada PPWI LampungTimur yang telah peduli terhadap kesehatan masyarakat Desa Purwerejo. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat mengurangi kepanikan masyarakat Desa Perworejo terhadap wabah Covid-19 yang sangat mengerikan ini," ungkap Jarkasi di Kantor Desanya.

Kades Jarkasi juga berharap semoga bencana Covid-19 ini segera berlalu. “Saya berharap semoga wabah Virus Corona ini segera berahir di Indonesia, agar kita bisa dengan tenang menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadhan tahun ini. Dan saya do'a kan semoga rekan-rekan media selalu dapat lindungan Allah SWT dalam menjalankan tugasnya di manapun berada, Aamiin Ya Robbal Alamiin," tutup Jarkasi.

Usai kegiatan, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan pengecekan suhu badan kepada warga yang hadir dan Anggota PPWI serta Perangkat Desa.(MAN/Red)
Home » » Optimalkan Pengawasan, Pos Satgas di Boru Bergeser ke Perbatasan Sikka-Flotim

Optimalkan Pengawasan, Pos Satgas di Boru Bergeser ke Perbatasan Sikka-Flotim

FLOTIM,OposisiNews.Co.Id-  Untuk mengoptimalkan pengawasan, Pos Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Flores Timur di Kecamatan Wulanggitang yang sebelumnya berada di Kantor Polsek Wulanggitang, akhirnya digeser ke wilayah Perbatasan Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka.

Camat Wulanggitang, Blasius Ero Ama, S.Sos, dikonfirmasi media ini di lokasi kegiatan, Selasa,7/4/2020, mengatakan upaya penanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bupati Flores Timur guna memutuskan rantai penyebaran COVID-19 dengan melakukan proteksi sesuai standar yang telah ditetapkan terhadap orang dan kendaraan yang masuk ke wilayah Kabupaten Flores Timur.

"Virus Corona ini sangat berbahaya. Sebagai pintu masuk ya kita wajib perketat pengawasan pada titik perbatasan" kata Ero Ama.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan penumpang yang ada di dalam mobil akan diarahkan ke posko untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan, sedangkan untuk kendaraan lanjutnya, akan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan oleh petugas.

Sementara itu, Petugas Medis penanganan COVID-19, Don Hido kepada Media ini mengatakan selain melakukan pemeriksaan kesehatan, riwayat perjalanan penumpang pun perlu untuk diketahui.

"Jika ditemukan suhu tubuh di atas 38° celcius maupun penyakit lainnya maka mereka kami arahkan ke tempat isolasi yang telah disiapkan pemerintah untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Sementara itu untuk mereka yang dinyatakan sehat tetapi memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terjangkit COVID-19 maka status mereka adalah orang dalam pantauan" terangnya.

Pantauan media ini, pengawasan dilakukan secara ketat dan terpadu. (AL)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon