Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Di Sidoarjo Sisa 5, Besok Gugus Tugas Rapat Putuskan Tempat Alternatif BLK Tulangan

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Di Sidoarjo Sisa 5, Besok Gugus Tugas Rapat Putuskan Tempat Alternatif BLK Tulangan

Written By BBG Publizer on Kamis, 02 April 2020 | 17.47

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -  Ruang isolasi di lima rumah sakit rujukan pasien covid-19 di kabupaten Sidoarjo saat ini tersisa 5 tempat. Rata-rata tiap rumah sakit merawat 4 pasien PDP dan sebagian ditempati pasien yang positif. Sampai dengan hari ini, rincian pasien positif covid-19 di Sidoarjo 11 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 63 orang dan orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 187 orang dan pasien PDP yang sembuh 8 orang.

Dari jumlah 11` pasien yang positif covid-19 sebagian dilakukan perawatan di rumah sakit surabaya, sedangkan pasien PDP yang berjumlah 63 orang sebagian dirawat di lima rumah sakit rujukan, sisanya dilakukan isolasi mandiri dan dalam penjagaan pemerintah satpol PP dan pemerintah desa serta kecamatan.

“Dari lima rumah sakit rujukan semuanya sudah terisi pasien PDP dan perkiraan ruang isolasi sampai dengan hari ini sisa 5-6 tempat”, ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Syaf Satriawarman melalui sambungan telepon dengan awak media di posko Covid-19 Pendopo Delta Wibawa, Kamis 2/4/2020.

Syaf juga menyampaikan jika hari dinas kesehatan kabupaten Sidoarjo melaporkan ke propinsi jawa timur adanya penambahan pasien PDP.

“Hari ada tambahan pasien PDP yang sudah kita laporkan ke pemerintah propinsi jawa timur, lebih jelasnya nanti disampaikan Bu Gubenur Jatim”,katanya.

Gugus tugas covid-19 pemkab Sidoarjo besok akan mengadakan rapat rencananya rapat besok akan memutuskan penambahan tampat ruang isolasi memakai gendung Balai Latihan Kerja (BLK) Tulangan.

“Rencana pemakaian gedung BLK Tulangan untuk ruang isolasi pasien covid-19 sudah dalam progres merencanakan memenuhi perlengkapan. Besok rapat penentuan anggaran, kalau diputuskan dipakai maka akan kita mulai mengisi perlengkapan yang dibutuhkan, anggaran bisa dari PU PR, dari Dinkes atau anggaran gabungan”, tutup Syaf. (Bg)
Home » » Ratusan Santri Ponpes Sidogiri Pulang Ke Sidoarjo, Polresta Sidoarjo Lakukan Pengecekan Kesehatan Antisipasi Covid-19

Ratusan Santri Ponpes Sidogiri Pulang Ke Sidoarjo, Polresta Sidoarjo Lakukan Pengecekan Kesehatan Antisipasi Covid-19

Sidoarjo.OposisiNews.co.id -Polresta Sidoarjo melakukan sterilisasi kepulangan 125 santri dari Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, yang tiba di halaman parkir Masjid Agung Kabupaten Sidoarjo, Kamis 2/4/2020.

Dari Ponpes Sidogiri, ratusan santri tersebut diangkut menggunakan bus, sejumlah santri langsung mengikuti proses pengecekan saat turun dari bus di halaman parkir Masjid Agung Kabupaten Sidoarjo. Proses yang mereka ikuti antara lain screening suhu tubuh, penyemprotan disinfektan melalui tenda antiseptik, cuci tangan menggunakan cairan hand sanitizer serta wajib menggunakan masker.

Satu per satu seluruh santri yang datang maupun pengurus Ponpes yang turut mendampingi, juga tidak luput dari pemeriksaan kesehatan dari Dokkes Polresta Sidoarjo. Kedatangan para santri Ponpes Sidogiri ini dalam rangka libur kegiatan pendidikan di pesantrennya.

Setelah melalui berbagai SOP kesehatan antisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19) dari Dokkes Polresta Sidoarjo, untuk kemudian dijemput keluarga atau wali santri dibawa pulang.

Di lokasi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengatakan, upaya ini adalah langkah antisipasi guna mencegah penyebaran Virus Corona. “Kepada para santri ini, kami himbau agar melakukan karantina di rumahnya masing-masing, dan apabila ada keluhan sakit supaya segera periksa ke rumah sakit atau klinik terdekat dan koordinasi dengan perangkat desa setempat,” ujarnya.(bg)
Home » » Wabah Corona Tak Hambat Proyek Flyover oleh PT PP

Wabah Corona Tak Hambat Proyek Flyover oleh PT PP

Jakarta.OposisiNews.Co.Id - Wabah virus Corona (Covid-19) yang menyebar di Jakarta saat ini tidak menghambat pembangunan jalan  layang (flyover) di Lenteng Agung Jakarta. Demikian disampaikan Kepala Proyek PT. PP sebagai pengelola proyek, H. Eli Roma beberapa waktu lalu.

"Dinas Bina Marga menargetkan seluruh pengerjaan proyek underpass dan flyover tersebut dapat selesai pada tahun ini," kata Eli Roma di lokasi proyek, Senin (30/3/2020).

Eli Roma juga mengatakan bahwa pihaknya meminta seluruh pekerja tetap harus menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat untuk menghindari terjangkit virus corona. "Sejauh ini semua masih berjalan normal dan tidak ada pekerja yang dipantau ataupun diawasi akibat virus corona," katanya.

Sementara Kadis Bina Marga, Hari Nugroho menyebutkan, meski tetap menargetkan pekerjaan underpass danflyover selesai tahun ini, tapi pihaknya harus memperhatikan keselamatan para pekerja agar tidak ada yang mengidap virus corona. "Apabila ada satu saja pekerja yang suspect atau positif, maka seluruh pekerjaan proyek akan dihentikan," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta tahun ini membangun tiga fly over dan dan satu jalan bawah tanah (underpass) dengan total anggaran sekitar Rp 736 miliar.

Adapun rinciannya, flyover Tanjung Barat senilai Rp 163 miliar, flyover Cakung senilai Rp 261 miliar, flyover Lenteng Agung-IISIP senilai Rp 143 miliar dan underpass Senen dengan nilai Rp 169 miliar. (JNI/Red)
Home » » Baru Diresmikan 3 Bulan Jembatan Gempol , Ambyar

Baru Diresmikan 3 Bulan Jembatan Gempol , Ambyar

Sidak komisi 4 DPRD Ngawi di lokasi Jembatan Gempol . 31/03/2020
Ngawi , OposisiNews.Co.Id - Baru berusia 3 bulan pasca penyerahan proyek dan diresmikan Bupati Ngawi Jembatan Gempol Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi yang dibiayai dana APBD 2019 sebesar Rp 3,8 M hancur.

Carut marut pengerjaan jembatan gempol sudah terdeteksi dari awal , miskomunikasi antara konsultan perencanaan dan pekerja teknis diduga berdampak fatal pada pihak rekanan karena pemotongan besi penyangga kerangka jembatan oleh tenaga teknis rekanan tidak sesuai dengan RAB.

Diduga dari pekerjaan yang fatal itu , diindikasi rekanan memainkan langkah kecurangan untuk menutup anggaran besi yang tidak terduga dan berusaha tidak kolep ( bangkrut ), dampaknya bangunan fisik diberbagai titik jembatan banyak yang rusak diwaktu yang singkat.

" Untuk kerangka jembatan tidak ada masalah , waktu terjadi kesalahan besi kerangka , selaku penanggung jawab kegiatan saya suruh untuk mengganti sesuai RAB Jembatan ", ungkap Dwi M

Mengetahui adanya pembangunan infrastruktur jembatan yang dibiayai APBD 2019 amboradul , Komisi 4 DPRD Ngawi bergerak cepat melakukan sidak di lokasi jembatan Gempol didampingi sub-bidang Jembatan dan Jalan DPUPR Ngawi , 31/03/2020.

Melihat kondisi jembatan yang memprihatinkan kondisinya , salah satu wakil rakyat , Sudirman merasa kecewa pada DPUPR Ngawi dan Rekanan dengan pekerjaan jembatan gempol.

Sudirman , anggota Komisi 4
DPRD Ngawi
" Saya sangat kecewa dengan DPUPR dan rekanan dengan kondisi pekerjaan jembatan ini , bahkan banyak item dan sisa kegiatan yang sampai sekarang belum dikerjakan ", kata Sudirman pada awak media.

Menanggapi kekecewaan Komisi 4 , Dwi M menjawab , " Jika Komisi 4 kecewa itu wajar karena memang tupoksinya , soal item yang belum dikerjakan memang direncanakan akan dikerjakan dimasa perawatan jembatan ( 1 th ) ini ".

" Untuk membenahi titik-titik jembatan yang rusak hari ini pihak rekanan sudah melakukan exsen di lapangan untuk pembenahan " ,imbuh Dwi.

Disinggung terkaid mar-up waktu pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai tgl awal dan akir kegiatan yang tertera di prasasti jembatan dan lelang pekerjaan , dengan senyum kecut Dwi M mengatakan " Soal prasasti memang sengaja disamakan dengan jembatan yang tahun ini dikerjakan karena akan diresmikan serentak oleh Bupati ". ( Red )
Home » » Di Masa Karantina, Pemda Hendaknya Tidak Melupakan Wartawan

Di Masa Karantina, Pemda Hendaknya Tidak Melupakan Wartawan

 Ketua Umum PPWI, Alummni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012_
Jakarta,OposisiNews.Co.Id – Menyikapi kondisi penyebaran Virus Corona atau Covid-19 hari-hari ini, banyak daerah yang sudah menerapkan kebijakan Karantina Wilayah. Kebijakan tersebut mewajibkan semua warga harus tinggal di rumah _(Stay at Home)_ dan melakukan pekerjaan dari rumah _(Work from Home)_. Anak sekolahpun sudah diliburkan hampir dua minggu berjalan, dan mewajibkan para siswa belajar dari rumah _(Online Learning)_.

Bagi beberapa kelompok warga, kebijakan _lock-down_ ala Indonesia (baca: karantina biaya mandiri) itu tidak begitu merepotkan, terutama bagi mereka yang berstatus sebagai pegawai pemerintah atau pengusaha. Kelompok warga ini, walau di level kepegawaian rendahan sekalipun, masih memiliki harapan untuk mendapatkan tunjangan pembiayaan hidup sehari-hari. Minimal dari gaji bulanan mereka.

Namun, bagi sebagian besar rakyat, kebijakan stay at home merupakan sesuatu yang sangat merisaukan. Karyawan atau buruh pabrik, pedagang kaki lima, dan tukang ojek adalah beberapa kelompok masyarakat yang hidupnya hanya berharap dari kerja harian. Uang yang didapat hanya cukup untuk biaya hidup dari hari ke sehari. Dapat uang hari ini, habis untuk biaya hari ini, kadang tidak cukup.

Kondisi itu merupakan situasi yang dihadapi ratusan ribu jurnalis se-Indonesia. Kehidupan mereka juga amat memprihatinkan, hidup sehari ke sehari dengan pendapatan yang seadanya. Wartawan Indonesia adalah salah satu kelompok rakyat yang selama ini terabaikan di negerinya sendiri. Taraf perekonomian kebanyakan para jurnalis tergolong berada di bawah garis pra-sejahtera (untuk tidak mengatakan garis kemiskinan).

Terdapat beberapa faktor yang membuat kesejahteraan para jurnalis di tanah air sulit beranjak naik. Jangankan untuk menabung, pendapatan sehari-hari saja hanya cukup untuk biaya keseharian keluarganya. Jikapun ada wartawan yang sejahtera, umumnya mereka adalah pemilik media atau jurnalis yang mempunyai bisnis di luar jurnalistik.

Beberapa perusahaan media yang memiliki ribuan wartawan, sebutlah Kompas sebagai contoh, dapat memberikan penghasilan yang hampir memadai bagi wartawannya. Perusahaan media nasional itu memiliki beberapa jaringan bisnis non-jurnalitik, seperti properti, perhotelan, hingga perkebunan dan pertambangan. Hal tersebut menjadikan Kompas dapat bertahan di tengah gelombang dasyat kemajuan media online yang tidak dapat dimonopoli oleh media tertentu saja.

Walaupun begitu, pola pemberian gaji bagi para wartawan media nasional sebesar Kompas, tidaklah sama alias tidak merata bagi ribuan wartawannya itu. Kinerja sang wartawan amat menentukan penghasilan yang bersangkutan. Dengan kebijakan media besar seperti ini, tentunya masih menyisakan banyak rekan wartawannya yang hidup pas-pasan, dapat sehari, habis sehari.

Jika kondisi kalangan jurnalis yang bekerja di media-media besar, yang mempunyai jaringan bisnis beromset miliaran hingga triliunan, masih cukup memprihatinkan, maka dapat dibayangkan kehidupan para jurnalis di daerah-daerah yang hanya bermodal idealisme dan semangat empat-lima. Bekerja dengan bermodal sebuah android untuk merekam hasil wawancara sekaligus mengambil foto sang narasumber dan obyek berita, tentunya tidak akan memberikan hasil (pendapatan) yang cukup.

Akibatnya, di saat-saat genting masa karantina seperti sekarang, kalangan jurnalis merupakan kelompok rakyat yang amat rapuh dari sisi ekonomi. Sebagian besar mereka tidak memiliki persediaan kebutuhan hidup, tidak juga memiliki tabungan dana yang memadai untuk menjalani masa stay at home, walau untuk beberapa hari sahaja. Jika sang wartawan memiliki keluarga dengan jumlah anak yang cukup banyak, semisal 3 atau 4 orang, tentunya menjadi beban yang sangat berat baginya.

Wartawan tidak akan pernah berputus asa, apalagi mengeluh, terlebih lagi mengemis kepada siapapun. Idealisme seorang wartawan yang selalu siap untuk hidup menderita merupakan pegangan utama bagi mereka. Jangan pernah berharap bahwa wartawan akan datang ke pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk sekedar meminta bantuan. Justru, para jurnalis sejati akan bergerak untuk menggalang kekuatan dalam mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat. Wartawan hanya lantang suara ketika memperjuangkan rakyat, tetapi diam seribu bahasa jika bicara soal nasib-hidupnya sendiri.

Walaupun wartawan diam, janganlah beranggapan mereka kuat dan mampu bertahan tanpa makan-minum sehari-hari. Wartawan tetaplah manusia. Mereka butuh asupan makanan untuk tetap bisa hidup. Mereka juga butuh menghidupi anak-istrinya sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaannya di keluarganya.

Pemerintah semestinya tidak melupakan kalangan jurnalis sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang wajib diayomi dan dilindungi hidupnya. Berikan akses ke sumber-sumber ekonomi yang ada di lingkungan pemerintah, baik dari alokasi anggaran APBN/APBD maupun bentuk bantuan lainnya. Pemanfaatan keuangan yang bersumber dari dana CSR _(Corporate Social Responsibility)_ perusahaan-perusahaan yang ada di daerah masing-masing dapat dimaksimalkan membantu warga masyarakat terdampak, termasuk kalangan wartawan.

Paling penting dari semua ini adalah bahwa para pengambil kebijakan di pemerintahan daerah semestinya peka terhadap kebutuhan warganya, terutama dari kalangan “pendiam” wartawan. Mereka adalah bagian dari tanggung jawab Anda, karena mereka adalah rakyat Anda. Saya hanya menyuarakan keresahan ratusan ribu wartawan se-nusantara, yang tidak pernah mereka utarakan, bahkan kepada sayapun tidak pernah. ( WL )


Home » » Kementan Tegaskan Anjing dan Kucing Tidak Menularkan Covid-19

Kementan Tegaskan Anjing dan Kucing Tidak Menularkan Covid-19

Dirjen PKH drh I Ketut Diarmita 
Jakarta,OposisiNews.Co.Id - Menyikapi adanya pemberitaan tentang satu ekor kucing di Belgia yang positif Covid-19, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) kembali menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan anjing dan kucing dapat menularkan Covid-19 ke manusia.

Menurut Dirjen PKH, drh. I Ketut Diarmita, sebelumnya pernah dilaporkan juga ada dua ekor anjing di Hongkong yang positif Covid-19 ini. Berdasarkan laporan dari otoritas kesehatan hewan Hongkong ke Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), seperti halnya kucing di Belgia, dinyatakan bahwa dua anjing tersebut tertular oleh pemilik yang positif Covid-19.

"WHO dan OIE menegaskan bahwa penularan Covid-19 terjadi dari manusia ke manusia, dan belum ada bukti yang menunjukkan hewan kesayangan dapat menyebarkan penyakit ini ke hewan lain maupun ke manusia" jelasnya di Jakarta, Selasa, 31/03/2020.

Menurut Ketut, anjing (Hongkong) dan kucing (Belgia) positif Covid-19 adalah kasus langka, kemungkinan penularannya dari manusia ke hewan peliharaan masih terus diselidiki.

"Penyebab Covid-19 adalah virus baru, para ilmuan berbagai disiplin ilmu masih terus mempelajari virus ini," ucap dokter hewan senior itu.

Lebih lanjut, senada dengan pernyataan yang telah disampaikan sebelumnya (12/03/2020), Ketut berpesan agar pemilik anjing dan kucing tetap memelihara hewan kesayangannya secara bertanggung jawab dan tidak melakukan tindakan yang melanggar kesejahteraan hewan, seperti membuang atau menelantarkan hewan kesayangannya.

"Masyarakat diharapkan terus menjaga kesehatan hewan miliknya, dengan memastikan penyediaan pakan dan minum yang cukup, termasuk memastikan kesehatannya dengan berkonsultasi kepada dokter hewan," tambahnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) selama berinteraksi dengan hewan kesayangan, misalnya mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun minimal 20 detik sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan kesayangan, serta memastikan hewan, wadah pakan dan minuman, lantai dan perlengkapan bermainnya selalu dalam kondisi bersih.

“Namun, sebagai bentuk kehati-hatian, dihimbau bagi penderita atau suspek Covid-19 untuk membatasi kontak dengan hewan," pinta Ketut.

Ia juga menyarankan bagi masyarakat yang dalam kondisi sakit, agar meminta anggota keluarga yang lain untuk memberi pakan dan menemani hewan kesayangan bermain. Namun, apabila terpaksa harus merawat hewan, agar menggunakan masker, serta memastikan tidak memberi makanan sisa, mencium dan memeluk hewan kesayangannya tersebut.

"Sekali lagi pastikan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum dan setelah kontak dengan mereka,” himbau Ketut.

Kemudian, ia memastikan bahwa Ditjen PKH akan terus memonitor perkembangan Covid-19 pada hewan melalui OIE dan terus menjalin komunikasi yang erat dengan otoritas kesehatan nasional dalam kerangka One Health.

"Apabila ada informasi terbaru, akan segera kami sampaikan kepada maayarakat," pungkas Dirjen PKH Ketut. (PBI/Red)


OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon