Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Terkepung 4 Wilayah Zona Merah , Gagas Millineal Mojokerto Desak Pemkab Berlakukan Karantina Wilayah

Terkepung 4 Wilayah Zona Merah , Gagas Millineal Mojokerto Desak Pemkab Berlakukan Karantina Wilayah

Written By BBG Publizer on Minggu, 29 Maret 2020 | 21.15

Mojokerto,OposisiNews.Co.Id- Penyebaran virus corona ( Covid19 ) semakin hari semakin naik angkanya, baik di tingkat nasional, regional maupun lokal. Data yang disajikan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui http://covid19.mojokertokab.go.id/ pada tanggal 29 Maret 2019, pukul 16.00, untuk tingkat nasional sudah terdapat 1155 kasus positif, 701 dirawat, 59 sembuh dan 102 meninggal dunia. Sedangkan untuk tingkat lokal, sudah terdapat 143 ODP dan 22 PDP.  Angka ini akan semakin naik kalau tidak ada penyikapan yang serius dari pihak-pihak terkait. Apalagi, kondisi Kabupaten Mojokerto sudah dikepung oleh kabupaten/kota yang termasuk kategori zona merah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Malang Raya.

Melihat kondisi yang demikian, Gagas Millennial mendesak Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk melakukan karantina wilayah terbatas. Setiap lalu lintas keluar masuk wilayah Kabupaten Mojokerto harus dijaga ekstra ketat. Setiap orang yang masuk wilayah Kabupaten Mojokerto harus dilakukan pemeriksaan baik kepentingannya dan juga kondisi kesehatannya. Selain itu juga perlu diperhatikan lebih terkait kondisi buruh-buruh pabrik yang setiap harinya pasti bertemu dan berkumpul dengan banyak orang.

“Jika tidak, ini bisa berbahaya. Karena virus ini tidak terlihat. Bahkan, orang yang terjangkit virus ini bisa tidak merasakan apa-apa, namun dia sebagai pembawa virus ini kepada orang di sekitarnya,” tegas Aqib Ma’rufin, Koordinator Gagas Millenial Mojokerto.

Jika karantina wilayah ini tidak dilakukan, bukan tidak mungkin virus ini akan masuk ke wilayah Kabupaten Mojokerto dan justru akan membuat panik masyarakat. Sebelum itu terjadi, seyogyanya karantina wilayah dilakukan sambil memberi pemahaman yang masif di masyarakat, agar masyarakat juga paham pentingnya pembatasan ini sehingga virus tidak menyebar lebih luas.

Pemerintah juga harus segera mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan virus ini. Mulai dari penyiapan APD untuk tim medis di rumah sakit rujukan serta seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Mojokerto, menyediakan perlengkapan bagi masyarakat seperti masker atau minimal menjamin ketersediaannya agar terjangkau bagi masyarakat serta sosialisasi menyeluruh tentang pentingnya pola hidup bersih.

Ditekankan lebih konkrit lagi kepada masyarakat bahwa sudahi keluar rumah jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak.  taati aturan pemerintah sebaik mungkin. Pembatasan bukan Soal formalitas belaka, tapi memang benar-benar kondisi yang mengharuskan kita untuk tak berinteraksi langsung. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) harus diterapkan dengan disiplin di manapun dan kapanpun.

Terakhir adalah menjamin ketesediaan sembako murah dan atau terjangkau, agar jangan sampai kondisi seperti ini dimanfaatkan orang yang ingin mengeruk keuntungan dengan menaikkan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok meroket, sebagaimana telah terjadi pada harga masker dan sejumlah bahan lain diakibatkan virus corona ini. ( Ly***)
Home » » Physical Distancing Berlaku di Kawasan Gading Fajar Sidoarjo

Physical Distancing Berlaku di Kawasan Gading Fajar Sidoarjo

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Pemandangan berbeda di sepanjang jalan Taman Pinang Indah, Gading Fajar hingga simpang tiga Sumokali, Sidoarjo, pada Minggu  pedagang kaki lima (PKL) dan warga yang biasanya berjubel di kawasan tersebut mulai berangsur sepi.minggu, 29/3/2020.

“Kami mohon bapak dan ibu untuk segera kembali ke rumah masing-masing. Karena wilayah ini termasuk kawasan physical distancing, guna mempercepat putus mata rantai penularan Virus Corona,” pesan Kabagops Polresta Sidoarjo Kompol Mujito di lokasi.

Sejak tiga hari ini, Polresta Sidoarjo bersama instansi terkait menerapkan kawasan physical distancing di berbagai kawasan Kabupaten Sidoarjo. Begitu pula yang diberlakukan di kawasan Taman Pinang, Gading Fajar dan Sumokali yang biasanya ramai PKL dan lalu lalang warga.

Bahkan Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, Satpol PP, serta instansi terkait lain tidak hanya mengimbau para PKL dan warga agar segera pulang dan membubarkan diri. Personel gabungan ini juga melakukan penyemprotan disinfektan ke lapak-lapak dagangan, jalan raya serta fasum yang ada.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar mengatakan, ini merupakan langkah sinergitas TNI, Polri bersama instansi terkait lainnya dan juga kerjasama dengan warga, guna memutus mata rantai penyebarluasan Covid-19 di wilayah zona merah Sidoarjo Kota. “Semoga langkah bersama ini dapat segera menangkal penyebaran virus corona. Mari komitmen bersama guna mensukseskan kawasan physical distancing berjalan maksimal,” khatanya.(bg)
Home » » Sidoarjo Semakin Banyak Perumahan Tetapkan Sebagai Kawasan Physical Distancing

Sidoarjo Semakin Banyak Perumahan Tetapkan Sebagai Kawasan Physical Distancing

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Kawasan Physical Distancing di perumahan Sidoarjo terus bertambah, giliran Perumahan Pesona Sekar Gading RW 07, Sekardangan, Sidoarjo dan Perumahan Mutiara Regency Sidoarjo, mendeklarasikan sebagai kawasan physical distancing.

Sebagai kawasan physical distancing guna mencegah penyebarluasan Virus Corona (Covid-19), warga di Perumahan Pesona Sekar Gading, Sekardangan, menerapkan SOP ketat terhadap warga yang keluar masuk ke wilayah perumahan ini.

”Antara lain, SOP yang kami terapkan guna sterilisasi dari bahaya Covid-19, warga yang masuk kami periksa suhu tubuh, cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer , dan kami semprot dengan cairan disinfektan,” jelas Ketua RW 07 Sulardi, Sabtu 28/3/2020.

Terkait penerapan kawasan perumahan physical distancing bagi warga di Perumahan Pesona Sekar Gading, menurut Ketua RT 23 Edi Priyanto, pihaknya telah berkomitmen bersama sebagai upaya menangkal penularan Virus Corona. Sehingga tidak ada hambatan dalam penerapan kawasan physical distancing.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji yang mengecek kawasan physical distancing di Perumahan Pesona Sekar Gading, Sekardangan, Sidoarjo dan Perumahan Mutiara Regency Sidoarjo, serta sebelumnya ada di Perumahan Puri Surya Jaya, Gedangan dan Perumahan Griya Sedati Indah. Ia mengapresiasi kesadaran masyarakat yang begitu tinggi akan upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kabupaten Sidoarjo.

“Penerapan kawasan physical distancing ini, juga sebagai imbauan kepada masyarakat agar sadar tetap berada di rumah. Tidak perlu keluar rumah, kecuali ada keperluan mendesak. Dan nantinya penerapannya dapat dilakukan di wilayah lainnya di Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.

Selain kawasan perumahan, Polresta Sidoarjo juga memberlakukan kawasan physical distancing di sejumlah jalan protokol. Harapan dari Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji penerapan kawasan physical distancing ini, dapat segera menggugah kesadaran masyarakat terkait betapa pentingnya tindakan menangkal covid-19 agar tidak semakin meluas.khatanya ( bg )
Home » » KEMANA PARA WAKIL RAYAT?

KEMANA PARA WAKIL RAYAT?

Catatan hati:
 Budi Hantara
Oposisinews.Co.Id- Mengatasi wabah virus covid 19 adalah tanggung jawab kita bersama, tanpa kecuali. Karantina wilayah perlu dilaksanakan secara serentak dan tegas untuk mencegah penyebaran virus covid 19 ke wilayah yang semakin luas.

Penghargaan setinggi-tingginya layak kita berikan kepada para dokter, perawat dan relawan yang berjuang siang malam mempertaruhkan nyawa demi kemanusiaan. Mereka harus didukung dengan segala daya dan upaya agar perjuangan mereka tidak sia-sia.

Saat ini rakyat sudah merasakan dampak penyebaran virus corona/covid 19. Dampak secara sosial dan ekonomi sangat dirasakan golongan masyarakat bawah. Seharusnya para wakil rakyat (DPR) segera tanggap dan bertindak. Pro aktif seperti ketika dulu membutuhkan suara rakyat demi kursi jabatan. Sekarang kursi jabatan sebagai anggota DPR itu sudah mereka duduki dengan nyaman. Jangan terlena di kursi empuk apalagi bersembunyi dan pura-pura tuli. Wakil rakyat yang terhormat harus buka mata dan buka telinga supaya mengerti kebutuhan rakyat. Tunjukkan secara nyata peran sebagai wakil rakyat. Misalnya dengan menyisihkan  sebagian tunjangan atau gaji yang begitu besar untuk membantu mengatasi persoalan ekonomi yang melilit rakyat sebagai dampak wabah corona. Iklaskah Bapak Ibu wakil rakyat yang terhormat? Walaupun dengan berat hati, sekarang tunjukkan janji Bapak Ibu kepada rakyat yang telah memilihmu atau terpaksa memilihmu.

Kita sebagai rakyat berharap cobaan yang terjadi di negeri ini cepat teratasi. Maka marilah kita mengambil peran secara positip untuk mencegah penyebaran virus covid 19. Taati aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Jangan membuat masalah di tengah kondisi yang tidak kondudif. Kita harus bersatu dan bersama-sama melawan covid 19. Kita pasti bisa.***

Ngawi, 29 Maret 2020

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon