Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Tahap 1 Pencairan Dana Desa , Desa Sriwedari Selesaikan Finising Gedung Serba Guna Desa

Tahap 1 Pencairan Dana Desa , Desa Sriwedari Selesaikan Finising Gedung Serba Guna Desa

Written By BBG Publizer on Kamis, 26 Maret 2020 | 20.24

Lokasi kegiatan ' Gedung Serba Guna Desa Sriwedari ' kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi
Ngawi,OposisiNews.co.id - Tahap pencairan 40 persen Dana Desa 2020 menginisasi desa yang telah mencairkan untuk segera mengaplikasikan kegiatan mendasar rencana desa sesuai APBDes.

Kantor desa Sriwedari
Desa Sriwedari , Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi salah satu desa di kecamatan Karanganyar yang telah mengalokasikan pencairan anggaran tahap 1 dana desa (DD)  untuk menyelesaikan pembangunan gedung serba guna desa yang telah terprogram selama 3 tahun anggaran.

" Untuk tahap 1 pencairan Dana Desa , pemerintah desa mengalokasikan untuk menyelesaikan ( finising ) gedung serba guna desa yang rencananya akan digunakan untuk kegiatan 10 program pokok PKK tahun ini ( 2020 ) yang bakal dilaksanakan di desa Sriwedari " , kata Tony.Kepala Desa Sriwedari.

Tony ( Kds Sriwedari ) dan
Heri . Kasi Kesejahteraan
( Ketua TPK )
" Terkaid maraknya virus Corona yang menghantui masyarakat dan mematuhi aturan / ajakan pemerintah untuk memerangi / siaga covid-19 , pemerintah desa Sriwedari sudah merencanakan menganggarkan melalui perubahan ABPDes yang dimungkinkan pada tahap 2 . Sementara ini desa harus menalangi untuk kegiatan siaga covid-19 karena jika menganggarkan di tahap 1 rasanya sulit karena sudah terapgred melalui seskudes ", imbuhnya.

Dari pantauan OposisiNews pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung serba guna desa Sriwedari sudah 90 persen selesai dan dikerjakan oleh warga sekitar yang jumlahnya tidak begitu banyak.

" Pekerja pembangunan ( finising ) gedung hanya melibatkan 12 orang ( warga sekitar ) seperti yang dianjurkan pemerintah untuk menjaga dan memutus penularan Corona , selaku TPK saya awasi betul aktifitas tenaga dalam pengerjaan seperti menjaga jarak dan kebersihan .khususnya untuk makan / istirahat sesuai kesepakatan semua yang bekerja pulang dirumah masing-masing yang kebetulan berdomisili dekat dengan lokasi kegiatan " Ucap Heri.Kasi Kesejahteraan ( Ketua TPK )

" Untuk anggaran pekerjaan finising gedung serba guna dianggarkan Rp 84,4 juta dari Dana Desa ", imbuhnya. (AJB) 
Home » » Pilkades Serentak Di Sidoarjo Ditunda

Pilkades Serentak Di Sidoarjo Ditunda

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Menyikapi surat dari Menteri Dalam Negeri terkait saran dan himbauan penundaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 19 april mendatang oleh pemkab Sidoarjo akhirnya ditunda.

Rapat dilakukan jajaran Forkopimda kabupaten Sidoarjo diantaranya Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin, Ketua DPRD Usman, Kapolesta Sidoarjo Kombespol Sumardji, Kajari Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono, perwakilan Kodim 0816/Sidoarjo dan Sekda A. Zaini. Rapat memutuskan pilkades serentak 19 april ditunda sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Kamis 26/3/2020

Meski dilakukan penundaan, tahapan-tahapan pilkades yang tidak melibatkan banyak orang tetap berjalan dan di selesaikan.

Penundaan tersebut berdasarkan rujukan surat dari BNPB yang menetapkan kondisi darurat nasional karena pandemi Covid-19 baru berakhir tanggal 29 mei 2020.

Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa Kabupaten Sidoarjo Heru Sultan menerima apa yang sudah menjadi keputusan bersama. Heru minta agar pihak pemkab segera membuat surat penundaan dan segera dikirim ke desa-desa.

"Kami sepenuhnya menerima keputusan dari pemerintah, jika memang pilihan yang terbaik adalah ditunda maka kita ikuti, kami minta pemkab segera membuat surat secara resmi dan dikirim ke desa-desa", kata Heru.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menekankan penundaan pilkades didasarkan pada maklumat Kapolri. Dalam maklumat tersebut salah satu isinya adalah membubarkan jika ada warga yang berkerumun. Pilkades serentak sangat berpotensi tempat berkumpulnya masyarakat, dikhawatirkan akan berpotensi penyebaran covid-19.

"Kami dari kepolisian menyarankan pilkades serentak di Sidoarjo lebih baik ditunda sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kondisi aman oleh pemerintah pusat", ujar Sumardji.

Saran yang sama juga disampaikan Kajari Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono. Menurut Kajari keputusan pemerintah pusat dalam ini menteri dalam negeri yang menyarankan pilkades Sidoarjo ditunda sudah melalui perhitungan yang matang dan memikirkan kebaikan yang lebih besar.

"Saran kami kita ikuti saja surat dari menteri dalam negeri yaitu ditunda dulu, situasi sekarang masih darurat nasional lebih baik kita fokus bersama menangani pandemi covid-19 di Sidoarjo", ujar Budi.

Budi juga menyarankan agar membuat kembali surat keputusan perubahan pelaksanaan pilkades.

Rapat yang akhirnya diputuskan Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin dilakukan penundaan, namun kalau bisa penundaan tidak lama.

"Kita yang hadir rapat ini semua sepakat pilkades serentak ditunda, namun kita juga sepakat penundaan juga tidak lama-lama, jika situasi sudah membaik maka kita segera bisa laksanakan", kata Wabup Nur Ahmad. (Bg).
Home » » Ancaman Corona , Desa Sekarjati Berencana Alihkan Pekerjaan Fisik Desa Untuk Kemanusiaan

Ancaman Corona , Desa Sekarjati Berencana Alihkan Pekerjaan Fisik Desa Untuk Kemanusiaan

Musyawarah semua tokoh desa Sekarjati di Pendopo Desa, Kamis 26/03/2020
Ngawi , OposisiNews .Co.Id - Semakin masifnya penyebaran Covid 19 berimbas pada realisasi pembangunan infrastruktur yang dibiayai Alokasi Dana Desa ( ADD - DD ) TA.2020 di berbagai desa.

Belum adanya obat yang pasti untuk mengobati korban yang terjangkit virus Covid 19 , banyak Kepala desa yang berani tegas dalam memutuskan kebijakan pengunaan Dana Desa demi kemanusiaan dan kelangsungan hidup warganya.

Sugeng Purnomo
Kades Sekarjati
" Sebagai kepala desa saya dituntut untuk berani mengambil sikap tegas terkaid keselamatan warga saya ditengah maraknya virus Corona , saya siap salah dan bertanggung jawab dengan sikap yang saya ambil ", ucap Sugeng Purnomo Kepala Desa  Sekarjati , Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi.

" Jika memang akan ada LockDown semua dana desa akan kami belikan bahan pakan warga selama dilakukan lockdown",imbuhnya.

" Untuk sementara data yang masuk desa dan terdata di Puskesmas Karanganyar , selama maraknya virus Corona , kurang lebih 50 orang /warga kami yang berada di perantauan sudah kembali ke desa dan sudah melakukan cek-up dipuskesmas serta melakukan isolasi mandiri ," papar Kades.

" Kejadian yang akan datang (musim mudik th 2020 ) memasuki pertengahan bulan puasa - lebaran seperti tahun sebelumnya jumlah pertambahan warga desa Sekarjati berkisar 300-400 warga yang ber-kerja di ( kota- luar pulau dan LN ) , hal ini mendasari pemerintah desa Sekarjati extra memerangi merebaknya virus Corona demi keselamatan dan kesehatan warga di desa Sekarjati " , cerita Sugeng.

Langkah apa yang telah diambil Pemerintah desa Sekarjati dengan kondisi sekarang ? Dengan kepulangan 50 warganya dari rantau ?

Sejak maraknya penyebaran virus Corona dan sebelum pemerintah mengumumkan bisa memanfaatkan dana desa untuk penanggulangan virus Corona , pemerintah desa sudah membentuk Tim satgas Corona desa yang berawak-kan Perangkat Desa , BPD , LPMD , Tokoh Masyarakat / Agama , RT- RW dan Pemuda bahu membahu dalam memberikan informasi dan pengawasan pada warga yang mengadakan isolasi mandiri .

Kds Sekarjati beri
Arahan pada peserta
Musyawarah covid-19
"Seperti saat ini , Kamis 26/03/2020 dengan adanya kebijakan / SE pemerintah semua yang terlibat dalam Satgas Corona mengadakan pertemuan untuk memfokuskan pembagian tugas dan melakukan evaluasi perubahan pemanfaatan dana desa ", ujarnya.

Apakah benar desa Sekarjati akan mengalihkan bahkan meniadakan kegiatan infrastruktur desa yang sudah disepakati sesuai APBDes 2020 ?

" Benar , jika kondisi mencekam ini tidak beransur baik bahkan semakin buruk .Pemerintah desa akan mengalihkan kegiatan infrastruktur dari Dana Desa untuk Kegiatan Kemanusiaan / kelangsungan hidup warga desa karena di Pemendes Nomor 11 tahun 2019 sudah diatur apalagi diperkuat dengan instruksi presiden RI ",ujarnya.

" Jika memang harus terjadi dan menjadi temuan BPK saya selaku kepala desa Sekarjati siap mempertanggung jawabkan , buat apa infrastruktur desa Sekarjati bagus jika rakyatnya harus menderita tanpa ada solusi Kemanusiaan dari pemerintah desa dan sampai hari ini pemerintah desa belum mencairkan dana desa melihat kondisi sekarang ", Tutup Sugeng P ( Rif.Adv )
Home » » PCNU Kabupaten Mojokerto optimis lawan COVID-19

PCNU Kabupaten Mojokerto optimis lawan COVID-19

Mojokerto,OposisiNews.Co.Id-  Merebaknya Virus Corona di Indonesia, ditanggapi serius PCNU Kabupaten Mojokerto. Organisasi yang berkantor di Jalan RA Basuni Sooko Mojokerto ini, menghentikan seluruh kegiatan yang mengumpulkan massa. Padahal, sebenarnya di bulan Maret-April ini banyak kegiatan puncak dalam rangka peringatan hari lahir NU.

Sekretaris PCNU Kabupaten Mojokerto, Taufik mengatakan, sesuai arahan dari pemerintah serta intruksi dari PBNU dan PWNU Jawa Timur PCNU Kabupaten Mojokerto menghentikan seluruh kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. “Kegiatan tersebut, akhirnya kami ganti dengan penyemprotan desinfektan ke masjid dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Mojokerto,” jelas Taufik.

PCNU Kabupaten Mojokerto juga membentuk Gugus Tugas Covid 19 yang akan bertugas melakukan penyemprotan desinfektan ini di 100 masjid yang ada di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu, tim Gugus Tugas Covid 19 PCNU Kabupaten Mojokerto yang berisi sejumlah lembaga seperti Lembaga penanggulangan bencana NU (LPBINU), Lembaga takmir masjid NU (LTMNU) serta Lembaga Kesehatan NU (LKNU) juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup bersih dan social distancing untuk menghalau penyebaran wabah yang saat ini juga telah menjangkiti ratusan Negara di dunia.

“Awalnya kita mengalami kesulitan pendanaan juga perlengkapan. Akhirnya Kepala Desa Pesanggrahan Kutorejo Moh. Afif, memberikan support berupa dana serta sejumlah peralatan, seperti alat semprot serta cairan desinfektan,” terang salah satu pengasuh Pondok pesantren An-nahdliyah Sooko ini.

Berawal dari inisiasi yang dilakukan oleh kepala desa Pesanggrahan tersebut, akhirnya sejumlah lembaga di internal PCNU akhirnya ikut support dan PCNU juga ikut memberikan dukungan penuh.

Terpisah, Moh. Afif mengatakan, inisiasi yang dilakukannya dalam gugus tugas covid 19 tersebut salah satunya adalah untuk membangun rasa optimisme bagi aktifis NU khususnya dan warga Mojokerto pada umumnya, tidak perlu takut apalagi panik. Rasa tenang dan mengedepankan akal sehat, serta rasa optimisme justru akan menjauhkan virus tersebut berkembang di Kabupaten Mojokerto.

“Saya juga prihatin, karena begitu corona merebak, banyak barang menghilang di pasaran. Seperti masker, hand sanitizer, desinfektan dan lain-lain. Dengan gerakan ini, juga kita ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa barang-barang tersebut bisa kita produksi sendiri. Menggunakan sejumlah bahan yang ada,” kata Moh. Afif.

Hari pertama kegiatan penyemprotan desinfektan serta sosialisasi yang dilakukan Gugus tugas covid 19 PCNU Kabupaten Mojokerto ini, dilakukan di sejumlah masjid yang ada di Kecamatan Mojosari. Selanjutnya, akan digilir masjid-masjid yang berada di pinggir jalan raya yang ada di Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Sooko, serta sejumlah pesantren.

“Intinya kita ingin membantu pemerintah untuk memberikan pemahaman bahaya virus ini, serta membangun optimisme di masyarakat, agar tidak panik untuk mengusir virus ini dari Kabupaten Mojokerto,” tutup Taufik.( Ly )

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon