Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Sidoarjo Anggarkan 30 Milyar

Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Sidoarjo Anggarkan 30 Milyar

Written By BBG Publizer on Senin, 23 Maret 2020 | 18.53

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo saat ini sedang menyiapkan anggaran sebesar 30 milyar untuk penanganan pencegahan menyebarnya virus Covid-19 di wilayah Sidoarjo.  Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo A. Zaini saat menggelar konferensi pers di Pendopo Delta Wibawa, Senin 23/3/2020.

Anggaran tersebut sudah dihitung berdasarkan kebutuhan dilapangan. Diantaranya pembelian APD (Alat Pelindung Diri) untuk tenaga medis, masker, hand sanitizer serta pengadaan tempat cuci tangan yang rencananya akan dipasang ditempat fasilitas publik dan kebutuhan penunjang percepatan penanganan medis lainnya.

“ Anggaran 30 milyar saat ini sudah masuk dalam pembahasan, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera diputuskan dan bisa langsung digunakan”, kata Zaini.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sekda Zaini mengatakan jika Sidoarjo sekarang  ada tambahan 2 lagi RS rujukan yaitu RS. Anwar Medika Balongbendo dan RS. Khadijah Sepanjang - Taman, dimana sebelumnya rumah sakit rujukan hanya 3 yakni RSUD Sidoarjo, RS. Siti Hajar dan RS. Mitra Keluarga Waru.

“ Saat ini rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Sidoarjo menjadi 5 rumah sakit, dari tambahan dua rumah sakit tersebut minimal ada tambahan dua tempat isolasi setiap rumah sakit”, ujar Zaini.

Pemkab Sidoarjo saat ini juga sudah memesan alat rapid test Covid-19 dan Alat Pelindung Diri (APD) dan dalam waktu dekat alat yang dipesan tersebut sudah diterima dinas kesehatan Sidoarjo. (Bg)
Home » » Melintas di Raya Waru, Puluhan Pengendara Disemprot Hand Sanitizer

Melintas di Raya Waru, Puluhan Pengendara Disemprot Hand Sanitizer

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19), terus dilakukan Polresta Sidoarjo bersama instansi terkait, puluhan pengendara yang melintas arah di Jalan Raya Waru, Sidoarjo, diarahkan menepi oleh Polisi Lalu Lintas untuk dilakukan penyemprotan menggunakan hand sanitizer.minggu, 22/3/2020.

Sosialisasi upaya pencegahan penyebaran Virus Corona ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, bersama Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, Pejabat utama Polresta Sidoarjo, Kapolsek Waru, dan Kodim 0816 Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji pada kesempatan ini, setelah menyemprotkan hand sanitizer ke tangan pengendara juga mencontohkan cara cuci tangan yang benar.

“Mari selalu jaga kebersihan tubuh kita, agar terhindar dari berbagai macam virus. Termasuk Covid-19 dapat kita tangkal dengan penggunaan hand sanitizer atau cuci tangan menggunakan sabun,” pesan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji kepada salah seorang pengendara.

Tidak hanya sosialisasi cuci tangan dan pola hidup bersih, Kapolresta Sidoarjo juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat sesuai dengan maklumat Kapolri. Yakni jika tidak ada keperluan mendesak, lebih baiknya masyarakat tetap berada di dalam rumah saja. Serta sebisa mungkin menghindari pertemuan secara kontak langsung, terlebih di kerumunan massa dalam jumlah banyak.

Selain itu, Kapolresta Sidoarjo juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan jangan panik namun diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing, dan mengikuti informasi serta himbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.(bg)
Home » » KEGIATAN BELAJAR DI TENGAH WABAH CORONA

KEGIATAN BELAJAR DI TENGAH WABAH CORONA

Ngawi,OposisiNews- Wabah  Corona  menjadi fenomena yang menggemparkan. Seluruh dunia dilanda kecemasan. Berbagai kegiatan mengalami dampak yang cukup serius. Para pemangku kebijakan menyikapi dengan berbagai cara untuk meminimalisir dampak terjadinya wabah Corona.

Dinas pendidikan sebagai kepanjangan tangan pemerintah meliburkan siswa (belajar di rumah) selama dua minggu. Kebijakan belajar di rumah terhitung mulai 16 s/d 29 Maret 2020. Bahkan pemerintah propinsi Jawa Timur merasa perlu memperpang masa belajar di rumah sampai 5 April 2020. Menyikapi hal tersebut maka sekolah dan para guru harus mengubah pola kegiatan belajar.  Misalnya kegiatan belajar mengajar (KBM) yang biasanya dilakukan dengan tatap muka harus dilakukan dengan cara non tatap muka (on line).

Para guru sibuk mempersiapkan tugas supaya KBM non tatap muka berjalan lancar dan sukses. Satu hal yang harus diperhatikan oleh guru adalah memahami kondisi peserta didik. Baik kondisi yang terkait dengan sarana dan prasarana seperti Hand Phone, Laptop maupun psikologi peserta didik. Jangan sampai pembelajaran on line menjadi beban bagi peserta didik. Bila setiap guru memberi tugas tanpa memahami situasi dan kondisi yang dihadapi peserta didik akan berdampak buruk.

Tujuan belajar di rumah supaya peserta didik mengurangi kontak sosial dalam rangka mencegah penularan virus Corona. Dikandung maksud supaya peserta didik tetap menjadi generasi cerdas dan sehat. Jangan malah dibuat stress karena tugas dari guru berlebihan. Saya sebagai Wali Kelas telah menerima berbagai keluhan peserta didik karena banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan.   Saya sangat memahaminya. Para siswa perlu waktu untuk beradaptasi dengan KBM non tatap muka. Para guru pasti juga memahami dan bisa memilih cara yang kreatif supaya peserta didik bisa belajar dengan penuh suka cita (full enjoy learning).

Karena situasinya saat ini boleh dibilang "darurat" maka tidak ada salahnya bila kita juga berpikir darurat. Bisa memahami bila terpaksa nilai/prestasi peserta didik sedikit di bawah target. Percayalah pesrta didik tidak akan menjadi bodoh hanya karena situasi yang kurang kondusif saat ini. Hal penting yang harus dilakukan guru dan orang tua adalah memberi motivasi kepada peserta didik/anak supaya tetap belajar di rumah dengan penuh suka cita. Melaksanakan tugas dengan hati yang gembira. Semoga semua pihak bisa mengambil hikmah dari situasi yang terjadi saat ini. ( BH,Red** )



Home » » Anggota Komisi III DPR RI Minta Kapolres Tulungagung Mengusut Tuntas Aktor Intelektual Di Balik Akun Facebook Pujiati

Anggota Komisi III DPR RI Minta Kapolres Tulungagung Mengusut Tuntas Aktor Intelektual Di Balik Akun Facebook Pujiati

Anggota Komisi III DPR RI, Saat kunjungan Kerja Ke Pengadilan Negeri Tulungagung
Tulungagung .OposisiNews.co.id- Kasus akun facebook Pujiati yang pernah viral dengan menyebarkan kebencian dan di kenal sering menggunakan kata-kata kasar dalam setiap postingannya yang sempat bikin gempar Kabupaten Tulungagung beserta pejabat dan juga masyarakatnya beberapa waktu lalu, ternyata masih belum seutuhnya tuntas.

Akun facebook Pujiati yang di kelola Rahmad kurniawan yang merupakan penyandang disabilitas warga Desa Serut, Kecamatan.Boyolangu,Kabupaten Tulungagung, hingga kini tak luput dari perhatian Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan.

Saat kunjungan kerjanya ke Pengadilan Negeri Tulungagung, Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, S.T., SH., M.H., mengatakan bahwa, ia akan memberi catatan tersendiri mengenai kasus pujiati.

"Para penegak hukum untuk menghormati prinsip-prinsip hukum dalam menangani kasus akun facebook pujiati," ucapnya pada OposisiNews. Rabu. (18/03/2020)

Anggota Komisi III DPR RI,
 Arteria Dahlan, Saat kunjungan Kerja Ke Pengadilan Negeri Tulungagung
Arteria menyatakan sangat prihatin dengan kasus tersebut.Adanya penyebaran kebencian di sertai berita hoax, yang aktor intelektualnya mempergunakan penyandang disabilitas (orang dengan kebutuhan khusus) sebagai tameng untuk melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji dan tidak patut, perlu di usut tuntas.

"Saya ingin adanya penerapan hukum progresif. Makanya saya mengintruksikan dan meminta kepada kapolres yang baru ini juga, nantinya untuk mengusut tuntas," tegasnya.

Ia berharap tidak hanya pelaku yang disabilitas saja yang dimintakan pertanggungjawabannya, tapi para penegak hukum harus bisa mengungkap lebih jauh lagi siapa dalangnya, siapa yang membiayainya, siapa yang memfasilitasi transaksi elektroniknya sampai sedemikian itu, siapa yang memuat konten-kontennya,siapa yang mendistribusikannya secara masif dan terstruktur.

"Ini bukan hal yang sangat rumit, Saya akan bisa lakukan investigasi sendiri bila instansi dan institusi yang berwenang belum mengungkap hal-hal seperti itu. Namun demikian, oleh karena Kapolres Tulungagung masih bisa di katakan baru, tentunya butuh waktu, butuh ruang untuk di lakukan pengkajian dan pendalaman lebih lanjut," ungkap Arteria.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Tulungagung, Yuri Ardiansyah, mengatakan Rahmat Kurniawan alias Puji Ati telah menjalani hukuman. Vonis yang diberikan majelis hakim adalah 1,5 tahun dan ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya JPU memberikan tuntutan 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Lebih lanjut di sampaikan Yuri, Jika polisi melanjutkan penyidikan kembali dan menemukan keterlibatan pihak lain, Pengadilan Negeri Tulungagung, akan menunggu menerima pelimpahan.

"Setelah menerima pelimpahan, Hakim Pengadilan Negeri Tulungagung akan mengadili perkara dan menjatuhkan putusan. Apabila terbukti akan di nyatakan bersalah dan di hukum, tetapi apabila tidak terbukti, akan di bebaskan," pungkasnya.( Ag.p)

Reporter : A. Purnomo.
Home » » Permendes Nomor 11 Tahun 2019 , Menjadi Tameng Desa Dalam Sergapan Covid-19

Permendes Nomor 11 Tahun 2019 , Menjadi Tameng Desa Dalam Sergapan Covid-19

Kantor desa Suruh Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi , legang dari aktifitas dampak merebaknya serangan Covid - 19
Ngawi,OposisiNews.co.id - Merebaknya serangan virus Corona ( covid-19 ) membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi khususnya desa diwilayah obyek wisata jelang pengerjaan infrastruktur dana desa TA.2020 , dihantui kecemasan.

Dana Desa yang ber-besik padat karya dengan melibatkan banyak warga menjadikan Kepala Desa yang komitmen dengan anjuran pemerintah bahkan WHO untuk berani mengambil sikap tegas . " Infrastruktur desa harus tetap dikerjakan sesuai aturan yang ada tanpa harus menyingkirkan keselamatan dan kesehatan warga yang ikut berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan ", ungkap Parman Kepala Desa Suruh.

Wisata Waduk Pondok Kec.
Bringin Kab.Ngawi 
Desa suruh , Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi merupakan rangkaian desa disepadan perbukitan kapur wilayah Utara Kabupaten Ngawi. Selain kondisi alam yang keras desa suruh merupakan kesatuan desa penyangga wisata buatan ' Waduk Pondok ' yang tidak legang dikunjungi wisatawan domistik dan Manca Negara untuk menghabiskan waktu akhir pekan.

Sebagai kesatuan wilayah desa wisata , desa suruh terus berbenah dalam menunjang prasarana wisata dan masyarakat salah satunya mengaplikasikan Dana Desa tiap tahun anggaran untuk perbaikan dan pembangunan Infrastruktur jalan poros desa , jalan  lingkungan dan Talut Panahan Tanah ( TPT ) .

Pada tahun ini ( 2020.red ) melalui dana desa tahap 1 ( 40 persen ) sebesar Rp 302 juta desa Suruh merencanakan pembangunan pavingisasi jalan poros desa dengan volume kegiatan P.280 meter x L.4,10 meter melanjutkan kegiatan infrastruktur tahun anggaran sebelumnya.

Langkah dan Sikap apa yang diambil , Parman selaku Kepala Desa Suruh dalam menjalankan kegiatan infrastruktur ditengah serangan Covid-19

Mengacu Permendes Nomor 11 Tahun 2019  tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 dan pernyataan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT. , Taufik Madjid yang menegaskan, aturan itu secara eksplisit menekankan penggunaan dana desa di bidang pelayanan sosial, khususnya kesehatan masyarakat bahkan diperkuat pernyataan Presiden RI , Jaka Widodo yang meminta penggunaan dana desa untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona di desa .

Dalam pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, pemanfaatan alokasi dana desa untuk pelayanan sosial jelas bisa dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat, pemerintah desa dapat membuat kampanye pola hidup sehat dan bersih kepada masyarakat. Dalam contek sekarang ini pengadaan masker dan Hand Sanitizer sangat urgen sesuai dengan eskalasi kondisi kebutuhan warga khususnya pelaku / pekerja kegiatan infrastruktur desa.

Untuk sementara Pemerintah desa Suruh jelang pengerjaan kegiatan infrastruktur desa akan mengadakan musyawarah dengan melibatkan semua tokoh masyarakat untuk memasukan program pencegahan virus Corona dan menunggu instruksi dari Pemkab Ngawi melalui DPMD , " Untuk persiapan dan antisipasi dalam mengalokasikan anggaran dana desa untuk pencegahan virus Corona dan tidak menjadi temua BPK , untuk sementara desa Suruh menunggu instruksi Bupati sebagai pegangan/ payung hukumnya ", Ujar Parman. ( AJB.adv )

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon