Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Mendagri Tito: Pusdiklat Kemendagri Siap Digunakan Merawat Pasien Covid-19

Mendagri Tito: Pusdiklat Kemendagri Siap Digunakan Merawat Pasien Covid-19

Written By BBG Publizer on Sabtu, 21 Maret 2020 | 22.28

Mendagri, Tito Karnavian
Jakarta,OposisiNews.co.id - Presiden Jokowi dan jajaran Kabinet Indonesia Maju (KIM) sangat serius mengantisipasi lonjakan pasien infeksi Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia. "Masyarakat tak perlu cemas dan kwatir atas fasilitas perawatan korban infeksi Covid-19. Pemerintah berusaha keras mengerahkan seluruh daya dan prasarana untuk mengantisipasi lonjakan pasien infeksi Covid-19," ujar Mendagri Tito merespons pertanyaan masyarakat atas kesiapan pemerintah.

Presiden Jokowi juga menginstruksikan seluruh elemen Pemerintah, TNI dan Polri untuk siap siaga mengantisipasi lonjakan pasien. Khusus kepada Kemendagri, Presiden Jokowi meminta Mendagri untuk menyiapkan gedung dan prasarana Pusat Diklat Kemendagri yang tersesbar di daerah untuk menampung pasien Covid-19 di daerah bila dibutuhkan.

"Kita siap laksanakan perintah Presiden untuk persiapkan gedung Pusdiklat Kemendagri di berbagai daerah sebagai tempat perawatan korban infeksi Covid-19 bila diperlukan," tegas Tito.

Menurutnya, pihak Kemendagri sudah membahas instruksi tersebut di rapat internal Kementerian yang dipimpinnya. “Kita memiliki gedung diklat yang bisa difungsikan untuk perawatan. Rata-rata jumlah kamar di propinsi besar, bisa mencapai 200 kamar, yang menengah sekitar 125 kamar dan daerah yang kecil mencapai 50 kamar. Semuanya bisa dialihfungsikan sementara menjadi tempat rawat inap bila diperlukan. Sebaran gedung diklat dengan fasilitas demikian sudah ada di seluruh Indonesia. Kecuali di 3 propinsi saja,” jelas Tito.

Hasil pengecekan ke Kepala BPSDM yang membawahi sarana Diklat Kemendagri, tambah mantan Kapolri ini, total kamar tersedia seluruh Indonesia yang bisa difungsikan untuk tanggap darurat pasien Covid-19 berjumlah 5000 kamar. Tito juga mengungkapkan bahwa instansinya saat ini sedang gencar untuk mengerahkan sumber daya Pemda mengantisipasi situasi Covid-19.

Namun demikian Tito menegaskan bahwa setiap daerah memiliki keunikannya sendiri. "Laju penyebaran virus tidak merata di seluruh daerah. Namun dampak ekonomi dan politik terasa secara nasional akibat pandemi ini telah mendunia," tutup Mendagri Tito. (KTS/Red)
Home » » Fasilitas Penanganan COVID-19 di RSUD TC. Hillers Belum Lengkap, Bupati Sikka Minta Pemerintah Pusat Tanggap

Fasilitas Penanganan COVID-19 di RSUD TC. Hillers Belum Lengkap, Bupati Sikka Minta Pemerintah Pusat Tanggap

Maumere,Oposisi News.co.id- 
Rumah Sakit Umum Daerah TC Hillers Maumere di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, yang ditunjuk Pemerintah untuk penanganan COVID-19 ternyata belum memiliki fasilitas yang memadai, seperti ruang isolasi, perangkat alat pengaman diri, alat pemeriksa darah dan alat medis lainnya.

Terhadap kondisi ini, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si berharap Pemerintah Pusat segera menanggapi dan memastikan adanya ketersediaan fasilitas yang memadai di RSUD TC.Hillers Maumere untuk penanganan Virus Corona Disease ( Covid-19).

Bupati Robi mengatakan, kendati RS. TC Hillers ditunjuk sebagai rumah sakit penanganan COVID-19, Pemerintah Kabupaten Sikka dapat menolaknya, jika fasilitasnya tidak dilengkapi.

"Terus terang saja, dari aspek kesiapan di rumah sakit sebenarnya kita belum siap. Alat perlindungan diri, alat pemeriksaan darah kita tidak punya. Kami berharap Pemerintah Pusat agar lebih cepat menanggapi ini", kata Bupati Robi kepada Oposisi News, usai melaksanakan rapat koordinasi Bidang Kesehatan di Bapelitbang, (20/3/2020).

Lebih lanjut, Bupati Robi mengatakan, saat ini di Kabupaten Sikka terdapat 32 orang dalam pemantauan (ODP). Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sikka terus melakukan pantauan dan memperketat pengawasan. Terkait hal itu, saat ini, Bupati Robi belum dapat melakukan kebijakan lockdown pasalnya masih menunggu arahan dari Presiden.

Bupati Robi menghimbau kepada masyarakat agar menerapkan social distancing atau mengurangi aktivitas di luar rumah, menjaga jarak atau hindari diri dari kerumunan massa, sembari memberikan informasi dan edukasi  tentang COVID-19 yang benar kepada masyarakat.( ER )
Reporter : Ernensia

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon