Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Desa Girimulyo Siap Glontorkan Anggaran Desa 1 Milyar Perkuat Wisata Penyangga

Desa Girimulyo Siap Glontorkan Anggaran Desa 1 Milyar Perkuat Wisata Penyangga

Written By BBG Publizer on Sabtu, 14 Maret 2020 | 22.26

Kantor desa Girimulyo , Kecamatan Jogorogo , Kabupaten Ngawi - Jawa Timur
Ngawi , OposisiNews.co.id - Bukan hal yang aneh dan tabu ketika desa Girimulyo kecamatan Jogorogo , kabupaten Ngawi prioritaskan pembangunan infrastruktur penyangga wisata desa dengan mengalokasikan Dana Desa ( DD ) tahun anggaran 2020 sebesar 1 Milyar .

Sebagai desa yang langsung bersentuhan dengan wisata alam air terjun di kawasan Perhutani Lawu DS ' Srambang Park ' yang gaungnya sudah menasional. Kepala desa Girimulyo , Nonot terorentasi memaksimalkan pembangunan infrastruktur yang mengarah pada peningkatan Ekonomi warga dan peningkatan PADes Girimulyo.

Ditemui awak media diruang kerjanya , Nonot membenarkan rencana mengalokasikan anggaran desa yang bersumber dari Dana Desa ( DD ) TA 2020 sebesar 1 milyar untuk wisata penyangga .

Nonot Tri W .Kepala
Desa Girimulyo
" Benar , rencana itu sudah dimusyawarahkan di tingkat desa dengan melibatkan semua komponen desa khususnya 3 pilar pemerintahan desa Girimulyo ( Pemerintah Desa , LPMD dan BPD ) untuk membahas skala prioritas pembangunan infrastruktur yang mengarah pada kemaslahatan semua warga desa Girimulyo ", Kata Nonot Tri Wahyono Kades Girimulyo.

Apa yang melatarbelangi Pemerintah desa Girimulyo memprioritaskan infrastruktur penyangga wisata Srambang Park ?

" Rencana dibangunnya infrastruktur wisata penyangga berupa Jalan masuk ke lokasi wisata penyangga kurang lebih 400 meter , Gedung Puskesdes ' Pusat kesehatan Desa ' dan 90 kios pasar tradisional yang direncanakan dibangun dilokasi tanah kas desa Girimulyo seluas 85 meter persegi dengan asumsi 30 meter persegi untuk lokasi pembangunan kios , 55 meter persegi untuk tempat bermain seperti pemandian dan taman wisata , diharapkan kedepannya akan memberikan manfaat untuk peningkatan ekonomi warga dan peningkatan pendapatan asli desa " , tutur Nonot optimis.

" Untuk sementara pembangunan ke tiga infrastruktur tahun ini langsung dibawah kendali Ketua dan Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK ) desa Girimulyo yang rencana setelah terealisasi pengelolaan infratruktur akan diserahkan pada BUMDES Giri yang sementara ini masih disiapkan desa untuk mengikuti pelatihan dan workshop menejemen wisata salah satunya ke Pujon Kab.Malang ", imbuhnya.

Kiat apa yang menguatkan Tiga pilar desa girimulyo untuk mengkafer pembangunan infrastruktur penyangga bukan melibatkan pihak ke 3 ( investor ) ?

Wisata alam air terjun
' Srambang Park ' 
" Pengalaman dan tanggap membaca peluang yang ada di desa memang menjadi dasar dibangunnya wisata penyangga bukan berati desa ingin menjadi kopetitor pengelolaan wisata ' Srambang Park ' yang sudah berjalan , justru dibangunnya infrastruktur sekarang sebagai upaya penguat dari wisata yang sudah berjalan . Selain itu , saya ( Kepala Desa ) tertantang untuk sebisa mungkin meningkatkan perekonomian warga yang selama ini sebagian hanya menjadi penonton gaungnya wisata di lereng Lawu DS ini untuk bisa dan mengajak mereka berperan aktif berniaga dikios pasar tradisional yang telah disiapkan oleh BUMDes " , ujarnya.

" Sesuai rencana dan musyawarah desa kios pasar tradisional desa peruntukannya akan diutamakan warga sekitar/lokal dan dikenakan restribusi sewa tempat Rp 250 ribu perbulan dengan asumsi 90 x Rp 250 ribu : Rp 22.5 juta/bulan , satu tahun Rp 270 juta pendapatan desa kotor dari pasar tradional. " Imbuh Nonot.

Diakhir perbincangan Nonot sempat melontarkan kalimat , " Insyallah setelah pasar tradional terwujud akan dibangun waduk dilokasi yang berdekatan dengan pasar tradisional oleh Kementrian pusat dan untuk hal ini belum saya cetuskan pada masyarakat karena masih rencana yang mudah-mudahan benar terealisasi "

Pada awak media OposisiNews , Kepala desa Girimulyo titip harapan rencana desa bisa teralisasi tanpa kendala yang berarti dan mudah-mudahan Pemkab Ngawi hadir dalam mensukseskan rencana desa Girimulyo karena banyak aspek yang seharusnya mendapat pendampingan secara moril / non-moril dari pemerintah daerah seperti UMKM , Pariwisata , Yanmas , DPMD Ngawi dan tentunya juga Muspika Jogorogo . ( BB )
Home » » OKNUM ASN DINRUMKINHUB BLORA DIDUGA LANGGAR UU PERS

OKNUM ASN DINRUMKINHUB BLORA DIDUGA LANGGAR UU PERS

Blora,OposisiNews.co.id-Perilaku kurang etis dilakukan oleh oknum Pegawai dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan kabupaten Blora berinisial N pada  Awak media menjadi lembaran hitam dan menjadi tanya seberapa jauh Pemkab Blora membuka ruang transparasi pada publik.   Jumat 13/3/2020.

 Kedatangan salah satu awak media Oposisi untuk mengkonfirmasikan materi berita pada Sekdin Rumkinhub harus diurungkan setelah Oknum ASN berinisial N yang diduga sudah disetting / direncanakan bersama Sekdin menghadang di pintu dan mengatakan ' Wonge ORA Enek ' ( Orangnya tidak ada ) ucap N.

Kebohongan Oknum N untuk menutupi keberadaan Sekdin yang dimungkinkan masih menerima tamu diruanganya karena terdengar percakapan Sekdin diluar pintu , sikap N perlu disayangkan.

Kecerobohan N untuk melakukan pembohongan pada awak media semakin nyata ketika awak media menayakan pada 2 ASN yang kebetulan satu ruang dengan N mengatakan " Pak Langgeng , Sekdin ada dalam ruangan ".

 Ada apa dengan Sekdin Rukimhub Blora ? Bahkan bisa menjadi dugaan Rukimhub ketakutan dan alergi dengan awak media karena katakutan belangnya selama menjabat terexspos media dengan menugaskan bawahannya N untuk stand by berbohong di depan Pitu Sekdin.

Sesuai dengan PP NO 53 TH 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil dimana sesuai PP tersebut ada kewajiban dan larangan bagi PNS, di dalam BAB II PASAL 3 angka 5 pelaksanakan tugas kedinasan yang di percayakan pada PNS dengan penuh pengabdian dan rasa tanggung jawab pada angka 9 bekerja dengan jujur,tertib,cermat dan bersemangat untuk kepentingan negara dan di dalam PP  No 42 Tahun 2004 TENTANG PEMBINAAN JIWA KORPS DAN KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL Pada Bab VI Pasal 15 Penegakan Kode Etik bahwa bilamana 1.Pegawai negeri Sipil yang melakukan Pelanggaran Kode Etik dikenakan sanksi moral 2.Sangsi moral sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dibuat secara tertulis dan dinyatakan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian 3.Sangsi moral yang dimaksud dalam ayat 1 berupa Pernyataan secara tertutup atau Pernyataan secara terbuka Pada PP No 42 Tahun 2004 Pasal 16 bahwa Pegawai Negeri Sipil yang melakukan Pelanggaran Kode Etik selain dikenakan Sanksi Moral sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat 3 dapat dikenakan tindakan administratif sesuai dengan peraturan Perundang undangan atas rekomendasi Majelis Kode Etik.

Dalam kejadian ini Oknum ASN.  N  secara aturan telah melanggar UU No 40 th 1999 Tentang PERS bahwa ada ancaman pidana bagi siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputan,Dalam ketentuan pidana UU No 40 Th 1999  pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau  menghalang-halangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat di pidana  kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ketentuan pidana tersebut telah diatur dlm UU PERS No 40 Tahun 1999, dalam pasal 4 undang-undang pers menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi. (DWI/IPUNG)

Reporter.Dwi P
Editor .Bambang Pw
Home » » Bupati Tulungagung, Buka Festival Dalang Pelajar Tahun 2020

Bupati Tulungagung, Buka Festival Dalang Pelajar Tahun 2020

Tulungagung,OposisiNews.co.id-Festival Dalang Pelajar yang rutin di gelar setiap tahun, sebagai wadah penyaluran bakat untuk mengembangkan dan melestarikan seni pakeliran di Tulungagung, secara resmi di buka oleh Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., di Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa, Jl. R.A Kartini  Utara Aloon - Aloon Kabupaten Tulungagung. Jum'at, (13/03/2020).

Hadir dalam.acara tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten Tulungagung, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Tulungagung, Kepala OPD di lingkup Pemerintah kabupaten Tulungagung, Camat se-Kabupaten Tulungagung, serta Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung.

Di tahun ke-5 ini, Festival dalang pelajar yang digelar selama 2 hari, mulai hari Jum'at 13 Maret hingga Sabtu 14 Maret 2020, diikuti sebanyak 18 peserta yang  terdiri dari jenjang SD 8 peserta, jenjang SMP 6 peserta, dan SMA/ SMK  4 peserta.

Ketua panitia Festival Dalang Pelajar, Rokhani, S. Pd. dalam sambutannya mengatakan tujuan di selenggarakanya festival ini adalah untuk mengembangkan dan melestarikan seni pakeliran yang ada di Kabupaten Tulungagung, serta memberikan wadah, kesempatan, kepada para siswa untuk mengembangkan bakat, minat,dan kompetensinya di seni dalang.

Bupati Tululungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., dalam sambutannya mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan Festival Dalang Pelajar, yang mana kegiatan
tersebut sebagai bentuk upaya untuk menanamkan kepada masyarakat.

"Khususnya kepada anak-anak untuk selalu menghargai nilai-nilai luhur yang pernah diwariskan oleh nenek moyang atau pendahulu kita," tutur Bupati.

Lebih lanjut Bupati Tulungagung menyampaikan, agar kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk menyalurkan bakat, ekspresi, dan ide, serta pengetahuan para siswa dapat teruji dan terapresiasikan.

"Dengan di selenggarakanya kegiatan ini, diharapkan semua elemen masyarakat secara luas agar dapat  berkreasi, menambah wawasan, dan mengambil nilai-nilai positif dan selanjutnya akan memperkaya khasanah budaya Bangsa," pungkasnya.(AG.P)

Reporter : A.purnomo/hms.

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon