Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Gabungan 3 Komunitas Sosial Lakukan Bakti Sosial Santuni Kaum Dhuafa dan Yatim Piatu

Gabungan 3 Komunitas Sosial Lakukan Bakti Sosial Santuni Kaum Dhuafa dan Yatim Piatu

Written By BBG Publizer on Minggu, 08 Maret 2020 | 20.50

Pasuruan,OposisiNews.co.id - Mengisi Kegiatan rutin yang dilaksanakan dua minggu sekali, Gerakan Bakti Sosial Lumbung Zakat (BSLZ) melakukan bakti sosial (Baksos) memberikan bantuan bingkisan paket Sembilan Bahan Pokok (Sembako) kepada kaum kurang mampu (Dhuafa'), Fakir Miskin serta Yatim Piatu sebanyak 58 paket. Di Dusun Sengkan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Minggu 08/03/2020.

Kegiatan baksos yang juga diikuti oleh komunitas lainnya yaitu komunitas Purwodadi Guyub Pasuruan (PGP) dan Tiga ASWAJA dari Sidotopo, Sidoarjo tersebut menurut Nur Hadi Suseno, dilakukan agar dapat menjalin tali silaturahmi kepada sesama Kelompok (Komunitas) dan juga Kegiatan ini dianggap sebagai bentuk rasa syukur dan semangat berbagi kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung untuk menumbuhkembangkan rasa empati.

"Kegiatan seperti ini rutin kami lakukan dua minggu sekali, dan alhamdulillah sudah berjalan enam tahun. berkeliling kampung dari rumah ke rumah untuk menyalurkan bantuan. Dalam aksi kita kali ini juga dihadiri sahabat dari komunitas lain, yaitu komunitas PGP dari Purwodadi, Pasuruan. serta Tiga ASWAJA dari Tropodo, Didoarjo," Ujar Nur Hadi Suseno.

"Kegiatan ini, lanjut Suseno, kita lakukan agar dapat menjalin tali silaturahmi kepada sesama komunitas dan juga sebagai bentuk rasa syukur dan semangat berbagi kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung untuk nenumbuhkembangkan rasa empati," tambahnya.

Saat disinggung mengenai sumber dana yang diberikan maupun untuk operasionalnya dengan tegas Suseno. mengatakan bahwa, semua dana adalah hasil dari sukarela anggota maupun donatur yang dikumpulkan, tidak ada sepeserpun tarikan wajib kepada anggota apalagi mengajukan permohonan bantuan (Proposal). Semuanya murni dari sukarela.

Sementara Iwan Setiawan, selaku ketua PGP kepada oposisinews.co.id mengatakan, menurutnya acara seperti ini dapat berjalan karena ada solidaritas antas anggota dan komunitas. Ia juga mengaku sangat senang dan bangga karena keberadaan komunitasnya dapat diterima sesama komunitas dan juga masyarakat.

"Acara seperti ini dapat berjalan karena ada solidaritas antar anggota juga antar sesama komunitas. Saya sangat senang dan merasa bangga karena komunitas kami dapat diterima di tengah-tengah komunitas lain dan juga ditengah masyarakat," kata Iwan Setiawan.

Usai melaksanakan santunan kepada Fakir Miskin, Dhuafa' Anak Yatim Piatu, Seluruh rombongan antar komunitas bergerak menuju kantor sekertariat Yayasan Bengkel Moral Sathohama (YBMS). Yang bergerak dibidang penanganan dan pengobatan kepada para penderita orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jalan Gunung Baong, Desa Kertosari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Acara ramah tamah, koordinasi seputar penanganan dan pengobatan terkait penderita ODGJ menjadi akhir dari kegiatan yang dilakukan oleh gabungan 3 komunitas tersebut. (SO)
Home » » Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT


Denpasar,OposisiNews.co.id-  Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memandang penting peran tokoh masyarakat, agama, dan adat dalam memberikan dukungan untuk program pengendalian penyakit hewan. Hal tersebut disampaikan Dirjen PKH, I Ketut Diarmita saat berdiskusi dengan para tokoh yang hadir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Penyakit Babi Wilayah Bali dan NTT, 06/02/2020.

Menurutnya, selama ini pengendalian penyakit hewan lebih banyak mengandalkan aspek teknis saja, padahal aspek lain seperti sosial budaya dan dukungan politis tidak kalah pentingnya. Ia kemudian mengambil contoh pentingnya pelibatan tokoh yang dipercaya oleh masyarakat dalam pengendalian penyakit hewan.

"Saya berharap para tokoh masyarakat, agama, dan adat yang hadir khususnya dari Bali dan NTT dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang saat ini mengakibatkan kematian babi di Bali dan NTT,"ungkapnya.

Ketut kemudian menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Ditjen PKH terus fokus dalam penanganan penyakit yang mengakibatkan kematian pada Babi. Kejadian tersebut berawal di Sumatera Utara pada akhir 2019, yang kemudian dinyatakan secara resmi sebagai wabah African Swine Fever (ASF).

Menurutnya, ASF merupakan penyakit yang sudah lama ada, diawali di Afrika pada tahun 1920-an, penyakit ini menyebar ke Eropa dan akhirnya dalam beberapa tahun terakhir masuk ke dan menyebar di Asia.

"Penyakit ASF ini sangat menular, dan sampai saat ini belum ada obat atau vaksinnya. Sekali ASF masuk ke suatu wilayah, sulit untuk diberantasnya. Oleh karenanya, sejak China dinyatakan wabah pada akhir tahun 2018, sebenarnya Indonesia sudah mempersiapkan diri menghadapi masuknya penyakit ini," ujar Ketut.

Langkah-langkah yang telah dilakukan dari sejak wabah ASF terjadi di China, yakni membuat Surat Edaran kewaspadaan penyakit ASF, memberikan Bimtek dan Simulasi Penyakit ASF kepada petugas, melakukan sosialisasi secara langsung kepada petugas dan peternak, serta memberikan bahan sosialiasasi terkait ASF kepada dinas PKH di daerah.

"Kita juga telah siapkan bantuan desinfektan, sprayer, alat pelindung diri dan bahan pendukung lainnya, serta dana tambahan untuk pencegahan dan pengendalian ASF," tambah Ketut.

Ditjen PKH juga telah berkoordinasi dan meminta Karantina Pertanian untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang pesawat atau kapal laut dari luar negeri yang membawa produk segar dan olahan babi, serta meminta stakeholder lain melakukan pengawasan penggunaan sisa-sisa makanan sebagai pakan babi (swill feed).

Ia menjelaskan bahwa selain pengendalian penyakitnya, pemerintah juga memikirkan jalan untuk pemulihan ekonomi bagi peternak dan pekerja di peternakan tersebut. Bagi peternak terdampak, telah diberikan bantuan penguburan atau pembakaran bangkai. Ketut juga memberikan alternatif bagi pekerja yang terdampak kemungkinan fasilitasi pemberian bantuan ternak selain babi sebagai sumber penghidupan.

"Saat ini kita akan coba fasilitasi dengan pihak bank agar ada kebijakan yang meringankan peternak terkait kredit, pemberian kredit dengan bunga murah bagi peternak yang mau memulai usaha kembali, dan fasilitasi asuransinya," ucapnya.

*Perkembangan Kasus Kematian Babi*

Ketut kemudian menyampaikan update tentang data kematian babi akibat ASF di Sumut yang saat ini mencapai 47.534 di 21 kabupaten/kota. Ia menegaskan bahwa tanpa adanya pengetatan dan pengawasan lalu lintas hewan yang baik serta penerapan biosekuriti, sangat sulit membendung penyakit ASF ini.

"Belajar dari Sumut, dimana partisipasi masyarakat dalam program itu sangat penting, kita harapkan peran dan sumbangsih para tokoh masyarakat, agama, dan adat untuk dapat membantu memberikan pemahaman pada masyarakat terkait hal ini," harapnya.

Lebih lanjut, Ketut juga menjelaskan tentang data kematian babi di NTT yang saat ini mencapai 3.299 di 6 kabupaten/kota. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium yang menunjukan hasil positif ASF di Kabupaten Belu, Ia menduga bahwa kasus kematian babi di kabupaten/kota lain di NTT juga disebabkan oleh penyakit yang sama.

Sementara itu di Bali angka kematian babi akibat penyakit yang disebut peternak sebagai Grubug Babi yang dinyatakan pemerintah sebagai suspek ASF telah mencapai 2.804 di 8 kabupaten/kota.

"Ke depan, kita coba tingkatkan terus upaya-upaya pengendalian yang kita lakukan. Dengan adanya dukungan para tokoh, harapannya kerja kita nantinya bisa lebih efektif menekan kasus," pungkasnya.(Red**)

Narahubung:
Drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, PhD.,
Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, Kementan
Home » » Kapolresta Sidoarjo Ajak Masyarakat Jalan Sehat, Tidak Takut Corona

Kapolresta Sidoarjo Ajak Masyarakat Jalan Sehat, Tidak Takut Corona

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Merebaknya isu Virus Corona belakangan ini, harus kita hadapi dengan ketidakpanikan dan tidak takut namun tetap waspada. Di Kabupaten Sidoarjo, masyarakat dan unsur Forkopimda mengajak untuk bersama menepis kepanikan terhadap Virus Corona Covid-19.

Kebersamaan Forkopimda dan ribuan masyarakat Sidoarjo guna menggelorakan tidak takut terhadap Virus Corona, berlangsung  dengan olahraga jalan sehat dan senam cuci tangan di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo.minggu.8/3/2020.

Melalui kesempatan ini, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan membiasakan olahraga, dan menjaga kebersihan diri sendiri maupun lingkungannya. Dengan upaya ini diharapkan kita dapat terhindar dari berbagai macam penyakit.

Selain itu, Kapolresta Sidoarjo juga menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik dan takut terkait merebaknya informasi penyakit Virus Corona. “Melalui kegiatan Sidoarjo Sehat pagi ini, mari bersama-sama menepis rasa takut dan panik itu. Kita biasakan hidup sehat dan bersih agar terhindar dari berbagai penyakit,” sampainya.

Ajakan tidak perlu takut dan panik terhadap penyakit virus corona juga disampaikan Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin. Bahwa hidup sehat dan membiasakan hidup bersih adalah kunci terhindar dari berbagai penyakit. Nur Ahmad mencontohkan, Jika kita sedang sakit flu misalnya, segeralah periksa ke dokter juga gunakanlah masker agar tidak menular ke lainnya.

“Jangan memborong masker jika kondisi tubuh kita baik-baik saja. Sehingga tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Kepanikan harus kita lawan dengan tidak perlu takut. Melalui Sidoarjo Sehat, Jatim Sehat semoga kita semua diberi kesehatan,” pesan Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin kepada masyarakat.

Acara Sidoarjo Sehat di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo di isi dengan jalan sehat bersama Forkopimda dan masyarakat Sidoarjo, senam aerobik, senam cuci tangan, sosialisasi hidup sehat, berbagai hiburan hingga pengundian doorprize.( bg)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon