Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » TENGKULAK KUASAI SEGMEN HARGA GABAH , PETANI KELUHKAN HARGA YANG MURAH

TENGKULAK KUASAI SEGMEN HARGA GABAH , PETANI KELUHKAN HARGA YANG MURAH

Written By BBG Publizer on Sabtu, 07 Maret 2020 | 21.38

Magetan, OposisiNews.co.id - Hasil panen padi ( gabah ) di Kabupaten Magetan cukup rendah . Bahkan bisa dipastikan tiap musim panen raya tiba , para petani khususnya di Kecamatan Barat mesti gundah karena kerap kali harga gabah menjadi obyek permainan para dockek ( bandar besar ) janji pemerintah menjaga dan menjamin kestabilan harga gabah hanya sebatas nyanyian politik.

Muryadi salah satu pemilik sawah yang sedang panen mengatakan " Tengkulak (Tukang nguyang) mereka secara terorganisir dengan sesama tengkulak berpatokan pada harga terendah dalam membeli gabah milik petani dengan alasan  dibuat-buat untuk menjatuhkan hasil panen yang sangat menyakitkan telinga petani , untuk hal ini petani tidak mampu berbuat banyak   " ucapannya

"Musim panen seperti ini untuk mencapai harga 5000 /kelogram sangat susah bahkan bisa dibilang tidak mungkin karena hampir bahkan bisa dibilang semua tengkulak mematok harga dibawah 4000 ribu/kilo gram", imbuhnya

Hal yang sama disampaikan oleh Suryadi, pekerja(pemanen) ." Benar , tiap musim panen dipastikan petani dan buruh garap mesti galau dan kecewa akibat permainan harga tidak sepadan dengan pengerjaan dan nasib petani yang kian terhimpit , mulai dari proses pemupukan yang mana sering tidak ada persediaan pupuk ( langka ) dipangkasnya subsidi pupuk , Pengairan yang susah tiap musim kemarau dan serangan hama tikus yang membabi buta disejumlah wilayah pertanian bahkan tidak sedikit para petani dan buruh garap harus meregang nyawa tersengat jebakan tikus demi menyelamatkan hasil pertanian ,"kata saryadi

Harapan pemerintah hadir dengan penerapan sistem resi gudang untuk menjaga stabilitas harga gabah dan Bulog hanya nyanyian NINA BOBOK ,  Pada siapa para petani harus mengeluh , keluh Saryadi ( US )

Reporter. Umar .S
Editor.Bambang PW
Home » » Geliat Potensi Di Pertapan Kedung Biru

Geliat Potensi Di Pertapan Kedung Biru

 Plt. Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung bersama BPCB Jawa timur saat berkunjung ke Pertapan Kedung Biru
Tulungagung.OposisiNews.co.id-Pertapan Kedung Biru yang kini di kembangkan sebagai tempat wisata di wilayah selatan Bumi Gayatri mulai ramai diperbincangkan. Destinasi wisata alam di kawasan perbukitan hijau Desa Sedayu Gunung, Kecamatan Besuki ini masih tergolong baru di Kabupaten Tulungagung, bahkan belum ramai di kunjungi wisatawan karena masih dalam pengembangan dan pembangunan sarana dan prasarana. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan langsung merespon pengembangan destinasi wisata tersebut.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, Ir. Eny Dwi Agustin, M.M, bersama BPCB Jawa timur di dampingi kades Sedayu Gunung saat berkunjung ke Pertapan Kedung Biru
Plt.Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan, Ir. Eny Dwi Agustin, M.M., bersama BPCB (Balai Pelestari Cagar Budaya) Jawa Timur yang juga sebagai Pengelola Museum di Kabupaten Tulungagung,bersama-sama mengunjungi kawasan wisata Pertapan Kedung Biru, yang di terima langsung oleh Camat Besuki dan Kepala Desa Sedayu Gunung, Zaenal Arifin. Jum'at, (06/03/2020).

Kepala Desa Sedayu Gunung, memandu langsung untuk mengenal kan setiap sudut tempat di kawasan Pertapan Kedung Biru, mulai dari gerbang, menuju telaga Kedung Biru, hingga areal pertapan.

"Menurut kepercayaan warga secara turun temurun, tempat ini sebagai tempat bertapanya para ksatria pada jaman kerajaan dahulu. Pernah di jadikan sebagai basis pertahanan pasukan Diponegoro dalam perang gerilya menghadapi penjajah Belanda yang di pimpin oleh Jomenggolo, yang merupakan salah satu Lurah Prajurit (komandan pasukan) pengikut Pangeran Diponegoro," tutur Kades Sedayu Gunung.

Dalam panduannya memasuki kawasan wisata Pertapan Kedung Biru, Kepala Desa Sedayu Gunung, Zaenal Arifin mengatakan, Setelah memasuki gerbang "Lurung Watu", pengunjung langsung dapat menikmati hamparan taman perdu yang berhadapan dengan aliran telaga "Kedung Biru", yang konon air tersebut bertuah membikin awet muda bagi siapa saja yang membasuh mukanya dengan air Kedung Biru dan di lanjutkan ke lokasi Pertapan.

"Sebelum bertapa, para ksatria dan para pelaku spiritual jaman kerajaan dahulu, mensucikan dirinya di Kedung Biru untuk menghilangkan aura negatif pada dirinya," ungkapnya.

 Plt. KaDispariapora ,
 Ir. Eny Dwi Agustin, M.M,
 bersama Camat Besuki 
Di tempat yang sama, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, Ir. Eny Dwi Agustin, M.M.,mengatakan kepada OposisiNews,  banyak hal menarik dan unik yang ada di kawasan wisata Pertapan Kedung Biru. Selain panorama alam yang masih alami, pengunjung langsung dapat menikmati keunikan pintu gerbang "Lurung Watu" yang di penuhi stalakmit dan stalaktit yang unik dan alami. Sesuai dengan namanya, Lurung yang berarti lorong/jalan, sedangkan Watu artinya batu (jalan/lorong batu).

Sumber mata air Kedung biru
Diantara batu cadas
"Potensi wisata Pertapan Kedung Biru yang sangat luar biasa ini supaya di uri-uri, di jaga kelestariannya,dan di kembangkan dengan baik. Jangan sampai timbul masalah. Yang tidak kalah penting, kepada Pemerintah Desa Sedayu Gunung untuk lebih memaksimalkan sosialisasi kepada warga untuk menjadi masyarakat yang berwawasan wisata," jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus mensuport dan memberikan pembinaan serta melakukan langkah konkret yang bisa di tuangkan pada destinasi wisata Pertapan Kedung Biru yang merupakan aset potensial Tulungagung yang luar biasa.

Camat Besuki, Sutrisno, menambahkan, Di wilayah selatan kota Tulungagung, utamanya pada Kecamatan Besuki sudah lebih dulu di kenal dengan wisata pantainya. Untuk itu kita perlu mengangkat destinasi wisata alternatif tambahan untuk di kembangkan.

"Pertapan Kedung Biru sangat luar biasa, di suport oleh semua pihak,termasuk KEDUNG ONDHO yang ada di bawah areal Pertapan yang panjang lorong goanya sekitar 200 meter. Rencananya akan di lakukan penelitian dan pengkajian lebih lanjut oleh BPCB (Balai Pelestari Cagar Budaya) Jawa timur," ungkapnya.

Senada dengan yang di sampaikan Camat Besuki, Pengelola Museum Kabupaten Tulungagung, Drs.Haryadi, yang juga dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa timur menyampaikan, dengan adanya arca peninggalan masa lalu di area Pertapan,akan di lakukan pengkajian dan penelitian lebih lanjut.

"Kami dari Cagar Budaya Tulungagung akan menghubungkan ke BPCB Jawa timur untuk mengkaji,dan meneliti, apakah ini memang benar peninggalan sejarah. Kalau benar-benar ini bagian dari peninggalan sejarah, berarti Pertapan ini masuk kategori Cagar Budaya," tandasnya.

Kepala Desa Sedayu Gunung, Zaenal Arifin berharap, setelah adanya kunjungan dari Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, serta dari Balai Pelestari Cagar Budaya Jawa timur, akan segera ada tindak lanjut untuk keberlangsungan perkembangan wisata Pertapan Kedung Biru.( AP )

Reporter : A. Purnomo.
Home » » Pembangunan proyek sekolahan di desa betet kecamatan kasiman kabupaten bojonegoro diduga siluman

Pembangunan proyek sekolahan di desa betet kecamatan kasiman kabupaten bojonegoro diduga siluman

SDN Betet No.452, Kec.Kasiman Kab. Bojonegoro
Bojonegoro,OposisiNews.co.id- Pengerjaan proyek sekolahan dasar negri (sdn) Betet No 452  kecamatan kasiman patut di pertanyakan legallitasnya.pasalnya di sepanjang pengerjaan proyek tidak ditemukan papan informasi sumber anggaran terkait pengerjaan, sabtu .07/03/2020.

Kegiatan pembangunan
SDN Betet 452
Diduga pihak Sekolah dan rekanan sengaja mengindahkan asas transparasi publik yang diwajibkan bagi seluruh penguna angaran baik yang bersumber dari APBN./APBD dan sumber anggaran lain , seperti Sumbangan Orang Tua Murid dan CSR.

Sangat ironis diera Reformasi dan gentolnya pemerintah dalam penegakan hukum masih ada lembaga yang melawan arus . Ada Apa ? Siapa dibelakang Semua itu ?

Alat berat di lokasi kegiatan
Saat awak media OposisiNews , bertandang ke SDN Betet No 452 untuk mengkonfirmasikan , pihak sekolah ( KS ) tidak mengetahui asal anggaran pembangunan sekolah yang dipimpinnya , bahkan KS terkesan menutup mata dengan kejadian dan proses pengerjaan fisik di SDN Betet 452.

Dengan tidak terpasangnya papan informasi tersebut.Kepala Sekolah SDN Betet 452 dan rekanan yang mengerjakan proyek di duga telah merampas hak publik dan melangar UU no 14 tahun 2008 tetang keterbukan publik yang dilakukan bersama-sama.

 Jhon ( nama samaran ) salah satu warga menyatakan .diri sangat menyayangkan seharusnya pengerjaan yang perlu untuk di jadikan cerminan bagi masyarakat banyak tentunya dalam hal ketaatan pada peraturan dan perundang undangan yang berlaku justru diindahkan oleh ASN ( KS SDN Betet 452 ) .

" Menggigat pengerjaan proyek yang lokasinya berada di perbatasan kota /kabupaten /provensi. JATENG/JATIM. Dengan kondisi seperti ini seduh seharusnya Dindik Bojonegoro ,Inspektorat dan pihak aparatur penegak hukum hadir karena secara nyata pihak sekolah dan rekanan tidak memasang papan kegiatan bahkan diduga pekerjaan juga tidak sesuai RAB", katanya.

Lebih mengejutkan ketika awak media mencoba menelusuri anggaran kegiatan Fisisk SDN Betet 452 , Mandor yang bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan pembangunan mengatakan ," Silahkan menemui salah satu anggota DPRD Bojonegoro " yang namanya mohon dirahasiakan pesan Mandor.(WHY)

Reporter. Wahyu
Editor .Bambang PW
Home » » Kolam ikan Diduga Tanpa Pengaman Merenggut Nyawa Bocah 19 Bulan

Kolam ikan Diduga Tanpa Pengaman Merenggut Nyawa Bocah 19 Bulan

Jenasah korban di Puskesmas Lembeyan. Magetan
Magetan, OposisiNews.co.id  – Mahmud Ilyas Abdillah.bocah berusia 19 bulan  warga RT8/RW1 Dusun Selungguh, Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan tewas  terpeleset ke Kolam Ikan diduga tanpa pengaman ( pagar ) milik tetangganya. Jum'at (06/03/2020)

Dari keterang Kapolsek Lembeyan AKP Suyatni SH mengatakan bahwa kejadiannya sekitar pukul 17.00 sore. Dimana korban diajak ibunya pergi ke Mushola dekat rumah untuk mengaji. Setibanya di Mushola ibu korban lepas pengawasan terhadap anak.korban bermain di area kolam yang luasnya 3 x 1 meter milik warga yang tidak jauh dari mushola itu akhirnya Mahmud Ilyas Abdillah kepeleset ke dalam kolam ikan."tutur AKP Suyatni

Lokasi kejadian , Kolam tanpa
Pengaman pada anak dilokasi
Pemungkiman
Sekitar pukul 18.00  sore,Lanjud Kapolsek menerima laporan dari anggota.bahwa telah kejadian seorang anak kejebur ke kolam ikan. Dan  pertama menemukan korban adalah bibinya, melihat  keponakannya (korban) yang sudah mengambang di dalam kolam, serontak bibik tersebut  berteriak meminta tolong.lalu mendengar teriakan pihak keluarga dibantu warga mengangkat bocah tersebut dari kolam,dan salah satu yang melaporkan kepada Polsek"imbuhnya

Sudah dilakukan pertolongan pertama oleh keluarga dengan cara menepuk perut korban, karena korban tak kunjung sadar, korban di larikan ke puskesmas Lembeyan.sesampai di puskesmas nyawa korban sudah tak terselamatkan,oleh pihak puskesmas Lembeyan (dokter) korban dipastikan sudah meninggal, saya menghimbau kepada masyarakat wilayah kecamatan Lembeyan untuk lebih berhati-hati, waspada terhadap buah hatinya, jangan sampai terjadi lagi hal semacam ini, " pangakas AKP Suyatni. ( US )

Reporter.Umar S
Editor.Bambang PW
Home » » Diduga Janggal Menangani Perkara, Polsek Telukjambe Timur Di Pra-Peradilkan

Diduga Janggal Menangani Perkara, Polsek Telukjambe Timur Di Pra-Peradilkan

Karawang.OposisiNews.co.id -  Karyawan berinisial RP dilaporkan oleh PT. MAI, perusahaan tempatnya bekerja, ke Polsek Telukjambe Timur, pada Senin (20/1/2020). Laporan itu terkait dengan dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana dimaksud Pasal 374 KUHP.

Kepolisian Sektor (Polsek) Telukjambe Timur, Polres Karawang, Polda Jawa Barat, yang beralamat di Jalan Sukagalih, No. 03, Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, selanjutnya memproses laporan tersebut.

Saat ini, perkara dugaan penggelapan itu ditangani oleh kuasa hukum RP yaitu Adintho Dunggio Pasaribu & Ci (ADP Law Firm), yang beranggotakan .Aby Febrian Dunggio, SH., MH., CLA; Adintho Prabayu, SH; dan Yosef Oriol Jebarut, SH. Ketiganya berkantor di Kantor Hukum ADP & Ci beralamat di Slipi Tower, Kav 21, Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta.

Menurut keterangan dari Tim Kuasa Hukum RP, Aby Febrian Dunggio, SH., MH., CLA, bahwa diduga ada kejanggalan dalam proses penanganan perkara Pasal 374 KUHP ini. “Kami menduga ada kejanggalan dalam kasus ini, yaitu pada saat proses penyidikan dan penahanan klien kami,” ungkap Aby kepada awak media, Jumat (6/3/2020).

Oleh karena itu, pihak Kuasa Hukum RP mengajukan permohonan praperadilan terhadap Polsek Telukjambe Timur. Permohonan praperadilan telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Karawang pada hari Jumat (6/3/2020) dengan nomor perkara: 002/ADP-RP/II/2020/ PP.

“Alasan kami mengajukan permohonan praperadilan  karena klien kami (RP) pada tanggal 20 Januari 2020 telah dilaporkan oleh PT. MAI dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/40/I/2020/Sek Tlj Timur, sekitar Pukul 16.30 Wib, dan berdasarkan laporan tersebut, oleh pihak Polsek Telukjambe Timur langsung ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” kata Aby.

Menurutnya, sesuai peraturan seharusnya penetapan status tersangka dilakukan setelah melalui proses penyidikan dan memiliki 2 (dua) alat bukti yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 KUHAP.” Tapi pihak Polsek Telukjambe Timur menetapkan RP sebagai tersangka terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan penyidikan,” papar Aby.

Kemudian, pada tanggal 20 Januari 2020 pukul 21.30, berselang 5 jam sejak diajukannya Laporan Polisi, pihak Polsek Telukjambe Timur serta-merta melakukan proses penangkapan yang tidak sesuai dengan Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang berlaku.

 “ Menambah kejanggalan lagi, pada saat penangkapan dilakukan terhadap klien kami, polisi sama sekali tidak memperlihatkan Surat Tugas dan/atau Surat Perintah Tugas Penangkapan,” tambah Aby.

Selain tidak memperlihatkan surat perintah penangkapan, lanjut Aby, pihak Polsek Telukjambe Timur juga tidak menyerahkan tembusan Surat Perintah Penangkapan kepada keluarga RP.

 “Polisi tidak memberikan tembusan surat perintah penangkapan kepada keluarga klien kami, hingga saat Permohonan Praperadilan ini kami ajukan. Padahal surat tembusan tersebut sangat perlu untuk kepastian hukum bagi keluarga klien kami. Selaku aparat penegak hukum, mereka pasti tahu bahwa surat tugas dan/atau Surat Perintah Penangkapan tersebut seharusnya diserahkan kepada pihak keluarga, bukan bertindak sewenang-wenang,” pungkas Aby. ( Red. DD-Kopi )

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon