Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Antisipasi Penimbunan Masker, Di Wilayah Sidoarjo Polisi Lakukan Pengecekan

Antisipasi Penimbunan Masker, Di Wilayah Sidoarjo Polisi Lakukan Pengecekan

Written By BBG Publizer on Kamis, 05 Maret 2020 | 14.56

Polres Sidoarjo croscek kelangkaan masker pasca maraknya virus Corona di sejumlah apotik dan minimarket di wilayah Sidoarjo.Rabu 4/03/2020
Sidoarjo, OposisiNews.co.id -Sebagai langkah antisipasi dampak dari virus corona, berdampak di berbagai wilayah Indonesia terjadinya kelangkaan masker. Guna mengantisipasi penimbunan masker yang langka di pasaran, Polresta Sidoarjo melakukan pengecekan ke sejumlah apotek dan mini market.

Seperti halnya di wilayah Kecamatan Taman, Sidoarjo, Kapolsek Taman Kompol Himmawan Setiawan memimpin langsung pengecekan masker di beberapa pertokoan, mini market dan apotek.Rabu ,4/3/2020.

“Serta sambil menyampaikan himbauan kamtibmas agar jangan ada yang berupaya menimbun masker, dan warga diharapkan jangan panik,” ujar Kapolsek Taman Kompol Himmawan Setiawan di lokasi.

Beberap apotek dan mini market didatangi untuk dilihat keberadaan stok masker. Untuk memastikan keberadaan masker, tidak hanya mempertanyakan ke pihak penjaga dan pengelola apotek dan toko, namun polisi juga memeriksa stok masker di dalam gudang apotek atau pertokoan.

Hasilnya, hampir di beberapa tempat di wilayah Taman, Sidoarjo mengalami kekosongan stok masker. Tidak ditemukan upaya penimbunan masker yang diduga dilakukan pihak pengelola apotek maupun toko.

Pantuan di lokasi, para penjual sengaja tidak menambah atau mengisi kembali stok masker yang kosong. Karena harga masker yang melonjak tajam dibanding sebelumnya.

"Jika sebelumnya harga masker hanya berkisar 200 hingga Rp 300 ribu per box untuk isi 50 masker, namun kini harga masker mencapai 400 hingga Rp 500 ribu per box untuk isi 50 masker," kata Harun salah satu pemilik apotek di wilayah Taman.

Sementara itu, langkanya stok masker di pasaran, baik apotek maupun toko obat atau minimarket di Sidoarjo ini, diduga dipengaruhi oleh maraknya pemberitaan dan informasi terkait merebaknya virus corona di Indonesia.(bg).
Home » » Bupati Tulungagung Lakukan Sidak Atas Kelangkaan Masker Di Pasaran

Bupati Tulungagung Lakukan Sidak Atas Kelangkaan Masker Di Pasaran

Bupati bersama Forkopimda Tulungagung saat lakukan sidak di pusat perbelanjaan
Tulungagung .OposisiNews.co.id-Mengantisipasi kepanikan masyarakat, pasca di umumkan nya oleh Presiden Joko Widodo tentang adanya 2 warga Indonesia yang terinfeksi virus Corona, yang berdampak melonjaknya harga serta kelangkaan Masker di pasaran, Bupati Tulungagung beserta Forkopimda melaksanakan SIDAK (Inspeksi Mendadak) ke sejumlah pusat perbelanjaan dan Apotik yang ada di Tulungagung. Rabu, (04/03/2020).

Bupati bersama Forkopimda
 Tulungagung , lakukan sidak
 di apotik penjual masker
Sidak dipimpin langsung oleh Bupati Maryoto Birowo, bersama Kapolres Tulungagung, AKBP. Eva Guna Pandia, Plh. Dandim 0807/Tulungagung, Letkol Inf. Kaharuddin, dan Ketua DPRD Tulungagung Sumarsono.

Setiba di pusat perbelanjaan, Bupati beserta rombongan langsung memeriksa ketersediaan masker, namun tidak menemukan stok masker alias kosong.

Salah satu karyawan di pusat perbelanjaan tersebut saat di tanya Bupati mengatakan, keberadaan masker memang cukup langka sejak 2 bulan terakhir sejak merebaknya kabar tentang virus Corona.

Sidak pun di lanjutkan ke apotik yang menjual masker yang ada di kota Tulungagung, Bahkan rombongan Bupati juga memeriksa tempat penyimpanan stok masker di ruang belakang apotik tersebut.

Saat di tanya oleh Bupati, pemilik apotik yang ada di Jalan Diponegoro tersebut menuturkan bahwa, kenaikan harga masker memang dari distributor nya.

"Kenaikan harga masker lantaran dari distributornya mengalami kenaikan.Dari distributor per box masker isi 50 harganya 125 ribu rupiah, kita jual sekitar 200 ribu rupiah. Padahal dulu harga masker per box nya sekitar 23 ribu rupiah," tuturnya.

Dari hasil SIDAK yang telah di laksanakan, Bupati Tulungagung, Drs.Maryoto Birowo,M.M., mengatakan bahwa, harga masker naiknya sangat signifikan, anti septik  barangnya juga habis meskipun harganya naik, lalu beras dan gula ada pengurangan.

Lebih lanjut di sampaikan Bupati, untuk mengantisipasi adanya gejolak masyarakat pasca diumumkannya virus corona masuk ke Indonesia, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Forkopimda agar ada keseragaman harga di pasaran.

"Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengambil keuntungan pribadi," ujarnya.

Bupati berpesan pada seluruh warga masyarakat agar tidak panic. Pemerintah akan mengambil sejumlah kebijakan agar kebutuhan masyarakat tetap bisa tercukupi.

“Yang terpenting masyarakat jangan panik, pemerintah telah mengambil langkah antisipasi agar ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap bisa tercukupi,"jelasnya.

Saat di singgung terkait keberadaan Tulungagung yang menjadi salah satu basis TKI, Bupati mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Forkopimda agar mendata dan melaporkan TKI yang baru tiba di Tulungagung. Apabila di temukan gejala mirip Corona, maka segera melaporkan dan mendapatkan perawatan.

“Mulai Kepala Desa, babinsa dan bhabinkamtibmas agar peka untuk melaporkan, jika nanti ada TKI yang sakit akan dibawa ke RSUD,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Tulungagung, AKBP. Eva Guna Pandia juga mengatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Disperindag menyikapi tingginya harga masker saat ini.

"Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengeruk keuntungan pribadi.Nantinya di tiap apotek atau pusat perbelanjaan yang menjual masker akan di Standard kan harganya,” tandas Kapolres.

Untuk mengantisipasi kepanikan masyarakat terkait dengan pemberitaan yang tidak benar tentang virus Corona, pihak nya terus melakukan patroli cyber untuk melumpuhkan berita-berita hoax tersebut.

"Segala kejadian di Tulungagung akan kita tindaklanjuti dengan cepat. Kita terus melakukan patroli cyber untuk melumpuhkan berita-berita hoax yang meresahkan masyarakat," tandasnya.( AP ) 

Reporter : A.purnomo.

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon