Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Jenazah Bharatu Doni Priyanto, Korban Kontak Senjata Papua Tiba di Bandara Juanda

Jenazah Bharatu Doni Priyanto, Korban Kontak Senjata Papua Tiba di Bandara Juanda

Written By BBG Publizer on Minggu, 01 Maret 2020 | 20.35

Sidoarjo ,OposisiNews.co.id -Jenazah Bharatu (anumerta) Doni Priyanto yang gugur dalam operasi penegakan hukum di Kampung Arwanop, Distrik Tembagapura, Mimika Papua tiba di Bandara Internasional Bandara Juanda, Sidoarjo, Minggu 1/3/2020.

Upacara penyerahan jenezah Bharatu (anumerta) Doni Priyanto yang menjadi korban baku tembak  dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB), diterima Danpas Pelopor Brimob Kelapa Dua Depok Brigjen Pol Verdianto Iskandar Betticaca.

Hadir dalam upacara penyerahan jenazah Bharatu (anumerta) Doni Priyanto, Wagub Jatim Emil Dardak, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Djamaludin, Waka Ops Kombespol Reza Arif, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji dan pejabat lainnya.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Djamaludin mengatakan, almarhum gugur dalam bertugas membela negara. "Kepada keluarga, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya," ucapnya.

Brigjen Pol. Djamaludin menambahkan, Doni merupakan anggota Polri BKO dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Kapolri juga menaikkan pangkat kenaikan luar biasa dari Bharada ke Bharatu. Almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Trenggalek, Jawa Timur.

Dalam nuansa berkabung ini, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji juga mengucapkan turut berduka cita atas gugurnya Bharatu (anumerta) Doni Priyanto. Semoga amal ibadah dan pengabdiannya kepada Negara dan Polri diterima Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.(bg).
Home » » Diduga Petugas Tol Nganjuk-Surabaya Dramatisir Kejadian Laka Lantas Demi Ganti Rugi

Diduga Petugas Tol Nganjuk-Surabaya Dramatisir Kejadian Laka Lantas Demi Ganti Rugi

Lokasi kejadian KM 685-600 A , Diduga Ft tidak sesuai kondisi saat kejadian
Nganjuk , OposisiNews.co.id - Itensitas Hujan Angin disertai petir di awal bulan Pembruari di wilayah Jawa Timur meningkat ,  perlu mendapat perhatian serius khususnya penguna jalan untuk lebih extra hati-hati dalam membaca dan memprediksi tingkat bahaya dari segala fenomena alam disaat hujan.

Kondisi mobil
Avansa W 1922 PF
Peristiwa naas menimpa wartawan OposisiNews .Achmad C Biro Surabaya , sepulang kegiatan media di Nganjuk dan hendak pulang ke Surabaya memasuki Gardu - Gerbang Km 685+600 A mobil Avansa W 1922 PF yang dikemudikannya menghantam batas tol akibatnya bagian depan kendaraan rusak berat.sabtu ( 29/02/2020 )

" Waktu itu hujan cukup deras dan saya sudah berusaha mengurangi kecepatan kendaraan di jalur lambat , namun sial tahu-tahu ada kilat persis didepan mobil saya secara reflek stir kendaraan saya banting bermaksud menghindar karena jarak tepi dengan mobil cukup dekat tidak bisa terelakan menambrak batas tol ", ucap Achmad di lokasi kejadian.

" Sesaat kemudian rombongan unit IRC
tol ( PJR , Ambulance , derek , satgas dan Patroli ) datang dan mengedentifikasi kendaraan saya dan pagar pembatas tol yang sempat terbentur kendaraan saya ", imbuhnya .

Kerusakan prasarana
Jalan Tol yang di duga
Didramasir
" Seusai kejadian itu , saya sempat terkejut karena harus membayar denda Rp.3 juta lebih yang disodorkan petugas tol pada saya akibat kerusakan prasarana tol berupa Bearm 2 batang harga @.Rp 1.020.000 , Tiang 1 batang harga Rp 610 , Block Plece 1 buah Rp 140.000 , baut & ring 9 buah harga Rp 160.000 dan posisi tiang + Block pleace 2 buah harga Rp 260.000 ", tambahnya.

Dalam surat Laporan Kecelakaan Nomor.040/MHI/MLL/LK/II/2020  tertera aturan kecekatan diruas tol akan dijerat ganti rugi mendasar PP no 15 tahun 2005 bab VIII pasal 86 dan SK Direksi PT HMI No.SKD-MHI/003/II/2015.

" Hanya yang saya sayangkan jangan musibah laka lantas di tol didramatisir ,kejadian tidak separah itu untuk prasarana tol yang rusak hanya sebagian baut-nya lepas . Ini musibah yang tidak diinginkan semua orang , mohon untuk petugas tol jika mau mencari rejeki buat keluarganya yang baik saja , jangan seperti ini " , tutup Achmad , kesal melihat foto kerusakan prasarana tol yang diberikan petugas padanya didramatisir. ( Red )
Home » » Dua Pelaku Bakal Menyusul Terpidana Kasus Penghina Wartawan

Dua Pelaku Bakal Menyusul Terpidana Kasus Penghina Wartawan

Jakarta,OposisiNews.co.id - Menyusul vonis 3 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta terhadap terdakwa kasus “kutu kupret” Ir Faaz Ismail pada Januari silam dengan perkara nomor: 249/Pid.Sus/2019/PN Yyk, dua orang pelaku lainnya yakni Ir. Michael Santosa Sunggiardi dan Rudy Dermawan Muliadi dipastikan segera diseret ke pengadilan atas laporan korban Ir Soegiharto Santoso alias Hoky, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia atau APKOMINDO.

Hoky yang juga berprofesi sebagai wartawan Info Breaking News dan sempat menjadi Ketua Panitia Kongres Pres Indonesia 2019 turut melaporkan kedua pelaku tersebut di Kepolisian Daerah DI Yogyakarta dan kedua pelaku sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Ir. Michael Santosa Sunggiardi dan Rudy Dermawan Muliadi dilaporkan terkait dugaan pelanggaran pasal 45 ayat (1), Jo pasal 27 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE.

Kedua tersangka membuat komentar di halaman facebook Grup APKOMINDO dengan dugaan tindak pidana ITE berupa setiap orang dengan sengaja mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dokumen elektonik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dalam bentuk tulisan komentar, dimana ditujukan terhadap pribadi korban Soegiharto Santoso pada tanggal 24 Maret 2017.

Berkas perkara tersangka Ir. Michael Santosa Sunggiardi sudah dilimpahkan ke Pengadilan pada (25/02/2020) dengan nomor surat pelimpahan: B-0360/M.4.10/Enz.2/03/2020 dan sudah resmi tercatat di PN Yogyakarta dengan nomor perkara : 49/Pid.Sus/2020/PN Yyk.

Sementara untuk tersangka Rudy Dermawan Muliadi berkasnya sedang dalam proses pemenuhan P-19 dan akan segera dilengkapi oleh penyidik untuk dikirim kembali ke Kejaksaan Tinggi DIY sebagaimana keterangan Kasubdit II Ekonomi Ditreskrimsus Polda Yogyakarta AKBP Andreas Deddy Wijaya SIK dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan nomor: B/23/II/RES.2.5./2020/Ditreskrimsus yang dikirimkan kepada Hoky.

Selain ketiga pelaku yang sudah dilaporkan di atas, Hoky juga melaporkan Suwandi Sutikno warga Kelapa Gading Jakarta Utara di Polres Bantul dengan laporan nomor: LP/307/X/2019/DIY/BANTUL  terkait kasus dugaan pemberian keterangan palsu pasal 242 KUHP saat persidangan di Pengadilan Negeri Bantul dengan perkara nomor 13/Pid.C/2019/PN Btl.

Terlapor Suwandi sudah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan sejak 10 Desember 2019 dengan surat nomor B/2370/XII/2019/Reskrim, namun hingga kini terlapor belum pernah memenuhi panggilan dan memberi keterangan hanya via email saja, padahal 1 (satu) saksi pelapor dan 7 (tujuh) orang saksi terkait kasus yang dilaporkan tersebut telah diperiksa pihak penyidik Polres Bantul, seperti tertulis dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan nomor SP2HP/95/II/2020/Reskrim yang ditandatangani oleh Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya SH SIK.

Herzon Theny Hawu SH selaku kuasa hukum Hoky mengatakan; “Saya prihatin dengan klien saya yang sempat dizalimi dengan laporan polisi nomor LP/392/IV/2016/Bareskrim Polri, sehingga sempat ditahan di Rutan Bantul selama empat puluh tiga hari, padahal tidak melakukan kesalahan apapun, dan terbukti telah di vonis bebas,” ungkap Herzon.

Herzon menambahkan, dalam persidangan di PN Bantul terungkap dengan jelas dalam salinan putusan bahwa saksi Ir. Henky Yanto TA di bawah sumpah memberikan keterangan pada pokoknya saksi tahu siapa-siapa orang yang menyediakan dana supaya Hoky masuk penjara.

Menurut Herzon,  hal tersebut menjadi indikasi kuat, bahwa tanpa melakukan kesalahan apapun Hoky ditahan secara sewenang-wenang.
Bahkan bukan hanya itu saja, lanjutnya, dalam proses sidang di PN Bantul dengan tuntutan hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp 4 Milyar subsider 6 bulan, Hoky masih saja dizalimi jilid 2, yaitu dilaporkan melakukan tindak pidana penganiayaan di Polres Bantul tanpa bukti visum dan langsung menjadi tersangka.
Atas kejadian itu Hoky melakukan praperadilan terhadap Polres Bantul dengan perkara nomor 3/Pid.Pra/2018/PN.Btl.

Selanjutnya disampaikan pula, permasalahan hukum yang dihadapi Hoky itu cukup banyak, ada 18 perkara Pengadilan yang berkaitan dengan APKOMINDO, dimana telah ada 3 perkara ditingkat MA yang telah dimenangkannya.

Menanggapi rentetan rekayasa hukum yang dialaminya, Hoky mengatakan, pihaknya sangat percaya dan menjunjung tinggi institusi penegak hukum di NKRI baik dari Polri dan Kejaksaan hingga Pengadilan.

"Bahwa benar saya dua kali dikriminalisasi, tapi itu hanya prilaku oknum penegak hukum saja, sebab faktanya masih banyak penegak hukum yang profesional dan berintegritas tinggi. Buktinya saya mulai merasakan keadilan ditegakan meskipun harus melalui proses panjang, namun saya tetap mensyukurinya,” ungkap Hoky.

Hoky juga mengapresiasi profesionalisme yang ditunjukan JPU Retna Wulaningsih SH MH dan Ketua majelis hakim Ida Ratnawati SH MH dengan hakim anggota Bandung Suhermoyo SH MHum serta Suparman SH MH  saat menangani kasus perkara dugaan tindak pidana ITE yang dilakukan Terdakwa Faaz atas laporannya.
"JPU sangat cermat, teliti, dan tegas, serta majelis hakimnya profesional dan mampu mengorek keterangan dari para saksi maupun ahli yang dihadirkan dalam persidangan, sehingga keadilan dan kebenaran bisa ditegakan dengan menjatuhkan vonis 3 bulan penjara terhadap terdakwa Ir. Faaz yang melakukan penghinaan terhadap saya," pungkasnya.( Red***)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon