Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Kadinkes Berharap 5 Progam Prioritas Dinas Kesehatan Di Galakkan

Kadinkes Berharap 5 Progam Prioritas Dinas Kesehatan Di Galakkan

Written By BBG Publizer on Selasa, 25 Februari 2020 | 21.07

Hari Widodo.Kadinkes Magetan
Magetan, OposisiNews.co.id - ''Persoalan kesehatan tidak bisa dibebankan kepada pemerintah/ Dinas Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak". Pernyataan itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Magetan, saat di konfirmasi tim wartawan oposisi.news di ruangannya.Selasa,(25/02/2020).

Hari Widodo mengatakan sesuai dengan agenda prioritas dari pemerintah pusat ( Presiden Joko Widodo) yang memasukkan program Indonesia Sehat, maka program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) harus terus digalakkan.
dengan lima sasaran prioritas masalah kesehatan. Sehingga, masyarakat harus secara sadar meningkatkan kualitas hidup. Prioritas masalah kesehatan itu, harus bisa kita utamakan dan wujudkan" paparnya

Sebenarnya ini PR bersama lanjut Kadinkes Magetan terkaid kesehatan,terutama menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri, "Selaku Kadinkes Magetan , saya berharap program dari pemerintah pusat bisa kita laksanakan dan wujudkan bersama untuk  kemajuan, kebaikan Kesehatan masyarakat Magetan", ucap Kadinkes .

"Untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan mencegah penyakit tanggung jawab kita semua. Marilah bersama - sama wujudkan masyarakat sehat,lingkungan bersih menuju Magetan berseri " tutup Kadinkes. ( US )
Home » » Satreskrim Polresta Sidoarjo Amankan 22 Ton Pupuk Ilegal

Satreskrim Polresta Sidoarjo Amankan 22 Ton Pupuk Ilegal

Presrilis pengungkapan dan barang bukti pupuk ilegal oleh Polres Sidoarjo, Jum'at 14/02/2020
Sidoarjo,OposisiNews.co.id- Satu truk bermuatan 22 ton atau 440 sak pupuk palsu dan tidak bersertifikat SNI, berhasil diamankan Unit Pidsus Satreskrim Polresta Sidoarjo di Jalan Arteri Porong, Sidoarjo, pada Jumat 14/2/2020

"Dari hasil pemeriksaan tim kami, ternyata pupuk tersebut diproduksi CV Bangun Tani di Desa Manduro Manggung Gajah, Ngoro, Mojokerto yang tidak bersertifikat SNI dan tidak dicantumkan kandungan dari pupuknya," jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji kepada wartawan, Selasa 25/2/2020.

Kemudian Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil mengamankan pemilik usaha pupuk ini, AR, 67 tahun, warga Sumorame, Candi, Sidoarjo. Menurut keterangan tersangka, dirinya telah berjalan 14 tahun memproduksi pupuk serta memasarkannya ke Bali dan Sumatera Medan.

Proses pembuatan pupuk TSP yang dilakukan tersangka, yakni dengan mencampurkan bahan baku berupa dolomit, gipsun ke dalam mesin parabola kemudian digiling hingga keluar butiran-butiran. Kemudian dicampur dengan zat pewarna dan pemadatan. Setelah itu proses selanjutnya dijemur sampai kering, dan jadilah pupuk siap edar.

"Tersangka menjual pupuk ini dengan harga Rp. 50 ribu per sak atau per 50 kilogram. Omset yang dihasilkan tersangka dalam setahun kurang lebih Rp. 250 juta," imbuh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Tersangka AR dibawa ke kantor polisi, dalam kondisi sakit dan menggunakan kursi roda. Namun, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka yang melanggar pasal 120 ayat 1 jo pasal 53 dikenai ancaman hukuman 5 tahun dan denda Rp. 3 milyar.katanya ( bg ).
Home » » Pemerintah Desa Jatirejo Terorentasi Menjadi Barometer Pertanian Organik Di Kabupaten Ngawi

Pemerintah Desa Jatirejo Terorentasi Menjadi Barometer Pertanian Organik Di Kabupaten Ngawi

Agus Suwoko ( kaos Hitam ) dilokasi pertanian yang menerapkan metode Sri Organik desa Jatirejo 
Pelatihan rutin petani organik
Yang tergabung dalam Jatirejo
Organik Sri Center (JOSc) di
Rumah kades Jatirejo
Ngawi,OposisiNews.co.id - Pemerintah Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi aktif mengadakan pelatihan pertanian organik mengadeng 18 orang petani organik dari desa Jatirejo dan 6 orang petani organik dari desa Ngompro ditiap Musim Tanam ( MT )

Para petani berasal dari kelompok-kelompok tani dan petani yang bergabung dalam ' JATIREJO_ORGANIK_SRI CENTER' ( JOSc ) total anggota 24 petani organik yang bermarkas sementara di rumah Kepala Desa Jatirejo .Agus Suwoko dalam menjalankan ,pemahaman dan pengolahan lahan dengan metode tanam Sri Organik di area pertanian seluas 3,31 hektar dan pola tanam konvensional ( organik ) seluas 1,67 hektar dengan total hamparan 4,98 hektar.

Mengingat mayoritas pencaharian warga desa sebagai petani dan buruh tani ,Agus S (kades,red) selaku motifator JOSc berharap peminat pola pertanian dengan metode Sri Organik mendapat respon dan dukungan semua petani di wilayah Jatirejo untuk menerapkan pertanian Organik.

Pelatihan pertanian metode Sri Organik sendiri menggunakan Dana Desa yang dianggarkan pada APBDes Desa Jatirejo tahun 2019 dan tiap pertemuan rutin mengundang narasumber salah satunya tokoh petani organik dari desa Sidomakmur Kec .Widodaren Kab.Ngawi , Wahyudi yang telah sukses menggeluti pertanian dengan metode Organik.

Bahan pakan sehat , padi organik
Hasil pertanian petani organik
Desa Jatirejo yang tergabung dalam
JOSc
Menurut Agus Suwoko, Pemerintah Desa Jatirejo harus mampu menjadi barometer perubahan pola tanam pertanian di desa yang dipimpinnya dengan menerapkan metode ' Sri Organik ' di wilayah Ngawi Timur dan bertanggungjawab untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi warganya , produsen bahan pakan sehat dan menjaga ekosistem lingkungan desa agar tidak mengalami kerusakan yang disebabkan oleh penggunaan dan ketergantungan bahan kimia dalam pengolahan lahan pertanian.

JOSc akan terus mendorong dan memotifasi petani menggunakan pupuk organik dengan metode tanam Sri Organik

Limbah dan kotoran ternak
Bahan pembuatan pupuk
Organik Bogashi
" Tidak hanya menerapkan  metode tanam Sri Organik , JOSc juga mengadakan  pelatihan pada anggotanya tata cara mengolah dan memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik bokasih yang bermutu. Pupuk organik bokashi sendiri  sangat diperlukan oleh para petani untuk mengurangi  cos tanam dan kebergantungan pada pupuk kimia yang dinilai cukup mahal harganya dan langka. Selain itu,pengunaan pupuk kimia secara terus menerus  dapat merusak ekosistem, kadar hara, tanah dan air lahan pertanian menjadi rusak dan tercemar sehingga membahayakan ekosistem serta memutus kelangsungan mata rantai pertanian dan kesuburan tanah.akibatnya hama pertanian seperti tikus , wereng perkembangannya tidak terkontrol ",terang kades.

" Saya sebagai pemimpin desa, lebih memilih kegiatan-kegiatan pemberdayaan untuk membangun masyarakat dan salah satunya dengan melatih petani tentang cara membuat pupuk bokashi sebab biaya pembuatannya murah dan bahan bakunya banyak tersedia di sekitar desa selain larangan berburu / menembak satwa penyeimbang seperti burung hantu , ular sawah dan bangau, semua akan desa perdeskan tahun ini ( 2020.red )," paparnya .
Tujuan pelatihan dan pertemuan rutin JOSc , kata Agus S, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota petani organik Jatirejo tentang cara membuat pupuk organik dengan memanfaatkan limbah pertanian, peternakan dan tanaman hutan seperti sekam padi, kotoran ternak dan daun-daun kering serta menumbuhkan orientasi ekonomi dan pemahaman pasar pada petani untuk tidak berkutat pada cara tanam saja dampaknya sangat buruk hanya menjadi kelinci percobaan dan permainan pasar.

Sedangkan sasaran pelatihan pertanian organik dengan metode Sri Organik secara khusus, pertama terwujudnya peningkatan produksi pangan dan hortikulutra. kedua, mengurangi kebergantungan menggunakan sarana produksi yang mengandung bahan kimia (non organik), Ketiga lumbung bahan pakan sehat ,Keempat pemberdayaan kelompok tani desa Jatirejo untuk pengolahan pupuk bogasi . Untuk sasaran umum , menghidupkan Peran dan Fungsi BUMDes dalam menangani promosi , pemasaran dan penyediaan bibit organik dan permodalan , pungkas Agus.(ADV.BB)



Home » » Tahun 2020 Desa Bendo Targetkan Pindahkan Pusat Pelayanan Masyarakat Di Gedung Baru

Tahun 2020 Desa Bendo Targetkan Pindahkan Pusat Pelayanan Masyarakat Di Gedung Baru

Pendopo desa Bendo yang sudah berdiri dilokasi gedung kantor desa baru 
Lokasi awal dimasa
Penguruka
Ngawi,OposisiNews.co.id ' Bak Pungguk Merindukan Bulan ' begitulah kira-kira kita menggambarkan upaya Pemerintah Desa Bendo Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi dalam merangkai mimpi merealisasikan Gedung Pemerintahan Desa yang baru di area tanah kas desa seluas 2.500.000 meter persegi yang berjarak kurang lebih 200 meter dari gedung lama.

Dengan dana Hibah dari Pemkab Ngawi sebesar Rp 350 juta , Agus Seputro mencoba merealisasikan pembangunan gedung baru dengan volume 7x16 meter persegi dengan konsep Jawa dengan latar depan pendopo Joglo ,dalam perjalanan-nya Kepala Desa yang sudah menjabat ke tiga kali sebagai Kepala Desa Bendo harus mengerutkan dahi akan anggaran untuk merampungkan / merealisasikan Gedung Pemerintahan Desa-nya.

Kerangka pendopo , uruk dan
Tanggul penahan tanah setinggi
1,2 meter mengelilingi area baru
Ktr desa telah terealisasikan
" Dana hibah dari Pemkab Ngawi tahun 2019  yang diterima melalui rekening desa untuk sementara hanya mampu untuk mengapu pengadaan pendopo desa dengan ukuran kerangka penyangga 23-an yang menyerap anggaran Rp 275 juta selebihnya untuk pengurukan lahan yang dimanfaatkan untuk balai desa yang menghabiskan tanah uruk  362 dam truk  dan membangun tanggul penahan tanah setinggi 1,2 meter mengelilingi lokasi kantor desa baru ", ucap Kades.

Konsep rencana pembangunan
Kantor desa Bendo mendasar
Gbr.Rab
" Untuk merampungkan pembangunan gedung desa , Pemerintah desa sangat berharap akan kearifan para birokrat dan politisi di Pemkab Ngawi bisa memberi sumbangsih pada desa kami untuk kemaslahatan pemerintah desa Bendo melalui BK atau sejenisnya , karena saya ( Kds.red ) memahami anggaran desa baik ADD dan DD tidak diijinkan untuk pembangunan kantor desa jika menilik aturan / permen yang ada " ,imbuhnya.

Agus juga menegaskan , " Atas kesepakatan bersama melalui musyawarah desa dengan melibatkan semua tokoh masyarakat , Perangkat , BPD dan LPMD anggaran desa melalui Dana Desa ( DD ) th 2020 dengan estimasi anggaran Rp 650 juta akan dialokasikan membangun gedung PKK dan PAUD desa dengan masing-masing gedung @seluas 7 x 12 meter yang terproyeksikan tiap gedung menjadi tiga ruang , dan pemerintah desa bendo yakin pembangunan kedua gedung tidak akan tuntas pada tahun anggaran ini ( 2020.red ) dengan asumsi anggaran yang tersedia gedung PAUD selesai 100 persen untuk gedung PKK maksimal 75 persen ".


Ktr desa dan pendopo lama
Desa Bendo
Dengan kondisi yang pelik itu , Agus pada OposisiNews mengatakan , " Untuk Pendopo bekas gedung lama tidak akan saya lelang seperti yang diusulkan sebagian tokoh masyarakat untuk meringankan anggaran pembangunan gedung baru , selaku kepala desa saya tidak akan berandai-andai karena dengan menjual atau melelang bekas pendopo lawas , yakin dikemudian hari akan menimbulkan permasalahan baru . Rencana tahun ini bekas pendopo desa yang lama akan ditempatkan di punden desa untuk menunjang kegiatan acara adat tiap tahun ( nyadran ) dan lokasi bekas kantor desa akan dibangun taman desa ".

Alasan Kepala desa bersikukuh memindahkan pusat pelayanan desa , banyak faktor seperti yang diungkapkan Agus S pada awak media OposisiNews , yang pertama Kondisi gedung lama yang dibangun tahun 1984 sudah kurang memenuhi syarat disebabkan banyak tiang yang sudah lapuk ,kedua untuk pusat pelayanan masyarakat kurang maksimal karena terlalu sempit , ketiga  memanusiawikan warga desa dan perangkat desa dalam menjalankan proses adminitrasi dan pemerintahan desa dan yang terakhir sudah saatnya desa Bendo khususnya untuk masa jabatan terakhir saya sebagai kepala desa bisa meninggalkan gedung pusat pelayanan masyarakat yang layak dan tidak tertinggal jauh kondisi gedungnya dengan pemerintah desa yang lain, dengan asumsi gedung yang baru harus berkualitas dalam bahan ( material bangunan ) , tahan lama dan tentunya megah untuk kelas gedung desa , ujarnya.

Diakir perbincanganya Agus berharap , mudah-mudahan tahun ini ( 2020 ) desa Bendo bisa mendapat BK perubahan untuk merampungkan pembangunan gedung kantor desa atau minimal tahun 2021 Pemerintah daerah dan elit Politik di Kabupaten Ngawi membantu merealisasikan mimpi pemerintah desa Bendo memiliki dan menempati gedung baru dan Pemerintah Desa telah mengajukan Permohonan ( proposal ) pada Pemkab Ngawi yang sudah teragendakan pada RPJMDes tahun ini .

"Sebagai catatan desa Bendo tidak hanya terfokus pada infrastruktur desa namun pemerintah desa berupaya memberikan yang terbaik untuk warga dalam peningkatan ekonomi dan kesehatan warga . Sejak tahun 2019 pemerintah desa dengan mengadeng / berkomitmen dengan Klinik kesehatan desa untuk membebaskan semua warga desa Bendo tanpa membedakan strata sosial untuk mendapatkan pelayanan dan pengobatan gratis di klinik desa ,khusus warga yang ber-KTP desa Bendo , tutupnya. ( ADV . BB )



OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon