Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Menumbuh Kembangkan Merdeka Belajar Dengan Strategi Pembelajaran Sekolah Alam

Menumbuh Kembangkan Merdeka Belajar Dengan Strategi Pembelajaran Sekolah Alam

Written By BBG Publizer on Minggu, 23 Februari 2020 | 14.03

Kepala SMPN 3 Pagerwojo, bersama peserta Saat Study Banding di Sekolah Alam Pacitan
Tulungagung,OposisiNews.co.id- Berkembangnya dunia pendidikan yang begitu cepat menuju ke arah kemajuan, untuk memiliki wawasan pengetahuan tentang Bahasa dan Budaya, bagi seorang guru adalah keharusan. Guru haruslah meng-up to date diri dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, diantaranya adalah mengikuti kegiatan study banding "Merdeka Belajar" dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Kepala SMPN 3 Pagerwojo,
 Saling memberi cindera mata
 saat Study Banding di
 Sekolah Alam Pacitan
Kepala SMPN 3 Pagerwojo, Dr.Sri Wahyuni, M.Pd., mengatakan, program kegiatan study banding ke sekolah Alam Pacitan merupakan salah satu strategi menuju Pembelajaran "Merdeka Belajar" yang telah di laksanakan SMP N 3 Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung selama 2 hari, terhitung mulai tanggal 15 hingga 16 Februari 2020.

Berdasarkan Permen Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Tekhnis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Kegiatan Study Banding ini dimaksudkan untuk membantu  warga sekolah supaya dapat mengondisikan dirinya mengikuti tuntutan keprofesionalan seorang guru sekaligus profesi kependidkan.

"Merdeka Belajar menjadi salah satu tagline besar dalam peringatan Hari Guru Nasional 2019 yang lalu, seperti yang pernah di sampaikan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dalam menyampaikan gebrakan pembelajaran," ucapnya.

Dalam wawancaranya dengan OposisiNews, Kepala SMPN 3 Pagerwojo Kabupaten Tulungagung, Dr.Sri Wahyuni, M.Pd., menegaskan bahwa, keberhasilan pendidikan adalah bergantung kepada kemerdekaan dalam belajar. Esensi kemerdekaan berfikir terlebih dahulu harus ada guru, tanpa ada guru tidak mungkin kegiatan tersebut akan berjalan dengan lancar.

"Merdeka belajar adalah kemerdekaan berfikir. Guru dan siswa harus bekerjasama dalam meningkatkan kompetensi, dimulai dari pengembangan dan peningkatan kompetensi guru," tuturnya.

Di sampaikan pula bahwa, pelaksanaan pembelajaran yang menumbuhkan kreatifitas dan inovasi, hingga pengembangan potensi peserta didik, ialah dengan diberikanya keleluasaan untuk pengembangan kompetensi, maka kreativitas, kecerdasan dan kualitas anak didik akan terasah .

Lebih lanjut di sampaikan oleh Kepala Sekolah bahwa, tujuan di laksanakannya study banding tersebut untuk membantu guru dan tenaga pendidik untuk memperoleh wawasan tentang Pembelajaran "Merdeka Belajar" di Sekolah Alam, serta memotivasi guru dan tenaga pendidik untuk berinovasi di dunia Pendidikan.

"Menambah wawasan guru dan tenaga kependidikan dalam memperoleh informasi yang berkaitan dengan Sekolah Alam yang bersinergi dengan Pembelajaran Merdeka belajar," ungkapnya.

Sri Wahyuni berharap apa yang telah dirancang dalam kegiatan tersebut bermanfaat bagi peserta dan pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan dalam bentuk study banding.

"Dengan telah di laksanakannya program kegiatan study banding ke Sekolah Alam Pacitan,peserta dapat mewujudkan pembelajaran yang sesuai dengan program Merdeka Belajar," pungkasnya.( Ag )

Reporter : A.purnomo.

Home » » Maraknya Berita Penculikan Anak, Di Respon Langsung Polres Tulungagung

Maraknya Berita Penculikan Anak, Di Respon Langsung Polres Tulungagung

Polres Tulungagung gelar razia dan patroli serta sosialisasi terkait maraknya berita Penculikan Anak
Tulungagung.OposisiNews.co.id - Polres Tulungagung dan jajaran akan meningkatkan titik razia dan patroli di Kabupaten Tulungagung mengingat maraknya berita penculikan anak, baik melalui media sosial maupun pesan berantai WhatsAap.Sabtu, (22/02/20). 

Kapolres Tulungagung, AKBP. EG Pandia, S.I.K., M.M., M.H., memerintahkan jajarannya untuk menggalakkan sosialisasi di sekolah sekolah khususnya sekolah TK dan SD, serta melakukan razia terhadap kendaraan roda empat maupun roda dua untuk meningkatkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di depan sekolah.

"Polres Tulungagung dan jajaran akan melaksanakan razia diwilayah Polsek masing masing dan dikendalikan langsung oleh Kapolsek dengan dibackup  body system" Tutur AKBP Pandia

Tak terkecuali Satuan Fungsi yang ada di Polres yakni Sat Sabhara, Satlantas, Sat Binmas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Satresnarkoba,  Mereka dengan fungsi dan peranan masing masing akan melaksanakan tugasnya turun ke jalan dan sekolah-sekolah untuk melaksanakan razia maupun sosialisasi.

"Cara bertindaknya yakni memeriksa kendaraan sepeda motor maupun mobil yang membawa penumpang anak-anak, guna menutup kesempatan adanya upaya penculikan anak tersebut. Sedangkan untuk sosialisasi dilakukan melalui imbauan, media sosial,  pamflet,  penerangan keliling maupun langsung memberikan penyuluhan ke sekolah sekolah,  khususnya sekolah TK dan SD" paparnya.

Sebelumnya AKBP. Pandia mengatakan, maraknya pemberitaan tentang adanya penculikan anak , secara tidak langsung akan berdampak meresahkan khususnya bagi para orangtua dan warga masyarakat Tulungagung.

"Untuk itu seluruh jajaran Kepolisian diwilayah Polres Tulungagung akan melakukan tindakan preemtif dan preventif guna memberikan rasa aman dan nyaman utamanya untuk harkamtibmas wilayah Tulungagung,'' tandasnya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP. Aristianto Budi Sutrisno, S.H., S.I.K., M.H., langsung merespons cepat arahan Kapolres yaitu dengan melaksanakan razia kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat disepanjang ruas jalur yang mengarah keluar kota Tulungagung.

" Razia ini kita gelar untuk meningkatkan keamanan masyarakat dan mencegah penculikan anak yang baru saja menjadi trending topic" terangnya.( Ag )

Reporter : A.purnomo/(NN95)
Home » » Pemkab Tulungagung Lestarikan Seni Budaya Yang Mulai Terkikis Perubahan Jaman

Pemkab Tulungagung Lestarikan Seni Budaya Yang Mulai Terkikis Perubahan Jaman

Pentas seni budaya ketoprak Sari Budoyo di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso
Tulungagung.OposisiNews.co.id-Untuk menumbuhkan sekaligus melestarikan seni budaya Nusantara yang mulai terkikis dengan perubahan jaman, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Pagelaran kesenian ketoprak dengan Lakon "Tumbak Nogo Baru Klinting, Sumilak Pedut Mataram". 

Diawali dengan suguhan pentas tari Gambyong dan tari Bambangan Cakil  dari sanggar tari Sari Budoyo. Pagelaran kesenian ketoprak Sari Budoyo dipentaskan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.Jumat,(21/02/2020).

Acara yang dihadiri oleh Bupati, Sekda, Assistan, staf ahli, beserta unsur Forpimda,serta OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya jawa yang adi luhung sekaligus juga untuk memperkenalkan kepada generasi muda Tulungagung akan kesenian yang mulai ditinggalkan pecintanya.

Dalam sambutannya Bupati Tulungagung, Drs.Maryoto Birowo, M.M.,mengatakan, Pagelaran seni Kethoprak Sari Budoyo merupakan upaya untuk melestarikan seni budaya yang ada di Tulungagung.

"Hal ini sekaligus memberikan pengetahuan, utamanya untuk generasi muda agar mereka mengerti tentang seni budaya Kethoprak," tuturnya.

Bupati berharap, dari kegiatan ini akan tumbuh generasi muda yang tertarik untuk melestarikan dan menekuni kesenian yang dulu menjadi salah satu maskot bagi seniman ketoprak Tulungagung.

"Mencintai kesenian ketoprak  merupakan salah satu wujud cinta tanah air," tandasnya.

Bupati Tulungagung mengapresiasi atas digelarnya kesenian kethoprak Sari Budoyo.

“Atas nama Pemkab Tulungagung saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya khususnya kepada panitia penyelenggara,” pungkasnya.( Ag )

Reporter : A.purnomo

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon