Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Kementan dan Pemda Bali Berkomitmen Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali

Kementan dan Pemda Bali Berkomitmen Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali

Written By BBG Publizer on Sabtu, 15 Februari 2020 | 20.12

Denpasar,OposisiNews.co.id- - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyampaikan kesiapan dan komitmennya untuk terus membantu Pemerintah Provinsi Bali dalam mengendalikan penyakit pada babi yang dalam 1 (satu) bulan terakhir ini menjangkiti beberapa wilayah di Provinsi Bali.

Hal tersebut disampaikan I Ketut Diarmita, Dirjen PKH pada saat menemui Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Kantor Gubernur Bali, Jumat, 14/02/2020.

Menurut Ketut, penyakit babi yang terjadi di Bali merupakan suspek African Swine Fever (ASF), dan tindakan pengendalian yang dilakukan oleh petugas kesehatan hewan di Provinsi Bali sudah tepat, hal ini terbukti dengan terkendalinya kasus.

"Berbeda dengan daerah ataupun negara lain, kasus kematian babi di Bali saat ini hanya mencapai 0,11% dari total populasi babi di Bali yang berjumlah 800 ribu ekor. Artinya petugas sudah sigap menghadapi kasus ini," tambahnya.

Ketut juga menjelaskan bahwa Pemerintah telah berupaya membangun kapasitas dalam menghadapi kasus seperti kematian babi di Bali ini, karena kejadian kasus memang sudah diprediksi akan terjadi sebelumnya. Hal ini mengingat adanya penerbangan langsung dari negara tertular serta praktek pemberian sisa-sisa makanan sebagai pakan (swill feeding) yang memang biasa dilakukan masyarakat.

"Swill feeding diduga merupakan sumber masuknya penyakit ini, mengingat sifat virus yang tahan pada makanan olahan dan juga di lingkungan," ungkapnya. Namun demikian, Ketut juga menegaskan bahwa virus penyebab penyakit babi di Bali ini tidak dapat menular ke manusia (bukan zoonosis), sehingga masyarakat dihimbau tidak takut konsumsi daging babi.

Pada kesempatan bertemu Gubernur Bali tersebut, Ketut memperkenalkan sebagian anggota tim ahli yang terdiri dari beberapa guru besar dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) yakni Prof. I Nengah Kerta Besung dan Prof. IGN Kade Mahardika (FKH Unud), Prof. Sri Hadi Agung Priyono dan Prof. I Wayan Teguh Wibawan (FKH IPB University), Dr. AA Gde Putra (Komisi Ahli Kesehatan Hewan), dan drh. Agung Suganda (Kepala Pusvetma) yang saat ini dalam proses mengembangkan vaksin untuk mencegah ASF.

"Dalam waktu dekat, prototipe vaksin akan segera diujicobakan, mudah-mudahan berhasil, sehingga bisa mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut," imbuhnya.

Ketut menjelaskan bahwa pembuatan vaksin ASF ini tidak mudah, dan telah banyak negara mencoba membuatnya, namun belum ada yang berhasil membuat vaksin yang efektif mencegah penyakit. Ia berharap ada terobosan dalam pengembangan vaksin di Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Bali menyampaikan apresiasinya kepada Kementan atas dukungannya dalam pengendalian penyakit babi yang terjadi. Ia meminta Ida Bagus Wisnuardhana, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dan jajarannya untuk tetap sigap dalam mengantisipasi kasus, dan mencegah penyebaran penyakit.

"Ini penting, mengingat babi merupakan penghidupan bagi masyarakat, khususnya untuk masyarakat Bali," ungkapnya.

Mengakhiri kunjungan, Ketut kembali menegaskan komitmennya untuk terus membantu pengendalian penyakit pada babi di Bali. (PBI/Red)

Narahubung:
Drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Ph.D., Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, Kementan.
Home » » SPENSA LIMAR: Peduli Lingkungan dan Inspiratif

SPENSA LIMAR: Peduli Lingkungan dan Inspiratif

Asem Limar' ikon' SMPN 1 Ngawi
Ngawi.OposisiNews.co.id-Sayup terdengar suara riang anak-anak Spensa Limar. Mereka memulai kegiatan Sabtu bersih dengan  mengumandangkan yel yel. Adiwiyata 
"Salam bumi..., pasti lestari...
Adiwiyata.., bisa...
Ngawi.., ijo royo-royo...
Jawa Timur.., jaya.....

Spensa Limar adalah sebutan beken SMPN 1 Ngawi yang memiliki makna bahwa SMPN 1 Ngawi merupakan sekolah yang PEDULI LINGKUNGAN, MANUSIAWI dan RAMAH (LIMAR). Kata Limar dikaitkan dengan pohon Asam Limar yang merupakan ikon sekolah.

Bila kita memasuki halaman SMPN 1 Ngawi maka kesan pertama yang terasa adalah suasana sejuk dan ramah. Suasana sejuk dan ramah terpancar dari pohon asam limar yang  rindang. Pohon asam limar yang sudah berusia di atas setengah abad ini setia menjaga SMP tertua di kota Ngawi dari masa ke masa. Setiap siswa memiliki kenangan indah di bawah pohon ini. Maka wajar dan sepantasnya bila dalam perkembangannya pohon asam limar menjadi ikon SMPN 1 Ngawi.

Anggota Pokja merawat
Dan menyiangi bibit
Asam Limar
Untuk menjaga dan melestarikan asam limar, melalui gerakan Sabtu bersih dan peduli lingkungan terus digalakkan. Bagai gayung bersambut. Program sekolah peduli lingkungan tersebut mendapat sambutan antusias dari seluruh komponen sekolah. Para guru, karyawan dan siswa bersinergi untuk membudidayakan asam limar dan mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dan ijo royo-royo.

Anggota Pokja merawat
Bibit asam limar
Untuk menciptakan lingkungan ijo royo-royo, sekolah mencanangkan gerakan pohon asuh dan taman asuh. Supaya pelaksanaan program sekolah berjalan efektif maka para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kerja (pokja). Setiap pokja dibimbing oleh guru pendamping.

Bonsai Asam Limar hasil
Budidaya biji warga
Besar SMPN 1 Ngawi
Diantara sekian banyak pokja yang tampak menarik dan disenangi oleh para siswa adalah proses budidaya asam limar. Asam limar mudah dibudidayakan. Selain mudah membudidayakannya, asam limar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Prakteknya sederhana dan mudah. Para siswa memunguti buah asam limar yang berserakan di halaman sekolah. Selanjutnya mereka mengambil biji asam (klungsu) untuk ditanam. Media tanamnya menggunakan berbagai bahan bekas, seperti gelas minuman atau bahan lain. Sebagian biji yang sudah tumbuh ditanam untuk mewujudkan lingkungan yang ijo royo-royo baik di lingkungan sekolah atau di rumah siswa.

Diharapkan dengan program Limar yang dicanangkan oleh SMPN 1 para siswa memiliki kesadaran akan pentingnya mewujudkan lingkungan yang sejuk dan sehat. Semakin banyak pohon yang ditanam maka akan semakin banyak menghasilkan oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup.

Sebagian bibit asam limar dibuat BONSAI IKAT khas Spensa Limar yang bernilai ekonomi. Bonsai ikat ini muncul dari ide kreatif pembimbing pokja. Caranya beberapa pohon asam limar diikat menjadi satu menggunakan kawat bonsai. Setelah beberapa minggu tanaman tersebut sudah tumbuh segar, maka langkah selanjutnya bisa dibentuk sesuai daya kreasi dan selera seninya.

Asam limar memiliki beraneka ragam nilai guna dan nilai ekonomi. Misalnya buahnya untuk minuman dan jamu tradisional (kunir asem), untuk aneka masakan, bijinya (klungsu) direbus kemudian diberi parutan kelapa atau direbus selanjutnya diberi bumbu sesuai selera dan digoreng sebagai camilan. Pohonnya bisa untuk berbagai bahan kreasi seni dan yang berukuran besar bisa untuk bahan bangunan. Limbahnya untuk bahan bakar.

Melihat kegiatan Sabtu bersih di Spensa Limar sungguh menarik. Menyenangkan dan memiliki nilai tambah sebagai bekal ketrampilan nyata bagi peserta didik. Semoga Spensa Limar semakin bersinar dan menjadi inspirator bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Ngawi.( BD)

Penulis , Budi H
Editor.Bambang PW
Home » » Aksi "KAYUH SEPEDA" Warga Pancer Dikawal Mobil Patwal Polresta Banyuwangi

Aksi "KAYUH SEPEDA" Warga Pancer Dikawal Mobil Patwal Polresta Banyuwangi

Aksi Kayuh Sepeda warga Paser tolak tambang dari Banyuwangi menuju Surabaya yang dikawal oleh mobil patwal polisi
Banyuwangi,OposisiNews.co.id
Tepat pukul 08.00 WIB pada hari Sabtu (15/2/2020) dengan dikawal satu unit mobil Patwal Polresta Banyuwangi, rombongan warga dusun Pancer desa Sumberagung kecamatan Pesanggaran yang tergabung dalam kelompok warga tolak tambang emas Gunung Tumpang Pitu berangkat ke Surabaya dalam aksi KAYUH SEPEDA.

Mobil Patwal kawal aksi warga
Dusun Pacer , Desa Sumberagung Banyuwangi 

Menuju Surabaya
Setelah bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta berdoa bersama tidak kurang 50 sepeda dayung/onthel berjalan pelan beriringan, dibelakangnya tampak juga 2 mobil pickup yang membawa perlengkapan selama diperjalanan.

"Ada sekitar 50 sepeda dengan 100an warga yang ikut aksi KAYUH SEPEDA ke kantor gubernur Jawa Timur mas, diperkirakan dalam 5 hari kedepan kita bisa nyampek ditujuan", tutur Gus Memed kepada awak media.

Selain 2 buah mobil pickup ada juga beberapa mobil minibus lain milik warga dusun Pancer yang ikut mengawal perjalanan rombongan peserta aksi.

Sayangnya dalam kegiatan aksi yang melibatkan warganya, hanya Fitri selaku kepala dusun Pancer yang terlihat ada dilokasi sedangkan kepala desa Sumberagung yang bernama Vivin Agustin tak terlihat batang hidungnya. Ada apa dengan Kepala Desa ? ( Her )

Home » » Desa Girimulyo Siapkan Wisata Penyangga

Desa Girimulyo Siapkan Wisata Penyangga

Perempatan desa Girimulyo menuju wisata air terjun Srambang , legang dari aktifitas kendaraan di hari Jum'at ( 14/02/2020 )
Ngawi, OposisiNews.co.id - Pidato Presiden RI , Jaka Widodo perdana setalah dikukuhkan kali kedua menjabat yang disiarkan ditiap stasiun TV , Media Cetak dan Online terkait desa , membangunkan kades Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi dari ketertidakberdayaannya.

Isi singkat dari Pidato Presiden tentang desa " Dengan alokasi Dana Desa semua desa harus mampu mandiri dan bisa mengelola anggaran demi kemaslahatan masyarakat yang didalamnya memaksimalkan Bumides dalam pengelolaan wisata yang berada di desa ".

Dikali kedua menjabat kepala desa Girimulyo yang sempat Off dari pemerintahan desa karena kalah dalam Pilkades periode sebelumnya , terbesit niat Nonot untuk menyerahkan haknya tanah garapan ( bengkok ) untuk dikelola Bumides Girimulyo untuk kemaslahatan bersama warga . Bak pepatah Kepala Desa Girimulyo tidak ingin warga-nya seperti kiasan ' Anak Ayam Mati di Lumbung '.

" Saya bertekad mengembalikan tanah garapan saya seluas 2 Hektar dikelola Bumides untuk wisata penyangga dari wisata yang ada sekarang ' Wisata Srambang Park ' dan saya tidak terbesit untuk mengambil hasil dari semua itu cukup warga desa yang menikmati , untuk sementara penyerahan tanah bengkok kades masih dalam proses dan rencana diatur di perdes Girimulyo yang baru ", kata Nonot.

" Insyaallah tahun ini sudah bisa direalisasikan dan bermanfaat pada warga desa Girimulyo , sesuai rencana lahan ( bengkok ) akan dimanfaatkan untuk pembangunan kios -kios makanan , hasil pertanian dan perkebunan serta prodak kerajinan warga dan PKK desa Girimulyo dan lahan parkir  ", terangnya.

" Niatan itu sampai detik ini didukung oleh semua lini mulai dari BPD, LKMD, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama desa Girimulyo , sebagai contoh ada salah satu warga yang menjual tanahnya pada Bumides untuk wisata penyangga yang uang( Dana-nya ) dari dieltransaksi sebesar Rp 500 juta diminta belakang secara dicicil dengan alasan dana pembayaran bisa digunakan untuk merealisasikan rencana wisata penyangga ", imbuh Kepala desa.

Dengan ter-realisasinya Wisata Penyangga diharapkan bisa mengapu semua aktifitas warga dan memaksimalkan PADes desa melalui Bumides dan lebih utama tudingan negatif yang dialamatkan oknum pengelola wisata Srambang Park terkaid DESA GIRIMULYO yang tidak mendukung penuh aktifitas wisata Srambang dan mencoba mempersulit wisatawan Srambang akan terjawab. ( Red.BB )

Home » » Air Mata Kades Girimulyo , Nonot

Air Mata Kades Girimulyo , Nonot

Kds Girimulyo , Nonot
Bersama pimred OposisiNews
Ngawi,OposisiNews.co.id - Geliat dan aora pesona wisata alam dan air terjun Srambang menorehkan luka mendalam pada pemerintahan desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo , Kabupaten Ngawi.

Wisata alam dan air terjun Srambang yang di kelola pengusaha tidak sepenuhnya menyentuh sendi pemerintahan desa setempat khususnya dalam pemberdayaan pengelolaan dengan melibatkan masyarakat desa setempat .

" Bermula dari kesepakatan tripartit ,Perhutani , LMDH dan Pengusaha pengelolaan wisata alam dan air terjun yang berada di kawasan hutan Perhutani yang langsung bersentuhan dengan desa Girimulyo , selaku Kepala Desa yang baru sepekan saya jabat merasakan , melihat hal ini sangat prihatin , selama ini kehadiran pemerintah desa Girimulyo seperti dipandang sebelah mata " ungkap Nonot .
Kds Girimulyo mengawali perbincangan dengan OposisiNews di kediamannya.

Wisata Srambang Park dengan pesona wisatanya yang sudah menasional dan dianggarkan ABPD Ngawi milayaran rupiah untuk menopang infrastruktur yang memadai hanya mampu menyumbang PAD Ngawi sangat minim , Kurang lebih Rp 5 juta pertahun dengan istimasi Rp 400 ribu perbulan. Ada apa dan siapa aktor dibelakang semua ini ?

" Benar untuk PAD Ngawi Srambang hanya adil 5 juta/ tahun , untuk desa Girimulyo 31 juta dan baru tahun ini selebihnya masuk kemasing-masing pemodal , bahkan ada pemodal tanpa nama yang ikut adil dalam pengelolaan Wisata Srambang " , ujar Kades .Jum'at 14/02/2020.

" Untuk dana Rp 31 juta sebelumnya akan langsung diberikan tunai dari pengelola pada saya selaku kepala desa namun saya arahkan untuk dimasukan lewat rekening BUMDES Desa Girimulyo karena itu hak Pemerintah desa.Hanya yang menjadi soal dana Rp 31 juta rincian sangat membuat gusar saya selaku kepala desa ", jelas Nonot.

" Pada rincian dana itu dijelaskan sebagai sering dari pemasukan wisata Srambang secara mendalam termasuk menejemen wisata , sedang pemerintah desa sendiri sementara masih berjuang untuk bisa masuk pada menejemen wisata sebagai contoh , pemberdayaan warga setempat untuk ikut terlibat pengelolaan yang sementara ini warga hanya mampu mengais rejeki dari ojek dan parkir , seharusnya pengelola merekrut semua pengojek dan juru parkir ke menejemen pengelola namun sepertinya pengelola angkat tangan , terus terang untuk menejemen pengelola masih dikuasi dari pihak luar " , imbuhnya.

" Kesenjangan sosial ekonomi masyarat setempat masih jauh dari layak ( jomplang ) dengan adanya wisata Srambang , kesempatan warga sekitar menjajakan / menjual prodak makanan dan kerajinan ' Hendycraf ' masih diluar ring wisata , tidak dan belum diijinkan masuk dikawasan wisata secara utuh oleh pihak pengelola , diduga hanya sebagian yang bisa masuk itupun diyakini ada kontribusi pada pihak pengelola . Masih banyaknya warga desa Girimulyo yang hanya mampu menonton dari Wisata Srambang membuat saya menitikan air mata " pungkas Nonot dengan mata yang berkaca-kaca.

Disisi kemasyarakatan terkait pengelolaan wisata Srambang  , salah satu warga setempat yang enggan namanya dimediakan mengatakan " Wisata Srambang Indah diluar buruk di dalam , Aktifitas wisata hanya meninggalkan sampah yang mengunung diakhir pekan sebagai warga kami merasa risi dan tidak nyaman karena warga harus membuang sampah-sampah itu ke wilayah hutan kembali dengan kesadaran pribadi warga , bahkan warga merasa dibohongi oleh pengelola wisata Srambang karena sebelum wisata ini dikelola Sang pengelola menabur janji manis bakal membantu merealisasikan tempat ibadah warga ( masjid ) yang rata-rata warga sini muslim maka saat itu merasa senang dan legowo menerima pengelola ternyata hingga saat ini bahkan masjid sudah jadi batang hidung pengelola belum juga tampak ", ungkap warga dengan kesal . ( Red BB ) sambung ....*Ds.Girimulyo Siapkan Wisata Penyangga * - Pengusa wisata Bumi Orek-Irek Semakin Menancapkan Kuku Tajam-Nya 
Home » » Kombespol Sumardji Resmi Jabat Kapolresta Sidoarjo

Kombespol Sumardji Resmi Jabat Kapolresta Sidoarjo

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Upacara serah terima jabatan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho kepada Kombes Pol. Sumardji, telah dilakukan di Mapolda Jawa Timur dipimpin Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan,Jumat (14/2/2020).

Selain sertijab Kapolresta Sidoarjo, dalam kesempatan ini juga dilakukan sertijab empat pejabat utama Polda Jatim dan enam Kapolres jajaran PoldaJatim lainnya.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan, rotasi jabatan baru merupakan hal yang wajar dilakukan di lingkup Polri guna untuk penyegaran organisasi. Ada juga dari beberapa perwira yang meneruskan pendidikan sehingga terpaksa meninggalkan jabatan.

“Mutasi ini merupakan kegiatan dalam suatu organisasi yang memang harus dilakukan dalam rangka penyegaran. Alhamdulillah pejabat-pejabat di Jawa Timur mendapatkan posisi yang setingkat lebih tinggi, umumnya eselonnya naik,” kata Kapolda Jatim usai pimpin sertijab.

Sementara Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengatakan, sebagai anggota Polri dirinya siap menjalankan tugasnya sebagai Kapolresta Sidoarjo. Ia juga siap memperkuat sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda, serta menjalin silaturahmi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.

"Situasi kamtibmas di Kabupaten Sidoarjo yang saya ketahui aman dan kondusif, harus tetap terjaga. Selain itu, saya juga akan meningkatkan inovasi dan prestasi Polresta Sidoarjo dalam pelayanan masyarakat," jelasnya.(bg)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon