Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Polres Tulungagung Wujudkan Program POLSANAK

Polres Tulungagung Wujudkan Program POLSANAK

Written By BBG Publizer on Jumat, 14 Februari 2020 | 18.17

 Kanit Dikyasa Satlantas polres Tulungagung, bersama anggota dan para guru TK. Islam AL-AZHAR Di Halaman Mapolres Tulungagung
Tulungagung.OposisiNews.co.id- Dalam menanamkan kecintaan anak-anak kepada Polisi, sejak usia dini, Polres Tulungagung menerima kunjungan dari TK.Islam AL-AZHAR, Kecamatan Tulungagung, di Mapolres Tulungagung. Jum'at, (14/02/2020).

Kunjungan dari TK.Islam AL-AZHAR ke Mapolres Tulungagung tersebut di terima oleh Kapolres Tulungagung, melalui Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP. Aristianto Budi Sutrisno, S.H., S.I.K., M.H., yang di dampingi Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tulungagung. IPTU. Nenny Sasongko, S.H.

 Kanit Dikyasa Satlantas
 polres Tulungagung, bersama anggota
 dan siswa-siswi TK. Islam AL-AZHAR
Di Halaman Mapolres Tulungagung
Dalam kunjungan tersebut, anak-anak dari TK.Islam AL-AZHAR di sambut dan di beri pengarahan tentang rambu-rambu lalulintas, diajarkan tentang disiplin dan tertib berlalu lintas, serta diajak melihat langsung ke beberapa ruang pelayanan masyarakat. Polres Tulungagung juga memperkenalkan Boneka ZETA (Zebra Tulung Agung), dan Boneka Si REKEN (Reyog Kendang) yang baru di lounching pekan lalu di Gor Lembu Peteng, pekan lalu.  "SI Reken" yang merupakan singkatan dari "Polisi Reog Kendang", sedangkan kata REKEN salam arti luas bermakna Peduli. Jadi Si Reken dalam arti luas yaitu Polisi Peduli.

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP. Aristianto Budi Sutrisno, S.H., S.I.K., M.H.,melaui Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tulungagung. IPTU. Nenny Sasongko, S.H., mengatakan, kegiatan ini untuk mengenalkan sejak dini, dari pihak kepolisian kepada pihak sekolah, utamanya pada anak-anak dari TK.AL-AZHAR tentang tugas dan fungsi Polisi, sehingga anak-anak dan masyarakat tidak perlu takut lagi pada polisi seperti di era yang silam yang menurut anggapan masyarakat polisi merupakan momok baginya.

" Dari waktu ke waktu kami terus mengikis dan memangkas paradigma lama dan anggapan bahwa polisi itu menakutkan,dan lain sebagainya. Kami adakan sosialisasi, penyuluhan, pembinaan pada masyarakat salah satunya dengan program POLSANAK," ucapnya.

Labih lanjut disampaikan bahwa, Polisi Sahabat Anak (POLSANAK), merupakan program dari Polisi Republik Indonesia (POLRI) yang diterapkan khususnya pada anak-anak usia dini dan TK. Hal tersebut bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan dan memberikan proses pembelajaran tentang tata tertib berlalu lintas kepada anak sejak dini.

Kanit Dikyasa Satlantas polres Tulungagung,
 Nenny Sasongko, S.H., dan siswa-siswi TK. Islam AL-AZHAR Di Halaman Mapolres Tulungagung
"Kegiatan ini bertujuan untuk mendidik anak sejak dini tentang disiplin dan tertib berlalu lintas sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan," ungkap 
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tulungagung. IPTU. Nenny Sasongko, S.H.

Dalam paparannya, Ia juga menyampaikan bahwa, sementara ini yang memiliki agenda Kamtibmas atau Dikmas dengan anak adalah fungsi lalu lintas, mulai program di atas dari Korlantas, ditlantas, sampai dengan Polres yang memiliki agenda rutin yang di namakan Polsanak (Polisi Sahabat Anak).

"Polisi Sahabat Anak cenderung mengedepankan disiplin dan tertib berlalu lintas sejak dini," tandasnya.

Senada dengan program Polisi Sahabat Anak ( POLSANAK ), Kepala TK.Islam AL-AZHAR, Sri Yuliani,S.Ag., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polres Tulungagung yang telah bersedia memberikan pelayanan, informasi, dan juga bimbingan kepada anak-anak tentang pengetahuan, kedisiplinan, dan tertib berlalulintas.

" Anak-anak di kenalkan untuk mengetahui tentang tugas-tugas Polisi, untuk tidak takut dengan Polisi, di kenalkan di ruang-ruang pelayanan masyarakat. Agenda ini merupakan rutinitas setiap periode yang di sesuaikan dengan tema pada kurikulum pendidikan," pungkasnya.( AP )

Reporter : A.purnomo

Home » » Masyarakat Desa Betek Antusias Sukseskan Program PTSl 2020

Masyarakat Desa Betek Antusias Sukseskan Program PTSl 2020

Kicuk A.Kds Betek Kab.Madiun
Madiun,OposisiNews.co.id- Warga desa Betek kec.madiun kabupaten madiun antusias dan mengapresiasi program pendaftaran tanah sistematis lengkap ( PTSL ) tahun 2020  yang saat ini tengah di laksakan Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) kab madiun bersama pemerintahan desa betek dalam pemenuhan program nasional tanah bersertifikat .


Seperti harapkan pemerintahan yang disampaikan oleh Presiden RI, Joko widodo mengharapkan semua tanah Di indonesia bersertifikat dengan mengeluarkan program nasional tentang pendaftaran tanah sistematis lengkap (ptsl)  yang kepastian hukumnya Di jamin dengan intruksi presiden no.2 th 2018.

Dan untuk mendukung dan mensukseskan program pemerintah tersebut  pemerintah desa betek kec.madiun turut melaksanakan program PTSL 2020 .

Menurut Kicuk Arisdianto kades betek ,saat ini ada sekitar 650 petak tanah di desa betek yan
g belum bersertifikat " Di harapkan tahun ini bisa rampung ,jadi semua sudah bisa bersertifikat"

Kicuk juga mengharapkan jika semua sudah bersertifikat bisa menjadikan sertifikat tersebut bisa menjadi modal penjamin penyertaan usaha yang mana nantinya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat desa betek secara kesuluhan selain memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah "imbuhya ( AGS)
Home » » Tim Kuasa Hukum Ketua LSM JIHAT Optimis Hakim akan Kabulkan Permohonan Praperadilan Kliennya

Tim Kuasa Hukum Ketua LSM JIHAT Optimis Hakim akan Kabulkan Permohonan Praperadilan Kliennya

Sidang Pra Peradilan LSM Jihat
Blitar, OposisiNews.co.id- Sebagaimana yang sudah di jadwal telah ditetapkan oleh Hakim dalam permohonan Pra Peradilan yang diajukan oleh Ketua LSM JIHAT  pada hari Rabu dan Kamis ( 12/2 – 13/2 ) kembali digelar sidang lanjutan yang telah memasuki hari ketiga dan keempat yang disidangkan di ruang CAKRA PN Blitar.

Agenda sidang hari ini dengan agenda pembuktian telah menghadirkan Saksi dan Ahli dari Pemohon dan Termohon, dengan memberikan kesempatan kepada para pihak untuk memberikan bukti – bukti dokumen yang diperiksa oleh Hakim sebagi pembuktiannya untuk menghadirkan Saksi dan Ahli

Pada kesempatan pertama dari pihak Pemohon seusai memberikan bukti – bukti dokumen dihadirkan Ahli Hukum Pidana, DR. Lucky Indrawati, SH, MH dari BKBH Fakultas Hukum Universitas Brawijaya/UB Malang; dimana dalam memberikan keterangannya di persidangan dari pertanyaan Hakim , Pemohon dan Termohon dengan lugas diterangkan dengan jelas sesuai dengan kompetensi keahliannya di bidang Hukum Pidana dan hal – hal yang berkaitan.

Hal menarik ketika Ahli menyampaikan
terkait kesalahan pencantuman pasal yang disangkakan kepada Pemohon bersadarkan Surat Penetapan Tersangka No : S. Tap/118/XII/Res.12/2019.

Direskrimum yang menetapkan Pemohon sebagai Tersangka adalah pasal 317 dan kemudian pada bukti penyitaan dasar pasal yang diberlakukan juga keliru.

Menurut Ahli ada kesalahan penerapan pasal yang dikenakan kepada Pemohon sesuai ( surat panggilan, Red ) sehingga salah dalam penetapan sebagai tersangka.

Dalam keterangannya ketika Hakim menanyakan perihal konsekuensi yuridisnya terhadap surat panggilan seperti apa, ” sama dengan surat penyitaan tadi tidak konsisten dan sebagainya bisa dikategorikan tidak sah dan otomatis berimplikasi kalau surat panggilannya tidak sah, kan berarti seseorang yang akan memenuhi panggilan itu diperlakukan sebagai apa ; kan gak jelas juga karena pasalnya keliru “, jelasnya.

Ahli juga menilai adanya keteledoran Penyidik dalam membuat surat panggilan terhadap Pemohon.

"Kalau isinya surat – surat yang lain itu berpedoman dengan itu sama saja statusnya tidak sah. Kalau tidak dipilah – pilah lagi pasalnya yang mana yang sesuai terkesan tergesa – gesa Penyidik dalam membuat surat “, ungkapnya.

Kuasa Hukum Pemohon
Usai sidang saat wawancara dengan awak media Kuasa Hukum Pemohon, Mulyono, SH, MH terkait agenda sidang mengatakan optimis bahwa upaya hukum kliennya akan dikabulkan oleh Hakim.

Dari keterangan Ahli yang disampaikan di persidangan sudah jelas bahwa Pra Peradilan intinya untuk menertibkan.

Tadi juga terungkap di persidangan bahwa banyak kesalahan yang dilakukan oleh Termohon misalnya terkait pencantuman pasal, terus kemudian dasar pasal penyitaan yang diterapkan juga keliru, artinya apa dari segi formil administratif jelas ini kesalahan. Jadi hal – hal semacam ini yang terungkap di persidangan membeuat harapan kita semakin besar bahwa Pra Peradilan ini Insya Alloh dikabulkan “, terangnya.

Pada sidang kali ini pihak Termohon dari Polda Jawa Timur tidak menghadirkan Saksi dan Ahli.

Untuk agenda sidang hari Jumat adalah agenda kesimpulan dari Pemohon dan Termohon. ( BS )

Operator : Basuki
Editor.     : Bambang pw
Home » » Kemenkes RI Sebut Sanitasi Lingkungan Buruk Penyebab DBD di Sikka

Kemenkes RI Sebut Sanitasi Lingkungan Buruk Penyebab DBD di Sikka

SIKKA, OposisiNews.co.id-  Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Sikka , Propensi NTT meningkat secara signifikan, akibat  kejadian itu Kabupaten Sikka ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB),DBD oleh Pemerintah.

Merespon kejadian itu, pihak Kementerian Kesehatan RI mengambil langkah menurunkan tim investigasi untuk mengetahui  sumber mewabahnya virus Dangue itu. Dari hasil investigasi, terdapat  sumber penyebab jentik nyamuk Aedes Aegypti. Hal ini akan menjadi acuan bagi pemerintah untuk melakukan langkah-langkah penanganan kasus tersebut.

Kepala Seksi Penularan Arbovirus dan Penanggulangan, Dirjen Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Mat Izi, menyebut penyebab utama DBD adalah sanitasi lingkungan yang buruk, hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan.

"Banyak sampah yang tidak  terurus dengan baik, seperti di belakang RSU TC.Hillers dan beberapa Puskesmas, dan masih banyak tempat lainnya yang tidak diurus dengan baik. Selain itu banyak pemukiman yang kumuh. Kondisi ini menjadi penyebab utama berkembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti yang menyebarkan virus Dangue melalui gigitannya", tuturnya.

Ia menambahkan, Kementerian Kesehatan menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut peduli dalam upaya mencegah penyebaran DBD antara lain, dengan menjaga kebersihan lingkungan,  melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk  minimal di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

"Kementerian Kesehatan menggalakkan program 1 rumah 1 jumantik. Dalam program ini, satu anggota keluarga diharapkan bisa menjadi juru pemantau jentik di rumahnya sendiri. Selain Itu perlu didukung dengan pola hidup bersih dan sehat", katanya.

Sementara itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si mengatakan Pemerintah Kabupaten akan tetap konsisten dan terus berupaya melakukan pencegahan secara terpadu. Untuk itu, sangat dibutuhkan peran aktif lintas sektor untuk bersinergi melakukan pencegahan penularan DBD melalui kegiatan pembersihan lingkungan serta melakukan pemantauan jentik nyamuk secara berkala.

Kepada pihak Dinas Kesehatan, Bupati Robi memerintahkan untuk terus melakukan fogging serta aktif dalam melakukan pantauan dan melaporkan kondisi pasien di Puskesmas.

Sejak Januari 2020 hingga Kamis 13/2/2020, Pemerintahan Kabupaten Sikka mencatat 576 penderita DBD, 4 diantaranya meninggal dunia.( EN )

Reporter : Ernensia
Home » » Cegah ASF di Mentawai, Kementan bersama Dinas Peternakan Sumbar Lakukan Sosialisasi

Cegah ASF di Mentawai, Kementan bersama Dinas Peternakan Sumbar Lakukan Sosialisasi

Mentawai,OposisiNews.co.id - Kasus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika yang saat ini melanda di Asia dan telah masuk ke Sumatera Utara sejak akhir Desember 2019 lalu perlu diwaspadai oleh seluruh dinas peternakan dan peternak babi di Indonesia. Untuk itu, Kementan bersama Dinas Peternakan Sumatera Barat melakukan sosialisasi kewaspadaan ASF kepada peternak babi di Mentawai.

Acara sosialisasi ini dilaksanakan di ruang rapat kantor Bupati Mentawai, Kamis, 13 Februari 2020.  Dalam acara sosialisasi tersebut hadir para SKPD Kabupaten Mentawai seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas PU, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, Badan pemeberdayaan Masyarakat, dinas perindustrian dan perdagangan, Bappeda, Bagian Hukum, Direktorat Kesehatan Hewan, Ditjennakeswan, Kementan, Dinas Peternakan Prov Sumbar, Karantina Pertanian kementan, Balai Veteriner Bukittinggi Kementan. Juga terlihat hadir Dandim, Polres, dan Lantamal Mentawai. Sosialisasi tersebut dibuka langusng oleh Wakil Bupati Kabupaten Mentawai.

Tujuan dilaksanakannya sosilasasi ASF ini adalah untuk menginformasikan, mengkomunikasikan dan mengedukasi peternak babi tentang bahaya virus ASF ini. “Melalui sosialisasi ini, peternak babi bisa lebih mengenal gejala klinis dan upaya pencegahan ASF ini,” ungkap Dr. Abdulrahman Fungsional Medik Veteriner Madya Kementan.

Untuk diketahui bahwa ASF belum ada vaksin dan obatnya. “Sehingga upaya pencegahannya dengan cara penerapan biosekuriti harus dilakukan,” tegas Abdulrahman. 

Diharapkan dengan adanya sosialisasi kepada peternak ini akan mencegah penularan virua ASF ini ke wilayah lain. Sebagai tindak lanjutnya, Pemerintah Daerah akan membuat Surat Edaran tentang pelarangan masuknya ternak babi serta produknya ke wilayah lain. Peran serta Badan Karantina juga penting, dimana akan dilakukan pengawasan lalu-lintas secara ketat di pintu-pintu pemasukan hewan.

Terkait dengan hal tersebut diperlukan peran serta dan kolaborasi dengan lintas sektoral dalam pengawasan ini. “Perlu adanya kontribusi dari Dinas Perhubungan, Dandim, Polres, dan Lantal,” tutup Abdulrahman. (YNT/Red)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon